Howl's Moving Castle
Seorang gadis pemilik toko topi berusia 18 tahun bertemu tanpa sengaja dengan penyihir tampan yang bisa terbang di jalan, lalu dalam perjalanan pulang dia diubah menjadi nenek berusia 90 tahun oleh penyihir tua yang cemburu, dan untuk mematahkan kutukan itu dia diam-diam menyelinap ke dalam sebuah kastil aneh berkaki empat seperti ayam yang berjalan-jalan di pegunungan: ulasan lengkap alur cerita film animasi fantasi Howl's Moving Castle (2004) karya Hayao Miyazaki, diadaptasi dari novel karya Diana Wynne Jones, mulai dari pertemuan pertama di gang sempit saat dua tentara mengepungnya lalu orang asing itu menggandeng tangannya dan membawanya terbang melintasi seluruh atap kota, sampai adegan penutup ketika hati api yang selama ini terpisah akhirnya kembali ke pemilik aslinya di tengah hujan bom
Judul
Howl's Moving Castle
ハウルの動く城
Tahun / Durasi
2004 · 119 menit
Genre
Animasi / Fantasi / Petualangan / Romantis
Sutradara
Hayao Miyazaki
Penulis
Hayao Miyazaki
Rating
Pemeran
Chieko Baishō, Takuya Kimura, Akihiro Miwa, Tatsuya Gashûin, Ryûnosuke Kamiki
Karya asli
Diadaptasi dari novel Howl's Moving Castle (1986) karya penulis Inggris Diana Wynne Jones
Penghargaan
Nominasi Academy Awards ke-78 untuk Film Animasi Terbaik; Osella Award (Pencapaian Teknis) di Festival Film Venesia ke-62
Howl’s Moving Castle adalah karya Hayao Miyazaki tahun 2004, diadaptasi dari novel karya maestro fantasi Inggris, Diana Wynne Jones (1986). Ini adalah karya yang digarap Miyazaki selama tiga tahun penuh setelah kesuksesan besar Spirited Away (2001) di panggung internasional, sekaligus film dengan visual paling rumit, durasi animasi terpanjang, dan tim animator terbesar dalam sejarah Studio Ghibli.
Film ini punya inti antiperang yang sangat jelas: latarnya adalah sebuah kerajaan fiktif bergaya Eropa akhir abad ke-19 yang tidak disebut namanya, yang sedang berperang dengan negara tetangga demi sesuatu yang terasa “tidak berarti apa-apa”. Semua bom, semua sihir, semua slogan “setia pada raja dan negara” yang muncul sepanjang film ini ditulis Miyazaki untuk anak-anak abad ke-21 — saat itu tahun 2003, dan Amerika Serikat baru saja mulai menginvasi Irak.
Sophie
Cerita dibuka pada suatu pagi musim gugur, di sebuah toko topi tua di kota kecil bergaya Eropa.
Sophie Hatter (diisi suara oleh Chieko Baishō), 18 tahun, adalah anak sulung pemilik toko topi ini. Ayahnya meninggal sejak dini, dan dia menggantikan ibunya untuk terus membuat dan menjual topi di toko.
Sophie adalah karakter yang paling tidak terasa seperti “tokoh utama perempuan khas Miyazaki” dalam film ini: dia tidak cantik (film berulang kali menunjukkan dia bercermin dan berkata dirinya biasa saja), dia tidak suka petualangan (kerjanya setiap hari cuma menjahit topi di toko), dan dia tidak romantis (lebih dewasa dibanding kedua adiknya).
Hari itu waktu makan siang, Sophie membereskan toko lalu keluar ke toko roti untuk menemui adiknya, Lettie. Dua tentara menghadangnya di sudut jalan dan mulai menggodanya dengan kata-kata kasar karena melihatnya sendirian.
Sophie gemetar sambil mundur. Saat itulah seorang pria berjaket panjang hitam, berambut pirang panjang, dengan mata yang seolah berbintang saat tersenyum, muncul dari ujung gang lain. Dia tersenyum pada dua tentara itu dan berkata, “Maaf, teman-teman, dia pacar saya, kami sudah janjian,” lalu dengan santai menggandeng tangan Sophie dan membawanya melewati kedua tentara itu, terus berjalan.
Setelah keluar dari jalan itu, pria tampan asing ini tersenyum pada Sophie dan menyuruhnya jangan panik — yang mereka kejar adalah dia. Di langit, beberapa penyihir berjubah hitam dan bertopi lancip melintas di antara atap-atap, mengejar pria ini. Dia berkata pada Sophie, peluk dia.
Detik berikutnya, Sophie terbawa terbang oleh pria itu — sebuah penerbangan anggun seperti tarian, melintasi seluruh atap kota kecil itu: keduanya terbang melewati cerobong asap, melewati menara jam, lalu mendarat pelan di balkon toko topi keluarga Sophie. Pria itu bilang padanya, pulanglah, selamat malam, lalu menghilang begitu saja.

Witch of the Waste
Pria itu adalah Howl (diisi suara oleh Takuya Kimura), tokoh utama pria dalam film ini — seorang penyihir bebas yang terkenal ke mana-mana, belum genap 25 tahun, tampan luar biasa, bisa menggunakan sihir, bisa berubah menjadi burung gagak hitam, dan sudah bertahun-tahun dikejar oleh semua penyihir di kerajaan.
Musuh terbesar Howl adalah Witch of the Waste. Penyihir tua ini pernah jatuh cinta pada guru Howl lebih dari 50 tahun lalu; dia sudah sangat tua, tapi tetap tidak mau melepaskan Howl, dan anak buahnya terus mencarinya ke mana-mana.
Malam itu, Sophie sendirian menutup toko topi. Pintu toko terbuka, dan masuklah seorang wanita tua gemuk yang nyaris tidak muat lewat pintu, memakai topi berlebihan dan penuh perhiasan. Dia bilang pada Sophie, dia dengar Sophie tadi bersama Howl.
Sophie bertanya siapa wanita itu. Wanita tua itu menyeringai, mengarahkan satu jarinya ke dahi Sophie, dan merapal sebuah mantra. Dalam sekejap, Sophie berubah dari 18 tahun menjadi 90 tahun — rambutnya memutih, kulitnya penuh kerutan, dan punggungnya bungkuk hingga hampir tidak bisa berdiri tegak.
Wanita tua itu memberitahunya, ini adalah harga karena berhubungan dengan Howl — pulanglah dan bercermin. Kutukan ini tidak boleh diceritakan pada siapa pun, karena mengatakannya berarti mati seketika. Setelah itu dia keluar dari toko topi dengan puas.
Sophie tidak tidur semalaman di toko. Keesokan paginya dia tidak mengatakan apa-apa, hanya meninggalkan secarik surat di meja, lalu pergi sendirian membawa tas kecil menuju padang liar di luar kota.
Kastil Bergerak
Sophie berjalan di padang liar. Dia tidak bisa memberitahu siapa pun tentang kutukannya, jadi satu-satunya cara adalah mencari orang yang mungkin bisa membatalkannya — yaitu Witch of the Waste sendiri, yang mengutuknya.
Sambil berjalan, dia menemukan orang-orangan sawah yang tergeletak di pinggir ladang gandum kosong, dengan kepala berbentuk lobak besar. Sophie yang baik hati membantunya berdiri. Ternyata orang-orangan sawah itu bisa bergerak — dia menunduk melihat Sophie, memberi hormat, lalu melompat-lompat pergi ke kejauhan.
Sophie mengikuti orang-orangan sawah itu. Setelah melewati sebuah bukit, dia melihat hal paling mustahil yang pernah dia lihat seumur hidup: sebuah kastil mekanis raksasa dan aneh, dengan empat kaki logam seperti kaki ayam untuk berjalan, ditumpuk belasan bangunan kecil di atasnya, cerobong asapnya mengepul, dan seluruh badannya berjalan pelan-pelan di antara pegunungan, terlihat seperti bisa hancur berantakan kapan saja. Itulah kastil bergerak milik Howl.

Calcifer
Sophie, yang tadinya 18 tahun dan kini menjadi nenek 90 tahun, mengerahkan seluruh tenaganya untuk memanjat naik ke kastil yang sedang bergerak itu, lalu masuk melalui pintu kecil yang terbuka secara acak.
Di dalamnya adalah sebuah ruangan berantakan, penuh botol-botol sihir dan alat-alat aneh, kotor karena sudah berbulan-bulan tidak disapu. Di tengah ruangan, dalam perapian, duduk sesosok api yang menyala, berwajah manusia, bisa bicara, berbentuk seperti kobaran api.
Api itu bertanya siapa dia. Sophie asal bilang dia petugas kebersihan baru. Api itu berkata namanya Calcifer, tungku utama kastil ini, sekaligus sumber semua sihir di kastil. Dia langsung tahu Sophie terkena kutukan, dan kutukan itu tidak boleh diceritakan pada siapa pun.
Calcifer mengajukan sebuah kesepakatan pada Sophie: dia dan Howl terikat oleh sebuah kontrak rahasia yang membuatnya tak pernah bisa meninggalkan perapian ini. Jika Sophie bisa menemukan kontrak itu dan membatalkannya, dia bisa bebas, dan kutukan Sophie juga akan ikut terbatalkan — tapi kesepakatan ini tidak boleh diberitahukan pada Howl.
Sophie mengangguk setuju.
Rumah Howl
Bagian berikutnya adalah bagian yang paling terasa seperti drama keseharian keluarga dalam seluruh film Miyazaki ini.
Sophie perlahan mengenal keluarga kecil Howl di dalam kastil: Markl (diisi suara oleh Ryûnosuke Kamiki) adalah murid Howl yang berusia 9 tahun, memakai topi lancip besar sambil meniru gaya Howl belajar sihir; anjing Heen adalah anjing kecil yang begitu gemuk sampai sulit berjalan, tapi sebenarnya juga punya identitas sihir tersendiri; orang-orangan sawah Kabu adalah si kepala lobak yang tadi dibantu berdiri oleh Sophie di padang liar, dan sekarang selalu berada di sekitar kastil; belakangan bergabung juga Witch of the Waste tua yang telah kehilangan kekuatannya, yang kini menjadi nenek gemuk biasa.
Howl sendiri siang hari selalu tidak ada di kastil. Setiap pagi dia keluar lewat “salah satu dari empat pintu” kastil, di mana empat pintu ini dipilih lewat sebuah roda putar yang mengarah ke kota-kota berbeda — di luar pintu itu bisa jadi ibu kota, bisa jadi kota kecil, bisa jadi laut lepas.
Sophie hari demi hari membersihkan kastil dan memasak untuk keluarga kecil ini, dan seluruh rumah yang tadinya berantakan perlahan berubah menjadi rumah yang hangat.

Rahasia Howl
Setelah tinggal beberapa lama di rumah Howl, Sophie perlahan menemukan rahasia penyihir tampan ini.
Howl adalah orang yang lemah, yang ingin menghindari perang. Seluruh kerajaan sedang berperang dengan negara tetangga, raja mengerahkan semua penyihir untuk mengabdi pada kerajaan, dan Howl tidak mau ikut — setiap hari dia berganti wajah berbeda untuk keluar menghindari tentara. Setiap kali Howl “menghindari perang” dengan keluar rumah, dia berubah menjadi makhluk sihir hitam setengah manusia setengah burung, dan setiap kali berubah, wujud manusianya butuh waktu lebih lama untuk kembali — dia perlahan kehilangan kemanusiaannya. “Jantung” Howl sudah tidak ada di tubuhnya sejak bertahun-tahun lalu: saat masih anak-anak, dia pernah menyerahkan hatinya sebagai bayaran kontrak kepada Calcifer (kobaran api di perapian itu), dan itulah sebabnya Howl tidak bisa benar-benar mencintai siapa pun, sekaligus sebabnya dia perlahan kehilangan kemanusiaannya.
Sophie perlahan menyusun kebenaran ini, dan menyadari bahwa untuk menyelamatkan Howl, dia harus mengembalikan hati Howl kepadanya — itulah kontrak yang dimaksud Calcifer, dan hanya dia yang bisa melakukannya.
Perang dan Bom
Alur cerita lain dalam film ini adalah perang.
Negara Howl terus berperang dengan negara tetangga, bom demi bom jatuh di kota-kota. Suliman, penyihir kepala raja, memanggil Howl ke istana dan memaksanya ikut berperang. Howl di istana berpura-pura berubah menjadi makhluk sihir agar bisa kabur.
Namun di hari yang sama, Suliman mencabut seluruh kekuatan Witch of the Waste yang ikut datang, mengubahnya menjadi nenek gemuk biasa yang tidak tahu apa-apa dan terus-menerus bersikap keibuan pada Howl. Sophie membawanya pulang ke kastil.
Sophie menyadari kastil ini bisa hancur oleh perang kapan saja, dan usaha “menghindari perang” Howl setiap hari sia-sia belaka — perang ini akan menemukan semua orang.
Suatu malam, bom benar-benar mulai jatuh di lembah tempat kastil berada. Howl di langit berubah menjadi makhluk sihir hitam menghadapi pesawat musuh, sementara Sophie, Markl, anjing Heen, dan Witch of the Waste bersembunyi di dalam kastil. Kaki-kaki logam kastil bergerak itu perlahan hancur akibat ledakan.
Mengembalikan Hati Howl
Di tengah kekacauan malam itu, Sophie yang ingin melindungi Calcifer yang menyala dari air akibat ledakan bom malah menyiramkan seember air ke tubuh Calcifer.
Dalam sekejap Calcifer hampir padam, dan seluruh sihir kastil ikut gagal karena itu. Namun bersamaan dengan padamnya api Calcifer, kontrak antara dia dan Howl hampir putus.
Jantung Howl, sebagai “penanggung” kontrak itu, ikut berhenti berdetak. Seluruh kastil pun runtuh karena kehilangan sihirnya, dan Sophie, Markl, Heen, orang-orangan sawah Kabu, serta semua orang jatuh dari udara.

Pintu Kenangan Sophie
Sophie tidak menyerah pada momen ini. Dia menangkap sisa percikan terakhir Calcifer dan memasukkannya ke sebuah cincin. Calcifer di cincin itu, dengan sisa tenaga terakhirnya, menunjukkan sebuah jalan lewat jari Sophie.
Sophie mendorong pintu terakhir yang tersisa dari kastil, pintu yang mengarah ke masa kecil Howl sendiri.
Sophie masuk ke dalam kenangan masa kecil Howl. Dia melihat Howl kecil berusia 5 tahun berdiri di tepi kolam halaman rumahnya, dan di langit malam sebuah bintang jatuh sedang meluncur turun. Howl kecil mengulurkan tangan menangkap bintang jatuh itu — bintang jatuh itulah versi 5 tahun dari Calcifer.
Howl kecil, demi memberi kesempatan hidup pada bintang jatuh yang sekarat itu, membuat kontrak dengan Calcifer menggunakan hatinya sendiri: hatinya sementara diberikan kepada Calcifer, dan Calcifer menggunakan hati Howl untuk menjaga apinya tetap menyala.
Sophie berjalan mendekati Howl kecil itu dan berkata, tunggu dia — dirinya di masa depan akan kembali mencarinya. Dia dengan lembut memasukkan kembali percikan kecil Calcifer dari dalam cincin ke dada Howl kecil, dan hati Howl kembali berdetak.
Pintu waktu itu tertutup, Sophie terdorong keluar dari kenangan, jatuh kembali ke reruntuhan kastil yang sudah hancur.
Hati yang Tulus
Dia melihat Howl, makhluk sihir hitam yang tadi bertarung melawan pesawat di langit, perlahan turun ke tanah dan berubah kembali menjadi pria berusia 25 tahun, tampan, sosok yang pertama kali ditemui Sophie — dan dadanya kembali berdetak.
Howl membuka mata dan untuk pertama kalinya benar-benar melihat Sophie dengan jelas. Dengan tangan yang masih gemetar, dia menyentuh lembut wajah Sophie dan berkata, Sophie, rambutnya seperti bintang.
Sophie menyentuh rambutnya sendiri — rambutnya sudah berubah menjadi putih keperakan (bukan lagi putih seperti usia 90 tahun), dan wajahnya juga perlahan berubah kembali, kembali seperti usia 18 tahun.
Ketulusan hati Howl membuat kutukan Sophie ikut terbatalkan.
Ending
Bagian terakhir film ini menunjukkan Sophie, Howl, Markl, nenek tua bekas Witch of the Waste, anjing Heen, dan Calcifer (yang kini bebas) tinggal bersama di kastil bergerak baru — lebih kecil, dibangun ulang oleh Howl, dan melayang di langit dengan sihir.
Orang-orangan sawah Kabu, si kepala lobak yang dulu dibantu berdiri oleh Sophie di padang liar, saat itu dicium keningnya oleh Sophie. Kutukan orang-orangan sawah itu pun terbatalkan, dan dia berubah kembali menjadi pangeran yang hilang dari kerajaan tetangga. Sang pangeran kembali ke negaranya, dan keesokan harinya langsung menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan kerajaan tetangga — seluruh perang pun berakhir seketika.
Gambar terakhir menunjukkan kastil baru melayang di antara awan, sementara Sophie, Howl, Markl, dan Calcifer sekeluarga terbang melintasi kota kecil kampung halaman mereka.

Yang ingin disampaikan Miyazaki lewat film ini: Howl bukan pahlawan — dia pria yang ingin menghindari perang, tidak mau wajib militer, tapi akhirnya rela menahan peluru di langit demi orang yang dicintainya; Sophie bukan putri raja — dia gadis pemilik toko topi biasa berusia 18 tahun yang mengira dirinya tidak cantik, tapi rela masuk ke dalam kenangan orang lain demi mengembalikan hati yang hilang dengan tangannya sendiri. Cinta bukan soal jatuh cinta pada pandangan pertama yang indah — cinta adalah kerelaan untuk pergi ke kenangan paling dalam seseorang, mengembalikan hatinya yang hilang dengan tangan sendiri, meskipun itu bisa membuatmu mati. Kalimat penutup Sophie kepada Howl kecil berusia 5 tahun, “tunggu aku, aku di masa depan akan kembali mencarimu,” adalah surat cinta lintas waktu yang ditulis Miyazaki untuk semua “dua orang yang belum bertemu tapi ditakdirkan untuk bertemu”.