Backrooms
Sebuah celah rahasia di ruang bawah tanah menuju labirin kuning yang menyalin realitas secara keliru: uraian lengkap alur cerita Backrooms, dari Clark dan Mary sampai keterlibatan Async Research Institute
Judul
Backrooms
Tahun / Durasi
2026 · 110 menit 20 detik
Genre
Fiksi ilmiah / Horor / Thriller
Sutradara
Kane Parsons
Penulis
Will Soodik
Rating
Pemeran
Chiwetel Ejiofor (sebagai Clark), Renate Reinsve (sebagai Dr. Mary Kline), Mark Duplass (sebagai Phil), Finn Bennett (sebagai Bobby), Lukita Maxwell (sebagai Kat), Avan Jogia (sebagai Naren Warne), Robert Bobroczkyi (sebagai Pirate Clark), Krista Kosonen (sebagai Nora Kline)
Karya asli
Serial web Backrooms karya Kane Parsons
Penghargaan
Astra Midseason Movie Awards 2026: runner-up Film Horor Panjang Terbaik, plus nominasi Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Utama Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik; juga 3 nominasi Critics Choice Super Awards (tidak menang) dan 6 nominasi Fangoria Chainsaw Awards (belum diumumkan sampai artikel ini terbit)
Backrooms mengembangkan legenda urban internet dan serial web berjudul sama karya Kane Parsons menjadi sebuah film panjang horor psikologis fiksi ilmiah. Film ini disutradarai Parsons, yang juga ikut menggarap musiknya, dengan naskah yang ditulis Will Soodik, serta dibintangi Chiwetel Ejiofor, Renate Reinsve, Mark Duplass, Finn Bennett, dan Lukita Maxwell. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 29 Mei 2026 dengan durasi 110 menit 20 detik. Ceritanya tetap berada dalam satu kesinambungan dengan serial YouTube Parsons, tetapi berdiri sendiri lewat sekelompok tokoh baru.
Labirin lintas dimensi di film ini dibangun sebagai set fisik seluas lebih dari 30.000 kaki persegi: wallpaper yang menguning, lampu neon yang terus berdengung, lantai yang bergeser, dan deretan lengkungan pintu yang saling menembus mengubah toko furnitur, ruang kantor, serta rumah pinggiran kota menjadi ruang yang mustahil dipetakan. Para tokoh bisa masuk ke Backrooms langsung dari pintu-pintu di dunia nyata, dan di sana mereka menemukan kamar, benda, dan sosok manusia dengan proporsi yang kacau; Clark memahami semua gejala itu sebagai salinan realitas yang terbentuk dari ingatan yang salah, tetapi film tidak pernah memastikan apa sebenarnya Backrooms itu.
Sampai artikel ini terbit, film ini mendapat nilai 6,8 di IMDb; Rotten Tomatoes mencatat 302 ulasan dengan tingkat kesegaran 87% dan skor penonton 74%. Kalangan kritikus umumnya memuji desain suara, set fisik, dan estetika horor khas internet yang diusung film ini, sementara penilaian terhadap garis cerita para tokoh dan ending terbukanya cukup beragam.
Peneliti Pendahulu yang Hilang

Pada 1990, tim penjelajah yang dikirim Async Research Institute masuk ke ruang lintas dimensi yang mereka sebut “Kompleks”. Peneliti Naren Warne terpisah dari rombongannya dan hanya bisa meminta pertolongan lewat kamera serta perangkat komunikasi yang ia bawa. Ruang yang terekam kameranya terdiri atas kamar-kamar kuning kusam, lampu neon, lorong panjang, dan perabotan cacat bentuk; jalannya terus memanjang, tetapi tidak ada satu pun penanda arah yang bisa diandalkan.
Setelah mendengar suara mendekat, Naren dikejar oleh makhluk yang tidak terlihat, dan rekamannya terputus di tengah serangan itu. Async kemudian menemukan kembali kaset tersebut lalu menontonnya.
Celah di Bawah Toko Furnitur

Clark dulunya seorang arsitek, dan kini mengelola toko furnitur diskon yang nyaris bangkrut di San Jose. Ia berpisah rumah dengan istrinya, menumpulkan rasa gagalnya dengan alkohol, bahkan mengenakan kostum bajak laut untuk syuting iklan lokal tokonya. Setelah toko tutup, ia tidur begitu saja di ranjang pajangan; pada malam hari, lampu-lampu di area penjualan mulai berkedip dan gambar televisi ikut terganggu.

Mary, terapisnya, berusaha membuat Clark menghadapi masalah kecanduan alkohol, pernikahan yang hancur, dan kebiasaannya lari dari tanggung jawab. Mary sendiri juga masih terjebak dalam luka lamanya: rumah masa kecilnya dirobohkan, dan ibunya yang mengidap agorafobia pernah dimasukkan ke sebuah institusi; sampai sekarang ia menyimpan sepotong pecahan beton dari rumah lama itu. Setelah listrik padam pada suatu malam, Clark turun ke ruang bawah tanah untuk memeriksa kotak sekring, lalu menemukan celah tipis yang bercahaya di dinding. Saat mendekat, tubuhnya menembus dinding tersebut dan ia jatuh ke Backrooms.
Di Luar Batas Realitas

Pada awalnya Clark masih bisa kembali lewat jalan yang sama. Di dalam labirin itu ia menemukan barang-barang yang ditinggalkan Naren. Ketika sesuatu yang tak terlihat mendekat, ia nyaris saja lolos kembali ke toko furniturnya; di ujung yang lain, Phil melihat penyusup baru itu lewat layar kamera pengawas.
Rasa takut tidak membuat Clark berhenti. Selama beberapa hari berikutnya ia berulang kali masuk ke Backrooms, bahkan membawa kursi untuk duduk dan mengamati ruangan-ruangan kosong itu. Ia memahami tempat tersebut sebagai salinan buruk dari realitas: bentuknya terasa akrab, tetapi proporsi dan cara antarruangnya tersambung seperti maket bangunan yang salah dibuat. Mary menganggap semua itu hanya delusi akibat tekanan dan alkohol, sehingga Clark lalu memutuskan untuk membawa pulang bukti rekaman yang tidak bisa dibantah.
Tiga Orang Mencari Bukti

Clark mengajak Kat, karyawannya, bersama Bobby, pacar Kat, melewati pintu masuk di ruang bawah tanah, dengan Bobby yang memegang kamera. Saat ketiganya makin jauh menyusuri lorong yang menurun curam, makhluk yang sedari tadi mengintai tiba-tiba menyergap Bobby, menyeretnya pergi, lalu membunuhnya. Clark dan Kat mengejar sampai ke area yang belum pernah mereka jelajahi, dan dalam kekacauan itu keduanya pun terpisah.
Clark, yang kini memegang kamera, kemudian berhadapan dengan dua entitas berwujud manusia dan terus terdesak sampai ke sudut buntu. Kat sepertinya bisa melihatnya dari balik sebuah dinding, tetapi Clark sama sekali tidak bisa merasakan di mana Kat berada. Tepat ketika Kat berteriak memperingatkannya agar menoleh, Clark menurunkan kameranya, dan entitas itulah yang memungut lensanya. Sejak titik ini, usaha ketiganya mencari bukti benar-benar lepas kendali.
Mary Melangkah ke Backrooms

Beberapa waktu kemudian, Mary menerima pesan suara yang ditinggalkan Clark di mesin penjawab teleponnya. Clark mengaku sudah memutuskan untuk tinggal di Backrooms dan tidak akan kembali lagi. Saat menonton televisi di rumah, Phil mengenali Clark dalam iklan toko furnitur itu; Mary sendiri, karena mengkhawatirkan pasiennya, bergegas ke toko yang sudah kosong melompong lalu masuk ke labirin lewat celah di ruang bawah tanah.
Ketika Mary menemukan Clark, pria itu menolak pergi dan justru berusaha membujuknya agar ikut tinggal; setelah mendengar entitas mendekat, Clark tiba-tiba mencekik lehernya sampai Mary pingsan.
Salinan di Meja Makan

Mary terbangun dalam keadaan terikat di samping meja makan. Clark duduk mengelilingi meja itu bersama tiga makhluk mirip manusia yang nyaris tak bergerak: seorang pria berjanggut panjang, seorang wanita berambut merah, dan “Archibald” yang selalu ditemani sebuah lampu meja. Para “Still Life” ini punya siluet manusia, tersusun dari zat putih yang bisa dimakan, dengan wajah yang berubah bentuk dan gerakan yang kaku.
Clark juga menyimpan kepala Kat yang terpenggal di dalam lemari es. Ia memerintahkan Mary untuk terus memainkan peran sebagai terapis dan melanjutkan sesi terapi mereka di tengah salinan-salinan berwujud manusia tersebut. Mary menolak menuruti keinginannya dan langsung menohok: istrinya pergi bukan karena dunia berutang sesuatu kepadanya, melainkan karena ia tidak pernah mau bertanggung jawab atas kegagalannya sendiri. Clark akhirnya mulai melepaskan ikatan Mary, tetapi gerakannya terpotong oleh satu salinan lain yang jauh lebih besar.
Pirate Clark


Sosok yang datang mengenakan kostum bajak laut seperti yang dipakai Clark di iklannya, tetapi tubuh dan wajahnya tertarik memanjang menjadi monster cacat bentuk yang tetap menyerupai figur bajak laut dalam iklan tersebut. Clark mencoba mendekatinya dengan tenang dan menenangkannya, namun monster itu tiba-tiba membunuhnya.
Setelah berhasil melepaskan diri, Mary dikejar monster tersebut melewati rangkaian ruang yang saling tidak cocok satu sama lain: lorong yang melipat, rak-rak toko yang ambruk ke bawah, serta toko furnitur, rumah pinggiran kota, dan kamar kuning yang tersambung langsung. Akhirnya keduanya tiba di sebuah ruang yang mirip toko furnitur Clark. Terdesak sampai ke dinding, Mary mengeluarkan pecahan beton rumah lamanya yang selalu ia bawa, lalu menghantamkannya ke wajah monster itu.
Pelarian dan Jebakan Gas

Perkelahian Mary dengan monster bajak laut itu memicu jebakan gas yang sudah dipasang Async, dan alarmnya kemudian mendatangkan para peneliti berpakaian pelindung.


Tim berpakaian pelindung kuning masuk lewat pintu masuk tersebut, melumpuhkan monster itu dengan gas, lalu membawa Mary yang sudah tidak berdaya ke sebuah tempat yang tampak seperti fasilitas riset Async. Ia langsung diisolasi dan diinterogasi, tetapi film tidak pernah membuktikan bahwa fasilitas itu memang berada di dunia nyata yang normal.
Ending

Setelah sadar kembali, Mary dibawa ke ruang interogasi untuk bertemu Phil. Phil menjelaskan bahwa Async semula memproduksi perangkat pencitraan resonansi magnetik, lalu mengalihkan sebagian besar sumber dayanya untuk meneliti “Kompleks” begitu mereka menemukan Backrooms. Ia menanyakan letak pintu masuk itu dan segala hal yang Mary lihat; Mary memakai penjelasan Clark dan menyebut Backrooms sebagai salinan realitas yang terbentuk dari ingatan yang salah.
Mary balik bertanya apakah ia boleh pergi, dan Phil hanya menjawab bahwa keputusannya bukan ada di tangannya. Jawaban itu tidak menjelaskan apa yang akan Async lakukan terhadapnya setelah ini. Jumlah pintu masuk di Backrooms terus bertambah, dan Async sendiri mengakui mereka tidak sepenuhnya bisa memahami maupun menghentikan fenomena tersebut.

Bagian penutup film kembali menyusuri ruang-ruang yang menyimpan jejak pengalaman Clark dan Mary: perabotan, rumah tinggal, ruang terapi, dan ruang interogasi muncul lagi, tetapi dengan proporsi dan posisi yang sudah kacau. Di ruang interogasi terakhir, yang merupakan salinan kasar, duduk sesosok berwujud manusia yang mirip Mary, dengan wajah berubah bentuk, diam tanpa bergerak. Apakah yang diinterogasi Phil tadi benar-benar Mary yang asli, di mana letak fasilitas Async, dan apakah ia pada akhirnya dibebaskan, semuanya tidak pernah dipastikan.