Happy Death Day
Terbangun dan terbunuh berulang kali pada hari ulang tahunnya: uraian lengkap lingkaran waktu Happy Death Day, penyisiran daftar tersangka, sampai kebenaran di balik cupcake
Judul
Happy Death Day
Tahun / Durasi
2017 · 96 menit
Genre
Misteri / Thriller / Horor
Sutradara
Christopher Landon
Penulis
Scott Lobdell
Rating
Pemeran
Jessica Rothe (sebagai Tree Gelbman), Israel Broussard (sebagai Carter Davis), Ruby Modine (sebagai Lori Spengler), Rachel Matthews (sebagai Danielle Bouseman), Charles Aitken (sebagai Gregory Butler)
Happy Death Day adalah film horor komedi Amerika Serikat yang disutradarai Christopher Landon dan ditulis Scott Lobdell, dibintangi Jessica Rothe, Israel Broussard, Ruby Modine, Rachel Matthews, dan Charles Aitken. Film ini diproduksi Blumhouse Productions, didistribusikan Universal Pictures, dan tayang di Amerika Serikat pada 13 Oktober 2017 dengan durasi 96 menit.
Per saat artikel ini terbit, film ini mendapat skor 6,6 di IMDb. Dari 156 ulasan yang terkumpul di Rotten Tomatoes, 71% di antaranya positif, sedangkan penilaian penonton berada di angka 67%. Konsensus kritikus menilai film ini memasukkan premis fiksi ilmiah bernuansa humor gelap ke dalam genre pembunuh berantai, sekaligus memuji penampilan Jessica Rothe; ulasan lain kerap menyandingkan keseruan lingkaran waktunya dengan sebagian adegan kejutan dan aturan penyelidikan yang terasa kurang kuat.
Ulang Tahun yang Dimulai di Kamar Carter
Tree Gelbman, seorang mahasiswi, terbangun dengan kepala pening pada pagi hari ulang tahunnya dan mendapati dirinya berada di kamar asrama teman sekelasnya, Carter Davis. Carter menjelaskan bahwa ia hanya membawa Tree yang mabuk berat itu pulang untuk beristirahat. Tree buru-buru pergi, dan dalam perjalanan kembali ke asrama perkumpulan mahasiswinya ia berpapasan dengan Tim yang menanyakan hasil kencan mereka, lalu panitia acara kampus, lalu sekelompok mahasiswa yang sedang menjalani ritual penerimaan anggota; detail-detail yang tampak tercerai-berai itu sebentar lagi menjadi penanda yang ia pakai untuk mengenali lingkaran waktu.
Setibanya di tempat tinggalnya, teman sekamarnya, Lori Spengler, memberinya sebuah cupcake berlilin, tetapi Tree malah membuang kue itu. Ia mengabaikan telepon dari ayahnya, lalu pergi menemui Gregory Butler, profesor yang menjalin hubungan gelap dengannya. Danielle, ketua perkumpulan mahasiswi, kemudian mengingatkannya soal pesta ulang tahun malam itu.

Malam itu, Tree berangkat ke pesta seorang diri. Di dekat sebuah terowongan ia mendengar lagu ulang tahun, lalu melihat kotak musik di tanah dan sesosok orang bertopeng bayi, maskot kampusnya. Ia dikejar dan ditikam sampai tewas, tetapi begitu mati ia langsung kembali ke pagi ulang tahun yang sama dan sekali lagi terbangun di tempat tidur Carter.

Pesta dan Pembunuhan yang Terus Berulang
Awalnya Tree mengira pengalaman sebelumnya hanyalah mimpi buruk, tetapi gerak-gerik orang yang sama, bunyi alarm mobil yang sama, dan telepon yang sama semuanya terjadi persis seperti sebelumnya. Kali ini ia menghindari terowongan dan berhasil sampai di asrama perkumpulan mahasiswa, tetapi di sana Danielle dan yang lain ternyata sedang menyiapkan pesta kejutan untuknya. Pembunuh bertopeng yang sama tetap muncul, membunuh Nick lebih dulu, lalu membunuh Tree.

Setelah terbangun berikutnya, Tree menutup rapat pintu dan jendelanya, lalu mencoba bertahan semalaman di dalam kamarnya sendiri. Namun si pembunuh sudah lebih dulu bersembunyi di dalam, dan ia tetap tidak berhasil melewati hari ulang tahunnya. Ketika kembali lagi ke pagi yang sama, akhirnya ia menceritakan pengulangan yang dialaminya kepada Carter. Carter menyarankan agar ia memanfaatkan hari yang selalu diatur ulang itu untuk menyusun daftar tersangka dan menelusuri satu per satu siapa yang punya motif sekaligus kesempatan.

Menyisir Daftar Tersangka dan Luka di Tubuhnya
Tree mulai membuntuti orang-orang di sekitarnya yang mungkin membencinya. Ia menyelidiki Tim, mengamati Stephanie, istri Gregory, dan juga memasukkan Danielle serta Gregory ke dalam daftarnya. Setiap kali ia menelusuri satu petunjuk, si bertopeng bisa saja menyusulnya; pernah suatu kali ia bertengkar dengan Danielle di jalan raya, lalu keduanya sama-sama tertabrak mobil. Kematian yang berkali-kali membuatnya makin hafal gerak-gerik si pembunuh, tetapi ia tetap tidak menemukan pelaku sebenarnya.

Dalam salah satu putaran berikutnya Tree tiba-tiba pingsan, dan saat siuman ia sudah terbaring di rumah sakit kampus. Hasil pemeriksaan menunjukkan tubuhnya menyimpan banyak luka yang cocok dengan cara-cara kematiannya sebelumnya, artinya pengaturan ulang waktu tidak sepenuhnya menghapus kerusakan itu. Ia pun sadar bahwa dirinya tidak bisa mengulang hari itu tanpa batas.
Ia kemudian menemukan sebuah topeng bayi di ruang kerja Gregory dan sempat mencurigai sang profesor sebagai pembunuhnya. Namun si bertopeng justru membunuh Gregory tepat di depan matanya, sehingga dugaan itu gugur. Tree mencuri mobil Gregory untuk kabur dari rumah sakit, lalu sengaja membuat polisi menangkapnya atas dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk, dengan harapan sel tahanan bisa menjauhkannya dari pengejaran. Si pembunuh menabrak polisi itu sampai tewas, lalu menyulut bahan bakar yang bocor dari mobil patroli dengan lilin ulang tahun; ledakannya mengantar Tree kembali ke satu lagi pagi ulang tahunnya.


Kambing Hitam di Rumah Sakit
Tree meyakinkan Carter soal lingkaran waktu itu dengan menyebutkan kejadian-kejadian kecil yang sebentar lagi terjadi di kampus. Saat mereka mengobrol di restoran, ia bercerita bahwa ibunya meninggal tiga tahun lalu dan mereka berdua berulang tahun pada hari yang sama; selama ini ia menghindari ayahnya juga karena hari ulang tahun selalu mengingatkannya pada sang ibu. Televisi di restoran kemudian menayangkan berita: John Tombs, pembunuh berantai yang ditangkap karena menyerang perempuan-perempuan muda, sedang dirawat di rumah sakit kampus. Tree yakin Tombs adalah si bertopeng, dan ia langsung bergegas ke rumah sakit bersama Carter.
Tombs sudah membunuh penjaganya dan kabur. Tree mengambil kapak pemadam kebakaran untuk melacaknya, dan Carter menyusul untuk membantu, tetapi lehernya dipatahkan Tombs. Setelah melumpuhkan Tombs dengan linggis, Tree tidak mengakhiri hari itu, karena kalau ia melakukannya Carter akan tetap mati. Ia berlari ke menara lonceng dan mengakhiri hidupnya dengan tali agar lingkaran waktu berputar ulang dan Carter kembali hidup.


Menjalani Ulang Hari Itu dengan Benar
Saat terbangun lagi, Tree tidak lagi hanya sibuk menghindari pengejaran. Ia bersikap baik kepada orang-orang yang ditemuinya sepanjang jalan, mendorong Tim agar berani jujur pada perasaannya, mengakhiri hubungannya dengan Gregory, dan menghentikan Danielle yang mempermalukan anggota lain saat makan siang perkumpulan. Ketika Carter datang mengembalikan gelang yang tertinggal di kamarnya, Tree menciumnya di depan banyak orang.

Tree juga menepati janji makan siang bersama ayahnya dan mengakui bahwa sejak ibunya meninggal ia selalu mengubah rasa sakitnya menjadi jarak, lalu keduanya kembali saling bicara.

Malam harinya, ia lebih dulu mengambil pistol penjaga di rumah sakit dan menyuruhnya meminta bantuan, lalu masuk ke kamar rawat Tombs. Saat pertama kali menarik pelatuk ia lupa melepas kunci pengaman, dan setelah bergumul ia memanfaatkan pemadaman listrik singkat yang sudah diketahuinya untuk menghindari Tombs, lalu akhirnya menembak pria itu sampai tewas. Ia mengira lingkaran waktunya berakhir di situ, kembali ke kamar asrama Carter untuk merayakannya, dan memakan cupcake pemberian Lori.
Ending
Tree terbangun keesokan harinya dan mendapati tanggalnya masih hari ulang tahunnya. Saat ia kembali ke kamarnya untuk bersiap pergi, Lori kembali menyodorkan cupcake yang sama. Dari situ Tree menyadari bahwa putaran sebelumnya adalah satu-satunya kali ia memakan kue itu; ia bukan berhasil hidup sampai keesokan harinya, melainkan mati diracun dalam tidurnya lalu diatur ulang sekali lagi.
Petunjuk inilah yang membongkar rencana Lori. Lori ternyata juga pernah menjalin hubungan dengan Gregory, dan ia cemburu karena Gregory memilih Tree. Semula ia berniat membunuh Tree dengan cupcake beracun; ketika Tree tidak memakannya, ia mengenakan topeng dan turun tangan sendiri. Karena Lori bekerja di rumah sakit, ia juga bisa melepaskan Tombs dan menyamarkan kematian Tree sebagai ulah si pembunuh berantai.
Tree mengaku hendak menyerahkan cupcake itu kepada polisi, dan Lori langsung menyerangnya. Dalam pergumulan itu Tree menjejalkan cupcake beracun ke mulut Lori, lalu berpegangan pada lampu gantung untuk menendang Lori keluar dari jendela lantai dua. Setelah Lori jatuh, pengejaran yang berlangsung berhari-hari itu akhirnya berhenti.

Setelah semuanya selesai, Tree dan Carter mengenang lingkaran waktu itu di restoran. Carter menyinggung film Groundhog Day, tetapi Tree belum pernah menontonnya. Keesokan paginya ia kembali mendengar nada ulang tahun yang sudah akrab di kamar asrama Carter dan mengira dirinya masih terjebak dalam lingkaran; Carter lalu menjelaskan bahwa itu cuma candaan, dan tanggalnya sudah berpindah ke hari Selasa. Setelah memastikan bahwa akhirnya ia berhasil melewati hari ulang tahunnya, Tree dan Carter berciuman, dan film pun berakhir.