Anaconda
Kru film dokumenter disandera pemburu ular dan menjadi umpan anaconda raksasa di Sungai Amazon: uraian lengkap perburuan ular dan ending di pabrik penggergajian dalam film Anaconda
Judul
Anaconda
Tahun / Durasi
1997 · 89 menit
Genre
Aksi / Thriller / Petualangan / Horor
Sutradara
Luis Llosa
Penulis
Hans Bauer, Jim Cash, Jack Epps Jr.
Rating
Pemeran
Jennifer Lopez (sebagai Terri Flores), Ice Cube (sebagai Danny Rich), Jon Voight (sebagai Paul Serone), Eric Stoltz (sebagai Steven Cale), Jonathan Hyde (sebagai Warren Westridge), Owen Wilson (sebagai Gary Dixon), Kari Wuhrer (sebagai Denise Kalberg)
Anaconda adalah film horor petualangan produksi bersama Amerika Serikat dan Brasil yang tayang pada 1997, disutradarai oleh Luis Llosa, ditulis oleh Hans Bauer, Jim Cash dan Jack Epps Jr., serta dibintangi Jennifer Lopez, Ice Cube, Jon Voight, Eric Stoltz, Jonathan Hyde, Owen Wilson dan Kari Wuhrer, dengan durasi 89 menit. Film ini berangkat dari sebuah kru dokumenter yang mencari suku asli Amazon, lalu merangkai penyanderaan oleh si pemburu ular dan serangan dua anaconda raksasa dalam satu perjalanan sungai yang sama.
Hingga artikel ini terbit, film ini mendapat nilai 5,0 di IMDb; Rotten Tomatoes mencatat 59 ulasan kritikus dengan tingkat kesegaran 41% dan skor penonton 24%. Konsensus kritikusnya menilai kesenangan khas film monster populer di sini justru dilemahkan oleh keabsurdannya sendiri, tetapi penonton yang menyukai horor makhluk buas masih mungkin menikmati hiburan yang berlebihan ini. Secara keseluruhan tanggapannya terbelah: hutan hujan yang diambil di lokasi asli, akting Jon Voight dan ritme khas film monster sering disebut-sebut, sementara efek visual anacondanya dan kemasukakalan alur justru banyak dikritik.
Rencana Dokumenter di Sungai Amazon

Di Sungai Amazon, seorang pemburu gelap bersembunyi di dalam kapal rusak, tetapi lambung kapal itu terus dihantam makhluk dari luar. Setelah terpojok tanpa jalan keluar, dia menembak dirinya sendiri agar tidak berakhir di mulut si pengejar.
Di saat yang sama, sutradara dokumenter Terri Flores memimpin timnya masuk jauh ke hutan hujan untuk merekam suku Shirishama yang sudah lama terputus dari dunia luar. Rombongannya terdiri dari antropolog Steven Cale, juru kamera Danny Rich, manajer produksi Denise Kalberg, perekam suara Gary Dixon, narator Warren Westridge dan nakhoda Mateo.

Terri memegang kendali atas seluruh tim sekaligus rencana syutingnya, sementara Danny sudah mengenalnya sejak kecil. Denise dan Gary adalah sepasang kekasih, sedangkan Westridge terus mengeluhkan udara lembap, serangga dan fasilitas seadanya. Suku yang mereka tuju belum juga ditemukan, jadi mereka hanya bisa terus menyusuri sungai.
Serone Naik ke Kapal Ekspedisi

Di tengah sungai tim menemukan Paul Serone. Kapalnya sudah kehilangan tenaga, jadi dia meminta ikut dengan alasan hafal jalur air dan tahu di mana suku Shirishama berada. Cale cepat menyadari bahwa cerita rakyat soal suku itu yang dituturkan Serone saling campur aduk dan tidak sepenuhnya bisa dipercaya; anggota lain pun merasa tidak nyaman dengan caranya mengintai, mengorek keterangan dan berburu.
Ketika kapal melaju, Cale tidak sengaja menelan seekor tawon, dan reaksi alergi yang berat membuat tenggorokannya membengkak cepat sampai dia tidak bisa bernapas. Serone langsung menyayat saluran napasnya dan memasukkan selang sehingga nyawanya tertolong, tetapi sejak itu Cale tidak sadarkan diri dan tim kehilangan orang yang paling memahami tujuan ekspedisi mereka.

Setelah itu Serone mengarahkan kapal ke jalur air lain dan meledakkan palang kayu yang menghalangi. Ledakan itu merusak bahan bakar sekaligus jalan pulang tim, lalu dengan senjata dan pengetahuannya tentang sungai dia perlahan menguasai arah pelayaran. Barulah semua paham bahwa yang benar-benar dia incar bukan suku Shirishama, melainkan seekor anaconda berukuran luar biasa.
Target Sebenarnya Si Pemburu Ular

Serone mengajak Danny dan Mateo naik ke kapal rusak peninggalan pemburu gelap di adegan pembuka. Sebuah foto bersama di koran lama membuktikan bahwa Serone, Mateo dan pemburu gelap yang tewas itu memang satu komplotan. Dalam perjalanan kembali Mateo jatuh ke air dan diserang mendadak oleh anaconda raksasa; Serone dan Danny sudah lebih dulu pergi sehingga tidak menyaksikan kematiannya.
Serone membunuh seekor monyet untuk dijadikan umpan dan membujuk Gary agar membantunya menangkap ular itu hidup-hidup. Dia memandang anaconda raksasa itu sebagai buruan yang bisa mendatangkan bayaran besar, dan senjata di kapal pun ada di tangannya. Terri bersikeras menyelamatkan Cale lebih dulu dan meninggalkan perairan berbahaya itu, sehingga benturan di antara kedua pihak pecah secara terbuka.
Anaconda yang Dipancing Umpan Monyet

Malam harinya, bangkai monyet itu memancing anaconda raksasa keluar. Serone mencoba menangkapnya hidup-hidup dengan senapan bius, tetapi ular itu justru melilit Gary dan terus mengencangkan lilitannya. Saat Terri mengangkat senjata untuk menolong, Serone mencegahnya menembak; Gary pun langsung ditelan anaconda itu.

Kematian Gary membuat semua orang benar-benar melawan Serone. Mereka berhasil merebut senjatanya lalu mengikatnya di kapal. Denise yang hancur oleh duka hanya ingin membalaskan kematian Gary, sementara yang lain harus segera membawa Cale yang tidak sadarkan diri untuk mendapat pertolongan.
Kematian Beruntun di Dekat Air Terjun
Kapal tersangkut di dekat air terjun, lalu Terri, Danny dan Westridge turun ke air untuk memasang tali derek dan mencoba menarik kapal lepas dari halangan.

Selagi yang lain meninggalkan kapal, Denise mendekati Serone yang terikat sambil membawa pisau. Serone melepaskan diri, mencekiknya sampai mati dengan kedua kaki, lalu membuang jasadnya ke sungai. Anaconda itu kemudian kembali, dan Westridge memancingnya ke arah dirinya sendiri agar Terri dan Danny punya waktu naik ke kapal; saat menerjang ke batang pohon, ular itu menumbangkan pohon tersebut sampai ke akarnya dan Westridge pun ikut tewas.
Terri menembak kepala anaconda itu berkali-kali dengan senapan laras panjang dan membunuh ular pertama tersebut. Serone tetap nekat mempertahankan buruannya, lalu berbalik menyerang Terri dan Danny; Cale yang sempat sadar sebentar menancapkan panah bius ke tubuh Serone, dan Danny memanfaatkan kesempatan itu untuk menghantamnya sampai jatuh ke sungai.

Umpan di Pabrik Penggergajian Terbengkalai
Orang-orang yang tersisa terus menyusuri sungai ke hilir lalu bersandar di sebuah pabrik penggergajian terbengkalai untuk mencari bahan bakar. Serone ternyata belum mati; dia menyusul Terri dan Danny, mengikat keduanya saling membelakangi, lalu melumuri tubuh mereka dengan darah monyet untuk memancing keluar anaconda betina lain yang lebih besar.

Ular betina itu lebih dulu melilit kedua sandera, dan Serone memanfaatkan momen tersebut untuk menebar jala, tetapi dia gagal menguasainya. Setelah lepas, anaconda itu berbalik ke arah Serone dan menelannya bulat-bulat; sementara itu Terri dan Danny memakai kekacauan tersebut untuk melepaskan diri dari ikatan.

Ending

Terri melarikan diri ke dalam bangunan pabrik dan menemukan satu sarang anak ular yang baru menetas. Setelah memuntahkan Serone, ular betina itu terus mengejarnya sambil menjebol dinding-dinding kayu sepanjang jalan. Terri terdesak memanjat ke atas cerobong asap, sedangkan Danny mencari cara menghentikan anaconda itu di bawah.

Danny lebih dulu memaku ekor anaconda itu dengan beliung, lalu menyulut bahan bakar di bawah cerobong. Api dan ledakan melemparkan ular yang terbakar itu ke sungai. Ketika Terri dan Danny sampai di tepi sungai untuk mengatur napas, anaconda itu sekali lagi melesat keluar dari air; Danny menghantam kepalanya dengan kapak, dan barulah serangan terakhir itu berakhir.

Keduanya kembali ke kapal dan bertemu Cale yang berangsur sadar. Saat kapal melanjutkan perjalanan ke hilir, mereka akhirnya melihat suku Shirishama di tepi sungai dan kembali mengangkat kamera untuk merekam. Rencana dokumenter yang nyaris diubah total oleh Serone akhirnya mendapatkan satu bagian rekaman terakhir setelah ketiga penyintas menemukan suku yang mereka cari.