The First Omen
Di sebuah biara Roma tahun 1971, bagaimana gereja mendalangi kelahiran Damien, putra Antikristus: alur cerita lengkap prekuel The Omen — mimpi buruk Margaret, rahasia Carlita, dan konspirasi kelahiran iblis.
Judul
The First Omen
Tahun / Durasi
2024 · 120 menit
Genre
Thriller / Horor
Sutradara
Arkasha Stevenson
Penulis
Tim Smith / Arkasha Stevenson / Keith Thomas / Ben Jacoby
Rating
Pemeran
Nell Tiger Free, Tawfeek Barhom, Sonia Braga, Ralph Ineson, Bill Nighy
Karya asli
Berdasarkan latar franchise The Omen (1976)
Biarawati Baru yang Tiba di Roma
Roma, tahun 1971. Margaret Daino (diperankan oleh Nell Tiger Free), gadis muda asal Amerika, duduk di dalam taksi saat pertama kali memasuki kota abadi ini. Dia besar di sebuah panti asuhan di Amerika Serikat dan diasuh oleh gereja; kali ini dia datang ke Italia untuk memulai masa pengabdian di Panti Asuhan Vizzardeli sebelum mengucap sumpah menjadi biarawati. Dia penuh keyakinan dan semangat, berniat membalas dengan seluruh hidupnya perlindungan yang selama ini diberikan gereja kepadanya.
Dia ditempatkan di panti asuhan yang dikelola oleh Suster Kepala Silvia (diperankan oleh Sonia Braga), dan mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya di bawah pengawasan Kardinal Lawrence (diperankan oleh Bill Nighy). Lawrence adalah pelindung Margaret sejak masa kecilnya, selalu menjaganya seperti seorang ayah, dan kini setelah dia tiba di Roma, dia tinggal tepat di bawah pengawasannya.

Seorang Gadis yang Aneh
Di panti asuhan itu, perhatian Margaret tertuju pada seorang gadis remaja bernama Carlita Scianna. Carlita selama ini dianggap anak bermasalah oleh orang-orang di panti — perilakunya aneh, sering mengalami mimpi buruk, menggambar gambar-gambar suram, dan bisa berdiri diam tanpa bicara di lorong untuk waktu lama. Para suster lain menjauhinya dan mengurungnya sendirian di sebuah kamar yang disebut “Bad Room”. Hati Margaret tersentuh; dia mendekati gadis itu dan mencoba memahaminya seperti seorang kakak.
Sementara itu, di luar panti asuhan, seorang pastor tua bernama Pastor Brennan (diperankan oleh Ralph Ineson) mencegatnya di jalan. Dengan ucapan yang terburu-buru dan tatapan liar, dia berusaha memperingatkan Margaret: ada kekuatan gelap di dalam gereja yang sedang diam-diam merencanakan sesuatu yang mengerikan, dan hal itu berkaitan dengan Carlita, gadis yang dekat dengan Margaret. Awalnya Margaret mengira dia hanya gelandangan yang tidak waras, jadi dia tidak menganggapnya serius.

Pertanda yang Kian Mengerikan
Serangkaian kejadian aneh mulai terjadi di halaman panti asuhan. Margaret menyaksikan sendiri Suster Anjelica naik ke tempat tinggi, membakar dirinya sambil memegang tali, lalu melompat hingga tewas — mengakhiri hidupnya dengan cara yang terkesan dipertontonkan di depan umum. Pada malam hari, Margaret bermimpi tentang laba-laba, ular, dan tangan yang dirantai — gambaran yang persis sama dengan sketsa-sketsa yang diam-diam ditunjukkan Carlita kepadanya.
Pada suatu malam ketika dia diam-diam kabur dari panti asuhan bersama seorang teman untuk pergi ke diskotek, Margaret tiba-tiba kehilangan kesadaran di tengah hentakan musik yang keras. Saat dia “terbangun” kembali, dia mendapati dirinya berbaring di ranjang sebuah kamar asing, tubuhnya terasa telah diaduk-aduk oleh sesuatu yang menyimpang, dan ingatannya benar-benar kosong. Dia mengira dirinya hanya terlalu mabuk, tapi jeda ingatan ini segera meninggalkan bekas pada tubuhnya — muntah-muntah, sulit tidur, dan sensasi aneh di dalam tubuhnya.

Kebenaran Terungkap
Pastor Brennan menemuinya sekali lagi. Kali ini dia membawa dokumen internal gereja: sejak akhir era 1960-an, gelombang sekularisasi di Eropa membuat otoritas gereja di mata umat merosot dengan cepat. Sebuah faksi radikal rahasia pun memutuskan untuk menciptakan “keajaiban terakhir” — mendatangkan Antikristus ke dunia, agar rasa takut bisa menggiring orang-orang kembali ke gereja.
Mereka memilih Carlita: di langit-langit mulutnya terdapat tanda lahir berupa tiga angka “enam” — tanda sang ibu Antikristus. Namun Carlita masih terlalu kecil, tubuhnya belum cukup matang untuk melahirkan. Karena itu, faksi ini mencari kandidat lain — seorang gadis lain yang juga memiliki tanda lahir yang sama dan juga dibesarkan langsung oleh mereka: Margaret sendiri.
Malam ketika Margaret kehilangan ingatannya ternyata sudah direncanakan dengan cermat. Dia dibius lalu dibawa ke sebuah ruangan, di mana dia disetubuhi oleh makhluk yang dirasuki iblis — sosok berkepala serigala hutan (jackal). Langkah paling penting dalam rencana ini adalah membuat iblis bersetubuh dengan keturunan darahnya sendiri, agar Antikristus yang sesungguhnya bisa lahir — sebab Margaret sendiri adalah “putri” yang sudah direncanakan iblis sejak bertahun-tahun sebelumnya.
Margaret menolak untuk percaya, tapi tubuhnya berubah dengan cepat — perutnya membesar dengan kecepatan yang tidak wajar. Dia berlari mencari pertolongan Kardinal Lawrence, tapi pria yang selama ini dianggapnya seperti ayah itu dengan tenang berkata kepadanya, “Kamu selalu menjadi bagian dari rencana ini.”

Persalinan dan Pelarian
Setelah kebenaran terbongkar, Margaret berusaha melarikan diri, tapi segera tertangkap kembali. Dia diikat di meja operasi, disaksikan oleh Suster Kepala Silvia dan para suster lainnya. Mereka memaksanya melahirkan lewat operasi caesar — sepasang bayi kembar dikeluarkan dari perutnya, satu perempuan dan satu laki-laki. Sesuai aturan ramalan gelap itu, saat bayi laki-laki dibawa pergi, para suster serentak mengumumkan, “Sang penyelamat telah lahir.” Bayi perempuan dianggap tidak penting dan ditinggalkan begitu saja di ruang operasi.
Dalam kesakitan luar biasa setelah operasi, Margaret mengambil pisau dan menikam Kardinal Lawrence yang berada paling dekat dengannya, lalu membakar ruang bersalin itu. Dia berusaha sekaligus membunuh putranya yang baru lahir — toh bayi itu adalah monster yang kelak akan menghancurkan dunia — tapi naluri keibuannya membuatnya menahan pisau itu pada detik-detik terakhir. Putra Antikristus itu dibawa kabur oleh salah satu suster yang selamat, menghilang di tengah kobaran api.
Pada saat itu, Pastor Gabriel (diperankan oleh Tawfeek Barhom), yang selama ini diam-diam mengikuti Margaret, bersama Carlita menerobos masuk dan menyelamatkan Margaret yang sekarat beserta bayi perempuannya dari kobaran api.

Bonus: Kelahiran Damien
Bagian akhir film kembali ke sebuah adegan yang familiar. Seorang diplomat Amerika bernama Robert Thorn baru saja kehilangan bayi laki-laki kandungnya yang baru lahir di sebuah rumah sakit swasta di Roma. Seorang pastor di rumah sakit itu mendekatinya dengan tenang, memberitahunya bahwa ada bayi laki-laki lain yang baru lahir dan sangat membutuhkan orang tua angkat, dan hal ini bisa “dirahasiakan dari istrinya”. Dalam kesedihannya, Thorn menerima bayi itu dan menamainya Damien.
Adegan ini meniru persis pembukaan film The Omen (1976) versi asli — barulah di sini penonton menyadari bahwa akhir cerita prekuel ini adalah awal dari cerita aslinya. Faksi rahasia dalam gereja berhasil menyusupkan putra Antikristus ke dalam keluarga seorang diplomat Amerika yang berpengaruh, dan inilah sumber dari seluruh bencana dalam waralaba ini.
Beberapa tahun kemudian, di sebuah pondok di pegunungan Italia, Margaret dan Carlita hidup dalam pengasingan sambil merawat bayi perempuan yang telah mereka selamatkan. Pastor Brennan datang mengunjungi mereka dan memperingatkan, “Mereka akan terus memburu kalian.” Tatapan mata Margaret terlihat mantap; dia bukan lagi biarawati baru yang polos seperti dulu — dia tahu bahwa anaknya yang satu lagi kelak akan mengancam seluruh dunia, dan dia bersama putrinya mungkin satu-satunya yang bisa melawannya.
Ulasan Film
The First Omen mendapat sambutan kritik yang mengejutkan baiknya dalam waralaba The Omen (77% di Rotten Tomatoes, salah satu skor terbaik dalam seluruh seri). Film ini tidak mengandalkan jumpscare konvensional, melainkan membangun ketakutan yang begitu personal terhadap tubuh perempuan lewat suasana retro Roma era 1970-an, tatanan visual religius yang mencekam di dalam biara, serta citra berulang berupa laba-laba, serigala hutan (jackal), dan janin. Film ini memiliki kemiripan tema yang tinggi dengan Immaculate yang tayang di tahun yang sama — keduanya sama-sama bercerita tentang tubuh perempuan yang dijadikan alat oleh gereja — tapi The First Omen lebih unggul dalam bahasa audio-visualnya.
Akting Nell Tiger Free menopang keseluruhan film, terutama dalam adegan satu take panjang saat tubuhnya berkontorsi setelah tertabrak mobil, yang oleh banyak penonton dibandingkan dengan adegan kejang ikonik Isabelle Adjani di Possession. Kelemahan utama film ini adalah tempo yang agak lambat dan terlalu banyak pengantar di babak pertama, tapi mulai dari pengungkapan kebenaran hingga adegan operasi caesar, eksekusinya sangat matang. Sebagai sebuah prekuel, film ini menyambung sempurna dengan pembukaan versi asli tahun 1976.