← Kembali ke beranda

The Call

Telepon yang melintasi dua puluh tahun: dua perempuan dari zaman yang berbeda saling mengubah nasib lewat telepon rumah yang sama, tapi juga membebaskan seorang iblis

Judul

The Call

콜

Tahun / Durasi

2020 · 112 menit

Genre

Misteri / Thriller / Kriminal

Sutradara

Chung-Hyun Lee

Penulis

Chung-Hyun Lee

Rating

Pemeran

Park Shin-hye, Jeon Jong-seo, Kim Sung-ryung, Lee El

The Call
Seo-yeon memegang telepon Young-sook pada tahun 1999 Seo-yeon mengetahui kebenarannya Wajah asli Young-sook Seo-yeon dalam keputusasaan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Rumah yang Sama, Waktu yang Berbeda

Pada tahun 2019, Kim Seo-yeon yang berusia dua puluh delapan tahun pulang ke kampung untuk menjenguk ibunya yang sakit. Hubungannya dengan sang ibu selalu tegang—bertahun-tahun lalu, ayahnya meninggal dalam kebakaran, dan Seo-yeon tidak pernah bisa memaafkan ibunya karena gagal menyelamatkan sang ayah.

Seo-yeon masuk ke rumah tua yang sudah lama tak berpenghuni itu dan menemukan sebuah telepon nirkabel model lama di sudut ruangan. Tiba-tiba telepon itu berdering. Begitu diangkat, terdengar suara seorang perempuan—ketakutan, terburu-buru, seperti sedang meminta tolong. Dia bilang namanya Oh Young-sook, dan ibunya hendak membunuhnya.

Seo-yeon awalnya mengira ini lelucon, tapi seiring percakapan berlanjut, dia menyadari sebuah kenyataan yang tak masuk akal—Young-sook tinggal di rumah yang sama dengannya, tapi Young-sook hidup di tahun 1999.

Telepon ini menghubungkan dua puluh tahun yang terpisah.

Seo-yeon memegang telepon

Oh Young-sook

Young-sook di tahun 1999 adalah seorang remaja yang disiksa oleh ibunya sendiri. Sang ibu adalah penganut agama yang fanatik, yakin bahwa roh jahat merasuki putrinya, dan terus-menerus melakukan ritual “pengusiran setan” yang kejam terhadapnya. Young-sook dikurung di kamarnya, dipukuli, disiram air panas, dan hidup dalam ketakutan setiap hari.

Setelah mencari informasi secara daring, Seo-yeon menemukan sesuatu: menurut catatan sejarah, Oh Young-sook tewas dibunuh oleh ibunya sendiri dalam sebuah ritual pengusiran setan pada tahun 1999.

Seo-yeon memutuskan untuk menyelamatkannya. Lewat telepon, dia memberi tahu Young-sook langkah apa yang akan diambil ibunya selanjutnya, sehingga Young-sook bisa melarikan diri lebih dulu. Young-sook berhasil melawan, dan dalam pergulatan itu dia membunuh ibunya sendiri.

Seo-yeon menghela napas lega. Dia telah mengubah masa lalu dan menyelamatkan satu nyawa.

Young-sook pada tahun 1999

Efek Kupu-Kupu

Sebagai balasan, Young-sook membantu mengubah masa lalu Seo-yeon dari tahun 1999. Dia tiba di lokasi sebelum kebakaran yang merenggut nyawa ayah Seo-yeon terjadi, dan berhasil mencegah tragedi itu.

Tahun 2019 milik Seo-yeon seketika berubah total—ayahnya hidup, keluarganya utuh, rumahnya tampak baru, dan bekas luka lama di tubuhnya hilang. Seo-yeon menangis sambil memeluk ayahnya yang kini hidup kembali.

Semuanya tampak sempurna. Kedua perempuan itu saling menyelamatkan melintasi waktu, dan masing-masing mendapatkan kehidupan baru.

Tapi yang tidak diketahui Seo-yeon, yang dia bebaskan bukanlah seorang korban, melainkan seorang iblis.

Seo-yeon mengetahui kebenarannya

Pembunuh Berantai

Ternyata ibu Young-sook benar—apa yang dikatakannya kepada Young-sook menjelang kematiannya bukan omong kosong orang gila. Dia memperlakukan putrinya dengan cara seekstrem itu karena dari ramalan nasib dia melihat masa depan Young-sook: gadis ini akan membunuh banyak orang.

Setelah lepas dari kendali ibunya, Young-sook benar-benar menempuh jalan pembunuhan. Selama dua puluh tahun antara 1999 dan 2019, dia menjadi pembunuh berantai berdarah dingin yang membunuh banyak orang dengan berbagai cara. Setiap kali selesai membunuh, dia selalu menelepon Seo-yeon di ujung telepon untuk memamerkan “prestasinya”.

Dengan ngeri, Seo-yeon menyadari bahwa orang yang dia selamatkan kini menggunakan kesempatan hidup kedua yang dia berikan untuk mengakhiri hidup orang lain.

Perlawanan Balik

Seo-yeon berusaha menghentikan Young-sook lewat telepon. Tapi Young-sook bukan lagi gadis malang yang butuh pertolongan—dia kini kuat, licik, dan tak bisa dikendalikan siapa pun. Yang lebih menakutkan, Young-sook menemukan sebuah aturan: apa pun yang dia ubah di tahun 1999, kenyataan di tahun 2019 akan berubah secara bersamaan.

Wajah asli Young-sook

Young-sook mulai menggunakan kemampuan ini untuk mengancam Seo-yeon. Dia membunuh ayah Seo-yeon—Seo-yeon menyaksikan sendiri ayahnya yang baru saja “hidup kembali” lenyap lagi dari dunianya. Dia juga menculik Eun-ae, ibu Seo-yeon, untuk memaksa Seo-yeon menuruti perintahnya.

Seo-yeon sadar, satu-satunya cara adalah kembali ke titik awal—membiarkan Young-sook mati di tahun 1999. Dia harus menarik kembali kebaikan yang pernah dia berikan, agar takdir kembali ke jalur semula.

Jalan Buntu

Seo-yeon mencoba menuntun ibu Young-sook yang saat itu masih hidup lewat telepon untuk menyelesaikan ritual pengusiran setan, tapi Young-sook sudah mengetahui semuanya lebih dulu. Kedua perempuan itu terlibat pertarungan hidup mati yang dipisahkan oleh dua puluh tahun—Seo-yeon di tahun 2019 berjuang mati-matian memperbaiki masa lalu, sementara Young-sook di tahun 1999 memanfaatkan keunggulan waktunya untuk terus menulis ulang masa depan.

Setiap kali Seo-yeon merasa sudah unggul, Young-sook akan membuat perubahan baru di masa lalu, membuat kenyataan runtuh lagi.

Seo-yeon dalam keputusasaan

Ending

Dalam konfrontasi terakhir, Seo-yeon nyaris kehabisan segala cara. Young-sook akhirnya ditangkap polisi, dan kasus ini tampak telah berakhir.

Tapi dalam adegan post-credit, Young-sook yang sudah tua menelepon dari penjara—kepada dirinya sendiri di tahun 1999. Dia memberi tahu dirinya yang muda cara menghindari polisi dan lolos dari semua jebakan. Garis waktu pun ditulis ulang lagi.

Gambar terakhir: Seo-yeon terikat di sebuah kursi, menjerit dalam kegelapan. Young-sook menang. Lewat telepon dua puluh tahun yang lalu itu, dia mengubah Seo-yeon menjadi tawanannya untuk selamanya.

Niat baik bisa melintasi waktu, tapi niat jahat pun bisa. Dan niat jahat biasanya jauh lebih sabar.