Gaia
Misi patroli hutan yang berujung masuk ke rimba purba yang dikuasai jamur: Ulasan lengkap alur cerita Gaia, mulai dari ayah dan anak di rumah kayu, infeksi spora, konflik persembahan, hingga bidikan penutup di kota
Judul
Gaia
Tahun / Durasi
2021 · 96 menit
Genre
Drama / Horor / Fantasi
Sutradara
Jaco Bouwer
Penulis
Tertius Kapp
Rating
Pemeran
Monique Rockman (sebagai Gabi), Carel Nel (sebagai Barend), Alex van Dyk (sebagai Stefan), Anthony Oseyemi (sebagai Winston)
Gaia adalah film horor Afrika Selatan yang disutradarai Jaco Bouwer dan ditulis oleh Tertius Kapp, dengan Monique Rockman, Carel Nel, Alex van Dyk, serta Anthony Oseyemi sebagai pemerannya. Film ini memakai dialog berbahasa Inggris dan Afrikaans, berdurasi 96 menit, dan tayang perdana di festival South by Southwest pada 16 Maret 2021.
Hingga 27 Agustus 2026, film ini mendapat nilai 5,6 di IMDb dari 7.917 penilai; di Rotten Tomatoes, tingkat kesegaran dari ulasan kritikus mencapai 84% dengan sampel 67 ulasan, sedangkan indeks popcorn penonton berada di angka 44% dan halamannya mencantumkan lebih dari 100 penilai. Tanggapan kritikus profesional dan penonton umum berbeda cukup jauh, dan secara keseluruhan nilai di platform penonton berada di kisaran menengah ke bawah. Berikut ulasan alur cerita lengkapnya sesuai urutan waktu dalam film.
Drone yang Hilang dan Jebakan Pasak Kayu
Gabi dan Winston, petugas patroli dari dinas kehutanan Afrika Selatan, mendayung perahu memasuki Hutan Tsitsikamma sambil memeriksa alat pemantau yang dipasang di dalam hutan. Gabi menerbangkan drone untuk mengamati tajuk pepohonan dari udara, tetapi drone itu lepas kendali di bagian hutan yang lebat. Ia tidak mau meninggalkan alat itu di dalam kawasan konservasi, lalu memutuskan naik ke darat untuk mencarinya dan berjanji menyusul Winston, yang meneruskan perjalanan menyusuri sungai.

Saat menembus vegetasi seorang diri, Gabi memicu sebuah jebakan berburu dan sebatang pasak kayu runcing menembus telapak kakinya. Ia menahan sakit sambil mencabut pasak itu, tetapi lukanya membuatnya tidak bisa kembali ke tepi sungai sesuai rencana. Langit perlahan menggelap dan cahaya merah yang aneh muncul di antara pepohonan, sehingga ia terpaksa terus mencari tempat berteduh.

Winston Masuk Hutan dan Perawatan di Rumah Kayu
Winston mendengar teriakan Gabi saat pasak itu dicabut, lalu meninggalkan alur sungai dan masuk ke hutan untuk mencari rekannya. Ia menenteng alat sambil mencari arah di antara pepohonan, tetapi tidak juga menemukan Gabi. Setelah malam turun, muncul makhluk berwujud manusia dengan gerak-gerik ganjil di dalam hutan; ketika menghindari kejaran mereka, Winston bersentuhan dengan jamur yang tumbuh cepat dan tubuhnya mulai terinfeksi.

Di sisi lain, Gabi menemukan sebuah rumah kayu sederhana dan masuk ke dalam untuk beristirahat. Barend dan putranya, Stefan, yang tinggal di sana, menemukannya sepulang mereka. Ayah dan anak itulah yang memasang jebakan tadi, tetapi mereka tidak melukai Gabi lebih jauh; mereka justru membersihkan lukanya, membebat kaki yang cedera, dan membiarkannya tinggal sementara di dalam rumah untuk pulih.

Masa Lalu Barend dan Kepercayaannya pada Hutan
Barend merawat luka di kaki Gabi, sementara Stefan hampir tidak pernah bersentuhan dengan kehidupan modern. Pakaian, perkakas, dan makanan mereka semuanya berasal dari hutan di sekitar. Gabi mencoba menunjukkan ponselnya kepada Stefan, tetapi Barend langsung menganggap benda itu sebagai barang berbahaya dari peradaban luar dan melarang putranya menyentuhnya lagi.

Barend dulunya adalah seorang patolog tumbuhan. Ia bercerita kepada Gabi bahwa ia dan istrinya, Lily, dahulu berbulan madu di rumah kayu ini, dan di sinilah Lily mengandung Stefan; setelah Lily meninggal karena kanker tulang tiga belas tahun lalu, ia membawa putranya menetap lama di hutan. Barend mengaku bertemu Tuhan di tempat ini dan memandang makhluk raksasa di bawah tanah di dekat sana sebagai ibu yang menciptakan sekaligus menghancurkan. Ayah dan anak itu berdoa kepadanya sebelum makan, dan mereka juga menyantap jamur yang dipetik dari hutan.

Serangan Malam Hari dan Ancaman Spora
Gabi berulang kali mengalami halusinasi dan mimpi buruk di dalam rumah kayu, melihat jamur tumbuh dari kulitnya sendiri. Setelah terbangun, ia menemukan bercak-bercak jamur kecil di lengan dan kakinya. Pada suatu kesempatan ketika ia tertidur, jamur nyaris menjalar cepat ke sekujur tubuhnya, tetapi Barend membangunkannya tepat waktu; pada saat yang sama, makhluk berwujud manusia di luar mulai menggempur rumah kayu itu.

Para penyusup itu sebenarnya juga manusia, hanya saja mata, mulut, hidung, dan tubuh mereka sudah tertutup jamur. Barend menjelaskan bahwa para penderita infeksi itu mencari sasaran lewat suara, dan jamurnya menyerang mata, mulut, serta paru-paru lalu mencari inang baru melalui spora. Ayah dan anak itu menahan mereka dengan busur dan panah, sehingga ketiganya untuk sementara selamat dari serangan ini.

Catatan Barend dan Pohon Persembahan
Pada siang hari, Gabi membaca catatan yang ditinggalkan Barend dan mendapati bahwa ia menyamakan manusia modern dengan binatang yang terkurung di kandang serta yakin peradaban sedang menghancurkan dunia. Barend mengajak Stefan mendatangi sebatang pohon besar yang dikuasai miselium lalu mempersembahkan sesaji kepadanya. Di sekeliling pohon itu tumbuh jamur dengan berbagai bentuk, dan makhluk raksasa di bawah tanah terus meluas melalui jaringan miselium tersebut.


Kematian Winston dan Rencana Pergi
Ketika Barend mengajak Gabi mencari jalan keluar dari hutan, keduanya menemukan senter milik Winston yang terjatuh, lalu mendapati Winston masih hidup di dekat sebatang pohon. Wajah dan tubuhnya sudah tertutup bermacam jenis jamur. Winston meminta agar penderitaannya diakhiri; setelah Gabi mencegah Barend melepaskan anak panah, Winston justru menghantamkan dirinya ke anak panah yang tergeletak di depannya dan mengakhiri hidupnya. Suara itu memancing para penderita infeksi, sehingga Barend dan Gabi terpaksa mundur kembali ke rumah kayu.

Gabi menemukan bercak menyerupai lumut kerak di pahanya, dan Stefan diam-diam memberinya jamur yang dipetik dari dekat pohon persembahan. Setelah itu, Stefan mengajak Gabi menemui ibunya, Lily. Tubuh Lily sudah menyatu dengan pepohonan dan berubah menjadi wujud kayu yang masih bisa bergerak, sementara cincin kawin masih melingkar di salah satu jarinya yang berubah bentuk. Gabi lalu memeriksa kartu memori kamera pemantau dan memastikan bahwa kamera itu sudah lama merekam makhluk berwujud manusia yang tertutup jamur tersebut. Perlahan ia memahami bahwa Barend bukan hanya menghindari infeksi, melainkan juga aktif mengabdi kepada makhluk yang menyebabkan infeksi itu.
Hubungan keduanya makin dekat, dan Gabi bersiap membawa Stefan keluar dari hutan menuju kota. Barend menghadang mereka dan membujuk putranya agar tetap tinggal dengan alasan dunia luar sudah menuju kehancuran. Pada akhirnya Stefan tidak ikut bersama Gabi, sehingga ia harus pergi sendirian lebih dulu.

Ending
Setelah berjalan cukup jauh, Gabi mengubah keputusannya dan kembali untuk mencari Stefan. Saat itu Barend sudah membawa putranya ke tempat makhluk bawah tanah itu berada dan bersiap menjadikan Stefan sebagai persembahan. Gabi tiba tepat waktu untuk menghentikan ritual itu lalu terlibat perkelahian dengan Barend; Stefan akhirnya menusukkan benda tajam ke punggung ayahnya. Barend yang terluka tidak pergi dari sana, jamur mulai tumbuh dari punggungnya, dan ia tetap mempersembahkan darahnya sendiri kepada makhluk bawah tanah itu.
Beberapa waktu kemudian, infeksi Gabi terus memburuk dan sebagian besar tubuhnya tertutup jamur. Ia memohon agar Stefan membunuhnya; film tidak menjelaskan apakah Stefan benar-benar melakukannya, dan kematian Gabi hanya disiratkan. Setelah itu, Stefan meninggalkan tubuh Gabi yang tertutup jamur di rumah kayu, lalu berjalan keluar hutan seorang diri dan untuk pertama kalinya memasuki kota modern yang selama ini ditolak ayahnya.

Stefan menghabiskan satu porsi makanan di sebuah gerai makanan cepat saji lalu pergi. Kamera berhenti pada nampan yang ia tinggalkan: sisa burger, acar timun, dan kentang goreng dengan cepat tertutup jamur. Film berakhir pada perubahan janggal ini.
