← Kembali ke beranda

Ittefaq

Dua kematian dan dua kesaksian yang saling bertentangan: Ulasan lengkap film Ittefaq, dari pelarian di malam hujan, pembunuhan di apartemen, kejanggalan sol sepatu, hingga pembalikan kasus di bandara

Judul

Ittefaq

Tahun / Durasi

2017 · 105 menit

Genre

Misteri / Thriller

Sutradara

Abhay Chopra

Penulis

Abhay Chopra, Shreyas Jain, Nikhil Mehrotra

Rating

Pemeran

Sidharth Malhotra (sebagai Vikram Sethi), Sonakshi Sinha (sebagai Maya Sinha), Akshaye Khanna (sebagai Dev Verma), Sameer Sharma (sebagai Shekhar Sinha), Pavail Gulati (sebagai Chirag)

Karya asli

Ittefaq (film 1969 garapan Yash Chopra)

Ittefaq
Seorang pria dengan luka di pelipis berdiri dalam cahaya biru yang redup Seorang pria membekap mulut seorang perempuan dari belakang Seorang pria dan seorang perempuan saling berhadapan di dalam ruangan, dipisahkan meja makan Seorang perempuan berambut panjang duduk di dalam ruangan dengan pencahayaan remang Seorang pria tergeletak di lantai dengan tempat lilin putih berlumuran darah di sebelahnya Beberapa lembar foto yang sebagian hangus berserakan di atas meja berwarna terang
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Ittefaq adalah film misteri sekaligus thriller asal India yang disutradarai sekaligus ikut ditulis oleh Abhay Chopra, dengan Sidharth Malhotra, Sonakshi Sinha, dan Akshaye Khanna sebagai pemeran utama. Film ini diadaptasi dari film berjudul sama tahun 1969 garapan Yash Chopra, tayang di India pada 3 November 2017 dengan durasi 105 menit.

Hingga 27 Agustus 2026, film ini memperoleh skor 7,2 di IMDb dari sekitar 17.300 penilaian; Rotten Tomatoes mencatat tingkat kesegaran ulasan kritikus 91% dari 11 ulasan, sedangkan skor popcorn penontonnya 77% dengan keterangan 250+ penilaian pada halaman tersebut. Nilai di kedua platform sama-sama berada di atas batas rata-rata; jumlah ulasan kritikus memang sedikit, tetapi tanggapan secara keseluruhan cenderung positif. Berikut penelusuran kedua versi kesaksian beserta kebenaran akhirnya, disusun menurut urutan waktu kejadian dalam film.

Kematian di Hotel dan Pelarian di Malam Hujan

Vikram Sethi, penulis keturunan India berkewarganegaraan Inggris, datang ke Mumbai untuk menghadiri acara peluncuran buku barunya. Sekembalinya ke hotel, dia menemukan istrinya, Katherine, sudah tergeletak tak bernyawa, lalu melapor ke polisi. Setelah polisi tiba, dia justru dianggap sebagai tersangka, sehingga Vikram kabur dari hotel dengan mobilnya. Dalam pengejaran itu mobilnya terbalik, dan dengan luka di pelipis dia melarikan diri ke sebuah gedung apartemen di dekat situ.

Seorang pria dengan luka di pelipis berdiri dalam cahaya biru yang redup

Vikram mengetuk pintu rumah Maya Sinha dengan harapan bisa berlindung sementara dari kejaran polisi. Tidak lama kemudian, Maya berlari ke luar gedung untuk meminta tolong kepada mobil patroli. Ketika polisi masuk ke apartemen bersamanya, mereka melihat Vikram berdiri di samping jenazah Shekhar, suami Maya yang berprofesi sebagai pengacara. Di lokasi juga ada sebuah tempat lilin berlumuran darah serta foto-foto yang tidak habis terbakar di dalam tempat sampah. Polisi menahan Vikram dan membawa Maya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Dev Verma, perwira yang menangani kasus ini, harus menentukan siapa di antara keduanya yang berbohong.

Seorang pria membekap mulut seorang perempuan dari belakang

Dua Versi Cerita dari Apartemen yang Sama

Menurut pengakuan Vikram, Maya justru mendekatinya setelah mempersilakannya masuk. Saat bel pintu berbunyi, seorang pria datang ke apartemen itu dan Maya menyebut pria tersebut sebagai suaminya; namun dari foto-foto di dalam rumah, Vikram tahu bahwa orang itu bukan Shekhar. Pria tersebut lalu memukulnya hingga pingsan dengan tempat lilin. Ketika Vikram siuman, Shekhar sudah tergeletak di sebelahnya, dan Maya pun kembali ke dalam rumah bersama polisi.

Seorang pria dan seorang perempuan saling berhadapan di dalam ruangan, dipisahkan meja makan

Versi yang diberikan Maya sama sekali berbeda. Dia mengaku baru tahu Vikram sedang diburu polisi setelah melihat berita di televisi, dan Vikram langsung menodongkan pisau untuk menguasainya lalu menggeledah berkas-berkas milik Shekhar. Maya mengakui bahwa pria yang datang ke pintu adalah Chirag, kekasih gelapnya, tetapi dia mengatakan bahwa di bawah ancaman Vikram dia menyuruh Chirag pergi. Menjelang tengah malam Shekhar pulang dan terlibat perkelahian dengan Vikram; Maya memanfaatkan kesempatan itu untuk turun meminta tolong, dan sekembalinya dia mendapati suaminya sudah tewas dipukul dengan tempat lilin. Saat dimintai keterangan, Chirag juga membenarkan bahwa malam itu dia memang datang ke apartemen tersebut.

Seorang perempuan berambut panjang duduk di dalam ruangan dengan pencahayaan remang

Jenazah, Tempat Lilin, dan Foto yang Dibakar

Polisi memastikan tempat lilin itu adalah senjata yang dipakai untuk memukul kepala Shekhar. Berdasarkan letak lukanya, tim forensik menyimpulkan bahwa tinggi badan pelaku setidaknya sekitar enam kaki; Vikram memenuhi kriteria itu, dan tinggi badan Chirag pun mendekati angka tersebut. Kesaksian keduanya sama-sama melemparkan tindakan kunci kepada pihak lain, tetapi tidak satu pun yang bisa menjelaskan sendiri seluruh barang bukti yang tertinggal di lokasi.

Seorang pria tergeletak di lantai dengan tempat lilin putih berlumuran darah di sebelahnya

Penyidik berhasil memulihkan foto-foto dari tempat sampah dan mendapati gambar-gambar itu merekam pertemuan diam-diam antara Maya dan Chirag. Foto-foto tersebut diambil oleh detektif swasta yang disewa Shekhar. Selain membuktikan hubungan gelap keduanya, foto itu juga memberi Maya dan Chirag motif untuk menyembunyikannya dan mencegah Shekhar mengusut perkara tersebut. Polisi mulai merangkai foto yang dibakar dengan meja kaca yang pecah di ruang tamu menjadi kronologi pembunuhan yang berbeda.

Beberapa lembar foto yang sebagian hangus berserakan di atas meja berwarna terang

Hasil Forensik dan Kejanggalan pada Sol Sepatu

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal atas Katherine menunjukkan bahwa dia meninggal akibat serangan jantung. Dia memang sudah rutin mengonsumsi obat jantung, sehingga untuk sementara polisi tidak punya bukti yang langsung menghubungkan Vikram dengan kematian istrinya. Penyelidikan juga mengungkap bahwa Sandhya, seorang perempuan korban kekerasan seksual, bunuh diri setelah identitasnya ditulis Vikram ke dalam buku barunya dan diketahui publik; Katherine sempat berselisih dengan suaminya karena hal itu, tetapi petunjuk ini pada tahap tersebut masih belum cukup untuk membantah kesimpulan serangan jantung.

Seorang pria berkemeja putih menunduk memeriksa berkas di tangannya

Dev kemudian menaruh perhatian pada ada tidaknya lumpur di sol sepatu Shekhar. Malam itu hujan turun terus-menerus setelah pukul sebelas, sehingga jika Shekhar baru pulang menjelang tengah malam seperti yang dikatakan Maya, sepatunya semestinya menyisakan lumpur basah; nyatanya sepatu di kaki jenazah justru bersih. Vikram menyatakan Shekhar sudah pulang lebih awal, dan keterangan itu lebih cocok dengan kondisi sol yang bersih. Karena itu Dev menyimpulkan bahwa keterangan Maya soal jam pulang suaminya keliru.

Sepatu kulit berwarna gelap menginjak lantai yang berbercak lumpur

Bukti Perselingkuhan Mengubah Arah Penyelidikan

Dari situ Dev menyusun penjelasan yang tampak utuh: Shekhar pulang membawa foto-foto hasil bidikan detektif itu lalu menuntut penjelasan dari Maya dan Chirag; dalam pertikaian tersebut meja kaca pecah dan Chirag membunuh Shekhar dengan tempat lilin. Keduanya menyembunyikan jenazah ke dalam kamar, membakar foto-foto itu, lalu memanfaatkan Vikram yang menerobos masuk ke apartemen untuk mengalihkan kecurigaan. Foto di lokasi, perkiraan tinggi badan, dan kondisi sol sepatu saling bersesuaian, sehingga polisi menerima keterangan Vikram.

Layar komputer menampilkan foto seorang pria dan seorang perempuan yang duduk berdampingan

Vikram dinyatakan tidak bersalah. Sebaliknya, Maya dan Chirag ditangkap atas kematian Shekhar. Di permukaan kasus itu sudah selesai, dan Dev pun tidak lagi punya dasar hukum untuk terus menahan Vikram, tetapi dia masih menelusuri ulang apakah ada kaitan antara kedua kematian tersebut yang belum terjelaskan.

Dua orang pria duduk berhadapan di sebuah meja dalam ruangan yang temaram

Pembebasan, Penangkapan, dan Kremasi

Setelah bebas, Vikram mengatur kremasi jenazah Katherine dan bersiap terbang kembali ke London. Seiring jenazah itu dibakar, peluang untuk memeriksa ulang penyebab kematian Katherine ikut lenyap dengan cepat. Maya dan Chirag masih ditahan, sementara Vikram sudah berada di luar jangkauan yang bisa dikendalikan polisi secara langsung.

Seorang pria dengan luka di pelipis berdiri di bawah cahaya lampu bernuansa hangat

Seorang pria membelakangi kamera berdiri di depan tumpukan kayu yang terbakar

Ketika Dev membaca novel karya Vikram di rumah, istrinya menyinggung bahwa tokoh dalam buku itu mati karena overdosis obat. Detail tersebut membuatnya kembali teringat pada obat jantung yang lama dikonsumsi Katherine. Dia bergegas kembali ke bagian forensik untuk memeriksa obat itu dan menemukan bahwa kapsulnya sudah diutak-atik: dosis sebenarnya jauh melampaui dosis resep, cukup untuk memicu serangan jantung yang mematikan. Dengan begitu, kematian Katherine berubah dari serangan penyakit alami menjadi peracunan yang disengaja.

Ending

Dev berhasil menghubungi Vikram yang sudah hendak naik pesawat. Vikram mengakui bahwa Katherine bersiap menempuh jalur hukum terhadapnya atas kasus bunuh dirinya Sandhya, dan pengacara yang membantu Katherine tidak lain adalah Shekhar. Dia lebih dulu membunuh Katherine dengan mengutak-atik obat jantungnya; setelah polisi tiba di hotel, dia menemukan nama Shekhar dari riwayat panggilan di ponsel Katherine, lalu bergegas ke rumah Shekhar untuk mencari dan memusnahkan dokumen terkait.

Seorang pria berkumis tipis menatap lurus ke depan di bawah cahaya hijau

Sesampainya di apartemen, Vikram menguasai Maya. Ketika Maya turun untuk meminta tolong, dia membunuh Shekhar dengan tempat lilin, lalu menemukan foto-foto Maya dan Chirag di dalam rumah. Dia membakar sebagian foto itu dan sengaja menyisakan potongannya agar polisi mengaitkan perselingkuhan tersebut dengan kematian Shekhar. Shekhar sebenarnya pulang setelah hujan turun sehingga sol sepatunya semula berlumpur; Vikram menukar sepatu Shekhar dengan sepatunya sendiri, dan dari situlah muncul detail kunci yang mendukung kesaksiannya.

Vikram juga menegaskan bahwa Katherine sudah dikremasi, sehingga hampir tidak tersisa bukti langsung untuk membuktikan ulang peracunan itu. Dengan memanfaatkan rahasia perselingkuhan yang memang sudah ada di apartemen tersebut, dia mengemas dua kematian yang sama-sama dia sebabkan menjadi satu kematian alami dan satu pembunuhan karena asmara. Dev berusaha menghentikan penerbangan itu, tetapi pesawatnya sudah lepas landas sehingga dia hanya bisa menyaksikan Vikram terbang ke London. Film berakhir setelah sang pembunuh berhasil kabur sepenuhnya.

Seorang pria menunduk menatap ke samping di bawah sorotan cahaya merah