← Kembali ke beranda

Coco

Ingat aku, agar aku tetap ada: uraian lengkap alur cerita film animasi Pixar “Coco”, tentang remaja bernama Miguel yang menyeberang ke Negeri Orang Mati saat malam Hari Orang Mati, mengungkap rahasia di balik larangan musik keluarganya yang berlangsung selama satu abad, serta menemukan siapa sebenarnya kakek canggahnya yang selama ini hilang

Judul

Coco

Judul lain: Ingat Saya

Tahun / Durasi

2017 · 105 menit

Genre

Animasi / Komedi / Musik / Fantasi

Sutradara

Lee Unkrich, Adrian Molina

Penulis

Adrian Molina / Matthew Aldrich / Lee Unkrich

Rating

Pemeran

Anthony Gonzalez (pengisi suara), Gael García Bernal (pengisi suara), Benjamin Bratt (pengisi suara), Alanna Ubach (pengisi suara), Renée Victor (pengisi suara)

Penghargaan

Academy Awards ke-90: Film Animasi Panjang Terbaik, Lagu Orisinal Terbaik (“Remember Me”)

Coco
Adegan dari film Coco Adegan dari film Coco Adegan dari film Coco Adegan dari film Coco Adegan dari film Coco
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Di kota kecil Santa Cecilia, Meksiko, Miguel, bocah berusia dua belas tahun, hidup dalam keluarga yang aneh: seluruh keluarga besarnya membenci musik, entah itu bernyanyi atau bermain alat musik, semuanya dilarang. Larangan ini berasal dari zaman nenek canggahnya, Imelda — suaminya meninggalkan dia dan putri mereka, Coco, demi mengejar mimpi bermusik, dan tidak pernah kembali.

Namun, darah musik mengalir deras dalam diri Miguel. Diam-diam ia mengagumi seorang penyanyi legendaris, Ernesto de la Cruz, idola nasional yang sudah meninggal, dan Miguel yakin dialah kakek canggahnya yang selama ini hilang.

Adegan dari film Coco

Malam Hari Orang Mati, Sang Remaja Menyeberang ke Negeri Orang Mati

Hari Orang Mati yang datang setahun sekali pun tiba. Menurut tradisi Meksiko, pada hari ini para leluhur yang sudah meninggal bisa kembali sejenak ke dunia manusia lewat foto yang dipajang di ofrenda untuk berkumpul dengan keluarga mereka. Miguel ingin sekali ikut kompetisi musik di kotanya, tetapi keluarganya menentang, hingga ia bertengkar dengan neneknya dan dalam kemarahannya ia menghancurkan ofrenda keluarga.

Untuk membuktikan bahwa dirinya keturunan de la Cruz, Miguel menyelinap masuk ke makam de la Cruz dan memetik satu nada dari gitar yang dipajang di sana — dan gara-gara itu, ia terkirim ke Negeri Orang Mati.

Di dunia penuh warna yang dibangun dari kelopak bunga marigold yang bercahaya ini, Miguel bertemu dengan para leluhurnya dari berbagai generasi. Mereka menyadari bahwa Miguel, yang masih hidup, tersasar ke tempat ini. Menurut aturan yang berlaku, ia harus mendapatkan restu dari salah satu anggota keluarganya sebelum matahari terbit agar bisa kembali ke dunia manusia, kalau tidak ia akan terjebak di sana selamanya.

Namun ada satu syarat: para leluhur memintanya berhenti bermusik selamanya. Miguel menolak, lalu melarikan diri dari keluarganya dan pergi sendirian jauh ke dalam Negeri Orang Mati untuk mencari de la Cruz, berharap mendapatkan restu “tanpa syarat” darinya.

Adegan dari film Coco

Héctor: Kerangka Malang yang Hampir Terlupakan

Di Negeri Orang Mati, Miguel bertemu dengan seorang kerangka yang nasibnya sangat sial: Héctor. Kehidupannya di Negeri Orang Mati sangat menyedihkan, dan keinginan terbesarnya adalah agar fotonya dipajang di ofrenda dunia manusia, supaya pada malam Hari Orang Mati ia bisa pulang sebentar untuk melihat putrinya — tetapi karena fotonya tidak dipajang, ia tidak bisa menyeberangi jembatan kelopak bunga untuk kembali ke dunia manusia.

Yang lebih buruk lagi, kalau tidak ada satu pun orang hidup yang mengingatmu, kamu akan lenyap sepenuhnya dari Negeri Orang Mati — bahkan itu bukan lagi kematian kedua, melainkan benar-benar tiada. Héctor merasa dirinya mulai dilupakan, dan waktunya tidak banyak lagi.

Mereka pun membuat kesepakatan: Héctor akan membantu Miguel mendekati de la Cruz, dan sebagai gantinya, setelah kembali ke dunia manusia, Miguel akan memajang foto Héctor di ofrenda.

Setelah melalui berbagai rintangan, keduanya tiba di rumah mewah de la Cruz. De la Cruz menyambut Miguel dengan hangat setelah remaja itu mengaku sebagai keturunannya, tetapi tepat saat itu Héctor menerobos masuk dan menuduh de la Cruz telah mencuri gitar dan lagu-lagunya bertahun-tahun silam.

Adegan dari film Coco

Terungkap: Siapa Penyanyi Sesungguhnya

Seiring pertengkaran keduanya, kebenaran pun perlahan terkuak.

Semasa muda, de la Cruz dan Héctor adalah rekan duet yang bersama-sama menciptakan lagu-lagu yang membuat nama de la Cruz dikenang sepanjang masa. Namun, di tengah perjalanan tur, Héctor merindukan istri dan putrinya lalu memutuskan pulang lebih dulu. Karena tidak sanggup mewujudkan impian bermusiknya sendirian, de la Cruz meracuni makanan perpisahan mereka hingga Héctor tewas, lalu mengambil gitar dan semua lagunya, dan menikmati sendiri seluruh ketenaran itu.

Perlahan-lahan Miguel menyadari: de la Cruz bukanlah kakek canggahnya. Orang yang sebenarnya adalah Héctor.

Héctor adalah suami Imelda dan ayah Coco — ia sama sekali tidak meninggalkan keluarganya, melainkan diracuni oleh sahabat yang paling ia percayai saat dalam perjalanan pulang, sehingga tidak pernah bisa kembali lagi. Kesalahpahaman dan kebencian keluarga terhadapnya selama hampir satu abad, ternyata semuanya berdiri di atas sebuah kebohongan.

Begitu tahu Miguel telah mengetahui kebenarannya, de la Cruz melemparkan Miguel dan Héctor ke dalam lubang yang dalam.

Sebuah Lagu “Remember Me” Membangunkan Ingatan yang Terlelap

Dengan bantuan para leluhur, Miguel dan Héctor berhasil melarikan diri dan bertemu kembali dengan Imelda. Bertiga, mereka bergegas ke konser besar yang digelar de la Cruz pada malam Hari Orang Mati dan mengungkap wajah aslinya di depan umum — bahwa dialah yang meracuni pencipta asli lagu-lagu itu dengan tangannya sendiri.

Adegan dari film Coco

De la Cruz tertimpa lonceng besar yang dilemparkan oleh massa yang marah, persis seperti cara ia mati sesungguhnya semasa hidup. Namun dalam kekacauan itu, foto Héctor jatuh ke dalam air dan rusak total. Tanpa foto itu, tidak ada lagi yang mengingatnya, dan Héctor pun mulai memudar di Negeri Orang Mati.

Matahari akan segera terbit. Miguel tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kali ini Imelda memberikan restunya tanpa syarat, sehingga Miguel bisa kembali ke dunia manusia.

Setelah pulang, Miguel segera berlari ke sisi nenek canggahnya, Coco. Wanita tua itu sudah pikun dan hampir tidak mengenali siapa pun lagi. Miguel mengambil gitar Héctor dan pelan-pelan memainkan serta menyanyikan “Remember Me” — nina bobo yang dulu ditulis Héctor untuk putrinya, Coco.

Coco yang sudah lama terdiam perlahan mengangkat kepalanya, bibirnya bergerak-gerak, lalu ia ikut bersenandung pelan. Ia mengenali lagu itu, ia mengenali ayahnya.

Coco mengeluarkan secarik kertas yang telah disimpannya bertahun-tahun dari balik bajunya — itu adalah separuh wajah yang dulu disobek dari foto ayahnya. Ia menyimpannya selama ini, dan terus mengingat ayahnya. Berkat ingatan inilah, arwah Héctor tidak jadi memudar pada detik-detik terakhir.

Adegan dari film Coco

Kebenaran Terungkap, Larangan Musik Berakhir

Coco menyerahkan surat-surat yang dulu ditulis ayahnya untuknya kepada keluarga, sebagai bukti kuat yang membongkar tuntas kejahatan de la Cruz yang menipu dunia demi nama besar. Semua pencapaian de la Cruz pun dicabut, sementara Héctor yang sebenarnya adalah pencipta asli lagu-lagu itu akhirnya mendapatkan pengakuan yang sepatutnya.

Larangan musik yang berlangsung hampir satu abad itu pun akhirnya dicabut.

Setahun kemudian, dua foto baru terpajang di ofrenda keluarga: Héctor, dan Coco yang baru saja meninggal dengan tenang. Miguel menggendong adik perempuannya yang baru lahir, Socorro, sambil menceritakan kisah keluarga ini kepadanya.

Ingatan adalah bentuk cinta paling dalam bagi mereka yang telah tiada. Selama masih ada yang mengingat, mereka akan tetap ada.