← Kembali ke beranda

The Pianist

Keajaiban bertahan hidup seorang pianis Yahudi di tengah reruntuhan perang: uraian lengkap alur cerita film The Pianist, mengisahkan perjuangan pianis Polandia Wladyslaw Szpilman bertahan hidup di Warsawa yang diduduki Nazi, menyentuh hati seorang perwira musuh lewat sepenggal lagu Chopin, hingga akhirnya selamat melewati Perang Dunia II — sebuah kisah nyata

Judul

The Pianist

Tahun / Durasi

2002 · 149 menit

Genre

Drama / Biografi / Perang / Musik

Sutradara

Roman Polanski

Penulis

Ronald Harwood

Rating

Pemeran

Adrien Brody, Thomas Kretschmann, Emilia Fox, Michal Zebrowski, Ed Stoppard

Karya asli

Memoar Wladyslaw Szpilman, The Pianist (1945)

Penghargaan

Academy Awards ke-75: Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik; Festival Film Cannes ke-55: Palme d'Or

The Pianist
Adegan film The Pianist Adegan film The Pianist Adegan film The Pianist Adegan film The Pianist Adegan film The Pianist
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

September 1939, tembakan pertama invasi Jerman ke Polandia baru saja terdengar. Di studio siaran langsung radio Warsawa, pianis Wladyslaw Szpilman (diperankan Adrien Brody) masih terus bermain. Bom berjatuhan, kaca berhamburan pecah, tapi dia tidak berhenti — sampai penyiar mengumumkan siaran dihentikan. Saat meninggalkan stasiun radio, dia bertemu di lorong dengan Dorota, adik sahabatnya, dan keduanya meninggalkan sebuah awal yang belum sempat berkembang.

Adegan film The Pianist

Isolasi, Lencana, dan Keputusasaan yang Kian Mendekat

Kabar bahwa Britania Raya dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman membuat keluarga Szpilman bersukacita, dan mereka memutuskan bertahan di Warsawa. Namun harapan itu cepat pupus: tentara Jerman dengan cepat melumpuhkan militer Polandia dan menduduki Warsawa, lalu segera memberlakukan larangan demi larangan terhadap orang Yahudi — dilarang berbisnis, dilarang naik transportasi umum, diwajibkan memakai ban lengan bergambar Bintang Daud, sementara pemukulan acak hingga penembakan terhadap orang Yahudi sudah jadi hal biasa.

Pada 1940, Ghetto Warsawa didirikan, dan hampir lima ratus ribu orang Yahudi di seluruh kota digiring masuk ke kawasan yang sangat sesak ini. Keluarga Szpilman yang berjumlah enam orang berdesakan di satu ruangan kecil, bertahan hidup dengan menjual perabotan. Untuk menambah penghasilan, Szpilman mulai bermain piano di sebuah kafe di ghetto, menukar musik dengan sedikit upah demi menghidupi keluarganya. Meski berada dalam keadaan putus asa, keluarga ini tetap berusaha menjaga sedikit martabat dan kehangatan di meja makan.

Adegan film The Pianist

Perpisahan Selamanya: Sepotong Permen Terakhir di Peron Stasiun

Pada 1942, Nazi melancarkan “Operasi Reinhard”, pembersihan besar-besaran terhadap ghetto. Pada 16 Agustus, keluarga Szpilman digiring naik ke kereta di lapangan pengumpulan (Umschlagplatz), dengan tujuan kamp pemusnahan Treblinka.

Sang ayah menggunakan 20 zloty terakhir milik keluarga untuk membeli sepotong kecil permen dari seorang anak laki-laki — enam orang, masing-masing mendapat satu gigitan kecil, itulah “santapan” terakhir mereka. Tepat saat hendak naik ke gerbong, seorang polisi Yahudi yang mengenal Szpilman menariknya keluar dari kerumunan. Szpilman menoleh ke belakang, melihat keluarganya menghilang di dalam gerbong. Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan mereka.

Adegan film The Pianist

Pelarian di Tengah Reruntuhan

Szpilman yang ditinggalkan sendirian dipaksa menjadi buruh kerja paksa, dan menyaksikan sendiri Pemberontakan Ghetto Warsawa tahun 1943 ditumpas secara brutal oleh tentara Jerman. Dengan bantuan anggota gerakan bawah tanah Polandia, dia berpindah-pindah bersembunyi di beberapa apartemen rahasia di dalam kota Warsawa.

Untuk sementara waktu, dia bersembunyi di sebuah apartemen yang memiliki piano. Dikelilingi wilayah pendudukan Jerman, dia hanya bisa menggerakkan jari-jarinya tanpa suara di atas tuts piano, tak berani mengeluarkan bunyi apa pun. Szalas, orang Polandia yang seharusnya merawatnya, lalai mengirim makanan dan malah menggelapkan sumbangan yang diterimanya, hingga Szpilman jatuh dalam kekurangan gizi parah dan penyakit kuning. Dorota dan suaminya (seorang konduktor orkestra) mendatangkan dokter untuk mengobatinya, tetapi akhirnya harus berpisah untuknya selamanya — situasi perang makin memburuk, dan mereka tidak lagi berani mengambil risiko untuk datang.

Pemberontakan Warsawa dan Kehancuran Total

Pada Agustus 1944, tentara perlawanan Polandia melancarkan Pemberontakan Warsawa, berusaha merebut kembali kota itu dari tangan Jerman sebelum tentara Soviet tiba. Di luar jendela tempat persembunyian Szpilman, pertempuran sengit meletus di jalanan. Namun pemberontakan itu ditumpas secara brutal dua bulan kemudian, dan Hitler memerintahkan agar Warsawa diratakan dengan tanah. Tentara Jerman mengusir seluruh penduduk sipil keluar kota, lalu melakukan peledakan dan pembakaran secara sistematis.

Szpilman berjuang sendirian di tengah reruntuhan bangunan: dia menerobos masuk ke sebuah gedung terbengkalai untuk mencari makanan, dan suara yang ditimbulkan saat membuka kaleng dengan pembuka kaleng mengagetkan seorang perempuan Jerman di lantai bawah. Dia melarikan diri dengan panik, terus bersembunyi di kota yang hancur dan diselimuti salju.

Alunan Piano yang Menyentuh Hati Perwira Musuh

Januari 1945, tentara Soviet hampir tiba di Warsawa. Szpilman yang sudah kurus kering dan sekarat meringkuk di loteng sebuah bangunan terbengkalai. Suatu hari, terdengar suara langkah kaki — Kapten Wehrmacht Jerman, Wilm Hosenfeld (diperankan Thomas Kretschmann), mendorong pintu terbuka.

Setelah menemukan Szpilman, Hosenfeld tidak menyerahkannya kepada SS, melainkan bertanya tentang pekerjaannya. Mengetahui dia seorang pianis, sang perwira menunjuk ke piano tua yang usang di sudut ruangan dan memintanya memainkan sesuatu. Dengan jari-jari yang membeku kaku, Szpilman memainkan Nocturne in C-sharp minor karya Chopin. Alunan piano bergema di reruntuhan yang sunyi, dan Hosenfeld berdiri terpaku dalam waktu lama tanpa berkata apa-apa.

Adegan film The Pianist

Musik itu menyentuh hati sang perwira. Selama beberapa minggu berikutnya, Hosenfeld secara rutin membawakan makanan dan air untuk Szpilman, bahkan memberikan mantel militernya sendiri untuk menghangatkan tubuh Szpilman. Szpilman terus bersembunyi di gedung itu, menanti kedatangan tentara Soviet.

Pembebasan dan Epilog

Tentara Soviet akhirnya membebaskan Warsawa. Szpilman keluar dari reruntuhan dengan mengenakan mantel tentara Jerman, dan hampir saja ditembak mati karena dikira tentara Jerman oleh pasukan Soviet. Saat identitasnya akhirnya dijelaskan, perang sudah berakhir.

Setelah perang, Szpilman berusaha mencari kabar tentang keberadaan Hosenfeld ke berbagai pihak, berharap bisa membela penyelamatnya itu. Seorang teman pemain biola mengantarnya mencari, tetapi kamp tahanan itu sudah kosong. Hosenfeld berpindah-pindah selama tujuh tahun di kamp tawanan perang Soviet, dan meninggal secara tidak adil pada 1952, tanpa sempat menerima pertolongan dari Szpilman.

Adegan film The Pianist

Di penghujung film, Szpilman tampil memainkan Grand Polonaise in A major karya Chopin di sebuah aula konser yang megah, dipenuhi penonton yang bertepuk tangan meriah. Teks penutup memberitahukan: Wladyslaw Szpilman meninggal dunia pada tahun 2000 di usia 88 tahun; Wilm Hosenfeld meninggal pada 1952 di kamp tawanan perang Soviet, tepat tujuh tahun setelah perang berakhir.

Ini adalah film tentang bertahan hidup, sekaligus tentang bagaimana musik menembus sisi kemanusiaan bahkan di saat-saat paling gelap. Sutradara Roman Polanski sendiri pernah mengalami langsung pembersihan Nazi terhadap Ghetto Krakow saat masih kecil, dan luka pribadi itulah yang memberi bobot keaslian yang tak tertandingi pada film ini. Adrien Brody meraih Academy Award untuk Aktor Terbaik ke-75 lewat film ini, dan persiapannya sebelum syuting — menurunkan berat badan 14 kilogram serta berlatih piano selama berbulan-bulan — berubah menjadi sepasang tangan gemetar namun teguh yang terlihat di layar.