Yanagawa
Reuni yang terlambat dua puluh tahun: Mengulas lengkap pertemuan kembali Li Dong, Li Chun, dan A Chuan di Yanagawa, Jepang, serta perpisahan yang baru benar-benar tuntas setahun kemudian
Judul
Yanagawa
Tahun / Durasi
2021 · 112 menit
Genre
Drama / Romantis / Keluarga
Sutradara
Zhang Lu
Penulis
Zhang Lu
Rating
Pemeran
Ni Ni (sebagai A Chuan), Luyi Zhang (sebagai Li Dong), Baiqing Xin (sebagai Li Chun), Sôsuke Ikematsu (sebagai Daiki Nakayama), Ryôko Nakano (sebagai pemilik izakaya)
Yanagawa adalah film drama yang ditulis dan disutradarai oleh Zhang Lu, dengan Ni Ni, Luyi Zhang, Baiqing Xin, Sôsuke Ikematsu, dan Ryôko Nakano sebagai pemeran. Film ini terutama berlatar di Beijing dan Kota Yanagawa, Prefektur Fukuoka, Jepang. Film ini rampung dan mengikuti festival film pada 2021, lalu tayang di Tiongkok daratan pada 2022. IMDb mencatat durasinya sepanjang 112 menit.
Per 4 Oktober 2026, film ini memperoleh skor 6,3 di IMDb dari 196 penilaian. Skor tersebut berada di kisaran enam, dengan tanggapan penonton yang secara umum tergolong sedang.
Diagnosis Kanker Lambung dan Ajakan Bepergian Bersama
Li Dong didiagnosis menderita kanker lambung stadium akhir. Ia tidak memberitahukan penyakitnya kepada kakaknya, Li Chun, dan hanya tiba-tiba menceritakan keadaannya kepada seorang perempuan asing di area merokok rumah sakit. Setelah perempuan itu pergi, Li Dong tetap menghadapi sendiri hidupnya yang akan segera berakhir.

Li Dong dan Li Chun adalah kakak beradik kandung dengan kepribadian yang sangat berbeda. Li Chun sudah berkeluarga serta memiliki istri dan seorang putri, juga bersikap terbuka dan berbicara lugas. Li Dong selalu melajang, pendiam, dan jarang berhubungan dengan kakaknya setelah dewasa. Sesekali mereka bertemu di sebuah kedai bergaya Jepang di Beijing, sementara A Chuan, sosok yang sama-sama mereka kenang, sudah menghilang dari kehidupan mereka selama sekitar dua puluh tahun.

Setelah mengetahui bahwa A Chuan kini tinggal di Yanagawa, Jepang, Li Dong mengajak Li Chun pergi bersamanya. Ia tidak menjelaskan bahwa sisa hidupnya tidak lama lagi dan hanya mengatakan ingin menemui teman lama mereka semasa remaja. Li Chun menyetujuinya, lalu kakak beradik itu berangkat dari Beijing menuju Jepang.
Tiba di Yanagawa dan Bertemu Kembali dengan A Chuan
Setibanya di Yanagawa, kakak beradik itu menginap di penginapan milik Daiki Nakayama. Li Dong sudah belajar bahasa Jepang sebelum perjalanan ini sehingga dapat berbicara dengan warga setempat, sedangkan Li Chun lebih banyak mengandalkan adiknya untuk berkomunikasi. Mereka mencari A Chuan di antara kanal, rel kereta, dan jalan-jalan tua, sekaligus perlahan memasuki keseharian yang dibangunnya di sana.

Setelah meninggalkan Beijing, A Chuan lebih dahulu pergi ke London, kemudian datang ke Yanagawa, kota yang namanya sama dengan namanya sendiri. Ia biasa bernyanyi di sebuah izakaya setempat, juga berjalan-jalan dan melamun di kota. Ketika kakak beradik itu bertemu dengannya di kedai, perpisahan selama dua puluh tahun tidak memicu pertanyaan sengit. Mereka bertiga hanya kembali duduk bersama dan berbincang.

Li Chun dengan cepat kembali berbicara secara terbuka dan santai seperti dahulu, serta mengaku terus mengingat A Chuan selama bertahun-tahun. Li Dong tetap menahan diri dan hanya menambahkan banyak kenangan yang sudah dilupakan kakaknya. Dari perincian itu, A Chuan menyadari bahwa orang yang sesungguhnya menyimpan kenangan mereka bersama selama ini adalah Li Dong.
Hubungan Dua Puluh Tahun Lalu Kembali Terungkap
Mereka bertiga berjalan-jalan dan minum bersama di Yanagawa, juga mengunjungi tempat pembuatan perahu balap setempat. Li Chun masih menempatkan dirinya sebagai mantan kekasih A Chuan, sedangkan Li Dong tetap berada di sisi mereka seperti saat mereka remaja. Perjalanan yang tampak santai itu sedikit demi sedikit kembali memperlihatkan hubungan mereka pada masa lalu.


Saat masih muda, A Chuan pindah dari wilayah selatan ke Beijing bersama keluarganya dan diejek orang-orang di sekitarnya karena logatnya berbeda. Li Chun yang terbuka dan mencolok membuat A Chuan jatuh cinta kepadanya saat itu. Namun, Li Chun juga mengejar perempuan lain dan tidak menganggap serius hubungan tersebut. Selama beberapa hari berturut-turut, A Chuan pergi ke Houhai untuk menunggunya, tetapi justru Li Dong yang benar-benar menemaninya. Karena melihat A Chuan diejek, Li Dong juga perlahan berhenti menggunakan logat Beijing yang kental.
Li Chun masuk ke kamar A Chuan pada malam hari, membuat Li Dong mengira keduanya kembali menjalin hubungan intim. Kenyataannya, Li Chun dan A Chuan hanya berbincang di kamar, dan Li Chun mengakui bahwa ia sudah lama tidak mampu berhubungan seksual. Ketika berhadapan dengan adiknya keesokan harinya, ia tetap bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak menjelaskan apa yang berlangsung di kamar.
Kepergian mendadak A Chuan dari Beijing dahulu bukan disebabkan oleh perbuatan Li Dong. Ayahnya sudah lama berselingkuh. Setelah perselingkuhan itu terbongkar, ibunya membawanya ke London untuk tinggal bersama kerabat. Selama bertahun-tahun, Li Dong selalu mengaitkan hilangnya A Chuan dengan dirinya sendiri dan baru mengetahui alasan sebenarnya setelah pertemuan kembali ini.
Kehidupan A Chuan di Yanagawa
A Chuan mengenal Daiki Nakayama di London. Daiki memberitahunya bahwa kampung halamannya juga bernama Yanagawa, dan itulah yang kemudian membawa A Chuan ke sana. Daiki menaruh perasaan kepada A Chuan, tetapi tidak menuntut balasan darinya. Keduanya tetap saling berhubungan di sana, dan A Chuan juga menjadi akrab dengan putri Daiki.

Daiki memiliki seorang putri ketika berusia tujuh belas tahun, dan putrinya kini berusia lima belas tahun. Gadis itu menyukai musik dan lagu-lagu A Chuan, serta mengoleksi banyak boneka di kamarnya. Ia berkeliling kota sambil membawa gitar di punggungnya, lalu tiba-tiba menghilang. Poster pencarian dirinya muncul di jalan-jalan, tetapi Daiki dan orang-orang di sekitarnya tidak dapat memastikan ke mana ia pergi.

Kebersamaan Terakhir Setelah Li Chun Kembali ke Beijing
Setelah menerima telepon dari istrinya, Li Chun pulang lebih awal ke Beijing, sedangkan Li Dong tetap tinggal bersama A Chuan. Ia menaiki perahu bersama A Chuan menyusuri kanal Yanagawa dan menanyakan hubungan A Chuan dengan Li Chun. A Chuan tidak merangkum masa lalu dengan jawaban sederhana dan hanya mengakui bahwa terkadang orang dapat kembali terjerumus ke dalam kebiasaan lama.


Li Dong masih tidak memberi tahu A Chuan bahwa dirinya menderita kanker. Ia memandang Daiki Nakayama sebagai orang yang dapat terus mendampingi A Chuan dan tidak meminta A Chuan membalas perasaannya. Pada malam terakhir, ia berjalan menyusuri koridor penginapan hingga tiba di depan pintu kamar A Chuan. Setelah ragu-ragu, ia tidak mengetuk pintu dan kembali sendirian ke kamarnya.


Keesokan harinya, Li Dong berpamitan kepada A Chuan dan meninggalkan Yanagawa. A Chuan mengetahui perasaan yang sudah lama dipendamnya, tetapi tidak mengetahui penyakitnya. Li Dong juga tidak pernah menyatakan cintanya secara langsung. Mereka pun berpisah tanpa pernah mengungkapkan semuanya dengan jelas.
Setelah Li Dong pergi, barulah A Chuan menemui pemilik izakaya yang mengelola kedainya seorang diri. Setelah mendengar gadis itu menghilang, pemilik izakaya tersebut bercerita bahwa terkadang ia ingin menghilang sejenak dari kehidupan yang sudah dikenalnya. A Chuan duduk berhadapan dan berbincang dengannya; mereka masing-masing menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Meski tidak sepenuhnya memahami perkataan satu sama lain, keduanya tetap dapat merasakan emosi masing-masing.

Ending
Setahun kemudian, Li Dong sudah meninggal dunia. A Chuan mengingkari niatnya untuk tidak kembali ke Beijing dan mendatangi rumah lama yang pernah dihuni Li Chun dan Li Dong. Kamar Li Dong sudah hampir kosong dan hanya menyisakan alas ranjang. A Chuan berbaring di kamar itu, merasakan ruang tempat Li Dong pernah menjalani hidupnya.

Li Chun menyerahkan kaset rekaman peninggalan Li Dong kepada A Chuan. Semasa hidupnya, Li Dong pernah mengatakan bahwa ia tidak ingin meninggalkan jejak di dunia. Namun, yang tersimpan dalam kaset itu bukan suaranya, melainkan rekaman A Chuan menyanyikan Oh My Love ketika masih muda. Ia mengembalikan rekaman suara yang disimpannya selama bertahun-tahun kepada A Chuan, sekaligus meninggalkan satu-satunya benda kenangan nyata di antara mereka.
Sambil mendengarkan rekaman itu, A Chuan memastikan bahwa Li Dong selalu mengingatnya sejak mereka remaja. Pernyataan cinta yang tidak pernah disampaikan secara langsung itu baru tuntas melalui kaset tersebut setelah Li Dong meninggal. Film pun berakhir saat A Chuan kembali menghadapi Beijing, Li Chun, dan kenangan masa lalu.