Unhinged
Amukan pembunuhan yang dipicu oleh satu klakson: uraian lengkap alur cerita Unhinged, ketika kamu membunyikan klakson ke orang yang salah, pagi yang biasa berubah menjadi hari paling mengerikan dalam hidupmu
Judul
Unhinged
Tahun / Durasi
2020 · 90 menit
Genre
Thriller
Sutradara
Derrick Borte
Penulis
Carl Ellsworth
Rating
Pemeran
Russell Crowe (sebagai Tom Cooper), Caren Pistorius (sebagai Rachel Flynn), Gabriel Bateman (sebagai Kyle), Jimmi Simpson (sebagai Andy)
Pukul empat lewat tiga menit dini hari. Sebuah truk pikap berhenti di depan sebuah rumah di kawasan pinggiran kota. Di dalamnya duduk Tom Cooper (Russell Crowe), pria paruh baya bertubuh gemuk yang jiwanya nyaris runtuh. Dia menelan beberapa butir obat pereda nyeri, perlahan melepas cincin kawinnya, lalu mengambil palu dan sekaleng bensin, dan berjalan menuju rumah itu.
Itu adalah rumah mantan istrinya.
Beberapa menit kemudian, rumah itu terbakar hebat. Tom Cooper berdiri di tengah kobaran api, menatap tenang neraka yang baru saja dia ciptakan sendiri. Dia membunuh mantan istrinya dan kekasih baru wanita itu. Dia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan.

Pagi yang Buruk
Keesokan paginya, hari Rachel Flynn (Caren Pistorius) sudah cukup berantakan. Dia seorang ibu tunggal yang baru bercerai, bertahan hidup sebagai penata rambut. Pagi itu dia kesiangan, dan putranya, Kyle (Gabriel Bateman), akan terlambat ke sekolah. Yang lebih parah, kliennya yang paling besar baru saja memecatnya karena dia selalu datang terlambat.

Rachel gelisah terjebak dalam kemacetan. Saat itu, lampu hijau di sebuah persimpangan menyala, tetapi truk pikap abu-abu di depannya tidak bergerak sama sekali. Rachel menunggu beberapa detik, lalu membunyikan klakson dengan keras — bukan sekadar ketukan ringan, melainkan tekanan panjang selama beberapa detik, jenis bunyi klakson yang penuh amarah dan tak sabar.
Truk pikap itu dikemudikan oleh Tom Cooper.
Truk itu perlahan bergerak dan mengejar mobil Rachel. Tom menurunkan kaca jendela dan berkata dengan nada yang tampak tenang: harinya sedang sangat buruk, dan dia hanya ingin sebuah permintaan maaf. Cukup satu kata “maaf” yang tulus, dan mereka bisa berpisah jalan, “mengatur ulang” semuanya.
Rachel menolak. Dia merasa pria itu aneh dan langsung tancap gas pergi.
Wajah Tom berubah dari tenang menjadi dingin. Dia berkata, “Aku akan membuatmu tahu, seperti apa hari yang benar-benar buruk itu.”

Eskalasi yang Mematikan
Tom mulai mengikuti Rachel. Di sebuah pom bensin, sementara Rachel lengah, dia mencuri ponselnya dan menggantinya dengan ponselnya sendiri. Kini dia menguasai seluruh daftar kontak Rachel — teman, keluarga, pengacaranya, semua nomor telepon dan alamat mereka kini terpapar di hadapan seorang pembunuh berdarah dingin.
Seorang pelanggan pom bensin yang mencoba menolong Rachel dibunuh Tom di tempat.
Tom memeriksa daftar kontak Rachel dan menemukan informasi sahabatnya, Andy, yang kebetulan juga menjadi pengacara perceraiannya. Tom mendatangi restoran tempat Andy sedang makan, dan duduk tepat di hadapannya. Di depan mata banyak orang, Tom menyiksa Andy dengan sangat kejam menggunakan garpu dan pisau, dan seluruh kejadian itu direkam oleh para pengunjung lain dengan ponsel mereka.

Pembantaian
Tom menelepon Rachel dan memberinya pilihan kejam: pilih satu kontak lagi, dan dia akan membunuh orang itu. Rachel yang panik asal menyebut nama seorang klien yang pernah dia pecat, sambil terus berusaha menelepon polisi. Namun Tom sama sekali tidak mengikuti apa yang dia katakan.
Dia mendatangi rumah Fred, kakak Rachel. Fred dan tunangannya, Mary, sedang berada di rumah. Setelah membobol masuk, Tom menciptakan adegan yang mengerikan — dia berulang kali mendorong Mary ke arah pisau di tangan Fred, memaksa Fred membunuh tunangannya sendiri dengan tangannya sendiri. Kemudian dia membakar Fred dan menghanguskan seluruh rumah itu.
Rachel bergegas panik menuju sekolah putranya, Kyle, tetapi Tom lebih dulu tiba di sana. Dia menculik Kyle dan membawanya ke rumah ibu Rachel — tempat Rachel kini tinggal.

Pertarungan Terakhir
Ketika Rachel tiba di rumah ibunya, Tom sudah berada di dalam. Kyle memicu sistem alarm senyap rumah itu, lalu bersembunyi di suatu tempat. Rachel dan Tom terlibat perkelahian mati-matian di dalam rumah. Pria itu jauh lebih besar dan lebih kuat darinya, tetapi Rachel punya satu hal yang tidak dimiliki Tom — naluri seorang ibu untuk melindungi anaknya.
Pada momen paling kritis dalam perkelahian itu, Rachel meraih sebuah gunting dan menikamkannya ke mata Tom. Tom Cooper tumbang, dan kali ini dia tidak bangkit lagi.
Polisi yang tiba di lokasi menyampaikan kabar baik kepada Rachel: kakaknya, Fred, masih hidup, meski terluka parah, dia berhasil selamat.
Adegan terakhir film ini penuh makna: Rachel mengemudikan mobil bersama Kyle di jalan raya. Di depan, sebuah mobil lain memotong jalur dengan kasar. Tangan Rachel bergerak menuju klakson — lalu berhenti. Dia menarik napas dalam-dalam, dan menarik kembali tangannya.
Ada klakson-klakson yang tidak akan pernah pantas untuk dibunyikan.