← Kembali ke beranda

The Secret Life of Walter Mitty

Saat lamunan berubah jadi kenyataan, petualangan sesungguhnya dimulai: membahas alur cerita lengkap film The Secret Life of Walter Mitty, tentang seorang karyawan majalah yang gemar melamun dan memulai petualangan nyata melintasi Islandia, Afghanistan, dan Himalaya demi sebuah gulungan negatif film.

Judul

The Secret Life of Walter Mitty

The Secret Life Of Walter Mitty

Tahun / Durasi

2013 · 114 menit

Genre

Drama / Komedi / Petualangan

Sutradara

Ben Stiller

Penulis

Steve Conrad

Rating

Pemeran

Ben Stiller, Kristen Wiig, Adam Scott, Sean Penn, Kathryn Hahn

Karya asli

James Thurber (cerita pendek berjudul sama, 1939)

The Secret Life of Walter Mitty
Walter melamun sambil menatap kosong Walter membuka paket berisi gulungan film dari Sean Walter menyeberangi lanskap Islandia dengan skateboard Sean O'Connell membidik macan tutul salju di Himalaya Walter dan Cheryl berjalan bergandengan tangan di New York
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Master Melamun

Walter Mitty (diperankan oleh Ben Stiller) adalah manajer pencetakan negatif film di majalah Life, posisi yang sudah ia jalani selama enam belas tahun penuh. Pekerjaan hariannya adalah mengolah gulungan negatif yang dikirim oleh para fotografer kelas dunia, memastikan semuanya sempurna sebelum dicetak.

Kehidupan nyata Walter datar, nyaris tak terlihat. Ia pendiam dan canggung, bahkan untuk menyapa Cheryl Melhoff (diperankan oleh Kristen Wiig), rekan kerja yang diam-diam ia sukai, saja ia tidak berani. Tapi ia punya satu bakat khusus — melamun kapan saja dan di mana saja. Di kereta bawah tanah, di kantor, di setiap momen yang membosankan, ia langsung tenggelam dalam lamunan yang luar biasa: menyelamatkan sang pujaan hati, berpetualang di kutub, bertarung melawan penjahat… Dalam mimpinya, Walter adalah pahlawan super yang serba bisa; kembali ke kenyataan, ia hanya pria paruh baya yang nyaris tak diperhatikan siapa pun.

Walter melamun sambil menatap kosong

Sampul Edisi Terakhir

Majalah Life diakuisisi dan akan segera berhenti terbit; edisi cetak terakhirnya membutuhkan satu foto sampul yang sempurna. Fotografer legendaris Sean O’Connell (diperankan oleh Sean Penn) mengirim segulung film, dengan surat yang menandai negatif nomor 25 sebagai rekomendasinya untuk sampul — ia menyebutnya “intisari kehidupan”.

Namun setelah membuka paketnya, Walter mendapati negatif nomor 25 hilang. Gulungan itu hanya berisi negatif-negatif lain, sebuah dompet, dan secarik catatan pribadi dari Sean. Ted Hendricks (diperankan oleh Adam Scott), direktur transisi yang baru diangkat setelah akuisisi perusahaan, adalah sosok manajer khas — sombong, tajam lidahnya, dan siap memecat siapa saja kapan pun. Ia mendesak Walter segera menyerahkan negatif sampul itu, atau dialah yang akan jadi korban berikutnya.

Walter berusaha menghubungi Sean, tapi sang fotografer terkenal sulit dilacak — tanpa ponsel, tanpa surel, berkelana ke sudut-sudut terpencil di seluruh dunia. Satu-satunya petunjuk Walter adalah beberapa gambar di negatif-negatif itu dan kebiasaan bepergian Sean.

Walter membuka paket berisi gulungan film dari Sean

Memulai Petualangan Nyata

Didorong oleh semangat dari Cheryl — yang melihat profil kencan daring Walter dan mendapati kolom “pernah ke sana” dan “pernah melakukan itu” kosong sama sekali — Walter mengambil keputusan paling berani dalam hidupnya: mencari Sean secara langsung.

Ia terbang ke Islandia, Greenland. Berdasarkan petunjuk yang ia simpulkan, Sean sedang berada di sebuah kapal penangkap ikan lepas pantai. Walter mengejar hingga ke dermaga, tetapi kapal itu sudah berangkat. Bersama seorang pilot yang mabuk, ia melompat naik ke helikopter yang baru saja lepas landas, lalu akhirnya terjun ke perairan dingin Atlantik Utara dan diselamatkan oleh kapal nelayan. Awak kapal memberitahunya bahwa Sean baru saja pergi, menuju pedalaman Islandia.

Walter meluncur dengan skateboard di sepanjang jalan raya Islandia, melintasi bukit-bukit yang tertutup abu vulkanik. Di sebuah kota kecil, ia menemukan bar tempat Sean pernah memotret, tetapi Sean sudah berangkat ke Afghanistan.

Walter menyeberangi lanskap Islandia dengan skateboard

Pertemuan di Himalaya

Walter melacak jejaknya hingga ke Afghanistan, lalu berpindah-pindah sampai ke Pegunungan Himalaya. Di jalan setapak berketinggian ribuan meter, ia akhirnya menemukan Sean O’Connell.

Sean tengah berjongkok di lereng gunung, kamera sudah siap, membidik seekor macan tutul salju di kejauhan. Ia menunggu tanpa bergerak, katanya kadang butuh berhari-hari untuk mendapatkan satu gambar yang sempurna. Ketika Walter menanyakan soal negatif nomor 25, Sean mengingat-ingat sejenak lalu berkata bahwa foto itu adalah “intisari kehidupan”, tapi ia sudah mengirimkannya kepada Walter — ada di dalam paket itu.

Walter bingung total. Sean tidak menekan tombol rana — katanya beberapa momen indah tidak perlu direkam, cukup dialami.

Sean O'Connell membidik macan tutul salju di Himalaya

Intisari Kehidupan

Walter kembali ke New York; kantor majalah sudah mulai memberhentikan karyawan, dan ia pun dipecat. Namun saat membereskan barang-barangnya, ia tiba-tiba teringat dompet pemberian Sean. Ia memeriksanya dengan saksama, dan menemukan negatif nomor 25 terselip di lapisan dalam dompet itu.

Ia membawa negatif itu untuk dicetak. Apa isi fotonya? Dirinya sendiri — duduk di anak tangga depan kantor majalah, memegang selembar negatif sambil menerawang ke arah cahaya, tenang dan penuh perhatian. Surat Sean yang berbunyi “Untuk Walter Mitty, dan untuk orang yang telah mengurus negatif-negatif ini selama bertahun-tahun” sudah menjelaskan semuanya. Bagi Sean, “intisari kehidupan” adalah orang-orang seperti ini — tak dikenal namun menjalani hidupnya dengan sungguh-sungguh.

Sampul edisi terakhir majalah Life menggunakan foto itu.

Walter dan Cheryl melihat edisi itu di sebuah kios koran. Ia tidak memberitahunya bahwa sosok di sampul itu adalah dirinya sendiri. Keduanya berjalan bergandengan tangan menyusuri jalanan New York — bukan dalam lamunan, melainkan di bawah sinar matahari yang nyata.

Walter dan Cheryl berjalan bergandengan tangan di New York