The Ruins
Liburan di Meksiko berubah menjadi perangkap di reruntuhan yang diselimuti tanaman merambat: Uraian lengkap tentang empat turis yang mencari orang hilang, terkurung, lalu perlahan kehilangan kendali saat menghadapi tanaman pemakan manusia yang dapat meniru suara.
Judul
The Ruins
Tahun / Durasi
2008 · 90 menit
Genre
Thriller / Horor
Sutradara
Carter Smith
Penulis
Scott B. Smith
Rating
Pemeran
Jonathan Tucker (sebagai Jeff), Jena Malone (sebagai Amy), Laura Ramsey (sebagai Stacy), Shawn Ashmore (sebagai Eric), Joe Anderson (sebagai Mathias)
Karya asli
Novel The Ruins karya Scott B. Smith
The Ruins adalah film horor bertema alam yang disutradarai Carter Smith dan ditulis Scott B. Smith. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis skenarionya sendiri, film ini dibintangi Jonathan Tucker, Jena Malone, Laura Ramsey, Shawn Ashmore, dan Joe Anderson. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 4 April 2008, dengan durasi versi bioskop 90 menit.
Hingga 27 Oktober 2026, film ini mendapat rating 5,9 di IMDb berdasarkan 92.675 suara; skor kritikus di Rotten Tomatoes mencapai 52%, sedangkan skor penontonnya 30%. Rating IMDb dan kedua indikator Rotten Tomatoes tetap di bawah 60%; tanggapan secara keseluruhan dan respons penonton cenderung lemah.
Undangan Spontan di Tepi Kolam
Amy dan Jeff, serta Stacy dan Eric, adalah dua pasangan dari Amerika Serikat yang berlibur ke Meksiko. Di tepi kolam renang hotel mereka di Cancun, mereka berkenalan dengan Mathias, seorang turis asal Jerman. Adik Mathias, Heinrich, mengikuti seorang arkeolog ke pedalaman hutan hujan dan sejak itu belum kembali; Mathias berniat mencarinya dengan mengikuti peta yang ditinggalkan sang adik.

Keempat orang itu menerima ajakan Mathias, sementara Dimitri, teman Mathias asal Yunani, juga ikut bersama mereka. Karena penjemput yang dijanjikan tidak datang, mereka menyewa kendaraan menuju daerah dekat Coba. Di tepi jalan tanah terpencil, mereka menemukan kendaraan yang ditinggalkan Heinrich, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki memasuki hutan hujan.

Reruntuhan di Ujung Hutan Hujan
Jalan setapak yang nyaris tertutup tanaman membawa keenam orang itu ke sebuah tanah lapang di tengah hutan. Di tengahnya berdiri reruntuhan berundak yang diselimuti tanaman merambat. Tenda dan perkemahan arkeologi masih ada di puncaknya, tetapi Heinrich maupun pekerja lainnya tidak terlihat.

Sekelompok warga setempat berkuda mendatangi mereka sambil membawa busur, anak panah, dan senjata api, lalu menghadang di antara keenam orang itu dan reruntuhan sambil berteriak menyuruh mereka berhenti. Kedua pihak tidak dapat berkomunikasi, dan saat mundur Amy menginjak tanaman merambat di sekitar reruntuhan. Sikap warga setempat seketika menjadi keras; Dimitri mencoba mendekat untuk menjelaskan, tetapi ia ditembak mati. Lima orang yang tersisa terpaksa mundur ke puncak reruntuhan.

Pelataran Batu yang Tak Bisa Ditinggalkan
Di puncak reruntuhan terdapat sebuah lubang vertikal yang mengarah ke bagian dalam, dan dering ponsel terdengar dari bawah. Mengira itu mungkin kesempatan untuk meminta pertolongan, mereka menurunkan Mathias dengan tali lama. Tali itu tiba-tiba putus dan Mathias jatuh ke dasar lubang, mencederai tulang belakangnya hingga kedua kakinya mati rasa.
Warga setempat mengepung reruntuhan. Mereka tidak mau menginjak tanaman merambat dan tidak mengizinkan turis yang sudah menyentuhnya untuk pergi. Amy dan Jeff turun untuk meminta bantuan, tetapi tidak membuahkan hasil. Dengan marah, Amy mencabut segumpal tanaman merambat lalu melemparkannya ke arah kerumunan hingga jatuh di dekat kaki seorang anak laki-laki; para penjaga kemudian membunuh anak itu. Kelima orang tersebut pun menyadari bahwa warga setempat sebenarnya takut pada tanaman itu dan berusaha mencegahnya menyebar keluar.

Yang lain memperbaiki tali tersebut, lalu Stacy turun lebih dahulu. Karena tali tidak mencapai dasar, ia melepaskan diri dan melompat; lututnya menghantam lentera hingga pecah dan tersayat kaca. Amy kemudian turun, dan keduanya mengangkat Mathias kembali ke permukaan dengan papan penyangga darurat.

Dering dari Dasar Lubang dan Tanaman Merambat Pemakan Manusia
Keesokan harinya, tanaman merambat masuk ke dalam tubuh Stacy melalui luka di lututnya. Tanaman itu juga membelit kedua kaki Mathias dan menggerogotinya hingga ke tulang. Mereka berhasil menarik sulur panjang dari luka Stacy, tetapi tidak dapat membersihkan tanaman yang membelit kaki Mathias.
Dering itu kembali terdengar dari bawah. Amy dan Stacy turun membawa obor, lalu menemukan mayat seorang pekerja arkeologi dan sebuah ponsel yang sudah rusak di lorong yang dipenuhi tanaman merambat. Putik bunga merah di dekat mereka kemudian bergetar dan menirukan dering ponsel dengan sempurna. Keduanya baru menyadari bahwa tanaman itu dapat meniru suara untuk memancing mangsa; tanaman merambat lalu menyerang mereka, dan keduanya nyaris tidak berhasil kembali ke mulut lubang.
Setelah keduanya kembali ke permukaan, Jeff memeriksa kedua kaki Mathias yang sudah rusak parah dan khawatir nekrosis serta infeksi terus menyebar. Mathias menyetujui operasi itu, lalu Jeff mengamputasi kedua kakinya dan membakar lukanya.

Tanaman di Dalam Luka
Kondisi Mathias terus memburuk. Stacy mendengar suara erangan yang ditirukan tanaman merambat dan salah mengira suara itu berasal dari Amy dan Eric yang sedang berhubungan seks, sehingga memicu pertengkaran di antara keempatnya. Mathias yang tidak terawasi kemudian dicekik tanaman merambat. Ketika yang lain menemukannya, ia sudah meninggal dan jasadnya pun diseret pergi oleh tanaman itu.

Stacy bersikeras bahwa tanaman merambat masih berada di dalam tubuhnya. Setelah Jeff mengeluarkan sulur-sulur panjang melalui sayatan di kaki dan punggungnya, ia kembali merasa tanaman itu masuk ke kepalanya. Awalnya, yang lain menganggap ketakutan membuatnya berhalusinasi. Namun, mereka kemudian melihat sendiri tanaman merambat bergerak di bawah kulit dahinya dan terpaksa mengakui bahwa infeksi itu belum hilang.

Kehilangan Kendali, Pembunuhan Tak Sengaja, dan Kehancuran
Pada malam hari, Stacy menemukan pisau dan menyayat tubuhnya sendiri untuk mencari tanaman merambat. Jeff dan Eric terbangun lalu berusaha merebut pisau itu. Dalam kepanikan, Stacy melukai Jeff, kemudian menusukkan pisau ke dada Eric. Eric segera meninggal, dan tanaman merambat langsung menjulur ke arah jasadnya.

Setelah melihat akibat perbuatannya dan tidak mampu menghentikan tanaman yang terus bergerak di dalam lukanya, Stacy meminta teman-temannya mengakhiri penderitaannya. Jeff membunuhnya sesuai permintaannya. Kini hanya Jeff dan Amy yang tersisa di puncak reruntuhan, sementara para penjaga masih berjaga di bawah.
Ending
Jeff memutuskan memakai siasat berpura-pura mati untuk memberi Amy kesempatan melarikan diri. Ia melumuri tubuh Amy dengan darah Stacy, lalu menggendongnya menuruni tangga dan membaringkannya di tanah seolah-olah hendak menyerahkan sesosok mayat. Setelah itu, Jeff bergerak menyusuri tepi reruntuhan sambil melontarkan provokasi agar perhatian para penjaga terpusat kepadanya.

Sesuai rencana, Amy tiba-tiba bangkit dan berlari ke dalam hutan. Para penjaga menembakkan anak panah ke arah Jeff, lalu pemimpin mereka yang membawa pistol akhirnya menembaknya hingga tewas, sementara yang lain mengejar Amy.

Amy lebih dahulu mencapai jip yang terparkir di tepi jalan tanah, menyalakan mesinnya, lalu berkendara meninggalkan reruntuhan. Versi bioskop tidak menjelaskan apa yang terjadi kepadanya setelah ia pergi. Kemudian, dua teman Dimitri asal Yunani mengikuti rute yang ditinggalkannya hingga memasuki hutan, lalu tiba di depan reruntuhan sambil memanggil namanya; para pendatang baru itu pun akan segera menghadapi blokade para penjaga dan tanaman merambat.