Frozen
Ancaman maut di atas kursi gantung di pegunungan bersalju: Ulasan lengkap tentang upaya tiga anak muda untuk bertahan hidup setelah terlupakan dalam keadaan tergantung di ketinggian, menghadapi udara dingin, jatuh dari ketinggian, dan kawanan serigala.
Judul
Frozen
Tahun / Durasi
2010 · 93 menit
Genre
Drama / Thriller / Bencana
Sutradara
Adam Green
Penulis
Adam Green
Rating
Pemeran
Shawn Ashmore (sebagai Joe Lynch), Emma Bell (sebagai Parker O'Neil), Kevin Zegers (sebagai Dan Walker)
Frozen adalah film thriller bertahan hidup asal Amerika Serikat yang ditulis dan disutradarai oleh Adam Green, serta dibintangi Shawn Ashmore, Emma Bell, dan Kevin Zegers. Film ini tayang perdana di Festival Film Sundance pada 24 Januari 2010, lalu dirilis secara terbatas di Amerika Serikat pada 5 Februari tahun yang sama, dengan durasi 93 menit.
Hingga 27 Oktober 2026, film ini mendapat rating 6,2 di IMDb dari sekitar 89.000 penilaian; tingkat kesegaran kritikus di Rotten Tomatoes mencapai 64% berdasarkan 97 ulasan, sedangkan skor penontonnya 48% dari lebih dari 10.000 penilaian. Semua skor tersebut berada di kisaran menengah. Tanggapan kritikus sedikit lebih positif, sementara penonton umum memberikan penilaian yang lebih berhati-hati.
Perjalanan terakhir dengan kursi gantung di gunung bersalju
Pada hari Minggu, Dan Walker datang ke resor ski Mount Holliston di New England bersama pacarnya, Parker O’Neil, dan sahabatnya sejak kecil, Joe Lynch. Ketiganya enggan membayar tiket dengan harga penuh, sehingga Parker membujuk petugas kursi gantung bernama Jason dengan seratus dolar agar mengizinkan mereka masuk. Parker masih pemula, jadi Dan dan Joe menghabiskan sebagian besar hari dengan menemaninya berlatih di jalur yang lebih mudah.

Menjelang malam, badai mendekat dan resor ski bersiap tutup lebih awal. Resor itu juga tutup pada hari kerja dan baru akan buka kembali pada hari Jumat. Ketiganya bersikeras bermain ski untuk terakhir kalinya. Setelah mereka mengingatkan Jason tentang kesepakatan sebelumnya, Jason mengizinkan mereka naik.

Saat kursi gantung bergerak naik, Jason mendadak dipanggil untuk menangani urusan lain. Sebelum pergi, ia memberi tahu penggantinya, Rifkin, bahwa masih ada tiga orang di gunung dan kursi gantung boleh ditutup setelah mereka turun. Rifkin kemudian melihat rombongan lain yang juga berjumlah tiga orang tiba di kaki gunung. Ia mengira merekalah pengunjung yang dimaksud Jason, lalu menghentikan alat tersebut dan menutup resor ski.
Malam terjebak di ketinggian
Dan, Parker, dan Joe awalnya mengira kursi gantung hanya berhenti sebentar lagi. Namun, ketika semua lampu di bawah padam, mereka menyadari para petugas telah pergi. Kegelapan malam dan badai salju perlahan menyelimuti lereng. Ketiganya terjebak di kursi yang berada sekitar lima belas meter di atas permukaan salju yang keras.
Sebuah kendaraan perata salju kemudian melintas di bawah mereka. Ketiganya melambaikan tangan dan berteriak meminta pertolongan. Pengemudinya, Cody, sempat melihat ke arah kursi gantung, tetapi pada saat terakhir ia menerima perintah untuk kembali ke pangkalan dan tidak menyadari keberadaan mereka.

Setelah menunggu selama beberapa jam, mereka memastikan resor ski tidak akan buka sebelum hari Jumat. Parker menjatuhkan sarung tangan kanannya saat merokok, sementara tubuh mereka mulai terdampak suhu rendah. Bertahan di tempat itu nyaris tidak memberi peluang untuk selamat, sehingga Dan memutuskan melompat ke permukaan salju lalu turun gunung untuk mencari pertolongan.

Lompatan Dan dan kawanan serigala
Dan melompat dari kursi dan menghantam permukaan salju yang padat. Kedua kakinya mengalami patah tulang terbuka. Ia tidak mampu berdiri dan hanya bisa tetap berada di bawah kursi gantung. Parker dan Joe tidak dapat mencapainya dari ketinggian, sehingga mereka hanya bisa berusaha terus berbicara dengannya.

Seekor serigala mendekat dengan mengikuti jejak darah. Parker melempar papan skinya untuk menakut-nakuti serigala itu sementara waktu. Joe mencoba meraih kabel di atas dan bergerak menuju menara penyangga, tetapi kabel yang tajam segera melukai kedua tangannya, sehingga ia terpaksa kembali ke kursi.
Tak lama kemudian, semakin banyak serigala berkumpul di sekitar Dan. Joe mencegah Parker terus melihat ke bawah. Mereka berdua terjebak di ketinggian dan hanya bisa mendengar Dan diserang kawanan serigala. Setelah Dan meninggal, Parker dan Joe saling menyalahkan karena rasa takut dan duka, lalu kembali saling menghibur. Parker mengaku bahwa ia berharap kelak dapat menikah dengan Dan.

Percobaan kedua di atas kabel
Keesokan paginya, Parker terbangun dan mendapati tangan kanannya yang telanjang telah membeku menempel pada palang logam. Ia menarik tangannya dengan paksa sehingga kulit telapak tangannya ikut terkelupas. Wajahnya juga menunjukkan radang dingin yang jelas. Tidak ada seorang pun yang datang, sehingga Joe terpaksa mencoba lagi melarikan diri melalui kabel.

Joe naik ke bagian atas kursi, lalu mencengkeram kabel dengan kedua tangannya dan bergerak menuju menara penyangga terdekat. Kabel itu terus menyayat telapak tangannya, tetapi ia berhasil mencapai menara dan turun ke permukaan salju melalui tangga perawatan. Sementara itu, baut pada sambungan kursi mulai longgar akibat guncangan. Kursi gantung yang ditempati Parker pun tidak lagi stabil.

Joe turun gunung dan Parker sendirian
Begitu mendarat, Joe langsung berhadapan dengan dua ekor serigala. Ia memukul mundur keduanya dengan tongkat ski dan memberi tahu Parker bahwa ia akan kembali membawa bantuan. Setelah itu, ia mengenakan papan ski yang dilempar Parker dan meluncur turun gunung. Kawanan serigala segera mengejarnya.

Parker melewati satu malam lagi sendirian di kursi gantung, tetapi Joe tidak kunjung kembali. Pada hari ketiga, ia tidak lagi mengharapkan pertolongan dan bersiap bergerak sendiri menuju menara penyangga. Baru saja ia berdiri di atas kursi, baut yang longgar terlepas sepenuhnya. Seluruh kursi terjatuh dan hanya tergantung pada satu kabel tambahan.
Parker melompat dari kursi yang kini lebih dekat ke permukaan salju. Kabel tambahan itu kemudian putus, dan kursi yang jatuh menimpa pergelangan kakinya sehingga ia tidak dapat berjalan dengan normal.

Ending
Parker menyeret kakinya yang cedera saat bergerak turun gunung. Ia hanya bisa meluncur di bagian yang lebih curam dan merangkak maju dengan kedua tangan di bagian yang landai. Di tengah perjalanan, ia menemukan jejak darah di atas salju, lalu melihat seekor serigala mendekat. Setelah mengamatinya sejenak, serigala itu berbalik menuju kawanannya yang berada tidak jauh dari sana. Kawanan tersebut sedang memakan jasad Joe dan tidak melanjutkan pengejaran terhadap Parker.


Parker akhirnya merangkak sampai ke tepi jalan raya. Mobil pertama yang melintas tidak berhenti. Setelah itu, pengemudi lain menemukannya, membantu Parker masuk ke mobil, dan menelepon untuk menjelaskan lokasi serta kondisi korban sambil berkendara menuju rumah sakit. Parker memejamkan mata dan teringat pada kata-kata Dan yang pernah menghiburnya. Film berakhir saat ia sedang dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.