Devil
Lima orang asing terjebak di lift gedung bertingkat: Uraian lengkap tentang serangan demi serangan dalam kegelapan, penyelidikan identitas para penumpang, serta pengakuan dan pengampunan setelah iblis menampakkan diri.
Judul
Devil
Tahun / Durasi
2010 · 80 menit
Genre
Misteri / Thriller / Horor
Sutradara
John Erick Dowdle
Penulis
M. Night Shyamalan (cerita), Brian Nelson (skenario)
Rating
Pemeran
Chris Messina (sebagai Detektif Bowden), Logan Marshall-Green (sebagai Tony Janekowski), Jenny O'Hara (sebagai perempuan tua), Bojana Novakovic (sebagai Sarah Caraway), Bokeem Woodbine (sebagai Ben Larson)
Devil adalah film thriller supernatural Amerika Serikat yang disutradarai John Erick Dowdle dan ditulis Brian Nelson, berdasarkan cerita karya M. Night Shyamalan. Film ini dibintangi Chris Messina, Logan Marshall-Green, Jenny O’Hara, Bojana Novakovic, dan Bokeem Woodbine. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 17 September 2010 dengan durasi 80 menit.
Per 28 Oktober 2026, film ini memiliki rating 6,3 di IMDb dari 168.397 penilaian; tingkat kesegaran kritikus di Rotten Tomatoes mencapai 49% berdasarkan 98 ulasan, sedangkan skor penontonnya 43% dari lebih dari 50.000 penilaian. Skor-skornya berada di kisaran menengah dan secara keseluruhan tanggapannya cenderung biasa saja.
Korban Jatuh dan Lift yang Terhenti
Dalam narasinya, petugas keamanan Ramirez menceritakan kisah tentang iblis yang pernah disampaikan ibunya: iblis datang ke dunia untuk mencari orang-orang yang menolak bertobat, dan sebuah peristiwa bunuh diri sering menjadi pertanda kemunculannya. Seorang pria jatuh hingga tewas dari sebuah gedung tinggi di Philadelphia dan meninggalkan catatan tentang kedatangan iblis.
Detektif Bowden datang untuk menyelidiki dan memastikan bahwa korban jatuh dari gedung perkantoran di dekat lokasi. Lima tahun sebelumnya, istri dan putranya tewas dalam tabrak lari, sementara pengemudinya tidak pernah ditemukan. Ia sempat melarikan diri dari kenyataan dengan minum alkohol, tetapi kini sudah berhenti minum dan kembali bekerja.


Pada saat yang sama, lima orang yang tidak saling mengenal memasuki lift gedung itu: Ben, petugas keamanan sementara yang sedang menggantikan rekannya; Tony, mantan anggota Marinir yang bekerja sebagai montir; Vince, penjual kasur; Sarah, seorang perempuan muda; dan seorang perempuan tua. Lift tiba-tiba berhenti di antara lantai, sementara sistem komunikasi kabin tidak dapat meneruskan suara para penumpang ke ruang pengawas.

Serangan Pertama dalam Kegelapan
Petugas keamanan gedung, Ramirez dan Lustig, mengawasi kabin melalui kamera CCTV dan dapat menyampaikan pemberitahuan satu arah kepada orang-orang di dalamnya lewat pengeras suara. Petugas perbaikan mulai memeriksa gangguan tersebut, sedangkan kelima penumpang saling bertengkar karena ruang yang sempit dan waktu tunggu yang semakin lama.
Setelah lampu padam untuk pertama kalinya lalu menyala kembali, muncul luka di punggung Sarah dan tangan Vince berlumuran darah. Penumpang lain segera mencurigai Vince telah menyerangnya, tetapi ia bersikeras tidak melakukan apa pun. Saat gambar pengawas berkedip, Ramirez juga melihat wajah yang tidak wajar, sedangkan Lustig menganggapnya hanya gangguan pada gambar.

Setelah petugas keamanan menghubungi polisi, Bowden masuk ke gedung dari lokasi korban jatuh dan mengambil alih penanganan. Dari ruang pengawas, ia meminta para penumpang tetap tenang sekaligus memerintahkan pengambilan buku tamu dan rekaman lobi untuk memastikan identitas setiap orang di dalam kabin.

Pembunuhan dengan Pecahan Cermin dan Penyelidikan Identitas
Lampu kembali padam. Saat penerangan menyala lagi, pecahan cermin tertancap di leher Vince dan menewaskannya seketika, sehingga lift itu menjadi tempat kejadian perkara yang tertutup. Empat orang lainnya hanya dapat melihat akibatnya dan tidak bisa membuktikan siapa yang bertindak dalam kegelapan, sehingga kecurigaan di antara mereka terus meningkat.

Seorang petugas perbaikan mencoba mendekati kabin dari atas lorong lift, tetapi terjatuh dan tewas seketika saat menghantam atap kabin. Sementara itu, polisi memeriksa para penumpang satu per satu berdasarkan data pendaftaran dan rekaman pengawas: Ben memiliki catatan kekerasan dan pernah memukuli seseorang hingga koma; penipuan Vince telah menyebabkan banyak orang mengalami kerugian; Sarah bersiap memindahkan aset sebelum meninggalkan suaminya yang kaya; dan perempuan tua itu mencuri dompet orang lain sebelum masuk lift.

Tony tidak meninggalkan catatan pendaftaran yang mudah dikenali dan menaruh tasnya di toilet lobi, sehingga sempat menjadi tersangka utama. Setelah lampu kembali berkedip, perempuan tua itu ditemukan tergantung di bagian atas kabin dengan kabel lampu melilit lehernya.
Saling Curiga di Antara Tiga Orang yang Tersisa
Ben dan Tony sama-sama menganggap lawannya sebagai pembunuh, lalu bergulat di dalam kabin. Sarah mendesak Ben untuk melumpuhkan Tony lebih dahulu. Setelah bergegas kembali ke ruang pengawas, Bowden meminta mereka berpisah dan menempelkan tangan ke dinding melalui pengeras suara, sehingga pertikaian itu berhenti untuk sementara.

Lustig pergi ke area bawah tanah untuk membantu memutus aliran listrik dan menemukan kabel beraliran listrik di dekat genangan air. Ia tersengat listrik ketika mencoba memindahkan kabel itu dan tewas. Polisi juga mengetahui bahwa suami Sarah memiliki perusahaan keamanan gedung tersebut, sehingga mereka mencurigai Ben disewa untuk membunuh Sarah dan menghabisi penumpang lain demi menyamarkan targetnya.

Pemadaman berikutnya segera mematahkan dugaan itu: saat lampu menyala, leher Ben sudah dipatahkan. Hanya Tony dan Sarah yang tersisa di dalam kabin, masing-masing memegang pecahan cermin untuk mewaspadai satu sama lain. Setelah kegelapan berikutnya berlalu, tenggorokan Sarah telah digorok. Ia tergeletak di lantai, tetapi masih bernapas.


Seorang perempuan yang sebelumnya dilarang masuk ke gedung kemudian memasuki ruang pengawas dan menjelaskan bahwa Tony adalah tunangannya, bernama lengkap Anthony Janekowski dan memiliki nama panggilan “Tony”. Sebenarnya ia sudah mengisi buku tamu. Polisi sebelumnya memisahkan nama belakangnya menjadi “Jane Kowski” dan mengira itu nama perempuan tua tersebut. Setelah kembali membandingkannya dengan rekaman awal lift, polisi memastikan bahwa perempuan tua itulah yang identitasnya tidak dapat diverifikasi.

Ending
Petugas pemadam kebakaran terus mendekati kabin melalui lorong lift, sementara Bowden menunggu jalur penyelamatan dibuka di lokasi.

Perempuan tua yang semula sudah tewas kembali berdiri di belakang Tony dan mengungkapkan jati dirinya sebagai iblis. Ia memberi tahu Tony bahwa kini gilirannya menerima hukuman. Melihat Sarah masih bernapas dengan susah payah, Tony menawarkan diri untuk dibawa sebagai penggantinya dan mengakui bahwa ia pantas dihukum. Lift kemudian jatuh beberapa lantai sebelum tiba-tiba berhenti, sementara radio komunikasi yang ditinggalkan petugas perbaikan terjatuh ke dalam kabin.

Tony mengambil radio komunikasi itu dan mengaku bahwa lima tahun sebelumnya ia mengemudi dalam keadaan mabuk, lalu perhatiannya teralihkan saat mengambil bir sehingga menabrak dua orang hingga tewas dan melarikan diri dari lokasi. Kedua korban itu adalah istri dan putra Bowden. Setelah Tony mengakui kesalahannya atas kemauan sendiri dan menunjukkan penyesalan, iblis tidak dapat mengambil jiwanya lalu menghilang dari kabin.
Petugas pemadam kebakaran akhirnya membuka lift, dan Bowden membawa pergi Tony sebagai satu-satunya orang yang selamat. Dalam perjalanan membawanya ke kantor polisi, Bowden memberi tahu Tony bahwa orang-orang yang tewas saat itu adalah keluarganya sendiri. Ia tidak membalas dendam dan memilih memaafkan Tony. Pada akhir film, narasi Ramirez kembali pada bagian lain dari kisah ibunya: jika iblis benar-benar ada, Tuhan juga pasti ada.