← Kembali ke beranda

The Handmaiden

Pelayan dan pewaris membalikkan penipuan berlapis: Menelusuri alur cerita lengkap dan ending The Handmaiden, dari rencana merebut warisan dan pertukaran identitas hingga pelarian mereka bersama.

Judul

The Handmaiden

아가씨 / The Handmaiden

Tahun / Durasi

2016 · 145 menit

Genre

Drama / Misteri / Erotis

Sutradara

Park Chan-wook

Penulis

Park Chan-wook, Chung Seo-kyung

Rating

Pemeran

Kim Min-hee (sebagai Izumi Hideko), Kim Tae-ri (sebagai Nam Sook-hee), Ha Jung-woo (sebagai Tuan Fujiwara), Cho Jin-woong (sebagai Paman Kouzuki), Kim Hae-sook (sebagai Nyonya Sasaki)

Karya asli

Novel Fingersmith karya Sarah Waters

Penghargaan

British Academy Film Awards ke-71: Film Terbaik yang Tidak Berbahasa Inggris

The Handmaiden
Tiga orang menggendong beberapa bayi di depan dinding kayu Mobil antik hitam putih berhenti di depan kediaman di tengah pepohonan Perempuan muda berseragam hitam putih membungkuk kepada perempuan lain di koridor kayu Perempuan berseragam biru tua memayungi perempuan berbaju putih saat berjalan melintasi taman Perempuan berkimon putih duduk sendirian di mimbar di antara lentera Perempuan muda dengan mata berkaca-kaca memegang wajah perempuan bertopi putih
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Handmaiden (아가씨 / The Handmaiden) disutradarai oleh Park Chan-wook, yang juga menulis skenarionya bersama Chung Seo-kyung berdasarkan novel Fingersmith karya Sarah Waters. Film ini memindahkan latar Inggris era Victoria dalam novel ke Korea pada masa penjajahan Jepang, dengan Kim Min-hee, Kim Tae-ri, Ha Jung-woo, Cho Jin-woong, dan Kim Hae-sook sebagai pemeran utama. Film ini tayang perdana di Festival Film Cannes pada 14 Mei 2016, sedangkan versi bioskop Korea berdurasi sekitar 145 menit.

Per 6 Oktober 2026, film ini mendapat rating 8,1 di IMDb dari 209.087 suara. Nilainya melampaui delapan dan tanggapan secara keseluruhan cenderung positif. Film ini kemudian meraih penghargaan Film Terbaik yang Tidak Berbahasa Inggris pada British Academy Film Awards ke-71.

Fujiwara Mengirim Sook-hee ke Kediaman Hideko

Nam Sook-hee tumbuh dalam keluarga yang mencari nafkah dengan mencuri dan menjual kembali bayi. Fujiwara, seorang penipu Korea yang menyamar sebagai bangsawan Jepang, menemuinya dan menawarkan rencana untuk merebut harta: Sook-hee harus mendekati ahli waris Jepang bernama Izumi Hideko sebagai pelayan dan membantu Fujiwara mendapatkan kepercayaannya. Fujiwara berencana menikahi Hideko, lalu mengirimnya ke rumah sakit jiwa dan mengambil warisannya, sementara Sook-hee akan menerima bayaran.

Tiga orang menggendong beberapa bayi di depan dinding kayu

Sook-hee menerima tawaran itu dan masuk ke kediaman Kouzuki di pedesaan dengan nama samaran Tamako. Kediaman tersebut memadukan gaya Inggris dan Jepang, dan Hideko tinggal di sana bersama pamannya, Kouzuki, sejak kecil. Saat Sook-hee tiba, Fujiwara sudah keluar-masuk kediaman itu sebagai guru melukis dan bangsawan untuk membuka jalan bagi lamarannya.

Mobil antik hitam putih berhenti di depan kediaman di tengah pepohonan

Sang Pelayan Perlahan Mendekati Hideko

Pengurus rumah bernama Sasaki menjelaskan aturan kediaman kepada Sook-hee, lalu mengantarnya menemui Hideko. Awalnya Sook-hee mengira Hideko hanyalah perempuan kaya yang terasing dari dunia luar dan mudah ditipu. Namun, ia segera menyadari bahwa Hideko sering terbangun karena mimpi buruk serta sangat takut kepada pamannya dan beberapa ruangan di kediaman itu.

Perempuan muda berseragam hitam putih membungkuk kepada perempuan lain di koridor kayu

Sook-hee membantu Hideko berpakaian dan mandi, serta menemaninya berjalan-jalan di taman. Saat Fujiwara berkunjung, Sook-hee menepati kesepakatan dengan memujinya di depan Hideko dan membujuk Hideko menerima lamaran itu. Sementara itu, kedua perempuan tersebut semakin dekat dalam keseharian mereka, dan Sook-hee mulai ragu terhadap penipuan yang sedang ia jalankan.

Perempuan berseragam biru tua memayungi perempuan berbaju putih saat berjalan melintasi taman

Pembacaan Rahasia dan Penipuan Pernikahan

Kouzuki mengumpulkan kekayaan dari tambang emas dan pemalsuan buku langka, serta terobsesi mengoleksi buku erotis. Ia memaksa Hideko membacakan buku-buku itu kepada para tamu pria, lalu menjual koleksinya dengan harga tinggi. Sejak kecil, Hideko menjalani latihan ketat agar dapat mementaskan pembacaan dengan gerakan yang selaras di antara sekat, lentera, dan mimbar. Pada awalnya, Sook-hee tidak mengetahui isi sebenarnya dari acara tersebut.

Perempuan berkimon putih duduk sendirian di mimbar di antara lentera

Fujiwara terus meminta Sook-hee membujuk Hideko. Saat Hideko bertanya tentang hubungan intim setelah menikah, Sook-hee mencoba menjelaskannya, dan keduanya kemudian berhubungan intim. Sook-hee sudah jatuh cinta kepada Hideko, tetapi masih belum mengungkapkan rencana awalnya. Hideko menguji apakah Sook-hee menentang pernikahan tersebut, tetapi Sook-hee akhirnya tetap mendesaknya menikahi Fujiwara. Hideko pun marah dan mengusirnya dari kamar.

Pertukaran Identitas Mengungkap Masa Lalu Hideko

Saat Kouzuki meninggalkan kediaman, Hideko, Fujiwara, dan Sook-hee melarikan diri bersama. Hideko menikahi Fujiwara di sebuah kuil, lalu mereka bertiga pergi ke rumah sakit jiwa. Sook-hee mengira mereka akan meninggalkan Hideko di sana sesuai rencana, tetapi dokter dan petugas justru menganggap Sook-hee sebagai nyonya bangsawan yang sakit jiwa. Hideko sebelumnya menggunakan nama Sook-hee di hadapan pihak rumah sakit, lalu ia dan Fujiwara bersama-sama menyatakan bahwa Sook-hee tidak waras. Sook-hee pun menjadi korban dari lapisan pertama penipuan itu.

Film kemudian menceritakan kembali kejadian sebelumnya dari sudut pandang Hideko. Ia sama sekali tidak lengah. Setelah menyadari bahwa ia sulit menipu Hideko seorang diri, Fujiwara sudah membuat rencana lain bersamanya. Keduanya sepakat merebut warisan dan mencari seorang pelayan untuk menggantikan Hideko di rumah sakit jiwa. Fujiwara juga memberi Hideko sebotol kecil opium agar ia dapat mengakhiri hidup jika pamannya berhasil membawanya pulang.

Sejak berusia lima tahun, Hideko dilatih membaca oleh Kouzuki. Mula-mula, Kouzuki menyuruh bibi Hideko tampil di hadapan para tamu. Setelah berusaha melarikan diri, sang bibi dibawa ke ruang bawah tanah dan disiksa. Orang-orang di kediaman kemudian hanya melihat tubuhnya tergantung di pohon, tetapi Kouzuki mengakui kepada Hideko bahwa bibinya meninggal di ruang bawah tanah sebelum kematiannya dibuat seolah-olah bunuh diri. Hideko lalu dipaksa menggantikan bibinya dan membacakan buku bagi Kouzuki serta para tamunya dari tahun ke tahun.

Setelah datang ke kediaman, Fujiwara diminta oleh Hideko untuk mencarikan seorang pelayan sebagai penggantinya. Awalnya Hideko bersiap mengorbankan Sook-hee, tetapi ia jatuh cinta kepadanya selama mereka bersama. Ketika Sook-hee mendesaknya menikah, Hideko mencoba gantung diri, tetapi Sook-hee menyelamatkannya tepat waktu. Keduanya akhirnya saling mengungkapkan kesepakatan masing-masing dengan Fujiwara, menyadari bahwa mereka sama-sama dimanfaatkan, dan mengakui bahwa yang sebenarnya mereka inginkan adalah pergi bersama.

Perempuan muda dengan mata berkaca-kaca memegang wajah perempuan bertopi putih

Kedua Perempuan Menyusun Ulang Penipuan

Hideko membantu Sook-hee yang buta huruf menulis surat kepada ibu angkatnya, Bok-soon, untuk menjelaskan bahwa mereka sudah bekerja sama dan memintanya bersiap membantu. Hideko kemudian membawa Sook-hee ke perpustakaan dan memperlihatkan buku-buku yang selama ini terpaksa ia bacakan. Sook-hee merobohkan rak dan merobek halaman-halamannya. Hideko ikut menghancurkan semuanya, dan mereka menghamburkan buku serta perlengkapan yang dipakai Kouzuki untuk mengendalikannya.

Dua perempuan berdiri di ruangan bergaya Jepang yang dipenuhi buku dan kertas berserakan

Mereka memutuskan untuk sementara tetap mengikuti rencana semula agar Fujiwara percaya bahwa pertukaran identitas itu masih berada di bawah kendalinya. Hideko meninggalkan Sook-hee di rumah sakit jiwa dan pergi bersama Fujiwara, tetapi Sook-hee sudah menyampaikan rencana yang sebenarnya kepada Bok-soon. Hideko juga tetap membawa opium untuk melepaskan diri dari Fujiwara pada saat yang tepat.

Lolos dari Rumah Sakit Jiwa dan Hotel

Orang-orang Bok-soon membuat kebakaran di rumah sakit jiwa, lalu menyamar sebagai petugas penyelamat dan membawa Sook-hee keluar. Sook-hee mengganti pakaian pasiennya dan meninggalkan institusi yang merawatnya dengan identitas Hideko itu.

Perempuan berbaju putih berdiri di depan kerumunan di balik jeruji besi

Di tempat lain, Fujiwara meminta Hideko menikah dengannya lagi di hotel dengan memakai identitas Sook-hee. Ia juga mengungkapkan bahwa Sook-hee yang sebenarnya akan segera meninggal di rumah sakit jiwa. Saat Fujiwara mencoba memaksa Hideko, Hideko membuatnya meminum anggur yang dicampur opium. Setelah Fujiwara tidak sadarkan diri, Hideko membawa uang itu dan meninggalkan kamar.

Perempuan bersarung tangan hitam mengangkat gelas anggur di dekat pria berkemeja putih

Hideko kembali bertemu dengan Sook-hee yang sudah diselamatkan. Untuk menghindari pengejaran, Hideko mengenakan pakaian pria, lalu keduanya membaur dengan kerumunan di pelabuhan dan bersiap meninggalkan Korea dengan kapal.

Perempuan berambut hitam mengikuti dua pria bertopi melintasi kerumunan

Ending

Sebelum pergi, Hideko meninggalkan surat untuk Kouzuki yang membongkar rencana Fujiwara merebut warisan. Orang-orang Kouzuki kemudian menangkap Fujiwara dan membawanya ke ruang bawah tanah. Sambil membaca surat itu, Kouzuki mendesak Fujiwara menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Hideko pada malam pertama mereka sebagai pengantin baru.

Pria berambut putih dan berkacamata membuka selembar surat di ruangan remang-remang

Fujiwara mengarang berbagai detail untuk mengulur waktu. Pada malam pertama yang sebenarnya, ia tidak berhubungan intim dengan Hideko. Ia hanya melukai tangan Hideko dan meninggalkan darah di seprai. Di ruang bawah tanah, Kouzuki menyiksa Fujiwara dengan peralatan koleksinya. Fujiwara akhirnya meminta sebatang rokok miliknya sendiri. Saat rokok itu terbakar, asap beracun yang mengandung merkuri menyebar, dan keduanya roboh di ruangan tertutup tersebut.

Pria bertelanjang dada dengan tangan berlumuran darah duduk merokok di kursi kayu

Sook-hee dan Hideko sudah menaiki kapal feri menuju Shanghai. Di bawah cahaya senja, keduanya memastikan di geladak bahwa mereka berhasil lolos. Pada malam hari, mereka kembali ke kabin dan memakai lonceng logam yang dibawa Hideko dari kediaman untuk mewujudkan khayalan yang sebelumnya hanya ada dalam koleksi buku Kouzuki. Cerita berakhir saat mereka memulai kehidupan baru bersama setelah meninggalkan identitas lama dan orang-orang yang mengendalikan mereka.

Perempuan berbaju putih menyentuh wajah sosok berpakaian hitam di geladak kapal saat senja