Life After Life
Seorang wanita lahir, mati, dan lahir kembali berulang-ulang sepanjang abad ke-20: uraian lengkap alur cerita serial BBC “Life After Life”, tentang Ursula Todd yang mengalami siklus hidup dan mati tanpa akhir, dan setiap kali berusaha menjalani versi hidup yang lebih baik
Judul
Life After Life
Tahun / Durasi
2022 · 4 episode
Genre
Drama
Sutradara
John Crowley
Penulis
Bathsheba Doran / Kate Atkinson
Rating
Pemeran
Thomasin McKenzie, Sian Clifford, Lesley Manville, James McArdle, Jessica Brown Findlay
Karya asli
Diadaptasi dari novel karya Kate Atkinson dengan judul yang sama
Suatu malam badai salju di bulan Februari 1910, di pedesaan Inggris. Bayi perempuan keluarga Todd, Ursula, baru saja lahir — tali pusarnya melilit lehernya, wajahnya membiru, dan dia tidak bernapas. Dokter terjebak salju tebal di jalan dan tidak bisa datang tepat waktu. Bidan tidak berdaya.
Ursula Todd meninggal sebelum sempat membuka mata untuk melihat dunia ini.
Lalu, pada malam badai salju yang sama di bulan Februari 1910. Ursula lahir lagi. Kali ini, dokter tiba tepat waktu. Dia memotong tali pusar, dan bayi itu pun menangis untuk pertama kalinya.
Ursula Todd berhasil bertahan hidup. Tapi ini baru yang pertama dari tak terhitung banyaknya kehidupan dan kematian yang akan dia alami.

Siklus Reinkarnasi
Masa kecil Ursula dipenuhi kematian. Pada usia lima tahun, dia tenggelam di laut. Lalu dia lahir kembali, dan kali ini dia menghindari laut. Dia jatuh dari jendela dan tewas. Lalu dia mengulang lagi, dan kali ini dia tidak mendekati jendela. Setiap kali dia mati, dia akan kembali ke titik awal — malam bersalju di tahun 1910 itu — dan memulai semuanya dari nol.
Namun Ursula tidak sepenuhnya mengingat kehidupan-kehidupan sebelumnya. Dia hanya punya perasaan cemas yang samar dan sulit dijelaskan — rasa takut pada tempat-tempat tertentu, penolakan naluriah terhadap orang-orang tertentu, dan déjà vu yang terus menghantui bahwa “semua ini seperti pernah terjadi”. Kecemasan ini membuatnya tumbuh menjadi anak yang sensitif dan gelisah sejak kecil.

Wabah Flu
Selama Perang Dunia I, ayah Ursula mendaftar menjadi tentara, dan pembantu rumah tangga keluarga itu, Bridget, pergi ke London untuk mengikuti perayaan gencatan senjata. Dia pulang membawa virus flu Spanyol. Dalam satu garis waktu, Ursula dan saudara-saudaranya tertular satu per satu, dan semuanya meninggal.
Dalam garis waktu lain, Ursula mengambil keputusan yang tampak kejam: dia mendorong Bridget dari tangga untuk mencegahnya pergi ke London. Kaki Bridget patah, dia tidak jadi ikut perayaan, dan tidak membawa pulang virus itu. Ibu Ursula tidak bisa memahami tindakan kekerasan putrinya, dan sejak itu hubungan mereka merenggang. Tapi seluruh keluarga selamat.
Inilah dilema Ursula: demi menyelamatkan orang-orang yang dia cintai, dia harus melakukan hal-hal yang bagi orang lain terlihat tidak masuk akal. Dia sendiri pun tidak bisa sepenuhnya menjelaskan mengapa dia “tahu” sesuatu akan terjadi.

Berbagai Kehidupan
Seiring Ursula terus terlahir kembali berulang kali, jalan hidupnya bercabang menjadi tak terhitung banyaknya jalur paralel:
Dalam satu jalur, pada usia enam belas tahun dia diperkosa oleh seorang mahasiswa Amerika, dipaksa menggugurkan kandungan setelah hamil, dan hampir meninggal karena komplikasi. Dia menjadi pecandu alkohol dan hidup dalam keputusasaan, menghabiskan sisa hidupnya dalam kebencian pada diri sendiri.
Dalam jalur lain, dia menikah dengan pria bernama Derek. Derek awalnya terlihat terhormat dan baik, tapi setelah menikah dia menunjukkan sifat aslinya yang kasar. Dia berbohong, mengontrol, dan memukuli Ursula. Dalam satu garis waktu, Ursula tewas dipukuli sampai mati. Pada kesempatan berikutnya, dia berhasil meninggalkan Derek.
Dalam jalur lainnya lagi, dia menghindari mahasiswa Amerika itu, masuk ke Universitas Oxford untuk belajar bahasa asing, lalu pergi ke Munich untuk mengajar bahasa Inggris. Di sana dia bertemu seorang pemuda Jerman bernama Jürgen — anggota Pemuda Hitler. Dia menikah dengannya dan melahirkan seorang putri bernama Frieda. Tapi perang pecah, Jürgen tewas dalam serangan udara, dan Ursula yang putus asa dan tanpa jalan keluar meracuni dirinya sendiri dan putrinya hingga tewas.

Membunuh Hitler
Setelah mengalami kematian dan kelahiran kembali tak terhitung kali, Ursula perlahan mengumpulkan semacam kebijaksanaan yang melintasi garis waktu. Dia mulai menyadari bahwa untuk mencegah semua kematian dalam Perang Dunia II — adiknya, Teddy, yang tewas dalam pertempuran udara, warga London yang tewas akibat pengeboman, dan berbagai akhir tragis yang dia alami sendiri di versi-versi lain — hanya ada satu solusi paling mendasar.
Dalam satu garis waktu, Ursula berjalan ke hadapan Adolf Hitler, mengangkat pistolnya, dan menarik pelatuk.
Dia berhasil. Hitler tumbang.
Tapi detik berikutnya, pengawal Hitler menembaknya hingga tewas. Ursula mati lagi, dan kembali lagi ke tahun 1910.

Kali Terakhir
Dalam kehidupannya yang terakhir, Ursula melepaskan ambisi besar untuk mengubah dunia. Dia tidak lagi mencoba mencegah perang, tidak lagi mencoba membunuh sang diktator. Dia hanya hidup dengan tenang — belajar filsafat, dan menghargai setiap momen bersama keluarganya.
Psikiaternya berkata kepadanya: entah dia benar-benar mengalami kehidupan-kehidupan sebelumnya atau tidak, itu tidak penting. Yang penting adalah, begitulah cara dia mengalami kehidupan.
Dalam pertemuan terakhirnya dengan adiknya, Teddy, Ursula akhirnya mengucapkan kata-kata yang selama ini ingin dia katakan — aku menyayangimu. Keluarga Todd duduk bersama, membahas satu pertanyaan: jika kamu bisa hidup sekali lagi, apakah kamu mau?
Ursula tersenyum tipis. Dialah orang yang paling berhak menjawab pertanyaan itu, lebih dari siapa pun.