Wer
Film thriller manusia serigala bergaya mockumentary: uraian lengkap alur cerita film Wer, tentang seorang pengacara Amerika di Prancis yang membela pria bertubuh raksasa yang dituduh membunuh, namun dalam penyelidikannya ia mengungkap kebenaran yang jauh lebih mengerikan daripada kasus pembunuhan itu sendiri
Judul
Wer
Tahun / Durasi
2013 · 93 menit
Genre
Horor / Thriller
Sutradara
William Brent Bell
Penulis
William Brent Bell / Matthew Peterman
Rating
Pemeran
A.J. Cook, Brian Scott O'Connor, Sebastian Roché, Simon Quarterman, Vik Sahay
Di hutan dekat kota kecil Seurdon, Prancis, sebuah keluarga turis Amerika sedang berkemah. Setelah malam tiba, sesosok bayangan hitam melompat keluar dari kegelapan dan menyerang keluarga itu dengan kebuasan seperti binatang buas. Sang ayah, Henry Porter, dan putra bungsunya, Peter, tewas dengan mengenaskan — wajah Henry hancur akibat gigitan, sementara tubuh putranya nyaris habis dimakan. Sang ibu, Claire Porter, selamat, tetapi menderita luka parah dan wajahnya rusak total.

Tersangka Bernama Talan
Polisi menginterogasi Claire di ranjang rumah sakitnya. Ia menggambarkan penyerangnya sebagai “sesosok bayangan hitam yang mirip manusia”. Berdasarkan keterangannya, komandan polisi Prancis, Kapten Klaus Pistor, menangkap Talan Gwynek — seorang pria lokal bertubuh sangat tinggi dan berbulu lebat, yang tinggal sendirian bersama ibunya di sebuah rumah tua jauh di dalam hutan.
Kate Moore, seorang pengacara Amerika yang berpraktik di Prancis, secara sukarela membela Talan. Ia curiga kasus ini tidak sesederhana kelihatannya, sehingga ia mengumpulkan tim penyelidiknya sendiri: penyelidik Eric Sarin dan ahli zoologi Dr. Gavin Flemyng. Gavin dan Kate pernah menjalin hubungan asmara lima tahun sebelumnya, dan kini mereka bersatu kembali demi kasus ini.
Penyelidikan dan Penemuan
Tim Kate mengunjungi rumah Talan. Ibunya, Nyonya Gwynek, mengaku berasal dari Rumania dan menyatakan bahwa Talan menderita penyakit keturunan langka dalam keluarganya — penyakit yang menyebabkan kelemahan fisik parah, sehingga mustahil baginya memiliki cukup tenaga untuk melakukan serangan sekejam itu. Ia juga mengisyaratkan bahwa pihak berwenang selama ini mengincar tanah keluarga mereka, kemungkinan terkait rencana pembangunan tempat pembuangan limbah nuklir. Yang lebih mencurigakan, ayah Talan, George, meninggal secara misterius bertahun-tahun lalu, dan kematian itu tampaknya berkaitan dengan Kapten Pistor.

Berdasarkan petunjuk-petunjuk ini, tim pembela mengajukan hipotesis mereka sendiri: Talan menderita porfiria — penyakit nyata yang menyebabkan sensitivitas ekstrem terhadap cahaya, kelainan kulit, dan pertumbuhan bulu berlebihan. Mereka meyakini bahwa penyakit ini membuat Talan terlalu lemah untuk melakukan kejahatan tersebut, dan ini akan menjadi argumen inti pembelaan mereka.
Cakaran yang Mematikan
Selama sesi pemeriksaan di kantor polisi, Talan tiba-tiba menjadi beringas dan terlibat bentrokan fisik dengan orang-orang di sana. Dalam kekacauan itu, Gavin maju melindungi Kate dan tergores kuku Talan. Saat itu tidak ada yang menganggap serius luka itu, tetapi luka itulah yang akan mengubah segalanya.
Kate mengatur agar Talan menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di rumah sakit. Saat diuji dengan lampu strobo untuk memicu reaksi porfiria, sesuatu yang mengerikan terjadi — Talan mengalami perubahan hebat akibat kilatan cahaya itu. Ia menunjukkan kekuatan yang melampaui manusia, dalam sekejap melepaskan diri dari pengikatnya, membunuh beberapa dokter dan penjaga di ruangan itu, lalu berlari keluar gedung dan menghilang ke dalam malam.

Sejak momen ini, nada film berubah total dari drama hukum menjadi film aksi horor.
Manusia Serigala di Tengah Kota
Perburuan besar-besaran digelar di seluruh kota. Talan terlacak hingga ke sebuah gedung tinggi yang terbengkalai. Dalam kebuntuan itu, kamera pengawas merekam adegan yang mengerikan — tubuh Talan sedang bertransformasi. Ia tidak berubah menjadi serigala dalam pengertian tradisional, melainkan menjadi monster berwujud manusia yang lebih besar dan lebih ganas, dengan cakar dan taring tajam, tubuh dipenuhi bulu, serta suara tulang yang patah dan bergeser membuat bulu kuduk berdiri.
Ia mencabik-cabik anggota tim penyerbu, lalu melompat dari gedung tinggi itu — dan anehnya tidak terluka sama sekali, menghilang di jalanan dengan kecepatan yang mencengangkan.
Sementara itu, Gavin mulai merasa ada yang tidak beres. Luka cakaran dari Talan tak kunjung sembuh, dan tubuhnya mulai menunjukkan gejala yang sama seperti Talan. Ia menyadari kenyataan mengerikan: dirinya telah tertular.
Perburuan dan Kematian

Perburuan babak kedua akhirnya mengepung Talan. Setelah membunuh beberapa polisi lagi, Talan tumbang dihujani peluru. Tubuhnya yang tampak sudah tak bernyawa dinaikkan ke truk transportasi polisi.
Kate dan Eric mengendarai mobil mengikuti truk itu dari belakang. Namun di tengah perjalanan konvoi, truk itu tiba-tiba terguling — Talan hidup kembali. Ia meloloskan diri dari bak truk dan kembali mengamuk. Dalam kekacauan itu, Eric tewas di tangan Talan.
Di sisi lain, Gavin telah mencapai titik akhir transformasinya. Ia pergi sendirian untuk menyelidiki rumah keluarga Gwynek, dan di sana ia membunuh ibu Talan. Pada titik ini, ia sepenuhnya menerima “identitas baru”-nya, bahkan mencukur seluruh bulu tubuhnya untuk menyambut transformasi total yang akan datang.
Manusia Serigala Melawan Manusia Serigala
Setelah membunuh Eric, Talan berbalik menyerang Kate. Tepat pada saat genting itu, Gavin yang telah selesai bertransformasi tiba di lokasi. Kedua manusia serigala itu bertarung mati-matian — Gavin akhirnya mencekik leher Talan hingga tewas.

Saat Kate bersiap mengarahkan senjatanya ke Gavin yang telah bertransformasi, Kapten Pistor menembak dari helikopter, dan peluru itu mengenai perut Kate. Gavin yang murka mengangkat jasad seorang anggota tim penyerbu dan melemparkannya ke arah helikopter itu, membuatnya jatuh dan menewaskan Pistor seketika.
Ending
Laporan berita mengungkap kelanjutannya: Kate selamat dari luka tembaknya. Konspirasi Kapten Pistor terbongkar — ia diduga membunuh ayah Talan, George, dengan tujuan merampas tanah keluarga Gwynek. Jasad Talan tidak pernah ditemukan, mengisyaratkan bahwa ia mungkin masih hidup. Sementara itu, identitas asli Gavin sebagai manusia serigala yang baru tidak diketahui siapa pun — semua pembunuhan, termasuk kematian Nyonya Gwynek, dilimpahkan kepada Talan yang dianggap sudah “mati”.
Film ini menggunakan gaya mockumentary yang dipadukan dengan rekaman kamera pengawas, menghadirkan kembali legenda manusia serigala dari sudut pandang yang terasa nyata. Alih-alih transformasi saat bulan purnama dan kelemahan terhadap peluru perak seperti film manusia serigala pada umumnya, film ini membungkus kisah tentang keterasingan manusia dengan elemen pseudosains seperti porfiria dan mutasi genetik. Pada akhirnya, monster sesungguhnya mungkin bukan Talan, melainkan Kapten Pistor yang merebut segalanya lewat kekuasaan dan konspirasi.