← Kembali ke beranda

Han Gong-ju

Seorang remaja putri mencoba memulai hidup baru setelah dipaksa meninggalkan sekolah lamanya: uraian lengkap tentang perpindahan sekolah, nyanyian, trauma yang terungkap, dan ending di jembatan dalam film Han Gong-ju

Judul

Han Gong-ju

한공주

Tahun / Durasi

2013 · 112 menit

Genre

Drama

Sutradara

Lee Su-jin

Penulis

Lee Su-jin

Rating

Pemeran

Chun Woo-hee (sebagai Han Gong-joo), Jung In-sun (sebagai Eun-hee), Kim So-young (sebagai Hwa-ok), Lee Yeong-ran (sebagai Bu Cho), Yoo Seung-mok (sebagai ayah Gong-joo)

Penghargaan

Golden Star, Festival Film Internasional Marrakech ke-13; Tiger Award, Festival Film Internasional Rotterdam ke-43

Han Gong-ju
Seorang siswi berambut pendek dengan ransel berdiri menunduk di dekat pintu kelas Seorang perempuan paruh baya dengan syal bermotif menoleh di samping lemari pendingin Seorang perempuan berambut pendek dengan rompi merah berdiri di belakang meja kasir minimarket Seorang siswi berambut pendek menatap ke depan dari balik pagar kawat Beberapa siswi duduk di dekat meja mereka di dalam kelas Seorang perempuan muda dengan rambut basah kuyup memandang ke seberang dari balik kaca
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Han Gong-ju adalah film drama Korea Selatan yang ditulis dan disutradarai oleh Lee Su-jin, serta dibintangi oleh Chun Woo-hee, Jung In-sun, Kim So-young, Lee Yeong-ran, dan lainnya. Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Busan pada Oktober 2013, lalu dirilis di Korea Selatan pada April 2014, dengan durasi 112 menit. Alurnya bergantian antara masa kini dan masa lalu untuk perlahan menjelaskan alasan Han Gong-joo terpaksa pindah sekolah.

Per 3 November 2026, film ini mendapat rating 7,2 di IMDb dari 3.263 suara. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih skor 80% dari 5 ulasan kritikus, sedangkan skor penontonnya mencapai 75% dari lebih dari 100 suara. Secara keseluruhan, penilaiannya cenderung positif, meski jumlah ulasan kritikus di Rotten Tomatoes masih sedikit.

Pindah sekolah dan tempat tinggal sementara

Pada awal film, Gong-joo menghadapi sekelompok orang dewasa yang sedang emosi dan bersikeras bahwa ia tidak melakukan kesalahan. Setelah itu, ia mengemasi barang-barangnya dengan ditemani Lee Nan-do, guru dari sekolah lamanya. Lee Nan-do memberitahunya bahwa persidangan kasus tersebut belum selesai dan memintanya bersekolah di kota lain sampai ada putusan. Ia juga mengingatkan Gong-joo agar hanya menjawab telepon darinya dan tidak menjawab telepon dari ayahnya.

Seorang siswi berambut pendek dengan ransel berdiri menunduk di dekat pintu kelas

Lee Nan-do mengurus perpindahan Gong-joo di tengah semester, lalu membawanya ke minimarket yang dikelola ibunya, Bu Cho. Awalnya, Bu Cho tidak bersedia menerima siswi asing untuk tinggal di rumahnya. Namun, ia akhirnya setuju setelah mengetahui bahwa Gong-joo untuk sementara tidak punya tempat tujuan. Gong-joo pun tinggal di kamar di belakang toko, tetapi tidak mau menjelaskan alasan ia tiba-tiba meninggalkan kota asalnya.

Seorang perempuan paruh baya dengan syal bermotif menoleh di samping lemari pendingin

Kenangan lama di minimarket

Kehidupannya sekarang sesekali disela oleh cuplikan masa lalu. Sebelum pindah sekolah, Gong-joo pernah bekerja sebagai kasir minimarket. Suatu hari, Dong-yoon, putra pemilik toko, masuk dalam keadaan terluka. Ia mengambil makanan, lalu pergi menemui teman-temannya di luar. Keesokan harinya, Gong-joo dan sahabatnya, Hwa-ok, membicarakan pemukulan yang dialami Dong-yoon. Saat itu, kedua gadis tersebut masih bersekolah di tempat yang sama dan Gong-joo belum meninggalkan kampung halamannya.

Seorang perempuan berambut pendek dengan rompi merah berdiri di belakang meja kasir minimarket

Film ini tidak langsung menjelaskan apa yang kemudian terjadi pada Gong-joo dan Hwa-ok. Gong-joo hanya tampak sangat waspada terhadap telepon, orang asing, dan kemunculan di depan umum. Ia terutama takut dikenali dan berulang kali memastikan apakah orang-orang di sekolah barunya mengetahui masa lalunya.

Seorang siswi berambut pendek menatap ke depan dari balik pagar kawat

Sekolah baru, pelajaran renang, dan Eun-hee

Di sekolah baru, Gong-joo jarang memulai percakapan. Ketika melewati sebuah kelas, ia melihat beberapa siswi sedang berlatih menyanyi akapela, tetapi segera pergi setelah Eun-hee menyadari kehadirannya. Kemudian, Eun-hee mendengar Gong-joo bernyanyi di ruang ganti saat pelajaran renang. Ia mulai aktif mendekati Gong-joo dan mengajaknya bergabung dengan kelompok paduan suara.

Beberapa siswi duduk di dekat meja mereka di dalam kelas

Gong-joo belum menerima ajakan tersebut. Namun, ia meminjam ponsel Eun-hee untuk mencari rute, lalu pergi menemui ibunya. Sang ibu sudah memiliki kehidupan baru dan tidak bersedia membiarkannya tinggal. Eun-hee tanpa sengaja mendengar percakapan mereka, dan Gong-joo sangat marah ketika mengetahuinya. Setelah itu, ia mendatangi toko milik pasangan ibunya, tiba-tiba mencium dan menggigit pria tersebut, lalu berlari pergi. Setelah kembali ke sekolah, Gong-joo tetap mengikuti pelajaran renang dan menargetkan bisa berenang sejauh 25 meter seorang diri.

Seorang perempuan muda dengan rambut basah kuyup memandang ke seberang dari balik kaca

Kehidupan baru sesaat berkat nyanyian

Ketika Gong-joo bernyanyi sendirian di ruang musik, Eun-hee dan siswi-siswi lain mendengarnya. Gong-joo perlahan menerima teman-teman barunya, mulai mengikuti latihan paduan suara, serta kembali membicarakan nyanyian dan renang. Ia tidak lagi selalu menyendiri. Tawa di kelas dan saat latihan membuat kehidupannya setelah pindah sekolah terasa stabil untuk sementara.

Beberapa siswi duduk di dalam kelas, salah satunya menunduk sambil menulis

Ayah Gong-joo datang menemuinya dalam keadaan mabuk. Ia menyuruh Gong-joo hanya menuliskan nama dan membubuhkan tanda tangan tanpa perlu membaca dokumen itu. Kemudian, Lee Nan-do menelepon untuk menanyakan apakah ia sudah menandatanganinya. Barulah Gong-joo mengetahui bahwa dokumen tersebut adalah petisi yang memohon keringanan bagi para pelaku. Setelah itu, ia mendengar pesan suara yang ditinggalkan ayahnya.

Teman-teman paduan suara merekam Gong-joo sedang bernyanyi dan membuatkan halaman dukungan untuknya. Begitu mengetahuinya, Gong-joo langsung meminta agar halaman itu dihapus. Teman-temannya tidak mengerti mengapa ia begitu panik, sehingga mereka bertengkar. Halaman tersebut mengungkap nama dan sekolah Gong-joo, padahal hal yang paling ia takutkan adalah orang-orang dari masa lalunya menemukan tempat itu.

Seorang perempuan berambut pendek dengan hoodie gelap duduk di depan meja yang penuh buku

Tak lama kemudian, sejumlah orang tua siswa laki-laki menerobos masuk ke sekolah dan mengerumuni meja Gong-joo. Mereka menuduhnya telah membuat putra-putra mereka dipenjara dan menuntutnya segera menandatangani dokumen agar para siswa laki-laki yang ditahan dibebaskan. Gong-joo melarikan diri dari kerumunan dan bersembunyi di ruang kelas kosong. Rasa aman yang baru dibangunnya pun kembali lenyap.

Seorang siswi berambut pendek menempelkan sisi wajahnya ke meja kelas

Kebenaran tentang kejadian di pesta

Kejadian lengkap di masa lalu akhirnya diperlihatkan dalam dua bagian. Pada kejadian yang lebih awal, sejumlah siswa laki-laki menerobos masuk ke rumah Gong-joo dan Hwa-ok mengalami kekerasan seksual di dalam rumah. Gong-joo meminta mereka pergi dan menelepon polisi. Salah satu siswa laki-laki kemudian berbohong kepada polisi bahwa kejadian itu hanya lelucon, sehingga panggilan bantuan tersebut tidak menghentikan kekerasan di tempat itu.

Di ruangan remang-remang, beberapa anak muda duduk atau berbaring di dekat barang-barang yang berserakan

Kemudian, saat Hwa-ok tidak berada di sana, sejumlah siswa laki-laki kembali berada di rumah Gong-joo. Dong-yoon dirundung oleh teman-temannya, tetapi tetap membujuk Gong-joo, yang tidak minum alkohol, untuk menghabiskan sekaleng bir yang sudah dicampur obat. Ia mengatakan bahwa yang lain akan segera pergi. Setelah obatnya bereaksi, Gong-joo tidak mampu melawan dan mengalami kekerasan seksual oleh banyak pelaku. Ketika ayah Dong-yoon masuk ke rumah dan melihat kejadian itu, ia hanya membawa putranya pergi tanpa menghentikan kekerasan yang masih berlangsung.

Seorang perempuan berambut panjang berbaring menyamping di lantai dalam ruangan

Kematian Hwa-ok dan kepergian Gong-joo sekali lagi

Setelah film kembali ke masa kini, kepala sekolah mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak mengetahui kasus tersebut dan masalah itu akan dibahas oleh pihak sekolah. Pasangan Bu Cho mulai mencurigai Gong-joo dan meminta Bu Cho menyuruhnya pindah. Gong-joo memberi tahu Bu Cho bahwa Hwa-ok sedang hamil saat itu, tetapi Gong-joo sendiri berpura-pura tidak mengetahuinya. Gong-joo kemudian tidak menunggu sampai diusir, melainkan mengemasi barang-barangnya dan pergi.

Setelah Gong-joo pergi, pasangan Bu Cho menyampaikan permintaan seorang kenalan agar Gong-joo menandatangani petisi untuk Dong-yoon dan mengatakan bahwa Dong-yoon terpaksa ikut terlibat. Gong-joo kemudian menelepon ayahnya, yang berkata bahwa ia sudah mengurus semuanya. Ia lalu menelepon Lee Nan-do dan baru mengetahui bahwa ayahnya menerima uang untuk petisi tersebut serta para orang tua lain juga sudah mengetahuinya. Gong-joo bersembunyi di pemandian sauna, sementara berita tentang kasus itu muncul di surat kabar dan televisi.

Sejumlah kendaraan berhenti di atas jembatan dan tiga orang berdiri di tepi perairan di bawahnya

Sementara itu, teman-teman di sekolah barunya melihat video dari kejadian tersebut dan akhirnya memahami alasan Gong-joo takut direkam dan identitasnya diketahui publik. Eun-hee dan teman-temannya mengirim pesan kepada Gong-joo untuk mengatakan bahwa ia tidak melakukan kesalahan. Saat Gong-joo menelepon Eun-hee, Eun-hee ragu karena baru saja melihat rekaman tersebut dan tidak langsung mengangkat telepon. Gong-joo berjalan seorang diri menuju tepi jembatan. Mobil polisi, kerumunan orang, dan proses penyelidikan setelah Hwa-ok jatuh dari jembatan pada masa lalu kembali muncul dalam rangkaian kenangan film.

Ending

Gong-joo berjalan ke atas jembatan, lalu melompat ke air. Film ini menghubungkan momen tersebut dengan alasan ia belajar berenang sebelumnya: ia pernah menjelaskan bahwa ia ingin bisa berenang agar masih dapat memulai lagi jika berubah pikiran. Sosoknya di bawah air tidak lagi terlihat panik seperti saat baru belajar, melainkan berenang ke depan.

Film tidak memperlihatkan dengan jelas apakah Gong-joo berhasil diselamatkan ataupun berhenti berenang. Riak air yang menyebar tertinggal di permukaan, sementara suara teman-temannya yang memanggil namanya terdengar bersamaan dengan gambar tersebut. Film berakhir tanpa memastikan secara langsung apakah ia hidup atau mati, dan momen terakhir berhenti pada sosok Gong-joo yang masih berenang di dalam air.

Lingkaran buih putih menyebar di permukaan air yang gelap

Foto lainnya

Cuplikan lainnya

Seorang pria paruh baya dengan rokok di mulut duduk di dekat meja