← Kembali ke beranda

Timecrimes

Tiga versi diri dalam satu jam: Ulasan lengkap tentang teropong, pengejar berbalut perban, dua perjalanan ke masa lalu, dan lingkaran sebab-akibat dalam film Timecrimes

Judul

Timecrimes

Los cronocrímenes

Tahun / Durasi

2007 · 92 menit

Genre

Drama / Fiksi ilmiah / Misteri / Thriller

Sutradara

Nacho Vigalondo

Penulis

Nacho Vigalondo

Rating

Pemeran

Karra Elejalde (sebagai Héctor), Candela Fernández (sebagai Clara), Bárbara Goenaga (sebagai gadis di hutan), Nacho Vigalondo (sebagai ilmuwan), Juan Inciarte (sebagai Héctor Ocasional)

Penghargaan

Fantastic Fest 2007: Next Wave Award; Amsterdam Fantastic Film Festival 2008: Black Tulip Award

Timecrimes
Seorang pria berbaju terang memegang gagang telepon berkabel di ruangan berdinding kayu Di dalam hutan, seseorang bermantel hitam dengan kepala terbalut perban merah muda menggenggam gunting Seorang pria berdiri di dalam kapsul logam dengan jendela persegi Dari balik teropong terlihat seorang pria duduk di kursi santai di halaman sambil memegang teropong Dua pria memandang ke depan, dengan wajah pria di latar depan tidak fokus Seorang perempuan berbaju putih dan bercelana merah berjongkok di jalan yang basah sambil memeriksa tasnya
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Timecrimes adalah film fiksi ilmiah misteri asal Spanyol yang ditulis, disutradarai, dan turut dibintangi Nacho Vigalondo, dengan Karra Elejalde, Candela Fernández, Bárbara Goenaga, dan pemeran lainnya. Film ini tayang perdana di Fantastic Fest pada 2007 dan dirilis di bioskop Spanyol pada Juni 2008. IMDb mencatat durasinya 92 menit.

Hingga 3 November 2026, film ini memperoleh nilai 7,1 di IMDb dari 77.140 penilaian. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih tingkat kesegaran 90% dari 68 ulasan kritikus, sedangkan skor penontonnya mencapai 79% dari lebih dari 5.000 penilaian. Tanggapan kritikus maupun penonton sama-sama cenderung positif.

Hutan di Belakang Rumah Baru

Seorang pria paruh baya bernama Héctor sedang menata rumah baru di pedesaan bersama istrinya, Clara. Sambil duduk di kursi santai di halaman, Héctor mengamati hutan di belakang rumah dengan teropong. Clara kemudian pergi berbelanja dengan mobil, sementara Héctor terus mengamati dan melihat seorang perempuan muda bersepeda memasuki hutan, kemudian melepas atasannya di antara pepohonan.

Sebelumnya, Héctor menerima panggilan telepon yang tidak dijawab oleh peneleponnya. Ia tidak mengaitkannya dengan pemandangan di hadapannya dan masuk ke hutan sendirian untuk mencari perempuan itu. Perempuan muda tersebut tergeletak di dekat bebatuan seolah tidak sadarkan diri. Saat Héctor mendekat, seseorang bermantel hitam dengan wajah terbalut perban merah muda tiba-tiba muncul dan menusuk lengannya dengan gunting.

Seorang pria berbaju terang memegang gagang telepon berkabel di ruangan berdinding kayu

Kejaran Pria Berbalut Perban dan Laboratorium

Héctor melarikan diri ke sebuah fasilitas penelitian di dekat sana dan menghubungi seorang ilmuwan melalui interkom. Dari gedung lain, ilmuwan itu melihat sang pengejar lalu mengarahkan Héctor menuju laboratorium melalui jalur yang ditandai lampu. Ketika pria berbalut perban mendekat dengan mobil, ilmuwan tersebut meminta Héctor bersembunyi di dalam sebuah perangkat tertutup yang berisi cairan.

Di dalam hutan, seseorang bermantel hitam dengan kepala terbalut perban merah muda menggenggam gunting

Setelah perangkat itu menyala, Héctor keluar dari kapsul dan mendapati dirinya kembali ke sekitar satu jam sebelumnya. Pada awalnya, ilmuwan itu tidak mengenalinya. Dari laboratorium, keduanya memandang ke rumah Héctor dan melihat Héctor yang lebih awal masih duduk di halaman. Untuk membedakan dua orang yang ada pada saat bersamaan, ilmuwan tersebut menyebut Héctor yang baru keluar dari perangkat sebagai Héctor 2, sedangkan versi semula yang belum memasuki perangkat disebut Héctor 1.

Seorang pria berdiri di dalam kapsul logam dengan jendela persegi

Héctor 2 Memasuki Peristiwa yang Sudah Terjadi

Ilmuwan itu meminta Héctor 2 tetap berada di laboratorium dan tidak mencampuri kejadian di luar. Selama Héctor 1 mengikuti jalur semula dan memasuki mesin waktu, kedua Héctor tidak akan terus hidup berdampingan setelahnya. Sang ilmuwan menjelaskan perjalanan waktu dengan gambar, tetapi Héctor 2 cemas Clara sedang berada di rumah bersama versi dirinya yang lain. Ia menelepon ke rumah, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Barulah ia sadar bahwa panggilan tanpa suara yang sebelumnya diterima Héctor 1 berasal dari dirinya sendiri.

Dari balik teropong terlihat seorang pria duduk di kursi santai di halaman sambil memegang teropong

Dua pria memandang ke depan, dengan wajah pria di latar depan tidak fokus

Héctor 2 mengabaikan larangan itu dan membawa pergi mobil putih milik ilmuwan. Di jalan, ia berpapasan dengan perempuan bersepeda tersebut, lalu sebuah van menabrak mobilnya hingga keluar dari jalan dan keningnya terluka. Perempuan itu berhenti untuk memeriksa keadaannya. Héctor 2 membalut kepala dengan perban dari lengannya untuk menghentikan pendarahan. Setelah perban merah muda yang berlumuran darah menutupi wajahnya, ia melihat ke kaca spion dan mengenali dirinya sebagai orang yang sebelumnya mengejar Héctor 1.

Seorang perempuan berbaju putih dan bercelana merah berjongkok di jalan yang basah sambil memeriksa tasnya

Héctor 2 Mengulangi Pengejaran di Hutan

Héctor 2 mengambil gunting milik perempuan itu dan memaksanya membantu mengulang adegan yang sudah dilihat Héctor 1. Ia menyuruh perempuan tersebut melepas pakaian di tempat yang terlihat melalui teropong, lalu mengejarnya ketika ia melarikan diri. Perempuan itu terjatuh di dalam hutan dan kehilangan kesadaran. Héctor 2 kemudian meletakkannya kembali di tempat Héctor 1 sebelumnya menemukannya.

Seseorang dengan kepala terbalut perban merah muda membuka sebilah gunting di hadapannya

Héctor 1 memasuki hutan sesuai urutan kejadian. Héctor 2 menusuknya dengan gunting dan menggiringnya menuju fasilitas penelitian. Setelah sadar, perempuan itu kembali melarikan diri. Héctor 2 sudah menuntaskan bagian awal dari rangkaian peristiwa yang ia ingat, tetapi belum mengetahui bahwa apa yang kemudian ia lihat di rumah juga berkaitan dengan versi ketiga dirinya.

Seorang perempuan berbaju putih dan bercelana merah berlari dari lereng di tepi hutan

Jatuh dari Atap dan Perjalanan Kedua ke Masa Lalu

Héctor 2 kembali ke rumah dan mendengar jeritan perempuan itu. Ia mengejar sosok berambut pendek yang mirip Clara dan mengenakan mantel Clara hingga ke lantai atas. Sosok tersebut melarikan diri ke atap dan terjatuh ketika Héctor 2 mencoba meraihnya. Dari atas, Héctor 2 melihat jasadnya dan mengira ia tidak sengaja membunuh Clara. Ia kemudian menghubungi ilmuwan itu dan memintanya tetap menggunakan ancaman pria berbalut perban untuk memancing Héctor 1 masuk ke laboratorium.

Ilmuwan tersebut menjelaskan bahwa Héctor 3 sudah keluar dari mesin sebelum Héctor 2 dan meminta sang ilmuwan mencegah Héctor 2 kembali ke masa lalu sekali lagi. Namun, Héctor 2 tetap bersikeras memasuki mesin dan kembali ke beberapa detik sebelum kedatangannya yang pertama di laboratorium, sehingga ia menjadi Héctor 3. Setelah itu, Héctor 3 mengendarai van untuk menabrak mobil putih Héctor 2, melengkapi kecelakaan dalam ingatan Héctor 2. Van yang dikendarainya juga mengalami kecelakaan dan ia pingsan. Saat terbangun, ia kembali bertemu dengan perempuan muda yang sedang menghindari pria berbalut perban.

Seorang perempuan berambut panjang dan berbaju putih berdiri di balik pintu yang remang-remang

Héctor 3 Menyusun Bagian Terakhir dari Rangkaian Sebab-Akibat

Perempuan muda itu tidak tahu bahwa Héctor 3 adalah pria berbalut perban setelah membuka penutup wajahnya. Ia mengantar Héctor 3 menuju satu-satunya rumah berpenghuni di dekat sana. Setelah keduanya memasuki rumah Héctor, mereka terpisah. Clara kemudian muncul dari dalam rumah dan menjelaskan bahwa ia telah mengetahui ada penyusup serta menghubungi polisi. Dari situ, Héctor 3 memastikan bahwa jasad yang dilihat Héctor 2 di atap bukanlah Clara.

Di dalam rumah yang remang-remang, seorang perempuan berambut pendek berdiri di depan seorang pria

Héctor 3 terlebih dahulu menyembunyikan Clara di gudang dan menaruh tangga agar mengarah ke atap. Ketika Héctor 2 memasuki rumah, Héctor 3 menjatuhkannya dari tangga dengan meja kayu. Setelah itu, Héctor 3 menemukan perempuan muda tersebut, memotong pendek rambut panjangnya, memakaikan mantel merah milik Clara kepadanya, dan menyuruhnya bersembunyi di lantai atas. Setelah pulih, Héctor 2 mengejar sosok itu melalui jalur yang sama seperti dalam ingatannya dan terus mengiranya sebagai istrinya.

Seorang perempuan berambut pendek dan bermantel merah menatap ke depan

Ending

Héctor 3 membawa Clara ke kursi santai di halaman, lalu mereka duduk berdampingan. Sementara itu, perempuan muda tersebut melarikan diri ke atap dan terjatuh ketika Héctor 2 berusaha menangkapnya. Dari atas, Héctor 2 melihat jasadnya dan tetap percaya bahwa korban itu adalah Clara. Ia kemudian pergi dengan mobil menuju laboratorium, memasuki mesin waktu sekali lagi, dan menjadi Héctor 3.

Héctor 1 juga akan mengikuti jalur yang dibentuk bersama-sama oleh pria berbalut perban dan ilmuwan itu, lalu memasuki mesin untuk menjadi Héctor 2. Satu jam yang bertumpang tindih itu tetap berakhir sesuai urutan yang sudah terjadi. Setelah Héctor 1 dan Héctor 2 masing-masing memasuki mesin, hanya Héctor 3 yang terus hidup di dunia setelah titik waktu terkait; Clara bertahan hidup, sedangkan perempuan muda itu tewas akibat pertukaran identitas yang diatur Héctor 3. Sambil duduk di halaman, Héctor 3 dan Clara mendengar suara mobil polisi yang makin mendekat dari kejauhan.

Pada malam hari, dua orang duduk membelakangi kamera di kursi santai berwarna biru di halaman