Fleet of Time
Menelusuri kisah lima sahabat SMA dalam Fleet of Time secara lengkap, dari ruang kelas tahun 1999 dan kembang api malam pergantian milenium, hingga Piala Dunia 2002 dan pernikahan bertahun-tahun kemudian, sampai rekaman video pernikahan itu membuka jejak Fang Hui.
Judul
Fleet of Time
Tahun / Durasi
2014 · 119 menit
Genre
Drama / Romantis
Sutradara
Yibai Zhang
Penulis
Yehui Jiu, Han Li, Han Liu
Rating
Pemeran
Eddie Peng (sebagai Chen Xun), Ni Ni (sebagai Fang Hui), Ryan Zheng (sebagai Zhao Ye), Vision Wei (sebagai Qiao Ran), Zi-Xuan Zhang (sebagai Lin Jiamo), Xia Bi (sebagai Shen Xiaotang), He Chen (sebagai Su Kai), Cya Liu (sebagai Qiqi)
Karya asli
Novel karya Yehui Jiu dengan judul yang sama
Fleet of Time adalah film drama remaja Tiongkok daratan tahun 2014 yang disutradarai oleh Yibai Zhang dan ditulis oleh Yehui Jiu bersama Han Li dan Han Liu, diadaptasi dari novel karya Yehui Jiu dengan judul yang sama. Eddie Peng berperan sebagai Chen Xun, Ni Ni sebagai Fang Hui, sementara Ryan Zheng, Vision Wei, dan Zi-Xuan Zhang masing-masing memerankan Zhao Ye, Qiao Ran, dan Lin Jiamo. Film ini tayang di Tiongkok daratan pada 5 Desember 2014 dengan durasi 119 menit; yang dicatat di sini adalah versi filmnya, bukan serial web berjudul sama yang tayang di tahun yang sama.
Hingga 4 Agustus 2026, film ini meraih skor 5,5 di IMDb. Sambutannya cukup terbelah: pendukungnya menilai detail seperti seragam sekolah, mading, pertandingan basket, hitung mundur milenium, dan Piala Dunia 2002 berhasil membangkitkan memori kolektif satu generasi, dengan chemistry Eddie Peng dan Ni Ni yang membuat kisah cinta Chen Xun dan Fang Hui terasa nyata, hangat, sekaligus menyakitkan; sementara kritikus dari Variety dan media lain menilai film ini masih mengikuti struktur film remaja pada umumnya, dengan perselingkuhan, balas dendam, kehamilan, dan aborsi yang muncul beruntun begitu cerita masuk ke masa kuliah, tanpa psikologi tokoh yang digarap sedalam itu.
Rekaman Pernikahan Membuka Kisah Lima Belas Tahun Lalu
Chen Xun yang berusia tiga puluh tahun telah melewati masa remaja dan kini menjalani kehidupan dewasa yang penuh kekecewaan. Di sebuah klub malam ia berkenalan dengan Qiqi yang berambut pirang, dan mereka menghabiskan satu malam bersama; keesokan harinya, Qiqi menanyakan cinta pertamanya, dan untuk pertama kalinya Chen Xun menyebut nama Fang Hui. Chen Xun kemudian menghadiri pernikahan sahabat lamanya, Zhao Ye, dan baru sadar bahwa Qiqi adalah videografer yang disewa Zhao Ye untuk merekam pernikahan itu. Ia mewawancarai Chen Xun, Qiao Ran, Lin Jiamo, dan Su Kai secara bergantian, sehingga acara pernikahan itu menjadi pintu masuk narasi antara tahun 2014 dan 1999.

Qiqi awalnya hanya mendengarkan cerita mereka, dan film ini tidak langsung menjelaskan mengapa ia begitu memperhatikan Fang Hui. Pertanyaan yang untuk sementara disembunyikan ini baru terjawab di gambar terakhir rekaman pernikahan tersebut.
Fang Hui Si Murid Pindahan dan Terbentuknya Kelompok Berlima
Tahun 1999, Fang Hui, gadis berambut pendek yang pendiam, pindah ke kelas Chen Xun. Ia enggan bercerita tentang dirinya, tapi Chen Xun terus mencari kesempatan untuk mengobrol dengannya. Setelah Lin Jiamo mengajaknya makan bersama, Fang Hui perlahan bergabung dengan Chen Xun, Zhao Ye, Qiao Ran, dan Lin Jiamo membentuk kelompok pertemanan tetap: Chen Xun terus terang dan bersemangat, Qiao Ran tenang dan menahan diri, Zhao Ye menyukai Lin Jiamo, sementara perhatian Lin Jiamo sendiri kemudian tertuju pada kakak kelas mereka, Su Kai.


Kedekatan berlima ini bukan hubungan timbal balik yang seimbang. Qiao Ran sudah lama memperhatikan Fang Hui, tetapi hanya menuangkan perasaannya lewat karangan tentang bunga lilac; Zhao Ye selalu menemani Lin Jiamo, sementara Lin Jiamo terus mengumpulkan koin berawalan huruf “SK” dan menaruh hatinya pada Su Kai. Dua kisah cinta yang tak terbalas ini menjadi cerminan hubungan Chen Xun dan Fang Hui yang kelak berubah dari penuh gairah menjadi retak.
Papan Tulis, Ruang UKS, dan Kepastian Pertama di Malam Milenium
Suatu malam Chen Xun menyelinap ke kelas dan menuliskan kata-kata cinta untuk Fang Hui di papan tulis; Qiao Ran melihatnya dan menghapus tulisan itu. Saat upacara bendera, Fang Hui pingsan karena gula darah rendah, dan Chen Xun bersama Qiao Ran berebut mengantarnya ke ruang UKS. Setelah Qiao Ran keluar membeli permen, Chen Xun meminta Fang Hui hanya menjawab “ya” atau “bukan”; kebetulan dokter bertanya apakah dia Fang Hui, dan jawaban “ya” itu pun dianggap Chen Xun sebagai kepastian akan perasaan mereka.

Pada 31 Desember 1999, teman-teman berkumpul di arena seluncur es untuk merayakan pergantian tahun. Fang Hui dihina sekelompok orang, lalu Chen Xun, Qiao Ran, dan yang lain terlibat perkelahian dengan mereka; untuk menghentikan keributan itu, Fang Hui berteriak akan “putus” dengan Chen Xun, yang justru secara tidak langsung mengakui di depan umum bahwa mereka sudah berpacaran. Setelah meninggalkan arena, hitung mundur milenium berakhir, kembang api meletus, dan untuk pertama kalinya Chen Xun serta Fang Hui berciuman di tengah kerumunan.


Ayah Fang Hui memergoki putrinya menelepon Chen Xun malam-malam, lalu mulai mengantar-jemputnya, sehingga keduanya terpaksa mengurangi pertemuan. Cinta masa remaja mereka pun terus terjepit di antara pengawasan keluarga, hubungan pertemanan di sekolah, dan cara mereka sendiri yang belum cukup dewasa untuk mengungkapkan perasaan.
Basket, Ujian Masuk Universitas, dan Perpisahan yang Tak Terucap
Lapangan basket, ruang kelas, dan berbagai kegiatan bersama di sekolah membuat persahabatan berlima ini semakin erat menjelang kelas tiga SMA. Chen Xun mengaitkan pertandingan, janji, dan perasaannya pada Fang Hui menjadi satu; sementara Qiao Ran tetap berada di posisi seorang teman, hanya menyerahkan lima kelopak bunga lilac kepada Fang Hui, berharap itu bisa mewakili doanya agar Fang Hui bahagia.


Saat ujian masuk universitas, Fang Hui tidak mengerjakan soal fisika terakhir yang bernilai 13 poin. Demi mewujudkan janjinya masuk universitas yang sama dengan Fang Hui, Chen Xun sengaja melewatkan soal itu juga. Dalam pesta perpisahan setelah kelulusan, Qiao Ran yang akan segera berangkat ke luar negeri akhirnya mengaku perasaannya kepada Fang Hui, hanya meminta satu pelukan; Fang Hui meminta maaf lalu kembali ke sisi Chen Xun. Qiao Ran pergi membawa perasaan yang tak berbalas, dan sejak saat itu kelima sahabat ini kehilangan kesempatan untuk terus bersama seperti masa SMA.

Dua Jalur Kehidupan di Universitas yang Sama
Chen Xun dan Fang Hui berhasil masuk ke universitas yang sama, tetapi karena jurusan dan jadwal kuliah yang berbeda, lingkaran pertemanan mereka pun perlahan tidak lagi bersinggungan. Chen Xun berkenalan dengan Shen Xiaotang, gadis berkuncir yang menyukai musik rock, lalu mereka sering bolos kuliah, latihan band, dan tampil di atas panggung bersama; sementara Fang Hui menunggu Chen Xun menepati janji ulang tahunnya, tetapi yang didapatnya hanyalah ketidakhadiran yang makin sering dan jawaban yang serba tidak jelas.

Menjelang pertunjukan Tahun Baru, Fang Hui menelepon Chen Xun dan bertanya apakah dia menyukai Shen Xiaotang, hanya meminta jawaban “ya” atau “bukan”. Chen Xun menjawab “tidak tahu”, dan Fang Hui pun memutuskan untuk berpisah. Ia kembali sendirian ke sekolah SMA-nya, berjongkok di salju di dekat pohon tempat ia dulu mengukir namanya; sementara Chen Xun terus semakin dekat dengan Shen Xiaotang. Film ini menyandingkan jawaban “ya” di ruang UKS dengan jawaban “tidak tahu” bertahun-tahun kemudian, dengan jelas menandai titik hubungan mereka berubah dari saling meyakinkan menjadi runtuh.

Reuni Piala Dunia, Balas Dendam, dan Perpisahan di Rumah Sakit
Saat Piala Dunia 2002 berlangsung, Zhao Ye, Lin Jiamo, Chen Xun, Fang Hui, dan Qiao Ran yang baru pulang dari luar negeri berkumpul kembali di sebuah warung tenda. Zhao Ye masih memanggil Lin Jiamo dengan sebutan mesra, tetapi Lin Jiamo langsung menyangkal hubungan mereka di depan semua orang; Fang Hui mencoba memperbaiki hubungannya dengan Chen Xun, tetapi Chen Xun mengatakan semuanya sudah tidak bisa kembali seperti dulu. Qiao Ran pun memukul Chen Xun karena hal itu. Pertemuan makan malam ini tidak memperbaiki hubungan siapa pun, justru membuat cinta bertepuk sebelah tangan, kesalahpahaman, dan kekesalan yang terpendam bertahun-tahun meledak sekaligus di antara mereka berlima.

Setelah berpisah, Fang Hui membalas dendam pada Chen Xun dengan memilih berhubungan intim dengan orang yang tidak dicintainya. Ia kemudian mengetahui dirinya hamil; saat gurunya menanyakan siapa ayah dari anak itu, Chen Xun yang kebetulan lewat mengaku sebagai ayahnya, dan Shen Xiaotang yang mendengar hal itu langsung pergi. Chen Xun menemani Fang Hui ke rumah sakit untuk mengakhiri kehamilannya. Setelah operasi selesai, Fang Hui keluar dari ruang rawat dan memeluk Chen Xun, lalu keduanya berpisah tanpa kembali bersama.

Ending
Bertahun-tahun kemudian, pengantin Zhao Ye ternyata bukan Lin Jiamo, dan di pernikahan itu pula Lin Jiamo bertemu kembali dengan Su Kai. Chen Xun naik ke panggung menyanyikan “Fleet of Time” — lagu yang ia tulis untuk Fang Hui, tapi tak pernah sempat dinyanyikan langsung di hadapannya. Tak lama kemudian, istri Su Kai masuk ke acara sambil bergandengan dengan seorang direktur bank, lalu Chen Xun, Zhao Ye, dan yang lain maju memukuli pria itu, membuat pernikahan sempat kacau.

Qiqi ternyata adalah adik Fang Hui. Setelah pernikahan usai, ia menyerahkan rekaman video itu kepada Chen Xun dan mengingatkannya untuk menonton sampai akhir. Di penghujung rekaman itu ada gambar yang diambil di Paris: dari luar bingkai, Qiqi bertanya kepada kakaknya apakah ada yang ingin disampaikan untuk Chen Xun, dan perempuan berbaju merah yang berdiri di tepi Sungai Seine itu pun menoleh — dialah Fang Hui, yang sudah bertahun-tahun kehilangan kontak. Fang Hui hanya tersenyum ke arah kamera, tanpa menjawab, dan tanpa menjelaskan apakah ia akan kembali. Dari sini film ini memastikan bahwa Qiqi baru-baru ini sempat merekam Fang Hui di Paris, tetapi tidak menjelaskan apakah Fang Hui menetap di sana, dan juga tidak mengungkap apakah Chen Xun dan Fang Hui akan bertemu lagi.
