A Boy Called Christmas
Bagaimana anak biasa menjadi Sinterklas: alur cerita lengkap perjalanan Nikolas ke utara mencari ayahnya, menyelamatkan peri kecil, dan membawa hadiah ke setiap rumah.
Judul
A Boy Called Christmas
Tahun / Durasi
2021 · 106 menit
Genre
Drama / Fantasi / Petualangan / Keluarga
Sutradara
Gil Kenan
Penulis
Ol Parker, Gil Kenan
Rating
Pemeran
Henry Lawfull (sebagai Nikolas), Michiel Huisman (sebagai Joel), Toby Jones (sebagai Father Topo), Sally Hawkins (sebagai Mother Vodol), Zoe Colletti (sebagai The Truth Pixie), Kristen Wiig (sebagai Aunt Carlotta), Maggie Smith (sebagai Aunt Ruth), Jim Broadbent (sebagai Raja), Stephen Merchant (mengisi suara Miika)
Karya asli
A Boy Called Christmas (novel anak karya Matt Haig, 2015, dengan judul yang sama)
A Boy Called Christmas adalah film petualangan fantasi Britania Raya dan Amerika Serikat tahun 2021 garapan sutradara Gil Kenan, yang juga menulis skenarionya bersama Ol Parker, diadaptasi dari novel anak karya Matt Haig yang terbit tahun 2015 dengan judul yang sama. Henry Lawfull berperan sebagai Nikolas yang masih remaja, sementara Michiel Huisman memerankan ayahnya, Joel; Toby Jones, Sally Hawkins, Zoe Colletti, Kristen Wiig, Jim Broadbent, dan Maggie Smith masing-masing memerankan tokoh penting dari peri, manusia, dan garis waktu masa kini. Film ini berdurasi 106 menit dan tayang di berbagai wilayah lewat Netflix pada 24 November 2021, sebelum kemudian dirilis juga di pasar lain seperti Britania Raya.
Per 4 Agustus 2026, film ini meraih skor 6,7 di IMDb; dari 31 ulasan yang dihimpun Rotten Tomatoes, 84% di antaranya positif, dengan skor penonton (popcornmeter) 62%. Konsensus kritikus menilai cerita ini sendiri tidak banyak menyimpan kejutan, tetapi suasana Natal yang hangat berhasil menutupi kurangnya orisinalitas. Film ini juga tidak menjadikan asal-usul Natal sebagai dongeng tanpa pengorbanan: pencarian harapan yang dilakukan Nikolas selalu diwarnai kenangan kehilangan orang yang dicintai, ketakutan antara manusia dan peri, serta pilihan yang akhirnya diambil sang ayah.
Kisah Nikolas yang Dimulai pada Malam Natal
Pada malam Natal, Andrea, Moppet, dan Patrick — yang baru saja kehilangan ibu mereka — tinggal di rumah karena ayah mereka, Matt, sedang keluar untuk pekerjaan mendadak dan menitipkan ketiga anak itu kepada Aunt Ruth. Anak-anak itu bersikap dingin terhadap bibi tua yang asing dan serius ini, sehingga Aunt Ruth pun mulai bercerita tentang asal-usul Natal.

Dalam cerita itu, Nikolas berusia tiga belas tahun dan tinggal bersama ayahnya, Joel, seorang penebang kayu, di sebuah pondok di hutan Finlandia. Ibu Nikolas meninggal dua tahun sebelumnya, dan setiap malam ia masih mengingat legenda Istana Peri yang pernah diceritakan ibunya: seorang gadis yang menemukan tempat tinggal para peri di tengah musim dingin yang keras dan mendapat pertolongan di sana. Sang ibu juga meninggalkan sebuah boneka yang diukir dari lobak tua, satu-satunya mainan Nikolas. Suatu malam, seekor tikus masuk ke rumah untuk mencuri makanan; Nikolas mencegah ayahnya menyakiti tikus itu, menamainya Miika, dan berulang kali mencoba mengajarinya berbicara.

Di masa kini, anak-anak itu terus bertanya apakah cerita ini akan berakhir bahagia, tetapi Aunt Ruth tidak langsung menjawab, melainkan membiarkan kehilangan dan pilihan yang dihadapi Nikolas terungkap sedikit demi sedikit.
Sayembara Sang Raja dan Kepergian Sang Ayah ke Utara
Kerajaan itu telah lama diselimuti kemiskinan dan suasana muram. Sang Raja mengumpulkan rakyatnya dan menjanjikan hadiah besar bagi siapa pun yang bisa membawa pulang “harapan” dari ujung utara. Joel bergabung dengan rombongan pemburu yang dipimpin Anders untuk mencari Istana Peri yang selama ini hanya menjadi legenda; sebelum berangkat, ia menitipkan Nikolas kepada adiknya, Aunt Carlotta.

Aunt Carlotta sangat keras terhadap keponakannya dan tidak mau mendengarkan cerita tentang Istana Peri dengan serius. Nikolas kemudian menemukan sebuah peta yang cocok dengan legenda ibunya, dan menyadari bahwa rute menuju ujung utara itulah yang selama ini tidak dimiliki ayahnya; namun pada awalnya ia tetap tinggal di rumah menunggu. Baru setelah Aunt Carlotta menghancurkan boneka lobak peninggalan ibunya, Nikolas berhenti bertahan di sisi bibinya dan berangkat sendiri membawa peta serta Miika, berharap bisa menyusul rombongan Joel.

Kepergiannya dari rumah kali ini bukan demi hadiah dari Raja. Yang benar-benar ingin dilakukan Nikolas adalah menemukan ayahnya dan membuktikan bahwa cerita yang ditinggalkan ibunya bukan sekadar dongeng.
Peta, Tikus yang Bisa Bicara, dan Rusa Kutub di Padang Salju
Perjalanan ke utara semakin dingin, dan persediaan makanan pun makin menipis. Di tengah jalan, Miika akhirnya bisa berbicara; perubahan ini membuat Nikolas yang mulai lelah kembali percaya bahwa tempat ajaib yang diceritakan ibunya mungkin benar-benar ada. Setelah memasuki Hutan Bulan Sabit, ia bertemu seekor rusa kutub yang terluka dan menamainya Blitzen.

Nikolas, Miika, dan Blitzen melanjutkan perjalanan melintasi padang salju. Rusa kutub itu mulai membawa Nikolas di punggungnya, mengubah perjalanan yang tadinya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menjadi pengejaran yang lebih cepat sekaligus lebih berbahaya.

Titik akhir yang ditandai di peta ternyata hanya berupa lahan kosong. Di sana Nikolas menemukan pisau milik Joel, tetapi tidak melihat peri maupun desa mana pun; ia mengira ayahnya telah celaka, dan mengira cerita yang selama ini ia percayai hanyalah kebohongan, hingga akhirnya ia terjatuh dan pingsan di atas salju.
Istana Peri yang Hanya Terlihat oleh Mereka yang Percaya
Little Noosh dan Father Topo menemukan Nikolas. Father Topo menyadarkannya dengan “mantra harapan” milik para peri dan memberitahunya bahwa ia sebenarnya sudah berada di Istana Peri, hanya saja tempat ini tidak akan tampak bagi mereka yang sudah kehilangan keyakinan. Setelah Nikolas kembali memilih untuk percaya, padang salju yang tadinya kosong itu pun berubah di matanya menjadi kota peri yang gemerlap cahaya.

Namun suasana di Istana Peri berbeda dari dunia penuh kebahagiaan yang diceritakan sang ibu. Para pemburu manusia baru saja menerobos masuk dan menculik peri kecil bernama Little Kip; Joel ternyata juga anggota rombongan itu. Mother Vodol, penguasa Istana Peri, karena itu melarang segala perayaan dan menganggap manusia sebagai ancaman. Father Topo, yang sudah menolong Nikolas, bisa saja ikut dihukum karena hal ini.

Nikolas menjelaskan bahwa ia datang untuk mencari ayahnya, tetapi hal itu tidak serta-merta menghapus ketakutan para peri terhadap manusia. Mother Vodol memerintahkan agar ia dikurung di Menara Hitam dan dijatuhi hukuman menjadi santapan troll.
Vonis di Menara Hitam dan The Truth Pixie
Keputusan Mother Vodol lahir dari kewaspadaan setelah hilangnya Little Kip, bukan karena sesuatu yang dilakukan Nikolas sendiri. Ia menolak mengambil risiko untuk kembali percaya pada manusia, dan tidak mengizinkan Father Topo menangani orang asing ini dengan sikap toleran seperti dulu.

Di dalam Menara Hitam terkurung seekor troll. Yang bisa menolong Nikolas adalah The Truth Pixie: ia hanya bisa mengatakan kebenaran, dan senang membuat kekacauan dengan benda-benda berwarna-warni yang bisa meledak. Ia melawan troll dan membuka celah untuk melarikan diri, sehingga Nikolas dan Miika bisa keluar dari penjara.

Setelah diselamatkan, Nikolas tidak langsung meninggalkan ujung utara. Ia tahu satu-satunya cara untuk meluruskan kesalahpahaman ini adalah menemukan rombongan pemburu, menyelamatkan Little Kip, dan mengantarkan anak peri itu pulang.
Menemukan Sang Ayah dan Pilihan Joel
The Truth Pixie menemani Nikolas keluar dari Menara Hitam. Anak laki-laki itu kemudian menemukan para pemburu, Little Kip, dan ayahnya sendiri di dalam hutan, sekaligus mendapati bahwa Joel memang ikut serta dalam penculikan itu. Para pemburu ingin membawa Little Kip kepada Raja sebagai “harapan” yang mereka bawa pulang dari ujung utara; Nikolas bersikeras bahwa anak itu tidak boleh dijadikan barang tukar demi hadiah.

Joel akhirnya memilih berpihak pada putranya. Ia membebaskan Nikolas, Little Kip, dan Blitzen, lalu mereka melarikan diri dari para pemburu dengan kereta salju. Blitzen tidak bisa terbang saat membawa semua orang, sementara para pengejar sudah semakin dekat; Joel memutus tali yang menghubungkan bagian kereta salju tempatnya berada untuk meringankan beban rusa kutub itu. Blitzen pun langsung terbang membawa Nikolas, Miika, dan Little Kip, sementara Joel tertinggal di belakang dan kehilangan nyawanya karena pilihan itu.
Nikolas kehilangan ayahnya, tetapi berhasil menyelesaikan hal terakhir yang dibantu ayahnya untuk dicapai: ia membawa Little Kip pulang ke Istana Peri dengan selamat, dan tepat waktu mencegah Father Topo dihukum karena telah menolong manusia.

Ending
Orang tua Little Kip membuat mainan menurut tradisi peri sebagai ucapan terima kasih kepada Nikolas karena telah membawa pulang anak mereka. Dari situ Nikolas mendapat ide: para peri bisa membuat lebih banyak mainan dan permen untuk dibagikan kepada anak-anak di kerajaan. Saat bersiap berangkat, Mother Vodol mengenali sosok ibu Nikolas dari liontin yang selalu dibawanya: ibu itu ternyata adalah gadis yang bertahun-tahun lalu menemukan Istana Peri di tengah musim dingin yang keras. Nikolas memberi tahu Mother Vodol bahwa ibunya selalu mengingat kebahagiaan yang pernah ia dapatkan di sana; kenangan bersama ini membuat Mother Vodol berhenti menganggap semua manusia sebagai ancaman yang sama.
Nikolas kembali ke kerajaan pada malam Natal, lebih dulu memberikan sebuah mainan kepada Raja, lalu mengajaknya berkeliling dari rumah ke rumah untuk meninggalkan hadiah bagi anak-anak yang sedang tertidur. Raja pun menyadari bahwa harapan bukanlah tawanan yang dibawa pulang para pemburu, melainkan kebahagiaan yang muncul saat memberi kepada orang lain, sehingga ia ikut serta dalam pemberian hadiah malam itu. Aunt Carlotta, yang dulu bersikap keras terhadap Nikolas, juga menerima hadiah dan untuk pertama kalinya mulai percaya pada semua yang dikatakan Nikolas. Begitulah seorang anak biasa mengambil langkah pertamanya untuk menjadi Sinterklas.

Di garis waktu masa kini, ketiga anak itu sudah menebak bahwa anak laki-laki dalam cerita Aunt Ruth adalah sosok yang kelak menjadi Sinterklas. Ketika ayah mereka, Matt, pulang ke rumah, ruang tamu yang tadinya sepi kini sudah dipenuhi hiasan dan hadiah Natal. Sebelum pergi, Aunt Ruth sempat memperlihatkan telinganya yang runcing, lalu di luar rumah ia melemparkan kembang api ke langit — mengungkap bahwa dialah The Truth Pixie yang dulu membantu Nikolas kabur dari Menara Hitam.
