Before Sunset
Dua orang yang gagal bertemu kembali sembilan tahun lalu berjumpa lagi di Paris: ulasan lengkap alur Before Sunset, dari pertemuan Jesse dan Celine di toko buku, percakapan mereka sepanjang jalan, hingga keputusan sebelum matahari terbenam
Judul
Before Sunset
Tahun / Durasi
2004 · 80 menit
Genre
Drama / Romantis
Sutradara
Richard Linklater
Penulis
Richard Linklater / Julie Delpy / Ethan Hawke / Kim Krizan
Rating
Pemeran
Ethan Hawke (sebagai Jesse), Julie Delpy (sebagai Celine), Vernon Dobtcheff (sebagai manajer toko buku)
Before Sunset adalah film drama romantis produksi bersama Amerika Serikat dan Prancis yang disutradarai Richard Linklater. Naskahnya ditulis bersama oleh Linklater, Julie Delpy, dan Ethan Hawke, melanjutkan kisah Jesse dan Celine dari Before Sunrise. Ethan Hawke dan Julie Delpy kembali memerankan Jesse dan Celine. Film ini tayang perdana di Festival Film Berlin pada 10 Februari 2004, lalu dirilis di Amerika Serikat pada 2 Juli tahun yang sama, dengan durasi 80 menit.
Hingga 27 September 2026, film ini mendapat skor 8,1 di IMDb, dengan sekitar 320.000 penilaian yang ditampilkan di halaman publik; 95% dari 182 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes bernada positif, dengan skor rata-rata 8,6. Secara keseluruhan, penilaian kritikus dan penonton sama-sama tergolong tinggi.
Pertemuan Kembali di Toko Buku Paris
Sembilan tahun lalu, Jesse dan Celine menghabiskan satu malam bersama di Wina dan berjanji bertemu kembali di tempat yang sama enam bulan kemudian. Kini Jesse telah mengubah pengalaman itu menjadi novel laris berjudul This Time. Ia datang ke toko buku Shakespeare and Company di Paris untuk menghadiri acara promosi. Saat menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah tokoh pria dan perempuan dalam bukunya akan bertemu lagi, ia melihat Celine berdiri di dalam toko.

Jesse hanya punya waktu sekitar satu jam sebelum harus berangkat ke bandara. Celine mengatakan bahwa ia sudah bertahun-tahun tinggal di Paris, sering mengunjungi toko buku itu, dan datang untuk menemuinya setelah melihat poster promosi. Mereka meninggalkan toko buku dan berbincang sambil menyusuri jalan. Celine sudah membaca novel Jesse dua kali. Detail-detail yang tersimpan dalam buku itu mengejutkannya sekaligus membuat mereka kembali menghadapi kenangan yang mereka miliki bersama.
Janji di Wina yang Tidak Terpenuhi
Setelah duduk di sebuah kafe, mereka membicarakan janji pada masa lalu. Celine menjelaskan bahwa neneknya meninggal sebelum tanggal pertemuan mereka, sehingga ia harus menghadiri pemakaman dan tidak pergi ke Wina. Jesse awalnya mengaku bahwa ia juga tidak datang, tetapi kemudian mengakui bahwa ia sebenarnya menepati janji itu dan tiba di sana, hanya saja Celine tidak muncul. Mereka berdua merasa bahwa keputusan untuk tidak bertukar alamat dan nomor telepon saat itu membuat mereka benar-benar kehilangan kontak.

Ingatan mereka tentang malam di Wina tidak sepenuhnya sama. Celine sempat mengira bahwa mereka tidak melakukan sesuatu yang lebih intim, sedangkan Jesse mengingatnya dengan lebih jelas. Celine mengaitkan kekacauan ingatannya dengan kesedihan akibat kematian sang nenek. Seiring percakapan berlanjut, mereka juga menyadari bahwa cara dasar mereka memandang kehidupan dan dunia tidak sepenuhnya berubah meski sembilan tahun telah berlalu.
Kehidupan Sembilan Tahun Kemudian
Setelah meninggalkan kafe, mereka terus berjalan melewati sebuah taman. Celine bekerja di organisasi lingkungan dan sering bepergian untuk menangani proyek. Ia sedang menjalin hubungan dengan seorang jurnalis foto, tetapi pasangannya juga sering tidak berada di sisinya. Jesse telah menikah dan memiliki seorang putra bernama Hank. Ia sangat menghargai kehidupan yang dijalaninya bersama sang putra, tetapi mengakui bahwa pernikahannya sudah lama berada dalam ketegangan.

Mereka membicarakan pengalaman masing-masing dalam hubungan dan mengakui bahwa malam di Wina memengaruhi harapan mereka terhadap keintiman setelahnya. Ketika menulis novelnya, Jesse terus berharap karya itu akan membuat Celine menemukannya. Sementara itu, setelah membaca buku tersebut, kenangan yang telah Celine pendam kembali menggugah perasaannya. Batas waktu keberangkatan ke bandara semakin dekat, tetapi mereka terus memperpanjang waktu berjalan bersama.
Menaiki Kapal Wisata di Sungai Seine
Mereka menuruni jalan menuju tepi sungai dan menaiki kapal wisata yang berlayar di sepanjang Sungai Seine. Mereka terus berbicara tentang pekerjaan, keluarga, dan perasaan yang selama bertahun-tahun tidak pernah mereka ungkapkan dengan jelas kepada orang lain, sementara bangunan dan jembatan Paris perlahan bergerak menjauh di belakang mereka.


Saat kapal melewati Katedral Notre-Dame di Paris, mereka sejenak berbalik memandang tepi sungai. Setelah perjalanan berakhir, Jesse tidak langsung pergi ke bandara, melainkan meminta sopir mengantar Celine pulang terlebih dahulu. Celine terus mengingatkan bahwa ia mungkin akan ketinggalan pesawat, tetapi Jesse tetap bersikeras mengantarnya sampai ke tempat tinggalnya.


Pengakuan di Dalam Mobil
Di dalam mobil menuju apartemen, emosi mereka terungkap dengan lebih terus terang. Jesse menceritakan kesepian dalam pernikahannya serta pertentangan batinnya karena mempertahankan kehidupan keluarga demi sang putra. Celine juga menceritakan kekecewaan yang tersisa setelah beberapa hubungannya berakhir dan mengakui bahwa ia sulit memercayai cinta seperti dahulu.


Dalam luapan emosi, Celine mengulurkan tangan mendekati Jesse, lalu menariknya kembali sebelum Jesse menoleh. Setelah mobil tiba, Jesse masih belum mengakhiri pertemuan mereka. Ia menemani Celine berjalan ke pintu, lalu mereka berpelukan singkat sebelum masuk ke apartemen.

Ending
Setelah masuk ke apartemen, Jesse meminta Celine memainkan lagu ciptaannya. Celine mengambil gitar dan menyanyikan sebuah lagu wals tentang pertemuan mereka di Wina. Jesse duduk di hadapannya dan mendengarkan sampai selesai, lalu menyadari bahwa pengalaman yang mereka lalui bersama itu juga telah lama menetap dalam kehidupan Celine.

Jesse kemudian memutar Just in Time karya Nina Simone melalui perangkat stereo Celine. Sambil memegang cangkir, Celine berjalan mengikuti irama musik di dalam ruangan dan menirukan gerakan sang penyanyi. Waktu sudah melewati jadwal keberangkatan yang ditetapkan sopir. Celine mengingatkan bahwa Jesse akan ketinggalan pesawat, dan Jesse mengatakan bahwa ia tahu.

Jesse tetap duduk di kursi sambil memandang Celine tanpa beranjak pergi. Film berakhir di dalam apartemen tanpa memperlihatkan apakah ia menjadwalkan ulang penerbangannya atau menjelaskan keputusan mereka selanjutnya.
