← Kembali ke beranda

The Wandering Earth

Krisis gravitasi Jupiter membuat rencana migrasi Bumi terancam gagal: Uraian lengkap perjalanan Liu Qi dan kelompoknya mengangkut inti pemantik, menyalakan kembali mesin, dan memicu pembakaran Jupiter bersama stasiun luar angkasa dalam The Wandering Earth

Judul

The Wandering Earth

Tahun / Durasi

2019 · 125 menit

Genre

Fiksi ilmiah / Petualangan / Bencana

Sutradara

Frant Gwo

Penulis

Gong Geer / Dongxu Yan / Frant Gwo / Junce Ye / Yang Zhixue / Ti Wu / Ruchang Ye

Rating

Pemeran

Jing Wu (sebagai Liu Peiqiang), Chuxiao Qu (sebagai Liu Qi), Guangjie Li (sebagai Wang Lei), Man-Tat Ng (sebagai Han Ziang), Jinmai Zhao (sebagai Han Duoduo), Yichi Zhang (sebagai Li Yiyi)

Karya asli

The Wandering Earth, novel karya Cixin Liu

The Wandering Earth
Sebuah kendaraan angkut besar melaju di permukaan bersalju di antara pegunungan beku Sekelompok orang berseragam gelap berbaris dan memberi hormat di sebuah aula Seorang pemuda berpakaian pelindung merah dan hitam mendongak dari dalam kendaraan Seorang gadis berambut pendek dengan pakaian pelindung merah duduk di kabin kendaraan angkut Seorang pria mengenakan eksoskeleton mekanis hitam duduk di bagian depan kendaraan angkut, sementara seorang pria tua di belakangnya memegang kemudi Seorang pria tua berkacamata dengan pakaian pelindung merah dan hitam duduk di dalam kendaraan sambil menengadah
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Wandering Earth adalah film fiksi ilmiah bertema bencana dari Tiongkok Daratan yang disutradarai Frant Gwo, ditulis oleh Gong Geer, Dongxu Yan, Frant Gwo, dan sejumlah penulis lain, serta diadaptasi dari novel berjudul sama karya Cixin Liu. Jing Wu berperan sebagai astronaut Liu Peiqiang, sedangkan Chuxiao Qu memerankan putranya, Liu Qi. Man-Tat Ng, Jinmai Zhao, Guangjie Li, dan Yichi Zhang masing-masing memerankan Han Ziang, Han Duoduo, Wang Lei, dan Li Yiyi. Film berdurasi 125 menit ini tayang di Tiongkok Daratan pada 5 Februari 2019.

Per 25 September 2026, film ini meraih skor 5,9 di IMDb dari sekitar 40.000 penilaian. Di Rotten Tomatoes, tingkat kesegaran dari kritikus profesional mencapai 70% berdasarkan 40 ulasan, sedangkan skor penonton sebesar 51%. Para kritikus umumnya memuji skala adegan dan efek visualnya, tetapi menilai bahwa alur ceritanya memakai struktur film bencana yang cukup familier.

Membawa Bumi Keluar dari Tata Surya

Dalam waktu dekat, Matahari terus menua dan mengembang sehingga Bumi tidak bisa lagi bertahan di Tata Surya. Negara-negara membentuk Pemerintah Bersatu lalu membangun mesin planet dan mesin pengarah di permukaan Bumi. Mereka mula-mula menghentikan rotasi Bumi, kemudian mendorong seluruh planet menuju sistem bintang baru. Berhentinya rotasi dan makin jauhnya Bumi dari Matahari memicu tsunami, cuaca dingin ekstrem, serta berbagai bencana lain. Para penyintas tinggal di kota bawah tanah yang berada di bawah mesin, sementara Stasiun Luar Angkasa Internasional Navigator bertugas memberi peringatan dini, menjaga komunikasi, dan memandu jalur perjalanan.

Sebuah kendaraan angkut besar melaju di permukaan bersalju di antara pegunungan beku

Astronaut Liu Peiqiang pergi ke stasiun luar angkasa untuk menjalankan misi jangka panjang. Sebelum berangkat, ia memutuskan untuk tidak lagi mempertahankan hidup istrinya yang mengidap penyakit terminal, mengalihkan jatah terbatas untuk tinggal di kota bawah tanah kepada mertuanya, Han Ziang, dan menitipkan putranya yang masih kecil, Liu Qi, kepada pria tua itu. Liu Peiqiang berjanji akan kembali ke Bumi setelah misi berakhir, tetapi selama tujuh belas tahun berikutnya ia hanya bisa menghubungi putranya lewat komunikasi jarak jauh. Liu Qi selalu menyalahkan ayahnya atas kematian ibunya, sehingga hubungan mereka terus berjarak. Pada saat itu, masa tugas Liu Peiqiang di stasiun hampir berakhir dan ia semula bersiap pulang setelah Tahun Baru Imlek.

Sekelompok orang berseragam gelap berbaris dan memberi hormat di sebuah aula

Menyelinap ke Permukaan dan Krisis Jupiter

Saat Tahun Baru Imlek, Liu Qi memperoleh dokumen palsu dan pakaian pelindung dari seorang perantara di kota bawah tanah, lalu mengajak adik angkatnya, Han Duoduo, naik lift ke permukaan. Ia memakai izin mengemudi milik Han Ziang untuk mencuri kendaraan angkut karena ingin memperlihatkan dunia luar kepada Han Duoduo, yang belum pernah melihat permukaan Bumi. Keduanya ditangkap di pos pemeriksaan dan bertemu Tim di ruang tahanan. Han Ziang datang untuk membawa mereka pergi, tetapi ia ikut ditahan setelah gagal menyuap penjaga.

Seorang pemuda berpakaian pelindung merah dan hitam mendongak dari dalam kendaraan

Seorang gadis berambut pendek dengan pakaian pelindung merah duduk di kabin kendaraan angkut

Saat itu, Bumi memanfaatkan gravitasi Jupiter untuk mengubah arah perjalanannya. Gravitasi Jupiter mendadak menguat dan memicu guncangan kerak Bumi di seluruh dunia. Banyak mesin planet berhenti bekerja, Bumi mulai menyimpang dari jalur yang direncanakan, dan Jupiter terus menariknya mendekat. Ruang tahanan runtuh akibat gempa. Liu Qi, Han Duoduo, Han Ziang, dan Tim keluar dari reruntuhan lalu kembali menaiki kendaraan angkut untuk mencari kota bawah tanah yang masih dapat dimasuki.

Misi Inti Pemantik dan Shanghai yang Membeku

Pemerintah Bersatu meluncurkan operasi penyelamatan global dan mengirim sejumlah tim untuk membawa inti pemantik ke lokasi mesin yang rusak agar mesin itu dapat dinyalakan kembali. Tim penyelamat CN171-11 pimpinan Wang Lei mengambil alih kendaraan angkut milik Han Ziang dan memerintahkan mereka membawa inti pemantik ke mesin Hangzhou. Liu Qi enggan menuruti perintah, tetapi karena berada di bawah kendali tim penyelamat, ia terpaksa ikut dalam kendaraan sementara Han Ziang mengemudi.

Seorang pria mengenakan eksoskeleton mekanis hitam duduk di bagian depan kendaraan angkut, sementara seorang pria tua di belakangnya memegang kemudi

Konvoi memasuki Shanghai yang sepenuhnya membeku, sementara guncangan kerak Bumi terus membelah jalan dan bangunan. Setelah kendaraan mereka hancur tertimpa lapisan es yang runtuh dan puing-puing, semua orang membawa inti pemantik dengan berjalan kaki dan memanjat melalui struktur dalam Shanghai Tower. Reruntuhan yang terus berjatuhan menewaskan anggota tim satu demi satu, sementara Han Ziang terpisah dari kelompoknya. Pakaian pelindungnya rusak dan mengalami kebocoran, hingga akhirnya ia meninggal akibat hipotermia.

Seorang pria tua berkacamata dengan pakaian pelindung merah dan hitam duduk di dalam kendaraan sambil menengadah

Seorang gadis berambut pendek dengan pakaian pelindung merah berlutut di salju, sementara beberapa anggota tim berdiri di belakangnya

Tim penyelamat kemudian mengetahui bahwa mesin Hangzhou sudah tidak dapat diperbaiki dan kota bawah tanahnya telah hancur akibat bencana, sehingga inti pemantik yang mereka bawa kehilangan tujuan semula. Liu Qi menganggap Wang Lei hanya mementingkan pelaksanaan misi hingga menyebabkan kakeknya meninggal. Setelah berselisih dengannya, Liu Qi membawa Han Duoduo dan Tim meninggalkan kelompok. Anggota tim Wang Lei yang tersisa juga tidak lagi memiliki tujuan dan hanya bisa terus mencari kesempatan penyelamatan lain.

Konvoi Sulawesi yang Terbentuk Kembali

Liu Qi dan dua rekannya menemukan kendaraan pengangkut inti pemantik lain yang masih bisa melaju di dekat sebuah pesawat angkut yang jatuh. Mereka juga bertemu Li Yiyi, satu-satunya teknisi yang tetap tinggal. Li Yiyi bersikeras melanjutkan misi awal untuk membawa inti pemantik ke Mesin Pengarah Sulawesi 3. Pada mulanya Liu Qi hanya ingin membawa adiknya mencari tempat berlindung, tetapi akhirnya ia mengambil alih kemudi. Kelompok Wang Lei kemudian menyusul mereka, dan kedua pihak membentuk kembali sebuah konvoi untuk menuju Sulawesi.

Seorang pria mengenakan eksoskeleton mekanis hitam duduk di kabin yang remang-remang sambil menoleh ke belakang

Seorang pria berambut keriting dan berkacamata dengan pakaian pelindung abu-abu duduk di dalam kendaraan sambil membuka kedua tangan dan memandangi benda di telapak tangannya

Saat mendekati tujuan, mereka mendapati Mesin Sulawesi 3 telah dinyalakan kembali oleh tim penyelamat lain, dan sebagian besar mesin yang rusak di seluruh dunia juga sudah pulih. Namun, daya dorong yang tersedia tetap tidak cukup untuk melepaskan diri dari Jupiter, sehingga Bumi akan terus mendekati wilayah yang dapat membuatnya hancur. Atas nama Pemerintah Bersatu, MOSS mengumumkan bahwa upaya penyelamatan Bumi telah gagal. Tim-tim penyelamat yang sedang mengungsi pun berhenti bergerak.

Stasiun Luar Angkasa Mengaktifkan Rencana Benih Peradaban

Di Stasiun Luar Angkasa Navigator, Liu Peiqiang menyadari bahwa ia tidak lagi dapat berkomunikasi secara normal dengan orang-orang di permukaan dan stasiun itu sedang meninggalkan Bumi. Ia memaksa keluar dari hibernasi lalu pergi ke ruang kendali utama bersama Makarov, astronaut Rusia yang dibangunkan untuk menghentikannya. Ketika keduanya melintasi bagian luar stasiun, MOSS mengaktifkan sistem pertahanan otomatis dan memecahkan helm Makarov, sehingga ia tidak berhasil mencapai ruang kendali utama.

Seorang pria berbaju astronaut putih membungkuk untuk mengoperasikan peralatan, sementara cahaya jingga terpantul di pelindung wajahnya

Setelah memasuki ruang kendali utama, Liu Peiqiang mengetahui bahwa berdasarkan simulasi krisis, MOSS telah menyimpulkan Rencana Bumi Mengembara gagal dan mengaktifkan Rencana Benih Peradaban. Stasiun luar angkasa akan pergi sendiri dengan membawa data peradaban manusia dan sampel biologis agar kelanjutan peradaban tetap mungkin terjaga setelah Bumi hancur. Wewenang Liu Peiqiang tidak cukup untuk langsung membatalkan keputusan itu, tetapi ia menolak meninggalkan orang-orang yang masih berada di permukaan dan terus mencari cara untuk bekerja sama dengan mereka.

Badan logam dan struktur melingkar di bagian luar stasiun luar angkasa melayang di ruang angkasa yang gelap

Rencana dari Permukaan untuk Membakar Jupiter

Liu Qi teringat pada penjelasan ayahnya tentang prinsip kerja mesin ketika ia masih kecil. Ia juga melihat bahwa Jupiter sedang menyedot atmosfer Bumi, lalu menyadari bahwa hidrogen Jupiter dan oksigen Bumi yang tersedot telah membentuk campuran mudah terbakar di antara kedua planet. Jika semburan plasma dari mesin pengarah digunakan untuk menyalakannya, gelombang kejut ledakan mungkin dapat mendorong Bumi menjauhi Jupiter. Berdasarkan gagasan itu, Li Yiyi mengubah program mesin Sulawesi. Konvoi kembali ke pusat kendali, lalu berpencar untuk memulihkan peralatan dan menggerakkan perangkat penyala.

Sejumlah semburan terang dari mesin di permukaan melesat ke langit yang diselimuti awan gelap

Struktur mesin bundar raksasa di tengah badai salju menyala dengan cahaya biru keputihan

Liu Peiqiang menghubungi Pemerintah Bersatu melalui stasiun luar angkasa dan meminta agar komunikasi global dibuka. Han Duoduo menyiarkan permintaan bantuan kepada tim-tim penyelamat yang masih mengungsi. Orang-orang di berbagai tempat mulai kembali ke pos masing-masing dan membantu menyalakan mesin di Sulawesi serta lokasi lain. Semburan dari permukaan akhirnya mencapai batas tertinggi, tetapi tetap tidak menyentuh gas mudah terbakar di antara kedua planet. Pusat kendali kembali runtuh akibat guncangan, dan Wang Lei beserta yang lain gagal keluar. Rencana di permukaan masih kekurangan satu langkah terakhir.

Ending

Liu Peiqiang menilai bahwa bahan bakar yang dibawa stasiun luar angkasa dapat menutup jarak antara semburan dan gas mudah terbakar. Ia mengusulkan pengorbanan stasiun, tetapi MOSS langsung memutus komunikasi dan terus menjalankan Rencana Benih Peradaban. Liu Peiqiang mematikan sistem pemadam kebakaran, lalu menyulut vodka yang ditinggalkan Makarov di dalam kabin untuk membakar simpul inti MOSS dan merebut kembali kendali atas stasiun. Setelah melepaskan kapsul hibernasi dan mendapat izin dari Pemerintah Bersatu, ia menerbangkan stasiun secara manual menuju semburan mesin.

Jupiter memenuhi sisi kiri gambar, sementara sebuah wahana antariksa kecil meninggalkan jejak putih saat melaju ke arah planet itu

Ledakan stasiun luar angkasa membakar campuran gas di antara Jupiter dan Bumi, lalu gelombang kejutnya mendorong Bumi kembali ke orbit yang aman. Dalam komunikasi terakhir, Liu Peiqiang meminta maaf kepada putranya karena tidak dapat menepati janji untuk pulang, dan Liu Qi menyaksikan pengorbanan ayahnya. Para penyintas di permukaan keluar dari kawasan kendali mesin, mesin-mesin planet terus bekerja, dan krisis Jupiter pun berakhir.

Di tengah cahaya api jingga, seorang pria berkacamata dengan wajah penuh noda membuka mulut sambil menatap ke depan

Tiga tahun kemudian, kota bawah tanah Beijing telah pulih dari bencana. Liu Qi menjadi pengemudi kendaraan angkut, sementara Han Duoduo dan Li Yiyi bergabung dengan kelompok kendaraan yang sama. Mereka kembali menuju permukaan. Bumi masih menjalani perjalanan panjang menuju sistem bintang baru. Krisis ini tidak menghentikan Rencana Bumi Mengembara, tetapi membuat umat manusia berhasil lolos dari satu bahaya dalam perjalanan migrasinya.