← Kembali ke beranda

The Burning Sea

Retakan dasar laut memicu runtuhnya anjungan sekaligus tumpahan minyak yang tak terkendali: alur lengkap The Burning Sea, dari upaya pencarian bawah laut Sofia dan penemuan bencana berantai hingga misinya menyelamatkan pasangannya di tengah lautan yang terbakar

Judul

The Burning Sea

Nordsjøen

Tahun / Durasi

2021 · 104 menit

Genre

Drama / Aksi / Thriller

Sutradara

John Andreas Andersen

Penulis

Lars Gudmestad / Harald Rosenløw-Eeg

Rating

Pemeran

Kristine Kujath Thorp (sebagai Sofia), Rolf Kristian Larsen (sebagai Arthur), Henrik Bjelland (sebagai Stian), Anders Baasmo (sebagai Ronny), Bjørn Floberg (sebagai William Lie)

The Burning Sea
Seorang perempuan berbaju selam hitam memegang pengendali di depan layar, sementara seorang pria di belakangnya mengangkat satu tangan Seorang perempuan berbaju terang duduk di dalam ruangan dan menatap pria di sisi kanan gambar Seorang anak laki-laki berjaket oranye berdiri di dalam ruangan sambil menunduk Sebuah kapal rekayasa berlayar miring di tengah gelombang besar dan kabut tebal Sebuah struktur besar terbaring miring di dasar laut dalam air hijau yang gelap Seorang perempuan berambut ekor kuda menoleh ke belakang di dalam kabin kapal berwarna putih
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Burning Sea adalah film bencana Norwegia yang disutradarai John Andreas Andersen dan ditulis Lars Gudmestad bersama Harald Rosenløw-Eeg. Kristine Kujath Thorp berperan sebagai Sofia, operator robot bawah air, Henrik Bjelland sebagai Stian, pekerja anjungan lepas pantai, dan Rolf Kristian Larsen sebagai Arthur, rekan kerja Sofia. Film ini tayang di Norwegia pada 29 Oktober 2021 dengan durasi 104 menit.

Per 25 September 2026, The Burning Sea mendapat skor 6,3 di IMDb dari sekitar 9.500 penilaian. Di Rotten Tomatoes, film ini memperoleh skor 71% dari 34 ulasan kritikus dan skor penonton 46%. Para kritikus umumnya menilai film ini memakai struktur film bencana yang sudah familier, tetapi adegan pencarian dan penyelamatan, anjungan yang terbalik, serta permukaan laut yang terbakar tetap terasa menegangkan. Tanggapan penonton umum lebih beragam.

Kehidupan yang Belum Menyatu

Film dibuka dengan wawancara William Lie, kepala penanganan darurat perusahaan minyak. Ia mengenang kemakmuran yang dibawa pengembangan ladang minyak Laut Utara bagi Norwegia, tetapi juga mengakui bahwa pengeboran lepas pantai selalu disertai risiko. Cerita kemudian beralih ke sebuah perusahaan peralatan bawah air. Sofia dan Arthur sedang menguji robot berbentuk ular yang mampu melewati ruang sempit, membuka pintu, dan mengirimkan gambar. Sofia mengendalikannya dengan cepat, tetapi dalam tantangan berpacu dengan waktu, robot itu menabrak penghalang sehingga pengujian tidak berjalan sesuai rencana.

Seorang perempuan berbaju selam hitam memegang pengendali di depan layar, sementara seorang pria di belakangnya mengangkat satu tangan

Sofia dan Stian adalah pasangan, tetapi Sofia masih mempertahankan tempat tinggalnya sendiri dan belum siap untuk tinggal bersama Stian serta putranya, Odin, dalam jangka panjang. Setelah berkumpul di tepi laut, mereka kembali ke rumah Stian. Stian kembali membicarakan hidup bersama, tetapi Sofia tidak langsung menyetujuinya. Hubungan mereka stabil. Persoalan yang belum selesai adalah apakah Sofia bersedia menjadi bagian dari kehidupan keluarga yang sudah terbentuk itu.

Seorang perempuan berbaju terang duduk di dalam ruangan dan menatap pria di sisi kanan gambar

Seorang anak laki-laki berjaket oranye berdiri di dalam ruangan sambil menunduk

Tanda Kehidupan di Anjungan yang Tenggelam

Sebuah anjungan minyak lepas pantai tiba-tiba tenggelam di Laut Utara. Perusahaan operator SAGA menemui Sofia dan Arthur, lalu meminta mereka menandatangani perjanjian kerahasiaan dan membawa robot ke kapal pencarian dan penyelamatan. Saat mereka tiba di lokasi, sebagian besar struktur anjungan sudah terendam dan kondisi laut terus memburuk. Dari ruang kendali kapal, Sofia mengarahkan robot masuk ke reruntuhan untuk menyusuri koridor serta pintu-pintu kabin demi mencari kemungkinan adanya kantong udara.

Sebuah kapal rekayasa berlayar miring di tengah gelombang besar dan kabut tebal

Robot itu mula-mula merekam korban yang tewas, lalu menemukan seorang pekerja yang masih hidup di dalam ruang tertutup. Sebelum tim penyelamat sempat mendekat, retakan dasar laut melepaskan gas dalam jumlah besar dan memicu ledakan bawah air. Reruntuhan terus ambruk dan kapal penyelamat turut terkena dampaknya. Kaca anjungan kapal pecah dan serpihannya melukai Sofia. Tim terpaksa mundur, sementara korban selamat di dalam kantong udara tidak dapat diselamatkan.

Sebuah struktur besar terbaring miring di dasar laut dalam air hijau yang gelap

Seorang perempuan berambut ekor kuda menoleh ke belakang di dalam kabin kapal berwarna putih

Retakan Dasar Laut dalam Rekaman

Stian datang ke rumah sakit untuk menjemput Sofia, lalu membawanya pulang ke rumahnya agar beristirahat. Keesokan harinya, Stian kembali dipanggil ke anjungan lepas pantai. Arthur tetap berada di bengkel untuk memeriksa rekaman yang dibawa pulang oleh robot. Ia menemukan bahwa yang terjadi di bawah anjungan bukan penurunan tanah setempat biasa, melainkan retakan raksasa yang terus melebar. Sofia segera membawa rekaman itu ke pusat tanggap darurat SAGA dan meminta William menilai kembali penyebab kecelakaan tersebut.

Seorang pria berjas dan berdasi duduk di meja rapat, dengan orang lain di belakangnya

Analisis model menunjukkan bahwa dasar laut telah mengalami pergeseran berskala luas, dan runtuhnya anjungan pertama mungkin baru menjadi awal dari bencana berantai. Meski mengingatkan Sofia bahwa ia terikat perjanjian kerahasiaan, William tetap menyerahkan rekaman itu kepada tim tanggap darurat. Perusahaan mulai menutup kepala sumur dan mengevakuasi para pekerja dari seluruh anjungan, sekaligus bersiap menghadapi tumpahan minyak besar yang mungkin ditimbulkan oleh pipa-pipa yang putus.

Seorang pria bersweter abu-abu duduk di depan meja kerja sambil menutupi dahinya dengan satu tangan

Anjungan tempat Stian bekerja juga menerima perintah evakuasi. Ketika sebagian besar pekerja sudah naik ke helikopter, sistem kendali menunjukkan bahwa sebuah katup tidak dapat ditutup dari jarak jauh. Jika mereka pergi tanpa memperbaikinya, semakin banyak minyak dan gas akan langsung bocor saat anjungan kehilangan kestabilan. Stian memilih untuk tetap tinggal. Ia turun menyusuri tiang penyangga dari bagian dalam anjungan dan berusaha menutup katup itu di lokasi. Sementara itu, penanggung jawab bernama Ronny meminta helikopter tetap siaga agar dapat menunggu Stian kembali selama mungkin.

Seorang pria botak berseragam kerja merah berbicara dengan seseorang di depan lemari peralatan

Setelah Stian mencapai area katup, struktur itu mendadak pecah dan air laut membanjiri lorong. Ia tidak dapat kembali ke geladak melalui jalur semula. Salah satu tiang penyangga anjungan kemudian ambruk dan landasan helikopter mulai miring, sehingga Ronny terpaksa memerintahkan helikopter terakhir untuk lepas landas. Berdasarkan situasi itu, pusat tanggap darurat menyatakan Stian diduga tewas, tetapi tidak ada rekaman dari dalam anjungan yang dapat memastikan kematiannya.

Seorang pria berseragam penyelamat oranye berdiri di samping helikopter merah sambil membawa helm

Kembali Tanpa Penyelamatan Resmi

Karena tidak bisa menghubungi Stian, Sofia membawa Odin ke pusat tanggap darurat SAGA. Ia menolak kesimpulan bahwa Stian tewas tanpa dilakukan pencarian dan bersikeras meminta rekaman pengawas anjungan. Rekaman dan data peralatan menunjukkan bahwa Stian mungkin sempat masuk ke ruang teknis yang masih utuh sebelum air menerjang. Di bagian bawah anjungan juga terdeteksi aktivitas yang tidak dapat dijelaskan. William menilai struktur itu bisa kembali runtuh kapan saja dan menolak mengirim tim penyelamat resmi.

Sofia menitipkan Odin kepada Berit yang berada di pusat tanggap darurat, lalu meminta kakak perempuan Stian menerbangkan helikopter untuk membawanya kembali ke anjungan. Arthur takut terbang dan tahu bahwa misi ini tidak mendapat perlindungan resmi, tetapi ia tetap membawa robot bawah air dan ikut bersama Sofia. Ketiganya menghindari rute penerbangan biasa yang sudah dihentikan dan terbang menuju anjungan yang sedang tenggelam.

Sebuah helikopter merah dan putih terbang di atas laut dan gugusan pulau

Seorang perempuan dengan wajah kotor tampak tegang, sementara seorang pria berdiri di belakangnya

Penyelamatan di Kedalaman Anjungan yang Miring

Setelah mendarat, Sofia dan Arthur lebih dahulu memakai robot untuk memeriksa area yang terendam. Mereka lalu turun menyusuri tiang penyangga dan lorong peralatan yang masih dapat dilalui untuk melakukan pencarian. Anjungan terus miring, pipa-pipa di dalamnya berubah bentuk, dan permukaan air terus naik. Akhirnya mereka menemukan Stian yang terluka di dalam ruang tertutup. Ia masih mampu bergerak, sehingga ketiganya kembali ke bagian atas melalui jalur semula dan bersiap meninggalkan anjungan dengan sekoci tertutup.

Sesosok manusia melintasi lorong sempit yang dipenuhi pipa di bawah cahaya biru kehijauan

Seorang pria berambut pendek menatap ke depan dengan ketakutan, sementara seorang pria dan perempuan di belakangnya melihat ke arah yang sama

Sementara itu, pipa yang putus membuat lapisan minyak menyebar luas di permukaan laut. Pusat tanggap darurat memperkirakan bahwa cakupan pencemaran akan terus meluas jika minyak mencapai pantai. William, kepala bidang energi, dan pemerintah akhirnya menyetujui rencana angkatan udara untuk membakar lapisan minyak yang masih terkonsentrasi. Ketika pusat itu mengetahui bahwa rombongan Sofia masih berada di anjungan, operasi tersebut sudah dimulai. Garis api bergerak di permukaan laut menuju anjungan, sehingga sekoci biasa akan langsung memasuki area yang terbakar begitu diturunkan ke air.

Ending

Sofia mendapat ide untuk lebih dahulu mengisi sekoci tertutup dengan air agar sekoci itu dapat menyelam sementara setelah jatuh ke laut dan melintas di bawah lapisan minyak yang terbakar. Ketiganya masuk ke sekoci, tetapi mendapati salah satu pengunci luar belum terlepas. Arthur meninggalkan kabin, membuka pengunci dari sisi anjungan, lalu menutup rapat pintu kabin dari luar. Sekoci yang membawa Sofia dan Stian jatuh ke laut. Arthur tidak sempat masuk ke dalamnya dan tewas dalam kobaran api yang mendekat.

Di dalam sekoci yang gelap, seorang perempuan dan pria botak mendongak ke atas

Asap hitam pekat dan garis api menyebar di permukaan laut yang gelap

Setelah masuk ke air, sekoci terus tenggelam. Kepala Stian terbentur dan ia kehilangan kesadaran. Sofia mencoba menyalakan sistem pembuangan air, tetapi pompanya tidak bekerja. Sebelum air memenuhi kabin lebih jauh, Stian sadar dan memberi tahu Sofia cara menyambungkan sistem tersebut. Air pun perlahan terpompa keluar, lalu sekoci kembali muncul ke permukaan setelah garis api melintas. Keduanya bersandar satu sama lain sambil menunggu penyelamatan, kemudian berhasil menghubungi pusat tanggap darurat.

Seorang pria dan perempuan yang basah kuyup berbaring rapat di antara kursi-kursi oranye

Stian lebih dahulu menelepon Odin untuk memberi tahu bahwa dirinya selamat. Tim penyelamat kemudian membawa Sofia dan Stian kembali ke darat, tempat mereka bertemu lagi dengan Odin. Film ditutup dengan kembali menampilkan wawancara William dan menjelaskan bahwa kabut asap dari minyak yang terbakar baru menghilang setelah sekitar satu tahun. Pencarian dan penyelamatan individu di anjungan memang telah berakhir, tetapi dampak lingkungan dari kecelakaan laut itu terus berlanjut.

Petugas berseragam penyelamat oranye menopang seorang perempuan berselimut termal menuju helikopter