The River
Tiga klan Shuixiao menyelami Jintang Leluhur demi mencari inti esensi air: Ulasan lengkap alur cerita dan ending The River, dari operasi klan Yi yang gagal total dan Zong Hang yang tiba-tiba menjadi Shuixiao hingga kuburan kapal Xi Rang, perebutan inti oleh Ding Changsheng, dan misteri identitas Yi Xiao.
Judul
The River
Tahun / Durasi
2023 · 111 menit
Genre
Drama / Romantis / Misteri / Petualangan
Sutradara
Channel Choi
Rating
Pemeran
Peiyao Jiang (sebagai Yi Sa), Ruihao Xu (sebagai Zong Hang), Yaqi Zhang (sebagai Ding Yudie), Guorong Liang (sebagai Ding Changsheng), Qianyu Dong (sebagai Yi Xiao)
Karya asli
Novel San Xian Lun Hui karya Wei Yu
The River adalah film misteri petualangan Tiongkok daratan yang disutradarai Channel Choi dan diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wei Yu. Film ini dibintangi Peiyao Jiang, Ruihao Xu, Yaqi Zhang, Guorong Liang, Qianyu Dong, dan pemeran lainnya. Film berdurasi 111 menit ini tayang secara daring pada 1 April 2023 dan berpusat pada tiga keluarga Shuixiao: klan Ding dari Sungai Kuning, klan Jiang dari Sungai Yangtze, dan klan Yi dari Sungai Lancang.
Hingga 9 Oktober 2026, film ini mendapat rating 6,0 di IMDb dari 22 suara. Sampel penilaian IMDb tersebut masih sangat kecil.
Kegagalan Besar Klan Yi dan Kakak yang Menghilang
Saat kecil, Yi Sa tinggal bersama klan Yi di Sungai Lancang. Klan Yi, klan Ding dari Sungai Kuning, dan klan Jiang dari Sungai Yangtze dikenal sebagai tiga klan Shuixiao. Dengan lempeng pusaka leluhur, mereka mencari dan memasuki gua Jintang di dasar air untuk menyimpan atau mengambil kembali harta milik klien. Kakak Yi Sa, Yi Xiao, sudah mampu bertahan lama di bawah air, sementara Yi Sa kecil terus berlatih menahan napas agar dapat menyusulnya.

Yi Xiao membawa anggota klannya untuk membuka Jintang di Sungai Zhaqu, sementara Yi Sa menunggu di dalam mobil di tepi sungai. Operasi itu tiba-tiba gagal total ketika muncul kejanggalan di bawah air dan para anggota klan Yi tewas satu demi satu. Yi Xiao menyuruh adiknya melarikan diri, sedangkan ia dan rekan-rekannya tetap berada di lokasi kecelakaan. Sebelum pingsan, Yi Sa melihat kakaknya muncul dalam posisi yang tidak wajar. Setelah itu, ia tidak pernah melihat Yi Xiao lagi selama dua puluh tahun.

Yi Sa yang selamat kemudian menjadi Shuixiao terakhir dari klan Yi dan menjalankan usaha pencarian harta karun bawah air di sekitar Sungai Lancang. Esensi air yang bersentuhan dengannya dahulu tidak murni, sehingga tubuhnya secara berkala mengalami pecah pembuluh darah, halusinasi, dan gejala pembusukan. Ia hanya dapat meredakan rasa sakit dengan obat bius untuk hewan. Sambil terus membuka Jintang, ia menyelidiki tragedi yang memusnahkan klannya dan mencari keberadaan sang kakak.
Naskah Rahasia di Makam Raja Khmer dan Zong Hang
Yi Sa membuka sebuah makam bawah air di Kamboja. Dari patung naga berkepala sembilan di belakang peti mati, ia menyimpulkan bahwa makam itu milik keluarga kerajaan Khmer. Di dalam peti, ia juga menemukan naskah Hongrui Jingshui Bian yang telah lama hilang. Naskah itu mencatat bahwa Sungai Kuning, Sungai Yangtze, dan Sungai Lancang berasal dari satu tempat bernama Jintang Leluhur, yang menyimpan inti esensi air yang murni dan utuh. Untuk masuk ke sana, mereka harus mengumpulkan lempeng pusaka dari ketiga klan dan tiga orang Shuixiao.


Pada saat yang sama, Zong Hang dikejar kelompok Ding Qi di tepi sungai. Ia membawa lempeng pusaka klan Jiang yang diwariskan keluarganya, padahal lempeng itu telah hilang selama bertahun-tahun. Zong Hang tertembak dan jatuh ke sungai. Yi Sa mengalahkan para pengejar lalu membawanya pergi. Saat Zong Hang sekarat, lempeng itu menyatu dengan tubuhnya. Lukanya segera pulih dan ia pun mendadak mampu bernapas di bawah air.


Setelah Ding Yudie, teman Yi Sa, tiba, ia memastikan bahwa benda di dalam tubuh Zong Hang memang lempeng pusaka klan Jiang. Ketiganya pun memenuhi syarat dasar untuk mencari Jintang Leluhur: Yi Sa memegang lempeng klan Yi, Zong Hang telah menyatu dengan lempeng klan Jiang, sedangkan Ding Yudie dapat mengusahakan lempeng klan Ding.
Melatih Zong Hang Menjadi Shuixiao Ketiga
Meski mampu bernapas di bawah air, Zong Hang belum menguasai keahlian Shuixiao lainnya. Ding Yudie melatihnya dalam pengamatan bawah air, komunikasi, pengerahan tenaga, dan berenang cepat, sedangkan Yi Sa menyuruhnya menghadapi buaya di dalam air. Awalnya Zong Hang gentar, tetapi kemudian ia menuntaskan ujian demi menepati janjinya untuk membantu Yi Sa. Keduanya pun mengakuinya sebagai Shuixiao ketiga.

Yi Sa tidak menggambarkan perjalanan ke Jintang Leluhur sebagai misi penyelamatan semata. Ia memberi tahu Zong Hang bahwa efek samping esensi air yang tidak murni lambat laun akan mematikan, dan hanya inti esensi air di Jintang Leluhur yang mungkin dapat menyembuhkannya. Ia membutuhkan Zong Hang dan lempeng di tubuh pria itu sekaligus demi memperjuangkan kesempatan untuk tetap hidup. Zong Hang memahami penyakit dan tujuan Yi Sa, tetapi tetap memilih untuk melanjutkan perjalanan bersamanya.

Ding Changsheng Memburu Inti Esensi Air
Ding Changsheng, pemimpin klan Ding, sejak lahir takut air dan sejak lama diragukan anggota klannya karena tidak mampu menjadi Shuixiao. Diam-diam ia menyelidiki orang-orang yang bermutasi akibat kegagalan di Sungai Zhaqu dua puluh tahun lalu. Ia mengurung para anggota klan Yi yang selamat dan seseorang yang mengaku bernama Jiang Jun, mencatat perkembangan mutasi mereka, lalu memastikan dari pengakuan yang terpencar-pencar bahwa inti esensi air dapat menciptakan Shuixiao yang sempurna.

Ding Changsheng menyuruh anak angkatnya, Ding Qi, melacak Yi Sa dan Zong Hang. Ia juga memerintahkan anak buahnya mencari jalur yang digunakan Yi Sa untuk membeli obat bius hewan. Dari sana, ia menyimpulkan bahwa Yi Sa juga menderita akibat mutasi. Ketika pulang untuk mengambil lempeng pusaka, Ding Yudie justru mendapat lempeng palsu. Ding Changsheng kemudian membawa lempeng asli beserta anak buahnya ke Danau Gongting. Di permukaan ia membantu para junior sebagai pemimpin salah satu dari tiga klan, tetapi sebenarnya ia bersiap menguasai inti esensi air seorang diri.

Dari Petunjuk Makam Raja Khmer Menuju Jintang Leluhur
Yi Sa, Zong Hang, dan Ding Yudie memeriksa kembali rute serta syarat untuk membuka Jintang dalam Hongrui Jingshui Bian. Sebelumnya, patung naga berkepala sembilan di makam Raja Khmer membantu Yi Sa memastikan identitas makam tersebut. Sementara itu, catatan mengenai Lonceng Lunhui Yin-Yang Leluhur, tiga lempeng pusaka, dan inti esensi air mengarah ke ruang yang lebih kuno di bawah Danau Gongting. Setelah rombongan Ding Changsheng bergabung, mereka menyelam ke dasar danau dalam beberapa kelompok.


Tentakel di bawah air memisahkan rombongan. Yi Sa dan Zong Hang terjatuh ke sebuah gua kapur yang terbentuk dari Xi Rang. Kerang-kerang di dalamnya menggigit makhluk hidup lalu meledak. Keduanya menyadari bahwa Xi Rang tumbuh cepat tetapi takut api, sehingga mereka memasukkan kerang yang dapat meledak ke dalam tas lalu membuka jalan dengan kobaran api. Di sisi lain, Ding Yudie dan anggota klan Ding terus mencari Lonceng Lunhui.
Kuburan Kapal Xi Rang dan Lonceng Lunhui
Setelah lolos dari gua, mereka menemukan banyak kapal karam dari berbagai zaman, termasuk Kobe Maru yang hilang menjelang akhir perang. Tidak ada mayat di kuburan kapal itu. Semua korban telah dibungkus Xi Rang menjadi manusia membatu dan berkumpul di sekitar Lonceng Lunhui. Ketika manusia hidup menyentuh Xi Rang, esensi air menyerap gen baru dan mengaktifkan tubuh-tubuh tersebut. Manusia membatu itu pun segera bangkit berkelompok.

Ketiga lempeng pusaka harus dipasang pada Lonceng Lunhui secara bersamaan. Karena lempeng Zong Hang telah menyatu dengan tubuhnya, Ding Changsheng memaksa orang lain mengambilnya dari dalam tubuh Zong Hang dan mengancam keselamatan Yi Sa agar ia mau bekerja sama. Zong Hang tetap menyerahkan lempeng itu kepada Yi Sa. Ketiga lempeng akhirnya mengaktifkan Lonceng Lunhui dan inti esensi air pun muncul. Ding Changsheng merebutnya lebih dahulu dan menyatakan bahwa hanya dirinya yang layak menjadi Shuixiao terkuat.

Ding Changsheng juga mengakui bahwa ia mengurung lalu membunuh para anggota klan Yi yang bermutasi dua puluh tahun lalu, sedangkan Yi Xiao ia lemparkan ke selokan. Ding Yudie menolak kembali mematuhi pemimpin klan itu dan melawan bersama Yi Sa. Zong Hang terluka parah dalam perebutan tersebut. Yi Sa menyuapkan sisa esensi air di sekitar Lonceng Lunhui kepadanya sehingga ia dapat bernapas kembali.
Ending
Setelah menelan inti esensi air, Ding Changsheng mengalami mutasi lebih lanjut dan akhirnya berubah menjadi monster air raksasa. Serangan biasa tidak mampu menghentikannya, sehingga Yi Sa, Zong Hang, dan Ding Yudie mendatangi Kobe Maru untuk mencari ranjau laut tua. Ding Yudie beralih menyelamatkan anggota klan Ding yang terjebak, sedangkan Yi Sa dan Zong Hang memancing monster itu menjauh sambil memindahkan ranjau. Mereka bersama-sama meledakkan senjata tersebut dan membunuh Ding Changsheng.


Ledakan dan arus air membuat Jintang Leluhur mulai runtuh. Yi Sa kembali melihat Yi Xiao. Kakaknya menunjukkan jalan keluar bawah air dan berkata bahwa mereka akan bertemu lagi. Setelah semua anggota klan Ding berhasil keluar, mereka mengangkat Ding Yudie sebagai pemimpin baru. Yi Sa dan Zong Hang juga saling memastikan perasaan mereka. Inti esensi air sudah ditelan Ding Changsheng, sehingga operasi ini tidak menyembuhkan tubuh Yi Sa. Namun, dalam halusinasi yang diciptakan Xi Rang, ia melihat Jintang Leluhur lain di bawah Sungai Kuning. Ketiganya memutuskan untuk terus mencarinya.
Sebelum berangkat, Yi Sa teringat satu kejanggalan: dua puluh tahun lalu, anggota klan Yi hanya tewas di Sungai Zhaqu dan tidak pernah memasuki Jintang Leluhur ini, tetapi Yi Xiao mengetahui jalan keluarnya. Karena itu, Yi Sa menduga bahwa sosok yang baru saja muncul bukanlah kakaknya yang sebenarnya, melainkan suatu keberadaan yang disimpan oleh Xi Rang dan esensi air. Film berakhir dengan kesimpulan bahwa “dia adalah mereka”, menyisakan misteri tentang manusia membatu, ingatan esensi air, dan identitas Yi Xiao.