Jiang Ziya
Dewa yang diusir dari Kunlun menyelidiki kembali kebenaran di balik penganugerahan para dewa: Menelusuri alur lengkap dan ending Jiang Ziya, dari saat ia melihat jiwa gadis tak bersalah ketika hendak membunuh Jiuwei, hingga mengantar Xiao Jiu ke Guixu, menentang rencana gurunya, dan memutus Tangga Langit.
Judul
Jiang Ziya
Legend of Deification
Tahun / Durasi
2020 · 110 menit
Genre
Drama / Animasi / Fantasi
Sutradara
Teng Cheng, Li Wei
Rating
Pemeran
Xi Zheng (suara Jiang Ziya), Ning Yang (suara Xiao Jiu dan Su Daji), Tu-Te-Ha-Meng (suara Shen Gongbao), Meme Yan (suara Si Bu Xiang), Guanlin Ji (suara Jiuwei), Xin Shan (suara Jiuwei), Guangtao Jiang (suara Yuanshi Tianzun)
Karya asli
Investiture of the Gods karya Zhonglin Xu
Jiang Ziya adalah film animasi fantasi Tiongkok garapan Teng Cheng dan Li Wei, yang diangkat dari tokoh Jiang Ziya serta legenda penganugerahan dewa dalam Investiture of the Gods. Xi Zheng, Ning Yang, Tu-Te-Ha-Meng, Meme Yan, Guanlin Ji, Xin Shan, dan Guangtao Jiang mengisi suara Jiang Ziya, Xiao Jiu, Shen Gongbao, Si Bu Xiang, Jiuwei, Yuanshi Tianzun, dan tokoh lainnya. Film ini tayang di Tiongkok daratan pada 1 Oktober 2020 dengan durasi 110 menit.
Per 9 Oktober 2026, film ini mendapat rating 6,6 di IMDb (3.012 suara), skor kesegaran 83% di Rotten Tomatoes (6 ulasan kritikus), dan Popcornmeter penonton 88% (kurang dari 50 rating terverifikasi). Sampel ulasan kritikus sangat sedikit. Indikator kritikus dan penonton yang tersedia secara umum cenderung positif, sedangkan rating pengguna IMDb berada pada tingkat sedang.
Keraguan di Altar Pembasmi Siluman dan Pengasingan
Setelah Perang Penganugerahan Dewa berakhir, Jiuwei dianggap sebagai pemimpin siluman yang mengacaukan Dinasti Shang dan memicu perang di Tiga Alam. Jiang Ziya memimpin pasukan mengalahkan klan rubah. Ia hanya perlu menuntaskan eksekusi di Altar Pembasmi Siluman agar dinobatkan sebagai pemimpin para dewa. Namun, saat hendak mengeksekusinya, ia melihat jiwa seorang gadis di dalam tubuh Jiuwei. Jika ia tetap membunuh Jiuwei, gadis itu juga akan lenyap.

Jiuwei melepaskan diri saat Jiang Ziya ragu. Jiang Ziya akhirnya mengayunkan senjatanya, dan semua orang mengira siluman rubah itu telah tewas. Namun, Jiang Ziya bersikeras bahwa gadis yang dilihatnya bukan ilusi. Yuanshi Tianzun menilai hatinya masih goyah, mencabut kekuatan dewanya, lalu mengasingkannya ke Beihai dengan perintah untuk kembali ke Kunlun setelah memahami kesalahannya.

Sepuluh Tahun di Beihai dan Xiao Jiu yang Mencari Ayahnya
Sepuluh tahun kemudian, Jiang Ziya masih tinggal di Beihai yang dingin dan tandus. Shen Gongbao datang mengunjungi sahabat lamanya, sementara Si Bu Xiang terus menemani Jiang Ziya. Jiang Ziya tidak menerima penjelasan Kunlun tentang ilusi yang ia lihat dahulu, dan ia juga belum bisa memperoleh kembali kedudukan serta kekuatannya.

Seorang gadis bertelinga rubah bernama Xiao Jiu menerobos masuk ke Beihai. Sebagian besar ingatannya hilang, dan ia hanya membawa peta menuju Gunung Youdu karena percaya ayahnya menunggu di sana. Jiang Ziya melihat kemiripannya yang sangat kuat dengan gadis di Altar Pembasmi Siluman, lalu memutuskan menemaninya ke Gunung Youdu. Shen Gongbao kemudian menyusul mereka.

Identitas Su Daji Terungkap di Gunung Youdu
Rombongan itu melintasi reruntuhan pascaperang dan bertemu dengan siluman rubah yang tersisa serta arwah yang tidak punya tempat untuk pulang. Xiao Jiu perlahan mengingat sejumlah potongan kejadian, tetapi masih tidak tahu mengapa dirinya terhubung dengan Jiuwei. Sesampainya di Gunung Youdu, mereka bertemu dengan arwah yang ditinggalkan Raja Zhou dan mengetahui bahwa Xiao Jiu adalah Su Daji, gadis yang dahulu dikirim ke istana. Jiwa Su Daji dan Jiuwei terikat satu sama lain oleh Belenggu Takdir.

Raja Zhou menjelaskan bahwa Jiuwei hanya bisa dimusnahkan sepenuhnya dengan membunuh Xiao Jiu. Jiang Ziya sempat bersiap melakukan itu untuk mengakhiri ancaman, tetapi Jiuwei muncul. Jiuwei mengatakan bahwa dahulu ayah Su Daji mengirimnya untuk menjadi selir Raja Zhou, lalu ia dijadikan korban dalam Perang Penganugerahan Dewa. Xiao Jiu bukanlah ilusi yang diciptakan begitu saja.

Pengorbanan Si Bu Xiang dan Kembalinya Jiang Ziya ke Kunlun
Jiang Ziya dan Shen Gongbao bekerja sama melawan Jiuwei. Dalam pertempuran itu, Si Bu Xiang tewas demi melindungi Jiang Ziya, lalu berubah menjadi roh dan menghilang. Shen Gongbao kemudian menguras kekuatannya sendiri untuk mengirim Jiang Ziya kembali ke Alam Langit agar ia dapat mempertanyakan langsung keputusan Yuanshi Tianzun pada masa lalu.

Yuanshi Tianzun memberi tahu Jiang Ziya bahwa ia kehilangan kedudukan sebagai dewa bukan hanya karena gagal membasmi semua siluman rubah, melainkan juga karena pernah membahayakan keamanan Tiga Alam demi menyelamatkan seorang gadis. Jiang Ziya tetap meminta agar Xiao Jiu diberi kesempatan untuk bereinkarnasi. Karena keteguhannya, Yuanshi Tianzun mengizinkan Jiang Ziya mengantar Xiao Jiu ke Gerbang Reinkarnasi di Guixu untuk memutus hubungannya dengan Jiuwei.

Kebenaran di Balik Gerbang Reinkarnasi Guixu
Jiang Ziya membawa Xiao Jiu menuju Guixu, sementara Shen Gongbao tinggal di belakang untuk menghalangi Jiuwei. Jiuwei akhirnya menerobos pertahanan dan mencapai Gerbang Reinkarnasi. Ia mengungkapkan bahwa dahulu dirinya dijanjikan akan diangkat menjadi dewa, tetapi justru dijadikan musuh yang harus diperangi bersama oleh Tiga Alam agar semua pihak dapat dipersatukan melalui satu perang. Jiang Ziya juga melihat sendiri bahwa Gerbang Reinkarnasi bukan sekadar jalan untuk mengantar arwah menuju kelahiran kembali, melainkan jurang yang memenjarakan arwah para korban perang.

Setelah Xiao Jiu memasuki jalur itu, ia dirantai di dalam jurang. Jiang Ziya tidak lagi bergantung pada kekuatan pemberian Kunlun. Ia menerobos masuk atas kehendaknya sendiri dan memutus rantai yang membelenggu Xiao Jiu. Arwah-arwah yang terpenjara pun berhamburan keluar, belenggu yang lama menyiksa Jiuwei ikut patah, dan tatanan penganugerahan dewa yang dipertahankan Yuanshi Tianzun mulai runtuh.

Ending
Jiang Ziya membawa Xiao Jiu ke depan Gerbang Reinkarnasi dan mengira telah membebaskannya dari Belenggu Takdir. Namun, Yuanshi Tianzun menurunkan alat pemenggal siluman. Bilahnya menembus Gerbang Reinkarnasi dan tetap membunuh Xiao Jiu serta Jiuwei. Alam Langit kemudian menganggap eksekusi itu sebagai akhir dari ancaman siluman dan kembali memanggil Jiang Ziya untuk menaiki Tangga Langit agar dinobatkan sebagai dewa.

Jiang Ziya menolak kembali pada tatanan lama. Ia mengayunkan Cambuk Pemukul Dewa untuk memutus Tangga Langit yang menghubungkan dunia manusia, Kunlun, dan Alam Langit yang lebih tinggi, sehingga dunia manusia tidak lagi dapat dipermainkan sesuka hati oleh para dewa. Bertahun-tahun kemudian, Shen Gongbao menceritakan kisah Jiang Ziya kepada seorang muridnya. Xiao Jiu bereinkarnasi menjadi seorang gadis biasa, sedangkan Si Bu Xiang bereinkarnasi menjadi seekor anak anjing. Keduanya bertemu di jalan dan bermain bersama.

Saat kredit akhir berlangsung, tiga dewa ditugaskan menjaga penjara langit. Dalam adegan tambahan lainnya, Jiang Ziya makan semeja dengan tokoh-tokoh dari Ne Zha.