Following
Seorang pengintip menyaksikan kematian seorang influencer, lalu jasadnya lenyap begitu saja: alur cerita lengkap film misteri Korea Following, mulai dari kedok palsu di media sosial, jebakan sang penguntit, hingga akhir cerita yang penuh plot twist.
Judul
Following
그녀가 죽었다
Tahun / Durasi
2024 · 103 menit
Genre
Misteri / Thriller
Sutradara
Kim Se-hwi
Penulis
Kim Se-hwi
Rating
Pemeran
Byun Yo-han, Shin Hye-sun, Lee El, Yoon Byung-hee
Agen Properti dengan Hobi Mengintip
Goo Jeong-tae (diperankan oleh Byun Yo-han) adalah seorang agen properti bersertifikat yang, di permukaan, tampak sebagai profesional yang terhormat. Tapi dia menyimpan kebiasaan yang tak bisa dia perlihatkan ke siapa pun: dia menyalahgunakan kunci rumah klien yang dititipkan di kantornya untuk menyelinap masuk ke rumah orang lain saat pemiliknya sedang keluar. Dia tidak mencuri barang berharga — dia hanya berkeliling mengamati ruang pribadi orang asing, membongkar-bongkar barang mereka, dan meresapi jejak kehidupan mereka. Sesekali dia membawa pulang benda-benda kecil sebagai “kenang-kenangan”. Kebiasaan mengintip ini memberinya kepuasan tersembunyi.

Suatu hari, seorang perempuan muda bernama Han So-ra (diperankan oleh Shin Hye-sun) datang ke kantor Jeong-tae. So-ra adalah seorang influencer media sosial yang cukup populer, membangun citra hidup sehat di dunia maya — memposting foto salad vegan, menyerukan perlindungan hewan terlantar, dan menggalang donasi. Dia menitipkan kunci rumahnya di kantor agen properti milik Jeong-tae.
Jeong-tae langsung tertarik pada So-ra. Dia mulai berulang kali menyelinap ke apartemen So-ra saat perempuan itu sedang keluar, mengamati segala sesuatu tentangnya dengan cermat. Namun dia segera sadar bahwa citra influencer yang dibangun So-ra dengan susah payah itu semuanya palsu — foto-foto salad vegannya cuma settingan, padahal dia sebenarnya makan sosis dari minimarket; penggalangan dana untuk hewan terlantarnya pun cuma tipu-tipu untuk memeras uang para pengikutnya.

Dia Meninggal
Suatu hari, Jeong-tae masuk ke apartemen So-ra seperti biasa memakai kuncinya. Tapi kali ini, yang menyambutnya bukan ruangan kosong, melainkan So-ra yang terbaring dingin tak bernyawa di sofa — dia meninggal.
Jeong-tae dilanda kepanikan luar biasa. Sebagai orang yang masuk secara ilegal, dia tidak mungkin melapor ke polisi. Dia buru-buru kabur dari tempat kejadian. Beberapa jam kemudian, dia memberanikan diri kembali ke apartemen So-ra untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun kali ini, sofa itu kosong melompong — jasad So-ra lenyap, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Catatan Merah dan Jerat yang Makin Erat
Persoalan tidak berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, Jeong-tae menerima secarik kertas merah bertuliskan, “Kamu yang melakukannya, kan? Iya kan?”
Ada seseorang yang tahu bahwa dia pernah masuk ke apartemen So-ra. Yang lebih buruk, semua bukti mulai mengarah ke Jeong-tae — dia memegang kunci rumah So-ra, punya catatan keluar-masuk yang sering, dan riwayat pernah mencuri barang-barang kecil. Di mata polisi dan masyarakat, dialah tersangka utama pembunuhan So-ra.

Di saat yang sama, detektif perempuan dari unit kejahatan berat, Oh Young-joo (diperankan oleh Lee El), mulai menyelidiki kasus hilangnya So-ra. Young-joo teliti dan gigih, dan dia segera mengunci kecurigaannya pada Jeong-tae. Jeong-tae, sambil berusaha menghindari kejaran polisi, mulai menyelidiki sendiri orang-orang di sekitar So-ra, berusaha menemukan pelaku sebenarnya untuk membersihkan namanya.
Sang Penguntit Muncul
Jeong-tae mendapati ada seorang penguntit misterius yang diam-diam mengawasinya. Orang ini menyelinap masuk ke apartemen Jeong-tae, dan keduanya terlibat perkelahian sengit sebelum Jeong-tae berhasil mengusirnya. Dia langsung melapor ke detektif Young-joo, tapi Young-joo tidak percaya begitu saja — karena orang yang pertama kali melaporkan hilangnya So-ra justru penguntit itu sendiri.
Jeong-tae membawa Young-joo kembali ke apartemennya untuk membuktikan sesuatu, tapi yang mereka temukan justru pemandangan yang lebih mengerikan: sang penguntit sudah gantung diri di dalam apartemen itu, dengan sebuah amplop merah di sampingnya yang berisi foto-foto Jeong-tae diam-diam menyelinap ke apartemen So-ra, juga foto perkelahian antara dia dan sang penguntit. Semua bukti disusun dengan rapi untuk menjebak Jeong-tae sebagai tersangka.
Kebenaran di Balik Kedok Sang Influencer
Terdesak tanpa jalan keluar, Jeong-tae mulai menggali lebih dalam hubungan sosial So-ra. Dia menemui seorang influencer “pesaing” So-ra dan memaksanya mengungkap kebenaran.
Ternyata, target awal sang penguntit bukanlah So-ra, melainkan influencer pesaing ini. Untuk melindungi dirinya sendiri, influencer pesaing itu dengan licik mengalihkan perhatian sang penguntit ke So-ra. Yang lebih mengejutkan, influencer pesaing ini dan So-ra sebenarnya bekerja sama — influencer pesaing bertugas memposting komentar-komentar jahat di akun So-ra untuk menciptakan kesan bahwa So-ra dirundung di dunia maya, sementara So-ra memanfaatkan rasa simpati dari “perundungan” palsu itu untuk menggalang donasi dalam skala lebih besar dan memeras lebih banyak uang. Influencer pesaing itu mengambil 20% dari keuntungannya sebagai imbalan.
Kematian So-ra, bunuh dirinya sang penguntit, kesulitan yang menimpa Jeong-tae — semuanya adalah rentetan akibat dari skema palsu para influencer ini.

Kamu Juga Bukan Korban
Di akhir cerita, Jeong-tae menemui detektif Young-joo untuk berterima kasih padanya. Dia mengira, setelah melalui semua ini, Young-joo akan bersimpati padanya — toh tipu daya So-ra sudah menghancurkan hidupnya.
Namun Young-joo justru menghantamnya telak. Dia menegaskan dengan blak-blakan: Jeong-tae juga bukan korban. Dia masuk secara ilegal ke rumah orang lain, mengintip kehidupan pribadi orang lain, mengambil barang-barang pribadi orang lain — dia sendiri pada dasarnya adalah seorang penguntit. So-ra memang penipu, sang penguntit memang orang yang menyimpang, tapi apa Jeong-tae sendiri lebih baik dari mereka?
Akhir cerita ini tidak memberikan jalan keluar yang hangat bagi siapa pun. Setiap orang punya dosanya sendiri, dan tidak ada satu pun yang benar-benar menjadi korban.