← Kembali ke beranda

Searching

Satu laptop membongkar sisi tersembunyi kehidupan seorang remaja yang hilang: alur cerita lengkap film Searching, mulai dari sang ayah menelusuri jejak digital putrinya hingga identitas palsu dan rangkaian upaya menutupinya terungkap

Judul

Searching

Tahun / Durasi

2018 · 102 menit

Genre

Drama / Misteri / Thriller

Sutradara

Aneesh Chaganty

Penulis

Aneesh Chaganty, Sev Ohanian

Rating

Pemeran

John Cho (sebagai David Kim), Michelle La (sebagai Margot Kim), Debra Messing (sebagai Detektif Rosemary Vick), Joseph Lee (sebagai Peter), Sara Sohn (sebagai Pamela Kim)

Searching
Seorang pria memegang kamera video, sementara seorang perempuan membungkuk mendampingi seorang gadis kecil bermain piano Dalam bingkai foto digital di komputer, dua orang dewasa dan seorang gadis berdiri berdampingan sambil tersenyum ke arah kamera Di lorong sekolah, seorang perempuan duduk sambil tersenyum, dengan seorang pria di belakangnya memegang kedua bahunya Dalam rekaman CCTV kamar tidur yang temaram, seorang pria terlihat berbaring miring di tempat tidur Di area berhutan, seorang polisi perempuan menghadap beberapa mikrofon, dengan petugas polisi dan seorang pria berdiri di belakangnya Di jendela panggilan video, seorang pria menunduk menatap layar, dengan daftar kontak dan berita web di sampingnya
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Searching adalah film thriller misteri Amerika Serikat yang tayang pada 2018, disutradarai oleh Aneesh Chaganty dan ditulis bersama Sev Ohanian, dibintangi oleh John Cho, Michelle La, dan Debra Messing. Film berdurasi 102 menit ini bercerita hampir sepenuhnya lewat layar desktop komputer, ponsel, panggilan video, rekaman CCTV, dan tayangan berita daring.

Film ini mendapat nilai 7,6 di IMDb dari 195.052 suara. Rotten Tomatoes mencatat tingkat kesegaran 92% dari 259 ulasan, dengan skor penonton 88%. Baik penilaian profesional maupun tanggapan penonton sama-sama positif.

Sepuluh Tahun dalam Rekaman Keluarga

Foto, kalender, dan rekaman video keluarga di layar komputer merangkai lebih dari sepuluh tahun kehidupan keluarga Kim. David dan Pamela merekam perjalanan putri mereka, Margot, sejak belajar piano di usia dini, masuk sekolah, hingga tumbuh dewasa. Pamela kemudian didiagnosis limfoma; pengobatannya sempat berhasil, tetapi penyakitnya kambuh lagi. Ia akhirnya meninggal dunia tak lama sebelum Margot masuk SMA.

Seorang pria memegang kamera video, sementara seorang perempuan membungkuk mendampingi seorang gadis kecil bermain piano

Setelah kehilangan Pamela, David tetap memperhatikan putrinya lewat pesan teks dan panggilan video, tetapi ayah dan anak itu jarang membicarakan kematian tersebut secara langsung. Komunikasi yang tadinya dijembatani oleh Pamela lambat laun terputus; David mengira Margot hanya sibuk dengan sekolah, tanpa menyadari bahwa jarak di antara mereka sudah terbentuk.

Dalam bingkai foto digital di komputer, dua orang dewasa dan seorang gadis berdiri berdampingan sambil tersenyum ke arah kamera

Di lorong sekolah, seorang perempuan duduk sambil tersenyum, dengan seorang pria di belakangnya memegang kedua bahunya

Tiga Panggilan Tak Terjawab

Pada suatu malam Kamis, Margot yang berusia 16 tahun memberi tahu David bahwa ia akan ikut kelompok belajar biologi dan menginap di luar. Setelah David tertidur, Margot meneleponnya tiga kali berturut-turut, tetapi tidak ada yang terjawab. Jumat pagi, David melihat panggilan tak terjawab itu dan menyadari putrinya meninggalkan laptop di rumah. Ia mengira Margot sudah berangkat sekolah dan belum melapor ke polisi saat itu.

Dalam rekaman CCTV kamar tidur yang temaram, seorang pria terlihat berbaring miring di tempat tidur

Hingga malam tiba, Margot masih belum membalas. David menelepon guru pianonya dan baru tahu bahwa Margot sudah berhenti les enam bulan lalu. Ia kemudian memeriksa catatan transfer dan mendapati putrinya selama ini menyimpan sendiri uang les yang seharusnya dibayarkan, lalu mentransfer 2.500 dolar ke akun Venmo yang sudah dihapus tepat sebelum menghilang. David akhirnya yakin ada yang tidak beres dan melapor ke polisi.

Detektif Vick dan Jejak Digital

Detektif Rosemary Vick mengambil alih kasus orang hilang ini dan menanyakan sifat, lingkaran pertemanan, serta aktivitas Margot belakangan. Menghadapi pertanyaan-pertanyaan itu, David baru sadar ia tidak bisa menyebutkan siapa teman terdekat putrinya. Ia memakai akun lama peninggalan Pamela untuk masuk ke media sosial Margot dan menghubungi teman-teman sekelasnya satu per satu; orang-orang yang selama ini ia anggap sahabat Margot ternyata mengaku hanya sesekali mengobrol di sekolah. Margot rupanya semakin menyendiri sejak ibunya meninggal.

Di area berhutan, seorang polisi perempuan menghadap beberapa mikrofon, dengan petugas polisi dan seorang pria berdiri di belakangnya

Vick lalu memberi tahu David bahwa polisi menemukan petunjuk Margot membuat KTP palsu, dan kamera lalu lintas juga merekam mobilnya melaju keluar kota. Berdasarkan itu, Vick menduga Margot mungkin pergi dari rumah atas kemauannya sendiri. David tidak menerima kesimpulan itu dan terus menelusuri email, riwayat obrolan, foto, serta riwayat penjelajahan web putrinya untuk mencari petunjuk soal keberadaannya.

Di jendela panggilan video, seorang pria menunduk menatap layar, dengan daftar kontak dan berita web di sampingnya

Mobil di Danau Barbosa

David menemukan bahwa Margot pernah memakai situs live streaming bernama YouCast dan sering berkomunikasi dengan akun “fish_n_chips”. Perempuan muda di akun itu mengaku bernama Hannah dan menceritakan kondisi keluarganya yang sulit serta ibunya yang mengidap kanker. Vick mengatakan polisi sudah memeriksanya, dan pada malam Margot menghilang, Hannah berada di Pittsburgh sehingga tidak dicurigai.

Di jendela video siaran langsung, seorang perempuan berambut panjang duduk di kamar tidur, dengan komentar penonton berderet di sisi kanan

Setelah terus menelusuri video-video yang diunggah Margot, David mengenali bahwa putrinya sering pergi ke Danau Barbosa di luar kota, yang letaknya dekat dengan jalan tempat kamera lalu lintas terakhir merekam mobilnya. Ia segera berkendara ke sana dan menemukan gantungan kunci Pokémon milik Margot di tepi danau.

Di jendela siaran langsung komputer, tampak permukaan danau yang tenang dikelilingi hutan, dengan beberapa komentar di sisi kanan

Setelah polisi tiba, mobil Margot diangkat dari danau dan ditemukan amplop berisi 2.500 dolar di dalamnya, tetapi Margot sendiri tidak ditemukan. Mobil yang tenggelam itu membuktikan Margot bukan sekadar kabur dari rumah, sehingga polisi bersama relawan langsung menggelar pencarian besar-besaran di sekitar danau dan hutan sekitarnya.

Di tepi danau, beberapa mobil polisi terparkir di dekat sebuah sedan gelap yang tergantung di atas trailer derek, dengan empat orang berdiri di sampingnya

Pencarian Terhambat dan Rahasia Peter

David mengenakan rompi reflektif dan ikut serta dalam pencarian, begitu juga adiknya, Peter. Hujan deras yang turun pada hari ketiga memperlambat proses pencarian. Sementara itu, muncul banyak spekulasi di internet, bahkan seorang remaja laki-laki mengaku tahu keberadaan Margot. David yang marah sampai bentrok dengannya, hingga polisi memisahkan keduanya, dan Vick pun tidak lagi mengizinkan David ikut pencarian di lapangan.

Di area berhutan, dua pria berompi reflektif berjalan maju, dengan seorang relawan di sisi kanan

Di luar ruangan, dua petugas polisi menahan seorang pria berjaket abu-abu, sementara seorang pria lain membelakangi kamera

David lalu memeriksa foto-foto TKP yang dipublikasikan dan mengenali jaket Peter di antara barang-barang dalam mobil. Ia juga menemukan pesan teks antara Peter dan Margot yang bernada ambigu, sehingga langsung mendatangi rumah adiknya untuk meminta penjelasan. Peter menjelaskan bahwa mereka hanya merokok ganja bersama sambil mengobrol; Margot ternyata belum bisa melepaskan duka atas kematian ibunya, dan David tidak menyadari kondisi itu.

Tepat saat kedua bersaudara itu saling berhadapan, Vick datang membawa kabar baru: seorang mantan narapidana bernama Randy Cartoff mengaku dalam sebuah video daring bahwa ia memerkosa dan membunuh Margot, lalu meninggal setelahnya. Polisi pun menyatakan kasus ini selesai, dan keluarga Margot mulai mempersiapkan pemakaman tanpa jenazah.

Foto Palsu di Laman Pemakaman

Saat mengunggah foto ke situs siaran langsung pemakaman, David melihat sebuah foto stok yang dipakai dalam template halaman itu. Perempuan dalam foto itu ternyata sama dengan foto profil akun “fish_n_chips” yang mengaku bernama Hannah. David menemukan model asli foto tersebut, dan perempuan itu menegaskan tidak mengenal Margot dan tidak pernah diperiksa polisi. Dari situ David memastikan bahwa hasil pemeriksaan Vick soal Hannah sebelumnya adalah palsu.

Di tengah laman web komputer, tayangan siaran langsung acara peringatan di dalam gereja diputar, dengan wajah seorang pria tampak di sisi kanan

David mencoba menghubungi Vick, tetapi dari petugas dispatcher ia justru tahu bahwa Vick bukan ditugaskan menangani kasus ini, melainkan meminta sendiri untuk mengambilnya. Ia lalu menelusuri latar belakang Vick dan menemukan bahwa perempuan itu pernah terlibat program relawan yang membantu mantan narapidana, tempat ia berkenalan dengan Cartoff. David melaporkan temuan ini kepada kepala polisi, dan polisi segera menangkap Vick di lokasi pemakaman.

Ending

Setelah ditangkap, Vick memberikan pengakuan sambil berusaha meringankan hukuman putranya, Robert. Robert diam-diam menyukai Margot, dan untuk mendekatinya, ia memakai foto stok curian di YouCast dan menyamar sebagai “Hannah”. Ia berbohong bahwa ibunya mengidap kanker dan keluarganya kesulitan uang; Margot yang mempercayainya lalu mentransfer 2.500 dolar tabungannya kepada Robert.

Robert kemudian merasa malu atas kebohongannya dan membawa uang itu mengikuti Margot ke Danau Barbosa, berniat mengaku secara langsung dan mengembalikan uangnya. Pertemuan keduanya justru berujung pertikaian, dan tanpa sengaja Robert mendorong Margot jatuh ke jurang sedalam sekitar 50 kaki. Setelah Robert menceritakan kejadian itu kepada ibunya, Vick menyimpulkan Margot sudah tewas, dan karena khawatir putranya menghadapi tuntutan pidana berat, ia mulai menutupi TKP.

Vick mendorong mobil Margot ke danau, memalsukan bukti bahwa Margot membuat KTP palsu, dan berbohong bahwa “Hannah” berada di Pittsburgh malam itu. Setelah David menemukan mobil yang tenggelam itu, teori kabur dari rumah tidak lagi bisa dipertahankan, sehingga Vick memanfaatkan Cartoff sebagai kambing hitam dan memakai video pengakuan palsu untuk membuat kasus ini terkesan sudah terpecahkan.

Dalam tayangan berita televisi dari sudut atas, dua mobil polisi terparkir di dekat sebuah mobil berwarna gelap, dengan teks berjalan menyebutkan sang detektif telah ditangkap

Dalam perjalanan ke kantor polisi, Vick berkata bahwa sekalipun Margot selamat dari jatuhnya, mustahil ia bertahan lima hari tanpa air. David langsung teringat hujan deras yang turun pada hari ketiga pencarian, yang mungkin membuat putrinya tetap hidup. Ia meminta polisi berbalik kembali ke jurang, dan tim penyelamat akhirnya menemukan Margot di dasar jurang dalam kondisi luka parah namun masih bernyawa, lalu menyelamatkannya.

Dalam tayangan udara berita televisi, ambulans, mobil polisi, dan sejumlah petugas penyelamat terlihat berkumpul di tepi jurang

Dua tahun kemudian, Margot mendaftar ke jurusan piano di universitas. Hubungan ayah dan anak itu kembali dekat; David terus memantau perkembangan pendaftarannya dan mengatakan bahwa Pamela pasti bangga padanya. Margot mengganti wallpaper desktop komputernya, dari foto bersama ibunya menjadi foto dirinya bersama David di ruang tunggu rumah sakit setelah ia diselamatkan.