← Kembali ke beranda

B for Busy

Satu meja makan menyatukan keseharian tiga perempuan dewasa dan dua sahabat lama di Shanghai: Uraian lengkap proses Lao Bai mengejar Nona Li, mempersiapkan pameran lukisan, serta semua orang saling mendekat kembali di antara cinta dan kehidupan sehari-hari dalam B for Busy

Judul

B for Busy

Tahun / Durasi

2021 · 112 menit

Genre

Drama / Komedi / Romantis

Sutradara

Yihui Shao

Penulis

Yihui Shao

Rating

Pemeran

Zheng Xu (sebagai Lao Bai), Yili Ma (sebagai Nona Li), Yue Wu (sebagai Bei Bei), Hongjie Ni (sebagai Gloria), Yemang Zhou (sebagai Lao Wu)

Penghargaan

Golden Rooster Awards Sinema Tiongkok ke-35: Skenario Terbaik, Penyuntingan Terbaik

B for Busy
Di kursi penonton yang temaram, seorang wanita berbaju ungu duduk berdampingan dengan seorang pria berkacamata Seorang pria berkacamata berdiri di depan kompor dapur sambil memasak Seorang gadis berseragam sekolah duduk di meja makan, dengan minuman dan camilan di hadapannya Seorang pria berkacamata duduk di kios tukang sepatu, mengobrol dengan pria di hadapannya Seorang wanita berambut panjang memegang kuas duduk di depan kanvas, seorang pria berkacamata berdiri di belakangnya Lima orang dewasa duduk mengelilingi meja bundar sambil mengobrol, dengan piring dan gelas anggur di atas meja
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

B for Busy adalah film drama komedi Tiongkok daratan yang tayang pada 2021, ditulis dan disutradarai oleh Yihui Shao. Zheng Xu bertindak sebagai produser sekaligus tampil bersama Yili Ma, Yue Wu, Hongjie Ni, dan Yemang Zhou sebagai pemeran utama. Dialog film ini sebagian besar menggunakan dialek Shanghai, dengan durasi 112 menit, dan tayang di Tiongkok daratan pada 24 Desember 2021. Yihui Shao meraih Skenario Terbaik di Golden Rooster Awards Sinema Tiongkok ke-35 berkat film ini, sementara Qiongyi Huang meraih Penyuntingan Terbaik.

Per 19 September 2026, film ini mendapat skor 7,4 di IMDb, di atas tujuh poin, dengan tanggapan keseluruhan yang cenderung positif.

Pagi Setelah Menonton Teater

Lao Bai, yang telah lama bercerai, tinggal di sebuah rumah tua di Shanghai. Sehari-hari ia mengajar warga sekitar melukis, sambil tetap mengerjakan karyanya sendiri. Ia menonton pertunjukan teater bersama Nona Li, yang juga sudah bercerai. Nona Li tersentuh oleh pertunjukan di atas panggung, dan setelah pertunjukan selesai, ia ikut pulang ke rumah Lao Bai; keduanya menghabiskan satu malam bersama. Keesokan paginya, Lao Bai dengan sungguh-sungguh menyiapkan sarapan, tetapi Nona Li justru pergi lebih dulu.

Di kursi penonton yang temaram, seorang wanita berbaju ungu duduk berdampingan dengan seorang pria berkacamata

Seorang pria berkacamata berdiri di depan kompor dapur sambil memasak

Lao Bai tidak tahu harus memahami hubungan mereka berdua seperti apa. Ia mengirim pesan untuk bertanya kepada Nona Li, lalu berkunjung ke rumahnya sambil membawa naskah asli pertunjukan teater itu. Ia mengganti bohlam lampu di rumah Nona Li, dan saat hendak pergi, ia memperhatikan sepasang sepatu hak tinggi di rak sepatu yang sudah rusak, lalu membawanya pergi untuk diperbaiki. Nona Li tidak memberikan kepastian apa pun, tetapi keduanya mulai sering bertemu.

Memperbaiki Sepatu, Menjemput Anak, dan Semakin Dekat dalam Keseharian

Nona Li tinggal bersama putrinya yang masih kecil, Maya, dan ibunya. Selain bekerja, ia juga harus mengurus berbagai hal kecil seperti mengantar-jemput dan membimbing anaknya belajar. Lao Bai berinisiatif membantu menjaga Maya, menemaninya makan dan mengerjakan tugas sekolah, serta menyerahkan sepatu hak tinggi yang rusak itu kepada tukang sepatu di pinggir jalan. Hubungan keduanya perlahan berkembang dari sekadar kencan menjadi bagian dari keseharian mereka.

Seorang gadis berseragam sekolah duduk di meja makan, dengan minuman dan camilan di hadapannya

Seorang pria berkacamata duduk di kios tukang sepatu, mengobrol dengan pria di hadapannya

Lao Bai melukis siluet wajah Nona Li. Nona Li menyukai lukisan itu dan membiarkan Lao Bai terus mendekatinya, tetapi ia tetap berhati-hati untuk kembali menjalin hubungan jangka panjang. Sementara itu, Lao Bai terus mengejar Nona Li sambil tetap mengajar, berbelanja, dan memasak, serta berdiskusi dengan sahabatnya, Lao Wu, untuk mempersiapkan pameran lukisan tunggalnya.

Murid Studio Lukis dan Makan Malam Dadakan

Gloria adalah murid di studio lukis Lao Bai. Ia sudah menikah, tetapi mengaku suaminya telah lama menghilang entah ke mana. Ia tidak menyembunyikan rasa sukanya pada Lao Bai, dan sering mengubah jam pelajaran melukis menjadi sesi mengobrol berdua. Di sisi lain, mantan istri Lao Bai, Bei Bei, masih menjaga hubungan dengan ibu Lao Bai dan putra mereka, Bai Ge. Perceraian tidak memutus ikatan keluarga ini.

Seorang wanita berambut panjang memegang kuas duduk di depan kanvas, seorang pria berkacamata berdiri di belakangnya

Lao Bai sebenarnya ingin menjamu Nona Li secara berdua saja, tetapi Gloria, Bei Bei, dan Lao Wu satu per satu ikut bergabung dalam makan malam itu. Untuk pertama kalinya, ketiga perempuan itu duduk semeja dan membicarakan pernikahan, punya anak, hidup mandiri, serta hubungan masing-masing dengan Lao Bai. Mereka saling menyelidiki lewat percakapan, tetapi tidak memperlakukan satu sama lain sebagai lawan yang harus dikalahkan; Lao Bai dan Lao Wu justru sering kali tidak kebagian kesempatan bicara.

Lima orang dewasa duduk mengelilingi meja bundar sambil mengobrol, dengan piring dan gelas anggur di atas meja

Malam Gloria dan Masa Lalu Bei Bei

Gloria mengajak Lao Bai pergi bernyanyi karaoke. Keduanya kemudian menghabiskan satu malam bersama. Gloria tidak meminta komitmen jangka panjang darinya, melainkan membeli salah satu lukisannya, menjadikan pembayaran itu sebagai penutup yang jelas untuk karya tersebut sekaligus pengalaman mereka. Lao Bai berusaha bersikap bertanggung jawab, tetapi Gloria memilih mengakhiri momen kedekatan singkat itu dengan caranya sendiri.

Di bawah lampu berwarna-warni, seorang wanita berbaju bermotif bunga berdiri dengan kedua tangan terbuka di depan mikrofon

Sementara itu, Bei Bei terus menekuni tarian tango dan secara terbuka mengakui bahwa hubungan di luar pernikahan yang pernah ia jalani dulu adalah penyebab perceraiannya dengan Lao Bai. Ia merasa tidak nyaman bila ada perempuan lain di dekat Lao Bai, tetapi tidak berniat memperbaiki pernikahan mereka. Yang masih tersisa di antara mereka hanyalah tanggung jawab bersama membesarkan Bai Ge dan keakraban yang terbentuk dari bertahun-tahun hidup bersama.

Beberapa pasangan menari di lantai dansa, seorang wanita berbaju terusan berwarna terang melintas di tengah gambar

Nona Li Mundur Selangkah

Setelah mengetahui Nona Li membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak, Lao Bai menawarkan agar ia pindah ke rumah yang bisa disediakannya. Bantuan yang tampak praktis ini justru membuat Nona Li merasa hubungan mereka berkembang terlalu cepat. Ia merenung sendirian di dekat jendela, lalu mengatakan kepada Lao Bai bahwa ia perlu membuat sebuah pilihan; hubungan keduanya pun untuk sementara mendingin.

Seorang wanita berambut pendek duduk di dekat jendela, tangannya mendekati mulut, memandang keluar jendela dari samping

Ibu Lao Bai pernah memberikan sepatu lama Nona Li kepada orang lain, sehingga Lao Bai terpaksa membeli sepatu baru untuk menggantinya. Nona Li memberi tahu bahwa sepatu lamanya sebenarnya tidak berharga, dan ia pun tidak menerima sepatu baru itu. Akhirnya, Lao Bai menyerahkan sepatu tersebut kepada ibunya untuk diurus. Sementara itu, Bai Ge dan kekasihnya, Yang Yang, mengelola sebuah toko minuman; Lao Bai dan Bei Bei sama-sama pernah memberi pendapat soal hubungan mereka, tetapi Bai Ge dan Yang Yang tetap memutuskan sendiri bagaimana menjalani hubungan itu.

Di dekat konter yang terang, seorang pria paruh baya mengobrol dengan dua anak muda, satu pria dan satu wanita

Nona Li, Gloria, dan Pameran Lukisan

Nona Li dan Gloria bertemu tanpa melibatkan Lao Bai. Pembicaraan mereka yang semula tentang Lao Bai berubah menjadi berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing, lalu keduanya bersama-sama membantu Lao Bai mencari ruang pameran. Bei Bei kemudian juga ikut bergabung dengan mereka dalam sebuah acara kumpul-kumpul di tempat Lao Bai.

Dua wanita duduk berhadapan di meja bundar, dengan piring dan minuman di atas meja

Lao Bai dan Lao Wu mencari tempat pameran ke berbagai lokasi, tetapi berulang kali gagal. Setelah sempat bertengkar, keduanya berbaikan kembali, dan Lao Wu tetap menjadi kurator pameran itu. Berkat pekerjaan dan koneksi masing-masing, Nona Li dan Gloria berhasil menghubungi sebuah galeri di Bund No. 18, lalu ikut membantu menata pameran. Rencana pameran lukisan pun akhirnya terwujud.

Seorang pria berbaju bergaris berdiri di depan dinding pameran memasang lukisan, dengan wajah samping seorang pengunjung di latar depan

Lao Wu Menceritakan Mitos Cintanya Sendiri

Lao Wu sehari-hari berpakaian rapi, suka bercerita tentang kisah asmaranya di masa lalu, dan sering membantu Lao Bai memberi saran. Dalam sebuah acara kumpul-kumpul sebelum pameran dibuka, Bai Ge menyebutkan adanya kabar di internet bahwa Sophia Loren meninggal di lokasi syuting, tetapi saat itu belum ada yang memastikan kebenarannya. Lao Wu lalu menceritakan pengalamannya bepergian ke Eropa saat masih muda: ia bertemu Sophia Loren secara tidak sengaja di Italia, menghabiskan satu malam bersamanya, dan tidak pernah bertemu lagi sesudahnya. Ia bercerita dengan sangat rinci dan penuh perasaan, membuat semua orang mendengarkan dengan takjub, tetapi pada akhirnya ia tertawa dan mengaku bahwa kisah itu hanya karangannya.

Seorang pria berdiri di bagian buah-buahan supermarket, memeluk kantong kertas dan sepotong roti panjang

Seorang pria duduk di meja makan sambil berbicara, dengan gelas anggur dan piring di hadapannya

Setelah acara kumpul-kumpul itu selesai, semua orang bermalam di rumah Lao Bai. Keesokan paginya, mereka mendapati Lao Wu telah meninggal dunia; film ini tidak menjelaskan penyebab kematiannya secara pasti. Pameran lukisan yang belum sempat dibuka tetap dilanjutkan sesuai rencana.

Ending

Pameran lukisan itu kemudian resmi dibuka, dengan nama “Kurator: Lao Wu” tetap tercantum di dinding pameran. Seorang agen dari perusahaan properti Eropa menemui Lao Bai dan menjelaskan bahwa rumah tempat Lao Wu tinggal telah disediakan gratis oleh perusahaan itu sejak 1990, dengan kesepakatan bahwa ia boleh tinggal di sana sampai meninggal dunia, dan kini perusahaan itu bersiap mengambil kembali rumah tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Lao Wu memang memiliki hubungan jangka panjang dengan sebuah perusahaan Eropa, tetapi tidak menjelaskan siapa orang yang menyediakan rumah itu untuknya, sehingga tetap belum cukup untuk memastikan kebenaran kisahnya tentang Sophia Loren.

Malam itu, Lao Bai, Nona Li, Bei Bei, Gloria, Bai Ge, Yang Yang, dan yang lainnya berkumpul di rumah Lao Bai untuk mengenang Lao Wu, sambil memutar Satyricon karya Fellini. Pada awalnya mereka duduk rapi, tetapi tak lama kemudian ada yang mulai melihat ponsel, mengoper krim tangan, atau makan camilan, dan ada pula yang mengaku tidak paham dengan jalan cerita di layar.

Seorang pria muda duduk, dikelilingi empat orang dewasa yang melihat ke arah ponsel

Tujuh orang dewasa duduk di sofa dan kursi ruang tamu, dengan cahaya biru kehijauan dari proyektor di depan mereka

Saat film sedang diputar, Nona Li mengirim pesan kepada Lao Bai, mengajaknya minum kopi di lain hari. Lao Bai berulang kali mengubah balasannya sebelum akhirnya menerima ajakan itu; film berakhir tepat sebelum keduanya bertemu lagi.