Paris Holiday
Dua perantau yang bertemu saat sama-sama terpuruk dalam hubungan berubah dari teman serumah menjadi sandaran untuk memulai kembali: mengulas lengkap perjalanan Ding Xiaomin bangkit dari patah hati, Lin Junjie menghadapi mantan kekasihnya, dan ending pertemuan kembali mereka di perkebunan anggur.
Judul
Paris Holiday
Tahun / Durasi
2015 · 112 menit
Genre
Komedi / Romantis
Sutradara
James Yuen
Penulis
James Yuen, Yiu Fai Lo, Mei-Suet Wong
Rating
Pemeran
Louis Koo (sebagai Lin Junjie), Amber Kuo (sebagai Ding Xiaomin), Alex Fong (sebagai Liu Cong), Jeremy Xu Zheng Xi (sebagai Xu Hui), Candy Liu (sebagai Zhao Yuqing), Jing Hu (sebagai Amy)
Paris Holiday adalah film komedi romantis produksi bersama Tiongkok daratan dan Hong Kong yang disutradarai serta turut ditulis oleh James Yuen. Film ini dibintangi antara lain oleh Louis Koo, Amber Kuo, Alex Fong, Jeremy Xu Zheng Xi, Candy Liu, dan Jing Hu. Film berdurasi sekitar 112 menit ini tayang di Hong Kong pada 23 Juli 2015 dan di Tiongkok daratan pada 31 Juli 2015.
Per 27 Oktober 2026, film ini mendapat rating 5,6 di IMDb dari 199 pengguna. Skor tersebut masih di bawah 6, yang menunjukkan bahwa tanggapan secara keseluruhan cenderung biasa saja.
Lin Junjie Tinggal Bersama di Paris
Lin Junjie semula bekerja di bidang keuangan di Hong Kong dan pernah melewati masa sulit dalam karier bersama rekan kerjanya, Zhao Yuqing. Setelah itu, Yuqing lebih banyak mencurahkan tenaga untuk pekerjaan sehingga arah hidup mereka perlahan menjauh. Seusai meninggalkan posisi lamanya, Junjie menerima penugasan atasannya untuk pergi ke Paris. Di sana, ia mengelola perkebunan anggur untuk sementara sekaligus menjauhkan diri dari lingkungan lamanya.
Agen properti Liu Cong mengantar Junjie ke sebuah apartemen tua. Ding Xiaomin, mahasiswi seni lukis, sudah tinggal di sana. Ia pernah berhenti kuliah dan bekerja demi mendukung kekasihnya, Xu Hui, berkarya, tetapi Xu Hui memutuskan hubungan setelah menjadi terkenal. Sejak itu, Xiaomin membenci laki-laki, terus minum-minum, serta membiarkan tempat tinggal dan hidupnya berantakan. Agar Xiaomin mau menerima teman serumah laki-laki, Liu Cong berbohong bahwa Junjie menyukai sesama laki-laki. Junjie pun terpaksa tinggal di sana sebagai “saudari” Xiaomin.

Junjie sangat terobsesi pada kebersihan. Saat baru pindah, ia tidak tahan dengan bau dan kekacauan di apartemen itu, sedangkan Xiaomin tidak mau orang asing membereskan barang-barang yang ditinggalkannya. Mereka terus berselisih dan Junjie beberapa kali ingin pindah. Namun, ia perlahan menyadari bahwa Xiaomin masih terjebak dalam kekacauan setelah putus cinta dan telah sepenuhnya meninggalkan kehidupan melukisnya.

Membereskan Barang Lama dan Kembali Melukis
Junjie mulai membersihkan kamar, menyiapkan tiga kali makan sehari, dan meninggalkan catatan di rumah untuk mengingatkan Xiaomin agar menjalani rutinitas tepat waktu. Ia membantu Xiaomin mengurus barang-barang lama yang disiapkan untuk pernikahan. Barang-barang yang tampaknya sudah terjual itu sebenarnya dibeli Junjie dengan uangnya sendiri agar Xiaomin tidak kembali terluka saat sedang sangat terpuruk. Xiaomin yang awalnya menolak perlahan mulai mau makan, keluar rumah, dan kembali menjalani rutinitas normal.
Junjie juga mendorong Xiaomin untuk kembali melukis. Xiaomin memulainya dengan menggambar orang-orang di jalan, lalu melanjutkan karya-karyanya sendiri. Sebaliknya, Xiaomin membantu Junjie mengubah penampilannya dan menemaninya mengenal Paris. Keduanya sama-sama belum benar-benar melepaskan hubungan lama, tetapi mereka mulai menata hidup masing-masing sambil saling merawat.

Mereka bersepeda menyusuri jalanan, menikmati Paris pada malam hari, belajar menari bersama, bahkan berpose untuk serangkaian foto pernikahan sebagai lelucon. Mereka pergi ke perkebunan anggur yang dikelola Junjie, menghabiskan waktu di kebun dan gudang anggur, lalu menamai anggur buatan mereka “Hidup Persahabatan”. Junjie masih belum meluruskan identitas palsu yang mula-mula dikarang Liu Cong, tetapi hubungan mereka sudah jauh lebih dekat daripada sekadar teman serumah.

Beberapa Hubungan yang Sama-Sama Menanti
Junjie dan Xiaomin menjadi semakin dekat, tetapi masih saling menyebut sebagai “saudari” dan teman serumah, tanpa memperjelas ke mana hubungan ini akan menuju. Xiaomin kini bisa duduk tenang bersandar pada Junjie, dan Junjie pun terus menemaninya; keduanya menunggu—entah pihak lain atau diri sendiri—untuk lebih dahulu menuntaskan hubungan lama.

Di sekitar mereka masih ada beberapa hubungan lain yang juga belum mencapai ujungnya. Liu Cong sehari-hari pandai berbicara dan suka menggoda perempuan lain, tetapi sejak lama ia memperhatikan Amy, pemilik toko bunga; Amy tidak langsung menerima pendekatannya, dan keduanya masih berhubungan sebagai teman. Hubungan atasan Junjie, Tuan Chow, dengan putrinya, Nicole, juga renggang. Nicole tidak mau menjalani hidup sesuai pengaturan ayahnya dan bekerja sendiri di Paris. Junjie menyampaikan kabar di antara ayah dan anak itu, memberi Tuan Chow kesempatan untuk memahami keadaan putrinya saat ini.

Xiaomin Bertemu Lagi dengan Xu Hui
Xiaomin kembali bertemu Xu Hui di jalanan Paris. Xu Hui sudah menjalani kehidupan baru dan hubungan mereka tidak mungkin kembali seperti dahulu. Xiaomin awalnya terguncang, tetapi pertemuan ini tidak membuatnya terpuruk seperti sebelumnya. Ia sadar bahwa berhadapan dengan Xu Hui tidak lagi terasa semenyakitkan saat mereka baru berpisah.

Pertemuan itu menegaskan bahwa Xiaomin sedang melepaskan hubungan lamanya. Ia terus melukis dan makin bergantung pada Junjie yang selalu menemaninya. Junjie juga mulai mencintai Xiaomin, tetapi ia tidak segera menceritakan masa lalunya dan tidak pernah meluruskan identitas palsu yang mula-mula dibuat Liu Cong.

Zhao Yuqing Datang ke Paris
Setelah perjalanan ke perkebunan anggur berakhir, identitas palsu yang mula-mula dikarang Liu Cong menjadi persoalan yang harus mereka hadapi. Zhao Yuqing kemudian datang ke Paris karena ingin memulai kembali hubungannya dengan Junjie. Pada awal kariernya, ia pernah mendapat dukungan Junjie, tetapi kemudian mengabaikan hubungan mereka karena pekerjaan. Kali ini, ia menyusul Junjie hingga ke Prancis dan membuat Junjie menghadapi hubungan lama yang belum sepenuhnya selesai. Kehadiran Yuqing membuat kebohongan tentang identitas Junjie benar-benar tidak bisa lagi dipertahankan. Xiaomin pun menyadari bahwa Junjie bukan teman gay seperti yang selama ini ia kira, lalu mengusirnya karena merasa ditipu.

Junjie menjelaskan kepada Xiaomin bahwa ia bertahan untuk membantu karena keterpurukan Xiaomin mengingatkannya pada pengalaman sendiri. Namun, kebohongan tentang identitasnya sudah mengubah cara Xiaomin memahami kebersamaan mereka. Sebelumnya, mereka bepergian, menari, berfoto dengan busana pernikahan, dan membuat anggur “Hidup Persahabatan” bersama. Kini, setelah Yuqing hadir, Xiaomin tidak meminta Junjie segera memilihnya. Ia justru menarik diri dari hubungan yang belum jelas itu dan kembali mencurahkan perhatian pada lukisan.

Ending
Zhao Yuqing mengajak Junjie kembali menjalin hubungan, lalu Junjie memasangkan cincin di jarinya. Xiaomin yang hendak menyatakan perasaannya kepada Junjie melihat kejadian itu dan berbalik pergi. Ia kembali bersekolah dan mengadakan pameran lukisannya sendiri. Junjie kemudian pulang ke Hong Kong bersama Yuqing. Yuqing akhirnya menikah dengan laki-laki lain yang mengejarnya, dan laki-laki itu menyerahkan perkebunan anggur di Paris kepada Junjie untuk dikelola. Junjie kembali ke perkebunan itu, lalu selama setahun berikutnya mencari Xiaomin yang sudah tidak bisa dihubungi.

Setahun kemudian, Xiaomin naik taksi menuju perkebunan anggur. Sopir yang mengantarnya ternyata orang yang sama dengan sopir yang ditemui Junjie saat baru tiba di Paris. Xiaomin melihat Junjie menggendong seorang bayi dan sempat mengira ia sudah memiliki anak, tetapi kemudian mengetahui bahwa bayi itu bukan anak Junjie. Xiaomin kembali bertemu Junjie di tepi kolam renang perkebunan itu. Mereka mula-mula saling memandang dari seberang kolam, lalu kembali berjalan mendekat. Film ini berakhir dengan pertemuan mereka di perkebunan anggur.
