Dearest
Setelah seorang anak laki-laki korban penculikan kembali ke rumah, dua keluarga masih harus menghadapi kasih sayang, hukum, dan kehilangan: ulasan lengkap tentang Tian Wenjun dan mantan istrinya yang menemukan kembali Tian Peng, serta perjuangan Li Hongqin mendapatkan hak asuh Yang Jifang.
Judul
Dearest
Tahun / Durasi
2014 · 128 menit
Genre
Drama / Keluarga
Sutradara
Peter Ho-Sun Chan
Penulis
Ji Zhang
Rating
Pemeran
Wei Zhao (sebagai Li Hongqin), Huang Bo (sebagai Tian Wenjun), Dawei Tong (sebagai Gao Xia), Lei Hao (sebagai Lu Xiaojuan), Yi Zhang (sebagai Han Dezhong), Yuqi Zhang (sebagai Fan Yun)
Penghargaan
Hong Kong Film Awards ke-34: Aktris Terbaik (Wei Zhao)
Dearest adalah film drama produksi bersama Tiongkok daratan dan Hong Kong yang disutradarai Peter Ho-Sun Chan, ditulis Ji Zhang, serta dibintangi Wei Zhao, Huang Bo, Dawei Tong, Lei Hao, Yi Zhang, Yuqi Zhang, dan sejumlah pemeran lainnya. Film ini diangkat dari kisah nyata pencarian anak hilang dan tayang di Tiongkok daratan pada 25 September 2014. Menurut IMDb, durasinya 128 menit. Film ini masuk dalam bagian nonkompetisi Festival Film Internasional Venesia ke-71 dan program Special Presentations Festival Film Internasional Toronto 2014. Berkat perannya sebagai Li Hongqin, Wei Zhao meraih penghargaan Aktris Terbaik pada Hong Kong Film Awards ke-34.
Per 27 Oktober 2026, film ini mendapat nilai 7,6 di IMDb dari 2.801 pengguna. Nilai tersebut berada di atas tujuh dan menunjukkan tanggapan penonton yang secara umum baik.
Tian Peng Hilang di Shenzhen
Tian Wenjun mengelola sebuah toko yang juga memiliki warnet di Shenzhen. Setelah bercerai dari Lu Xiaojuan, ia mengasuh putra mereka yang masih kecil, Tian Peng, yang dipanggil Pengpeng oleh keluarganya. Xiaojuan sudah menikah lagi, tetapi masih datang untuk mengajak Pengpeng bepergian. Wenjun dan Xiaojuan kerap berselisih soal kebiasaan sehari-hari dan cara mengasuh anak mereka.
Suatu kali, saat Xiaojuan pergi dengan mobil, Pengpeng berlari mengejarnya di sepanjang jalan. Setelah itu, anak tersebut pergi mengikuti temannya, sementara perhatian Wenjun teralihkan oleh keributan di warnet. Ketika ia menyadari Pengpeng belum kembali, anak itu sudah tidak ditemukan di sekitar sana.

Wenjun dan Xiaojuan melapor kepada polisi lalu mencari ke berbagai tempat. Kehidupan mereka yang semula terpisah kembali dipertemukan oleh persoalan yang sama. Mereka berulang kali mencocokkan detail sebelum Pengpeng menghilang dan menyalahkan diri sendiri maupun satu sama lain, tetapi hal yang paling mendesak tetaplah menemukan putra mereka secepat mungkin.

Dari Petunjuk Palsu hingga Kelompok Dukungan Orang Tua
Wenjun mencetak pengumuman orang hilang, merekam video, dan pergi ke berbagai tempat untuk mencari Pengpeng secara terbuka. Banyak telepon pun berdatangan. Ada orang yang mengaku memiliki petunjuk tetapi lebih dahulu meminta uang ditransfer, dan ada pula yang membawa anak yang tidak berhubungan dengan Pengpeng demi menipu mereka untuk mendapatkan imbalan. Meski berkali-kali menemui jalan buntu, Wenjun dan Xiaojuan tetap tidak berani berhenti karena setiap kabar yang belum terverifikasi bisa saja menjadi satu-satunya petunjuk.
Mereka bergabung dengan kelompok dukungan orang tua yang kehilangan anak, yang dikelola Han Dezhong. Para orang tua duduk melingkar, berbagi pengalaman pencarian, dan saling menguatkan. Han Dezhong sendiri sudah bertahun-tahun belum menemukan putranya. Ia meminta para anggota agar tidak memiliki anak lagi sebagai pengganti anak yang hilang. Kesepakatan ini mempertahankan keyakinan bersama dalam kelompok sekaligus membuat setiap keluarga terus menunggu.

Beberapa tahun berlalu. Foto dan informasi pribadi Pengpeng terus disebarkan ke berbagai daerah. Wenjun, Xiaojuan, dan para anggota kelompok menindaklanjuti kabar demi kabar hingga hidup mereka perlahan sepenuhnya dipenuhi oleh pencarian itu sendiri.
Anak Laki-Laki di Desa Terpencil
Sebuah petunjuk yang cukup dapat dipercaya membawa Wenjun dan yang lainnya ke sebuah desa terpencil. Seorang anak laki-laki sudah tinggal di sana selama bertahun-tahun dan menyebut dirinya Ji Gang. Di sisinya ada seorang anak perempuan bernama Yang Jifang. Kehidupan anak laki-laki itu di halaman rumah desa sudah tampak sangat berbeda dari kehidupan Pengpeng di kota dahulu.

Wenjun memeriksa bekas luka lama di dahi anak itu dan memastikan bahwa ia adalah Tian Peng yang hilang bertahun-tahun lalu. Saat berhadapan dengan orang-orang asing yang tiba-tiba datang, anak tersebut tidak langsung mengenali orang tua kandungnya. Ia sudah menganggap Li Hongqin, yang selama ini merawatnya, sebagai ibunya dan Jifang sebagai adiknya.

Penduduk desa berusaha mencegah mereka membawa anak itu pergi dan kedua pihak pun saling tarik-menarik. Setelah polisi turun tangan, Tian Peng dikembalikan kepada orang tua kandungnya. Mendiang suami Li Hongqin diketahui terlibat dalam penculikan anak tersebut, sedangkan Jifang dibawa ke lembaga kesejahteraan anak di Shenzhen karena identitas dan hubungan perwaliannya tidak dapat dipastikan. Ketika Li Hongqin datang dan memeluk Tian Peng, anak itu masih menanggapi panggilan yang digunakannya selama bertahun-tahun.

Kembali kepada Orang Tua Kandung
Setelah kembali ke Shenzhen, Tian Peng tidak terbiasa dengan nama dan lingkungan hidupnya yang lama. Cara bicaranya juga masih memiliki logat yang ia pelajari di desa. Ia merindukan Li Hongqin dan Jifang serta menjaga jarak dari Wenjun dan Xiaojuan. Menemukan anak mereka tidak serta-merta mengembalikan hubungan keluarga kandung itu seperti dahulu. Mereka hanya bisa membantu Pengpeng mengenal mereka kembali.

Bahkan ketika meninggalkan tempat tinggal sebentar saja, Wenjun tidak tenang jika harus meninggalkan Pengpeng sendirian. Xiaojuan terus mendampinginya sembari menanggung sakit hati karena anaknya memanggil perempuan lain sebagai ibu. Setelah mulai bersekolah, Pengpeng masih mengingat identitasnya ketika tinggal di desa dan juga bercerita kepada orang lain tentang adiknya, Yang Jifang.
Para anggota kelompok dukungan pencari anak datang untuk merayakan ulang tahun Tian Peng. Di tengah acara, Han Dezhong mengabarkan bahwa istrinya kembali hamil. Sebelumnya, mereka sepakat untuk tidak memiliki anak lagi. Kehamilan ini membuatnya melihat kehidupan baru, tetapi ia juga merasa telah mengkhianati putranya yang masih belum ditemukan. Kemudian, ketika mengurus dokumen kelahiran, ia diminta menyerahkan surat kematian anaknya yang hilang. Ia tidak dapat menerima bahwa dokumen hukum harus menyatakan putranya sudah meninggal.

Li Hongqin Datang ke Shenzhen
Ketika polisi hendak membawa Jifang pergi, Li Hongqin memeluk anak itu dan berusaha melarikan diri. Ia menyerang polisi yang menghalanginya lalu ditahan selama enam bulan karena menghalangi petugas menjalankan tugas. Setelah dibebaskan, ia pergi dari desa ke Shenzhen. Ia tidak memiliki tempat tinggal tetap dan tidak memahami prosedur administrasi di kota, sehingga hanya bisa membawa barang bawaannya dari satu lembaga ke lembaga lain. Lembaga kesejahteraan anak tidak mengakui adanya hubungan ibu dan anak yang sah antara dirinya dan Jifang. Ia bahkan tidak dapat mengunjungi anak itu secara normal.

Setelah berkali-kali meminta bantuan tanpa hasil, Li Hongqin bertemu dengan pengacara muda Gao Xia di sebuah firma hukum. Gao Xia sebelumnya dipecat dari firma itu karena menyamar sebagai hakim saat menangani sebuah perkara dan membujuk pihak lawan untuk membayar ganti rugi lebih besar. Pada awalnya, ia hanya menanggapi Li Hongqin sekadarnya karena perempuan itu tidak mampu membayar jasa pengacara.
Li Hongqin kembali melihat Tian Peng di jalan dan langsung berlari untuk memeluknya. Para orang tua yang kehilangan anak di sekitarnya menganggap Li bagian dari keluarga penculik lalu mendorong dan memukulinya. Tian Wenjun tidak mengizinkannya terus mendekati Pengpeng dan hanya mengatakan bahwa hal terbaik yang dapat ia lakukan adalah tidak membencinya. Setelah menyaksikan pengeroyokan itu, Gao Xia beralih membantu Li Hongqin secara pribadi.
Gao Xia terus mendesak Li Hongqin untuk menjawab apakah ia mengetahui asal-usul Tian Peng yang sebenarnya. Li Hongqin hanya mengatakan bahwa sebelum meninggal, suaminya pernah melarangnya pergi ke Shenzhen; film tidak memberikan jawaban tegas tentang sejauh mana ia mengetahui hal itu. Gao Xia memahami bahwa bukti yang ada tidak cukup untuk membentuk hubungan perwalian yang sah, tetapi tetap memutuskan membantu Li mencari bukti dan menempuh proses hukum.

Memperjuangkan Hak Asuh Yang Jifang
Setelah dipecat dari firma hukum, Gao Xia tetap menangani kasus Li Hongqin secara pribadi. Li menyatakan bahwa Jifang adalah bayi terlantar yang ditemukan dan dibawa pulang oleh suaminya, bukan anak korban penculikan. Ia berharap dapat membuktikan bahwa dirinya sudah lama membesarkan Jifang dan memperoleh hak adopsi atau hak asuh.

Demi melindungi anak dan mengikuti prosedur hukum, lembaga kesejahteraan anak tidak mengizinkannya membawa Jifang pergi begitu saja. Pada malam hari, Li Hongqin pernah berusaha mendekati kamar tempat anak itu tinggal, tetapi ia hanya bisa memandangnya dari balik jendela. Beberapa ranjang anak tersusun di dalam ruangan, dan Jifang sudah ditempatkan di lingkungan hidup komunal yang baru.


Untuk mempertemukan kembali Tian Peng dan Jifang, Lu Xiaojuan mengajukan permohonan kepada lembaga kesejahteraan anak untuk mengadopsi Jifang, dan lembaga tersebut menyetujuinya. Li Hongqin kemudian menggugat lembaga kesejahteraan anak dan Lu Xiaojuan, sehingga perkara itu dibawa ke persidangan.
Li Hongqin menemui Tang Qingshan, mantan rekan kerja suaminya, dengan harapan ia mau bersaksi bahwa Jifang adalah bayi terlantar yang ditemukan dan dibawa pulang. Tang Qingshan mensyaratkan hubungan seksual dengannya sebagai imbalan untuk memberikan kesaksian, dan Li Hongqin menyetujuinya di hotel. Tang Qingshan tidak hadir di pengadilan dan hanya meninggalkan kesaksian tertulis yang diperoleh Gao Xia secara pribadi. Suami Li sudah meninggal dan fakta-fakta penting tentang asal-usul Jifang tetap tidak didukung bukti yang dapat diverifikasi. Ikatan emosional nyata yang terjalin antara Li dan Jifang selama bertahun-tahun pada akhirnya tidak berubah menjadi hubungan perwalian yang diakui hukum. Ia tetap tidak berhasil membawa anak itu pulang.
Dalam persidangan, Gao Xia menunjukkan bahwa Lu Xiaojuan belum bercerai dari suaminya saat ini, sedangkan menurut hukum, adopsi anak memerlukan persetujuan bersama suami istri. Hakim membenarkan hal itu, tetapi film tidak memperlihatkan putusan tegas mengenai hak asuh Jifang. Hingga film berakhir, Li Hongqin masih belum berhasil membawa Jifang kembali bersamanya, dan perkara itu pun belum memperoleh putusan hukum yang final.
Ending
Setelah berhubungan seksual dengan Tang Qingshan, di tengah perjuangannya mendapatkan hak asuh Jifang, Li Hongqin pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya menunjukkan bahwa ia hamil. Ini juga berarti keyakinannya selama ini bahwa ia tidak dapat memiliki anak ternyata tidak benar. Ia tertegun, lalu berjongkok di koridor sambil menangis, sementara lembar hasil pemeriksaan jatuh ke lantai di hadapannya.

Film berakhir pada saat ini. Tian Peng sudah kembali kepada orang tua kandungnya, tetapi ia masih menyimpan kenangan dan kasih sayang yang terbentuk selama hidup di desa. Yang Jifang tetap tinggal di lembaga kesejahteraan anak; Li Hongqin masih belum berhasil membawanya pulang, dan status perwaliannya secara hukum belum memperoleh putusan final. Li Hongqin tiba-tiba mengetahui bahwa dirinya hamil. Film tidak menjelaskan lebih jauh apakah Li akan terus berusaha mengadopsi Jifang, dan juga tidak menggambarkan kehilangan yang dialami keluarga mana pun sebagai persoalan yang sudah sepenuhnya selesai.
Lebih Banyak Foto Adegan
Foto Adegan Lainnya

