Parched
Empat perempuan memutus rantai kekerasan di sebuah desa gurun: alur lengkap tentang satu pernikahan yang dijodohkan, tiga kehidupan yang terkungkung, dan bagaimana mereka masing-masing pergi dalam film Parched
Judul
Parched
Tahun / Durasi
2015 · 116 menit
Genre
Drama
Sutradara
Leena Yadav
Penulis
Leena Yadav / Supratik Sen
Rating
Pemeran
Tannishtha Chatterjee (sebagai Rani), Radhika Apte (sebagai Lajjo), Surveen Chawla (sebagai Bijli), Lehar Khan (sebagai Janaki), Riddhi Sen (sebagai Gulab), Sumeet Vyas (sebagai Kishan), Adil Hussain (sebagai pria misterius)
Parched adalah film drama India yang ditulis dan disutradarai oleh Leena Yadav, dengan Supratik Sen turut menulis skenarionya. Tannishtha Chatterjee, Radhika Apte, Surveen Chawla, dan Lehar Khan masing-masing memerankan Rani, Lajjo, Bijli, dan Janaki. Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 12 September 2015, dirilis di Amerika Serikat pada 17 Juni 2016, dan berdurasi 116 menit.
Per 26 September 2026, film ini memperoleh nilai 7,5 di IMDb berdasarkan 6.625 suara. Para kritikus banyak memuji penggambaran keempat tokoh perempuan serta visualnya yang terang dan kuat, meski ada pula yang menilai kekerasan yang terus muncul dan penggarapan yang terlalu bergaya mengurangi kesan realistis ceritanya.
Pergi ke desa tetangga untuk melihat calon pengantin
Kisah ini berlangsung di Ujhaas, sebuah desa di gurun wilayah barat laut India. Rani yang telah menjanda seorang diri menafkahi ibu mertuanya yang sudah lanjut usia dan putranya, Gulab, yang berumur tujuh belas tahun. Ia meminjam uang dan menjaminkan rumahnya untuk melunasi biaya pernikahan, karena hendak menikahkan putranya dengan Janaki, seorang gadis dari desa tetangga, sesuai adat setempat. Ketika Rani dan sahabatnya, Lajjo, pergi naik bus untuk melihat Janaki, keluarga gadis itu ingin segera menyelesaikan urusan pernikahan, tetapi Janaki sendiri tidak mau menerima perjodohan tersebut.


Dalam perjalanan, Rani menerima telepon dari seorang pria yang tidak dikenalnya. Awalnya pria itu hanya salah sambung, tetapi keduanya kemudian terus berbincang. Sementara itu, Gulab dan teman-temannya berkeliaran di desa dan mengganggu Naobi, seorang perempuan berpendidikan. Setelah Kishan, suami Naobi, datang dan membawanya pergi, para pemuda itu menganggap sikap pasangan tersebut sebagai tantangan terhadap aturan lama di desa.
Dalam rapat dewan desa, Champa, yang pernah melarikan diri kembali ke rumah orang tuanya, menjelaskan bahwa ia mengalami penganiayaan di rumah keluarga suaminya, tetapi para tetua tetap menyuruhnya kembali. Kishan dan Naobi berusaha mencegah keputusan itu, tetapi tidak mendapat dukungan. Preseden ini juga menunjukkan bahwa setelah menikah nanti, Janaki nyaris tidak punya jalan untuk meninggalkan keluarga suaminya.
Dewan desa dan kelompok pertunjukan keliling
Kishan mengatur para perempuan desa untuk membuat kain tenun buatan tangan dan mencarikan pesanan bagi mereka. Para perempuan berencana memakai pendapatan mereka untuk membeli televisi bagi desa, dan para tetua baru memberi persetujuan sementara setelah mengetahui bahwa mereka mengumpulkan uang itu sendiri. Gulab dan kawan-kawannya khawatir para perempuan akan memperoleh pendapatan dan pendidikan, sehingga mereka memusatkan permusuhan kepada Kishan.

Sebuah kelompok pertunjukan keliling tiba di luar desa, lalu Rani dan Lajjo pergi menemui sahabat lama mereka, Bijli. Bijli menari di panggung dalam tenda dan juga diminta bosnya untuk melayani tamu. Ketika ia perlahan mulai menolak pengaturan itu, sang bos mengancam akan menggantikannya dengan Rekha yang lebih muda. Rajesh, seorang pekerja dalam kelompok tersebut, sering turun tangan untuk membantu Bijli, tetapi pendapatan dan kebebasan Bijli untuk pergi tetap berada di bawah kendali bosnya.

Lajjo juga tidak memiliki kebebasan untuk memilih hidupnya sendiri. Ia mahir membuat kain tenun, tetapi suaminya, Manoj, menghina dan memukulinya karena ia tidak kunjung hamil. Rani memahami penderitaan sahabatnya, tetapi pada awalnya ia masih menganggap bertahan dalam pernikahan sebagai keadaan yang tidak dapat diubah.
Pengantin berambut pendek tiba di rumah
Pada hari pernikahan, Rani melihat bahwa rambut panjang Janaki sudah dipotong pendek. Keluarga Janaki berdalih rambutnya dipotong karena berkutu, sedangkan Janaki sendiri berharap tindakannya itu dapat membatalkan pernikahan. Kedua keluarga sudah mengeluarkan biaya untuk pernikahan, sehingga keluarganya tetap mengirim Janaki ke Ujhaas. Gulab merasa ditipu dan, setelah diejek teman-temannya, semakin melampiaskan kemarahan kepada ibu dan pengantinnya.


Setelah menikah, Gulab terus pergi minum-minum serta melakukan pemukulan dan kekerasan seksual terhadap Janaki. Rani mendengar suara dari dalam kamar, tetapi mula-mula ia menyalahkan dirinya sendiri karena telah memaksakan pernikahan itu; keesokan harinya, ia tetap menyuruh Janaki yang terluka untuk langsung mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika Janaki membaca buku pemberian Naobi, Rani juga memakai petuah yang ia dengar semasa muda untuk melarang Janaki terus membaca.
Kekerasan merambah setiap keluarga
Gulab menumpuk utang, lalu bersama teman-temannya merusak kain tenun buatan tangan yang dikumpulkan Kishan. Mereka kemudian memukuli Kishan dan memaksa Kishan serta Naobi meninggalkan desa. Jalur pendapatan para perempuan melalui pesanan itu pun terputus, sementara perbuatan Gulab membuat Rani semakin tidak mampu mencari pembenaran bagi putranya.
Sepulang ke rumah, Lajjo kembali diserang Manoj. Selama bertahun-tahun ia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak memiliki anak, tetapi Bijli mengemukakan bahwa masalahnya mungkin juga terletak pada Manoj. Kemungkinan ini untuk pertama kalinya membuat Lajjo mempertanyakan tudingan yang ia tanggung selama bertahun-tahun.


Kepergian singkat keempat perempuan
Bijli datang mengendarai kendaraan roda tiga bermotor yang dihias warna-warni, lalu membawa Rani, Lajjo, dan Janaki meninggalkan desa untuk melewatkan satu hari singkat di sebuah benteng tua. Keempatnya membicarakan tubuh, pernikahan, dan keinginan masing-masing, sekaligus memberi Janaki kesempatan untuk sejenak lepas dari kendali Gulab.


Belakangan, Bijli membawa Lajjo menemui seorang pria yang lembut. Atas kehendaknya sendiri, Lajjo berhubungan seksual dengan pria itu dan beberapa waktu kemudian mengetahui bahwa dirinya hamil. Hasil ini membuktikan bahwa ia bukan tidak subur, sekaligus menggugurkan tuduhan yang selama bertahun-tahun dilontarkan Manoj kepadanya.
Bertahan, pergi, dan memilih kembali
Ketika kembali ke kelompok pertunjukan, Bijli mendapati bahwa Rekha telah mengambil alih posisinya di panggung. Demi mendapatkan uang, ia kembali menerima tamu yang diatur oleh bosnya. Rajesh menawarkan untuk membawanya pergi dan terus mengelola pertunjukan serta urusan bisnisnya di kota, tetapi Bijli menyadari bahwa ia hanya akan berpindah dari satu orang yang mengendalikannya kepada orang lain, sehingga ia menolak ikut dengannya.

Mantan kekasih Janaki datang ke Ujhaas dan meninggalkan beberapa buku untuknya. Rani melihat bahwa mereka masih saling menyayangi. Sementara itu, Gulab mencuri sisa tabungan Rani; setelah perbuatannya terbongkar, ia kembali menyerang Janaki. Kali ini Rani menarik putranya menjauh dari Janaki, lalu Gulab pergi dari rumah.

Keesokan harinya, Rani menjual rumah dan melunasi utang biaya pernikahan. Ia mengakhiri ikatan pernikahan antara Janaki dan Gulab, menyerahkan Janaki kepada pemuda itu untuk dijaga, serta meminta agar Janaki diizinkan tetap bersekolah. Dengan demikian, Janaki meninggalkan Ujhaas dan kembali mendapat kesempatan untuk belajar.
Ending
Festival Dussehra tiba dan sebuah patung besar lambang kejahatan sedang dipersiapkan untuk dibakar di luar desa. Lajjo memberi tahu Manoj bahwa ia hamil, lalu Manoj langsung memukulinya; Rani datang untuk mencegahnya dan ikut diserang. Dalam pergumulan itu, Manoj jatuh ke dalam api di rumah dan kobaran api segera menelannya. Rani tidak lagi meminta Lajjo untuk tinggal, lalu keduanya melarikan diri dari rumah bersama-sama.
Rani dan Lajjo menemui Bijli yang sudah memutuskan untuk meninggalkan kelompok pertunjukan, lalu mereka bertiga berkendara meninggalkan Ujhaas. Saat tiba di persimpangan, Rani kembali menerima telepon dari pria yang tidak dikenalnya. Lajjo dan Bijli menyuruhnya bertanya kepada pria itu apakah mereka harus mengambil jalan kiri atau kanan, tetapi Rani memutuskan untuk memilih arah sendiri. Ketiganya menghadapi jalan yang belum pasti, dan film berakhir di sana.
