Chongqing Hot Pot
Sebuah restoran hot pot di bungker perlindungan serangan udara tanpa sengaja membuka jalan menuju brankas bank: ulasan lengkap alur cerita Chongqing Hot Pot tentang tiga teman lama yang menghadapi uang nomplok, perampokan, dan surat cinta lama
Judul
Chongqing Hot Pot
Tahun / Durasi
2016 · 94 menit
Genre
Drama / Kriminal / Komedi
Sutradara
Qing Yang
Penulis
Qing Yang
Rating
Pemeran
Kun Chen (sebagai Liu Bo), Baihe Bai (sebagai Yu Xiaohui), Hao Qin (sebagai Xu Dong), Entai Yu (sebagai Wang Pingchuan), Yanlin Wang (sebagai pemimpin perampok), Fang Yin (sebagai perampok)
Penghargaan
Golden Rooster Awards Tiongkok ke-31: Tata Suara Terbaik
Chongqing Hot Pot adalah film komedi kriminal yang ditulis dan disutradarai oleh Qing Yang, serta dibintangi Kun Chen, Baihe Bai, Hao Qin, dan Entai Yu. Film ini tayang perdana di Hong Kong International Film Festival pada Maret 2016, kemudian dirilis di Tiongkok daratan pada 1 April. Film berdurasi 94 menit ini meraih penghargaan Tata Suara Terbaik di Golden Rooster Awards Tiongkok ke-31.
Per 27 September 2026, film ini memperoleh nilai 6,5 di IMDb dari sekitar 1.600 penilaian. Tanggapan penonton cenderung cukup positif. Banyak ulasan memuji suasana khas Chongqing dan adegan laga pada paruh kedua film, meski ada pula yang menilai ceritanya terlalu mengandalkan kebetulan.
Tiga Teman Lama Bersiap Menjual Restoran Hot Pot
Liu Bo, Xu Dong, dan Wang Pingchuan adalah teman lama sejak SMP. Setelah dewasa, mereka bersama-sama mengelola restoran hot pot di sebuah bungker perlindungan serangan udara di Chongqing. Restoran itu sepi pelanggan, sementara ketiganya kerap berselisih soal pengelolaan dan masa depan mereka. Karena Wang Pingchuan berencana pergi ke Beijing untuk mengembangkan karier, mereka memutuskan untuk menjual restoran tersebut dan berusaha memperlebar tempat yang sempit itu agar bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Liu Bo juga terlilit utang akibat berjudi, dan Qi Ge terus datang bersama anak buahnya untuk menagih. Ketika ketiganya melakukan peledakan dalam proyek perluasan bungker, mereka tanpa sengaja menjebol dinding dan mendapati bahwa sisi lain lubang itu merupakan brankas bank di sebelahnya. Bundel-bundel uang tunai berada tepat di depan mata. Mereka sempat tergoda, tetapi tidak langsung mengambil uang itu. Mereka hanya ingin menutup lubang sebelum pihak bank mengetahuinya agar restoran tersebut tetap bisa dijual.

Yu Xiaohui Ikut dalam Rencana Menutup Lubang
Ketiganya teringat bahwa teman mereka semasa SMP, Yu Xiaohui, bekerja di bank tersebut, lalu meminta bantuannya. Situasi Yu Xiaohui di tempat kerja juga tidak mudah karena ia kerap dikucilkan oleh rekan-rekannya. Setelah memastikan adanya jalur antara brankas dan restoran hot pot, ia setuju memanfaatkan waktu istirahat bank untuk membantu mereka masuk ke brankas dan menutup lubang dari kedua sisi.

Yu Xiaohui datang ke restoran hot pot dan kembali duduk bersama tiga teman lamanya. Mereka mengenang “Belalang Shapingba”, kelompok yang dibentuk semasa SMP, serta perasaan yang dahulu tidak pernah mereka ungkapkan dengan jelas. Yu Xiaohui pernah menulis surat untuk Liu Bo, tetapi Liu Bo tidak pernah sempat membacanya. Surat lama itu pun menjadi kenangan masa lalu yang tidak bisa mereka hindari setelah bertemu kembali.

Liu Bo Mengambil Uang Taruhan dari Brankas
Sebelum rencana menutup lubang terlaksana, hidup Liu Bo lebih dahulu lepas kendali. Ia terus berjudi di meja kartu dan kembali dikejar Qi Ge untuk membayar utang. Rumah yang ditinggali Liu Bo bersama kakeknya kemudian terbakar, dan surat yang pernah dikirim Yu Xiaohui juga ikut hangus. Utang, kebakaran, dan restoran hot pot yang sebentar lagi mereka tinggalkan datang menimpanya secara bersamaan.

Pada tengah malam, Liu Bo melewati lubang di restoran dan mengambil lebih dari 200.000 yuan dari brankas. Ia berniat memakai uang itu untuk berjudi, mengembalikan modalnya, lalu menaruhnya kembali. Namun, ia gagal memenangkan uang untuk melunasi utangnya, dan uang tersebut malah dirampas oleh kelompok Qi Ge. Xu Dong kemudian menabrakkan mobilnya ke kelompok yang sedang pergi itu dan merebut kembali tas berisi uang. Xu Dong dan Wang Pingchuan pun ikut terseret. Hubungan mereka bertiga nyaris hancur, sementara uang yang hilang dari brankas membuat rencana menutup lubang menjadi semakin berbahaya.

Perampok Bertopeng Tokoh Perjalanan ke Barat Menyerbu Bank
Pada hari ketiganya bersiap menutup lubang, empat perampok bertopeng tokoh Perjalanan ke Barat menyerbu bank dengan membawa senjata api. Mereka menguasai lobi, mengangkut uang dari brankas, lalu menyandera Yu Xiaohui dan para pegawai lainnya. Polisi mengepung area di luar bank, sedangkan para perampok berusaha memanfaatkan sandera untuk membuka jalan keluar.

Yu Xiaohui tahu bahwa bagian belakang brankas terhubung dengan restoran hot pot. Ia pun mencari cara agar para perampok memindahkan sekelompok pegawai ke dalam brankas. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk mengarahkan rekan-rekannya keluar melalui lubang di dinding, sementara dirinya tetap tinggal untuk mengulur waktu. Setelah mengetahui kejadian di bank, Liu Bo juga melewati jalur itu dari sisi restoran dan berusaha menyelamatkan Yu Xiaohui.
Empat Teman Terjebak di Bungker Perlindungan Serangan Udara
Liu Bo sempat menyandera pemimpin perampok dan memaksa yang lain meletakkan senjata, tetapi keadaan segera berbalik lagi. Para perampok mengikuti jalur brankas hingga ke restoran hot pot. Liu Bo, Xu Dong, Wang Pingchuan, dan Yu Xiaohui akhirnya jatuh ke tangan mereka. Keempatnya terluka akibat perkelahian, sementara para perampok menodong Liu Bo dan Xu Dong dengan senjata api.


Keempat teman lama itu diikat bersama, sedangkan para perampok bersiap menghancurkan tempat tersebut. Kelompok Qi Ge, yang uangnya telah direbut kembali oleh Xu Dong, datang ke restoran untuk membalas dendam lalu bentrok dengan para perampok. Bungker yang sempit itu seketika menjadi arena perkelahian kacau. Liu Bo dan kedua temannya berhasil melepaskan diri di tengah kekacauan dan ikut melawan.

Ending
Di tengah perkelahian, seorang perampok merebut tas berisi uang tunai lalu melarikan diri dari restoran hot pot. Wang Pingchuan memberi tahu Liu Bo bahwa surat yang kemudian ditulis ulang oleh Yu Xiaohui juga berada di dalam tas itu. Liu Bo mengejarnya di tengah hujan dan kembali bertarung dengan perampok tersebut di antara gang dan anak tangga. Meski sama-sama terluka, keduanya masih berhadapan dari jarak dekat di bawah hujan.

Liu Bo ditikam berkali-kali. Perampok itu akhirnya berhasil mencapai ujung jalan, tetapi tertabrak kendaraan yang melintas. Uang tunai di dalam tas berhamburan di jalan. Liu Bo tidak lebih dahulu memungut uang itu, melainkan mencari surat yang basah kuyup terkena hujan. Setelah selesai membacanya, ia roboh di jalan dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Setelah Liu Bo lolos dari bahaya, keempat teman lama itu kembali duduk mengelilingi hot pot di atap rumah sakit. Seusai melewati kejadian di brankas, perampokan, dan pengejaran, mereka kembali membicarakan kehidupan masing-masing ke depan dan bersiap membuka restoran hot pot di tempat baru. Film berakhir dengan santapan mereka berempat di atap yang lapang itu.