← Kembali ke beranda

Only the Animals

Kasus orang hilang di tengah badai salju yang menghubungkan lima garis nasib lintas dua benua: alur cerita lengkap film Only the Animals, dari pedesaan Prancis hingga Pantai Gading di Afrika, mengisahkan bagaimana lima orang yang tampak tak saling terkait disatukan oleh sebuah pembunuhan

Judul

Only the Animals

Seules les bêtes

Tahun / Durasi

2019 · 117 menit

Genre

Drama / Misteri / Thriller / Kriminal

Sutradara

Dominik Moll

Penulis

Colin Niel / Dominik Moll / Gilles Marchand

Rating

Pemeran

Denis Ménochet, Laure Calamy, Damien Bonnard, Nadia Tereszkiewicz, Valeria Bruni Tedeschi

Karya asli

novel Seules les bêtes karya Colin Niel (novel berjudul sama yang menjadi dasar film ini)

Only the Animals
Michel mencari sosok “Amandine” di jalanan Abidjan Michel berjalan sendirian di jalanan Abidjan Wajah Joseph terluka, di dalam rumah pertanian yang temaram Marion menumpang kendaraan menuju dataran tinggi tengah Alice dihentikan polisi di jalan raya saat badai salju Jalan pedesaan yang gelap, disorot lampu mobil dari depan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Prolog: Abidjan

Film ini dibuka di lokasi yang tak terduga — bukan di Prancis, melainkan di Abidjan, Pantai Gading, Afrika. Seorang pemuda bernama Armand melintasi jalanan yang ramai untuk menemui seorang dukun yang dipanggil “Papa Sanou”. Papa Sanou secara khusus memberi “berkah spiritual” kepada para penipu online agar tipu daya mereka berjalan lebih lancar.

Pembukaan yang tampak tak berhubungan dengan alur utama ini justru menjadi fondasi paling cerdik dari seluruh film.

Setelah itu, adegan berpindah ke dataran tinggi tengah Prancis. Musim dingin, badai salju, seorang perempuan menghilang. Namanya Evelyne Ducat. Film ini menyusun lima bab dari lima sudut pandang tokoh yang berbeda, menyatukan potongan demi potongan seperti puzzle untuk mengungkap keseluruhan kasus orang hilang ini.

Michel mencari sosok “Amandine” di jalanan Abidjan

Bab Satu: Alice

Alice adalah seorang agen asuransi yang menikah dengan seorang pria bernama Michel. Pernikahannya sudah lama hanya tinggal nama. Diam-diam, dia menjalin hubungan gelap dengan Joseph, seorang penggembala yang tinggal di pegunungan.

Pada malam Evelyne menghilang, Alice mengendarai mobil melewati sebuah jalan pegunungan yang terpencil dan melihat mobil Evelyne ditinggalkan di pinggir jalan — pintunya terbuka, lampunya menyala, tapi orangnya tak ada. Namun Alice tidak mengatakan apa pun. Dia tidak ingin terseret ke dalam masalah ini, apalagi sampai hubungannya dengan Joseph terbongkar.

Saat polisi datang menyelidiki, Alice memilih diam. Bersamaan dengan itu, dia mulai memperhatikan tingkah laku suaminya, Michel, yang semakin aneh — ada luka di hidungnya, tatapannya kosong, dan sesekali diam-diam memeriksa ponselnya. Suatu malam, Michel tiba-tiba menghilang.

Alice pergi ke peternakan Joseph mencari penghiburan, tetapi malah mendapati anjing Joseph telah ditembak mati. Joseph mengusirnya pergi dengan penuh amarah.

Michel berjalan sendirian di jalanan Abidjan

Bab Dua: Joseph

Sudut pandang Joseph mengungkap lapisan pertama kebenaran.

Sang penggembala yang hidup sendirian ini menemukan sesosok mayat pada hari terjadinya badai salju — mayat Evelyne, tergeletak tepat di belakang peternakannya. Perempuan itu sudah tewas. Joseph tidak melapor ke polisi. Ibunya baru saja meninggal sendirian di rumah tanpa ada yang menyadarinya, dan Joseph dilanda rasa bersalah karena tidak menemukannya tepat waktu. Kini, sesosok mayat lain muncul di depan rumahnya — dia panik.

Di dalam lumbung, Joseph membangun semacam labirin dari tumpukan jerami dan menyembunyikan mayat Evelyne di dalamnya. Dia mulai berhalusinasi, seolah-olah Evelyne masih hidup dan berbicara kepadanya. Ketika anjingnya terus menggonggong ke arah tumpukan jerami tempat mayat itu disembunyikan, dia terpaksa menembak mati anjingnya sendiri.

Pada akhirnya, Joseph tak lagi sanggup menanggung semua ini. Dia memanggul mayat Evelyne ke sebuah lubang runtuhan yang terpencil di pegunungan, lalu menjatuhkannya ke dalam. Setelah itu, dia sendiri pun melompat masuk.

Wajah Joseph terluka, di dalam rumah pertanian yang temaram

Bab Tiga: Marion

Marion, seorang pelayan muda, bekerja di sebuah restoran tepi pantai di Prancis selatan. Suatu musim panas, seorang perempuan paruh baya yang anggun dan memesona melangkah masuk ke restoran itu — Evelyne. Ketertarikan yang kuat langsung tercipta di antara mereka berdua, dan dengan cepat berkembang menjadi hubungan asmara sesama perempuan yang menggebu.

Evelyne pernah menyebut bahwa dia punya suami, tetapi memberi kesan suaminya bersikap acuh tak acuh padanya. Marion jatuh cinta sedalam-dalamnya kepada Evelyne, tetapi Evelyne kemudian bersikap dingin dan akhirnya mengakhiri hubungan itu dengan kasar.

Marion yang terluka tidak bisa menerima keadaan begitu saja. Dia menumpang kendaraan menuju dataran tinggi tengah Prancis, berusaha mencari rumah pedesaan milik Evelyne. Di pinggir jalan, sebuah mobil sempat hampir berhenti untuk menjemputnya — di dalamnya ada Michel dan Alice. Begitu melihat wajah Marion, Michel tiba-tiba mempercepat mobilnya dan pergi dengan wajah ketakutan.

Kenapa Michel mengenali wajah Marion?

Belakangan, Michel muncul sendirian di area karavan tempat Marion tinggal, memanggilnya “Amandine”. Marion ketakutan setengah mati, menjerit sambil mencakar wajah Michel.

Marion menumpang kendaraan menuju dataran tinggi tengah

Alice dihentikan polisi di jalan raya saat badai salju

Bab Empat: Armand dan Penipuan Online

Teka-teki ini akhirnya terungkap dari Afrika.

Di Abidjan, Pantai Gading, Armand, seorang pemuda pengangguran, belajar teknik penipuan online dari “gurunya”, Rolex. Dengan “berkah spiritual” dari Papa Sanou, Armand menciptakan identitas perempuan palsu — “Amandine” — menggunakan foto yang kebetulan sangat mirip dengan Marion.

Sasarannya adalah pria paruh baya kesepian di Prancis. Michel adalah salah satu “ikan” yang termakan umpan.

Pernikahan Michel dengan istrinya, Alice, sudah retak; dia kesepian, hampa, dan haus akan kasih sayang. “Amandine” merayunya lewat internet, membuatnya semakin terjerumus dan terus mengirimkan uang. Dengan uang hasil tipuannya, Armand hidup berkecukupan, bahkan kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, Monique, dan putrinya, Flore. Flore memiliki seorang “penyokong” asal Prancis — seorang pria Prancis kaya yang rutin mengirimkan uang untuk mereka.

Ketika Michel mengaku “melihat Amandine” di dekat rumahnya sendiri (padahal yang dia lihat sebenarnya adalah Marion, yang wajahnya mirip), Armand panik — dia takut tipuannya terbongkar, sehingga dia mengarang cerita bahwa Amandine sedang dikejar-kejar geng kriminal karena utang, dan butuh lebih banyak uang.

Michel mempercayainya sepenuhnya. Dia mendatangi area karavan tempat Marion tinggal, berniat “menyelamatkan” sosok yang dia kira Amandine. Di sana, dia menyaksikan pertengkaran sengit antara Evelyne dan Marion. Dia keliru mengira Evelyne adalah orang geng kriminal yang mengejar Amandine. Dalam kekacauan itu, Michel mengejar Evelyne dan mencekiknya hingga tewas.

Kemudian, sebagai bentuk balas dendam terhadap istrinya, Alice, dan kekasih gelap istrinya, Joseph, dia membuang mayat Evelyne tepat di belakang peternakan Joseph.

Jalan pedesaan yang gelap, disorot lampu mobil dari depan

Bab Lima: Lingkaran Kebenaran Tertutup

Armand ditangkap dalam sebuah razia kejahatan siber. Polisi Pantai Gading menghubungi Michel dan memberitahunya bahwa “Amandine” sama sekali tidak nyata — itu hanyalah tipuan seorang pemuda Afrika. Michel menolak melapor ke polisi.

Kebenaran terkuak lapis demi lapis: kematian Evelyne bukan disebabkan oleh Joseph (dia hanya menemukan mayatnya), melainkan oleh kekeliruan Michel — yang dikendalikan oleh seorang penipu online jauh di Afrika, hingga tanpa sadar membunuh seorang perempuan yang tak bersalah.

Dan ironi terakhir yang paling menyakitkan: “penyokong” asal Prancis untuk Flore, putri Monique, ternyata bukan orang lain — melainkan Guillaume, suami Evelyne sendiri. Nasib semua orang ternyata terhubung lewat sebuah jaring yang tak terlihat.

Di akhir film, Monique membawa Flore ke Prancis, menginjakkan kaki di tanah milik Guillaume di pedesaan — tempat semua tragedi ini bermula. Salju putih menyelimuti tanah, segalanya tampak begitu tenang, seakan tak pernah terjadi apa-apa.

Momen hangat kebersamaan Evelyne dan Marion

Tapi hanya binatang-binatang liar — mereka yang mencium bau darah di tengah badai salju — yang tahu rahasia apa yang terkubur di bawah hamparan salju ini.