← Kembali ke beranda

Nocturnal Animals

Sebuah naskah menguak masa lalu sebuah pernikahan dan kejahatan di gurun: mengulas lengkap tiga alur dalam Nocturnal Animals—realitas, kilas balik, dan novel—beserta endingnya

Judul

Nocturnal Animals

Tahun / Durasi

2016 · 116 menit

Genre

Drama / Thriller

Sutradara

Tom Ford

Penulis

Tom Ford

Rating

Pemeran

Amy Adams (sebagai Susan Morrow), Jake Gyllenhaal (sebagai Edward Sheffield / Tony Hastings), Michael Shannon (sebagai Bobby Andes), Aaron Taylor-Johnson (sebagai Ray Marcus), Isla Fisher (sebagai Laura Hastings), Ellie Bamber (sebagai India Hastings), Armie Hammer (sebagai Hutton Morrow), Laura Linney (sebagai Anne Sutton)

Karya asli

novel Tony and Susan karya Austin Wright tahun 1993

Penghargaan

Grand Jury Prize pada Festival Film Internasional Venesia ke-73

Nocturnal Animals
Di ruang pamer putih, seorang perempuan berambut merah berdiri membelakangi kamera di depan karya besar bertuliskan REVENGE Selembar surat cetak terselip di dalam map, dengan tanda tangan tulisan tangan di sudut kanan bawah Seorang perempuan berambut merah dan berkacamata hitam duduk di kursi berlengan berwarna gelap sambil membaca naskah Pada malam hari, dua perempuan berambut merah duduk di kursi belakang mobil, salah satunya mengangkat tangan Pada malam hari di tanah tandus, dua pria berdiri di antara dua mobil, sementara punggung pria lain terlihat di latar depan Jalan tanah yang sepi membentang di antara semak-semak, dengan sebuah mobil datang dari kejauhan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Nocturnal Animals adalah film thriller psikologis tahun 2016 yang ditulis dan disutradarai Tom Ford, serta diadaptasi dari novel Tony and Susan karya Austin Wright terbitan 1993. Amy Adams berperan sebagai Susan Morrow, pengelola galeri di Los Angeles, sedangkan Jake Gyllenhaal memerankan mantan suaminya, Edward Sheffield, sekaligus Tony Hastings, tokoh utama dalam naskah novel. Film ini juga dibintangi Michael Shannon, Aaron Taylor-Johnson, Isla Fisher, Ellie Bamber, Armie Hammer, dan Laura Linney. Film berdurasi 116 menit ini tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-73 pada 2 September 2016 dan meraih Grand Jury Prize, lalu dirilis di Amerika Utara pada 18 November tahun yang sama.

Film ini mendapat skor 7,4 di IMDb dari 343.131 suara. Rotten Tomatoes mencatat 301 ulasan kritikus dengan tingkat kesegaran 74%, sementara skor Popcornmeter penonton juga 74% dari lebih dari 25.000 penilaian. Berbagai indikator kuantitatif tersebut berada di kisaran menengah ke atas dan menunjukkan tanggapan yang secara umum positif.

Naskah Tiba di Los Angeles

Alur realitas dimulai di galeri milik Susan di Los Angeles. Setelah pameran pembukaan berakhir, ia kembali ke kehidupannya yang berkecukupan tetapi sepi. Suami keduanya, Hutton, sering bepergian; pernikahan mereka sudah renggang, dan Hutton juga menjalin hubungan dengan orang lain.

Di ruang pamer putih, seorang perempuan berambut merah berdiri membelakangi kamera di depan karya besar bertuliskan REVENGE

Susan menerima paket dari suami pertamanya, Edward. Mereka sudah hampir dua puluh tahun tidak bertemu ataupun berhubungan. Di dalam paket itu terdapat naskah novel Edward yang belum diterbitkan, Nocturnal Animals, dengan judul yang diambil dari julukan yang dahulu ia berikan kepada Susan. Edward mempersembahkan novel itu untuknya dan, melalui surat yang disertakan, meminta Susan membaca naskah tersebut lebih dahulu. Ia juga mengatakan bahwa mereka bisa bertemu saat dirinya datang ke Los Angeles dalam waktu dekat.

Selembar surat cetak terselip di dalam map, dengan tanda tangan tulisan tangan di sudut kanan bawah

Jalan Raya Tengah Malam dalam Novel

Susan mulai membaca, dan film pun memasuki dunia fiktif dalam naskah tersebut. Tony, tokoh utama novel, berkendara melintasi Texas bagian barat bersama istrinya, Laura, dan putri mereka, India, untuk pergi berlibur sekeluarga. Edward di dunia nyata dan Tony di dalam novel diperankan oleh aktor yang sama, tetapi peristiwa yang dialami Tony merupakan bagian dari naskah, bukan kejahatan yang benar-benar pernah dialami Susan dan Edward pada masa lalu.

Seorang perempuan berambut merah dan berkacamata hitam duduk di kursi berlengan berwarna gelap sambil membaca naskah

Di jalan yang gelap, Ray Marcus, Lou, dan Turk terus mendekat, menyalip, lalu menghalangi keluarga Tony dengan mobil lain hingga akhirnya memaksa mereka keluar dari jalan raya. Setelah turun, ketiganya mengepung mobil Tony dan terus mengancam orang-orang di dalamnya. Tony berusaha melindungi istri dan putrinya, tetapi tidak mampu mengendalikan keadaan.

Pada malam hari, dua perempuan berambut merah duduk di kursi belakang mobil, salah satunya mengangkat tangan

Istri dan Putri Dibawa Pergi

Ray dan Turk membawa Laura serta India masuk ke mobil Tony, lalu pergi dengan mobil itu. Sementara itu, Lou memaksa Tony mengemudikan mobil Ray menuju sebuah jalan terpencil, kemudian meninggalkannya sendirian di sana. Ray dan Lou kemudian kembali untuk mencari Tony, tetapi Tony bersembunyi di tanah tandus dan berhasil menghindari mereka.

Pada malam hari di tanah tandus, dua pria berdiri di antara dua mobil, sementara punggung pria lain terlihat di latar depan

Tony berjalan kaki melintasi tanah tandus hingga akhirnya tiba di sebuah rumah pertanian dan melapor kepada polisi. Ia tidak menemukan istri dan putrinya, serta tidak dapat memastikan ke mana mereka dibawa. Sejak saat itu, perjalanan keluarga dalam novel berubah menjadi kasus penculikan.

Jalan tanah yang sepi membentang di antara semak-semak, dengan sebuah mobil datang dari kejauhan

Jasad dan Penangkapan yang Terlambat

Detektif Bobby Andes menangani penyelidikan. Tony mengikutinya ke dekat sebuah gubuk terbengkalai, tempat mereka menemukan jasad Laura dan India dalam keadaan telanjang. Ibu dan anak itu telah diperkosa dan dibunuh. Tony diliputi rasa bersalah yang mendalam karena tidak mampu mencegah penculikan tersebut.

Seorang pria bertopi koboi putih dan seorang pria berkemeja kotak-kotak merah hitam berjalan melintasi kawasan berbatu

Setahun kemudian, Andes kembali menghubungi Tony. Lou tertangkap dalam sebuah perampokan yang gagal dan dikenali oleh Tony, sedangkan Turk telah tewas tertembak dalam perampokan yang sama. Polisi kemudian menangkap Ray, tetapi terpaksa melepaskannya karena hanya memiliki bukti tidak langsung. Andes, yang mengidap kanker paru-paru stadium lanjut dan akan segera dipaksa meninggalkan jabatannya, memutuskan untuk bertindak di luar prosedur resmi. Ia bertanya apakah Tony bersedia ikut memburu Ray dan Lou.

Di bawah papan nama motel, seorang pria bertopi koboi dan seorang pria berkemeja kotak-kotak berbincang di samping mobil polisi

Susan Mengenang Pernikahannya yang Hancur

Alur realitas terus disisipkan ketika Susan membaca naskah, sementara kenangan masa lalu perlahan terungkap. Susan muda bertemu kembali dengan Edward semasa kuliah, lalu mereka jatuh cinta. Ibunya, Anne, menentang hubungan itu karena menganggap Edward terlalu romantis dan tidak memiliki ambisi untuk mencapai tujuannya. Susan saat itu tidak mengindahkan pendapat ibunya dan tetap menikahi Edward.

Di jalan pada malam hari, seorang pria berambut gelap berjalan berdampingan dengan seorang perempuan berambut merah

Setelah menikah, Edward terus menulis, tetapi Susan makin meragukan kemampuan kreatifnya sehingga hubungan mereka memburuk. Susan menjalin hubungan dengan Hutton dan meninggalkan Edward. Ia juga menggugurkan kandungannya yang merupakan anak Edward. Pada masa kini, Susan kembali memastikan bahwa Hutton menjalin hubungan dengan orang lain. Ia berhenti menghubunginya dan melanjutkan membaca bagian kedua naskah.

Seorang perempuan berambut merah dengan atasan hijau berdiri di depan cermin sambil merapikan pakaiannya

Main Hakim Sendiri di Luar Prosedur

Dalam alur novel, Tony menerima usul Andes. Mereka menculik Ray dan Lou, lalu membawa dan menahan keduanya di sebuah tempat terpencil. Tindakan ini tidak melalui prosedur hukum yang semestinya, dan Tony pun berubah dari korban kasus menjadi peserta dalam rencana main hakim sendiri Andes.

Di ruangan remang-remang, dua pria yang duduk berhadapan dengan pistol yang diarahkan dari sisi kanan gambar

Saat Lou mencoba melarikan diri, Andes menembaknya hingga tewas. Dalam kekacauan itu, Ray berhasil lolos. Penculikan kedua tersangka tersebut pun tidak menuntaskan kasus, dan Tony masih harus menghadapi pelaku terakhir seorang diri.

Seorang pria berambut keriting dan berjanggut menatap pistol yang diarahkan dari sisi kanan gambar

Konfrontasi Terakhir Tony dan Ray

Tony melacak Ray dan kembali ke gubuk tempat jasad Laura dan India ditemukan. Ray mengaku telah memperkosa dan membunuh istri serta putri Tony. Ia juga menghina Tony karena gagal melindungi mereka malam itu. Tony menembak Ray, tetapi sebelum tewas akibat luka parahnya, Ray menghantam kepala Tony dengan pengorek perapian hingga Tony kehilangan penglihatan di kedua matanya.

Seorang pria berambut panjang duduk di dalam ruangan sambil menoleh ke sisi kiri gambar

Tony yang buta berjalan terhuyung-huyung ke luar. Saat terjatuh, tubuhnya menekan pistolnya sendiri sehingga senjata itu tanpa sengaja menembak perutnya. Tony akhirnya tewas di tanah tandus. Dengan demikian, kasus pembunuhan istri dan putri dalam naskah berakhir dengan kematian Ray, Lou, Turk, dan Tony.

Seorang pria berkemeja putih berlutut di antara rumput kering, menunduk sambil menopang tubuhnya

Ending

Setelah selesai membaca novel, Susan menghubungi Edward dan mengajaknya makan malam. Ia berdandan dengan saksama, tiba lebih awal di restoran, lalu menunggu sendirian di meja yang telah dipesan. Waktu pertemuan berlalu, tetapi Edward tidak kunjung datang.

Di restoran, seorang perempuan berambut merah dengan atasan hijau duduk sendirian di meja makan, dikelilingi sejumlah meja kosong

Para tamu lain pergi satu demi satu dan restoran perlahan menjadi kosong, tetapi Susan tetap duduk di tempatnya. Film tidak memperlihatkan keberadaan Edward dan tidak mempertemukan mereka kembali. Adegan terakhir hanya menyisakan Susan yang menunggu seorang diri.

Seorang perempuan berambut merah duduk di restoran yang remang-remang sambil menunduk dengan mata berkaca-kaca