← Kembali ke beranda

Mother's Revenge

Seorang ibu mati kedinginan di malam bersalju setelah anak-anaknya saling melempar tanggung jawab, lalu rumor balas dendam nenek berwajah kucing menyelimuti rumah tua keluarganya: Uraian lengkap alur cerita Mother's Revenge tentang berkumpulnya kembali empat kakak beradik, teror jarum rajut, dan kebenaran di balik sosok hantu itu

Judul

Mother's Revenge

Tahun / Durasi

2016 · 90 menit

Genre

Misteri / Thriller / Horor

Sutradara

Zhao Xiaoxi

Penulis

Niu Chaojie

Rating

—

Pemeran

Wang Chong (sebagai Xiao Qiu), Wang Danwei (sebagai Xiao Dong), Tian Miao (sebagai Xiao Xia), Wu Xi (sebagai Xiao Chun), Xiao Yanbo (sebagai A Jun), Zhai Hongyu (sebagai Ibu Zhou), Hao Wenting (sebagai Ding Mei)

Mother's Revenge
Seseorang bertopi gelap duduk di tepi tembok kota saat salju lebat, dengan lampion tergantung di atasnya dan judul film di sudut kanan bawah Sosok berambut putih terbaring di dalam peti mati yang terbuka, dengan judul film di sudut kanan bawah Seorang pria berambut pendek merapikan barang di ruangan yang dipenuhi boneka kertas pemakaman Seorang pria bersinglet putih menatap ke depan dengan wajah tegang Seorang perempuan paruh baya berambut pendek mendongak dengan wajah ketakutan Seorang perempuan paruh baya berambut pendek menatap sosok berbaju putih di dekatnya di depan dinding bata
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Mother’s Revenge adalah film misteri thriller asal Tiongkok daratan tahun 2016 yang disutradarai oleh Zhao Xiaoxi dan ditulis oleh Niu Chaojie, dengan Wang Chong, Wang Danwei, Tian Miao, Wu Xi, Xiao Yanbo, Zhai Hongyu, dan Hao Wenting sebagai para pemerannya. Film ini tayang di Tiongkok daratan pada 15 April 2016 dengan durasi 90 menit.

Secara keseluruhan, tanggapan penonton terhadap film ini tergolong rendah sampai biasa saja.

Ibu Zhou yang Ditinggal di Malam Bersalju

Ayah keluarga Zhou meninggal lebih awal, sehingga Ibu Zhou membesarkan keempat anaknya, yaitu Xiao Chun, Xiao Xia, Xiao Qiu, dan Xiao Dong, seorang diri. Ketika Xiao Dong berusia delapan belas tahun, Ibu Zhou lumpuh karena sakit, lalu sejak itu sebagian besar tinggal bersama Xiao Qiu dan dirawat oleh Xiao Qiu bersama istrinya, Ding Mei. Saat Ding Mei harus menjalani operasi ginjal, Xiao Qiu tidak sanggup mengurus istri dan ibunya sekaligus, sehingga untuk sementara ia menitipkan Ibu Zhou kepada kakak sulungnya, Xiao Chun.

Seseorang bertopi gelap duduk di tepi tembok kota saat salju lebat, dengan lampion tergantung di atasnya dan judul film di sudut kanan bawah

Tidak lama kemudian Xiao Chun menyerahkan ibunya kepada Xiao Xia. Xiao Xia tidak mau terus merawatnya dan akhirnya meninggalkan perempuan tua yang duduk di kursi roda itu di tepi tembok kota kuno pada suatu malam musim dingin, lalu pergi sendirian. Ibu Zhou mati kedinginan di tengah badai salju, dan orang-orang yang datang ke sana hanya sempat membawa pulang jenazahnya. Saat jenazahnya dijaga semalaman, seekor kucing hitam melompat melewatinya. Sejak itu beredar cerita di kota itu bahwa Ibu Zhou bangkit kembali lewat kucing hitam tersebut dan berubah menjadi Nenek Berwajah Kucing yang datang untuk membalas dendam.

Sosok berambut putih terbaring di dalam peti mati yang terbuka, dengan judul film di sudut kanan bawah

Serangan Jantung dan Perselisihan soal Rumah Tua

Setelah Ibu Zhou dimakamkan, Xiao Chun mengalami kejadian yang membuatnya ketakutan di tempat usahanya yang menjual perlengkapan pemakaman, lalu dirawat di rumah sakit karena serangan jantung. Kabar bahwa Nenek Berwajah Kucing membalas dendam kepada anak-anak yang durhaka kembali menyebar, dan saudara-saudara yang tersisa satu per satu pulang ke kota tua itu. A Jun, kekasih Xiao Dong, datang ke rumah keluarga Zhou dan mendengar Xiao Qiu bercerita tentang ayah mereka yang meninggal lebih awal, ibu mereka yang lumpuh, serta bagaimana kakak beradik itu terus saling melempar tanggung jawab merawatnya.

Seorang pria berambut pendek merapikan barang di ruangan yang dipenuhi boneka kertas pemakaman

Rumah tua peninggalan Ibu Zhou kemudian menjadi pusat perselisihan baru. Sepulangnya ke rumah, Xiao Xia berniat menempati atau menyewakan rumah itu; Ding Mei mengeluarkan kunci rumah dan berdebat dengannya, sementara Xiao Qiu tidak mau lagi bertengkar gara-gara rumah tersebut. Xiao Dong juga kembali ke pekarangan yang sudah bertahun-tahun tidak ia tinggali, tetapi ia dan A Jun tetap bersiap meninggalkan kota tua itu untuk hidup di Yunnan.

Seorang pria bersinglet putih menatap ke depan dengan wajah tegang

Jarum Rajut dan Pengejaran di Malam Hari

Setelah tinggal di rumah tua itu, Xiao Xia berkali-kali melihat sosok berambut putih pada malam hari. Mula-mula ia mengalami halusinasi menyeramkan di depan foto mendiang ibunya, lalu ia mengaku dikejar Nenek Berwajah Kucing yang membawa jarum rajut. Keluarganya membuka peti tempat menyimpan barang peninggalan Ibu Zhou untuk memeriksanya, dan mendapati jarum rajut yang semula tersimpan di sana sudah hilang.

Seorang perempuan paruh baya berambut pendek mendongak dengan wajah ketakutan

Seorang perempuan paruh baya berambut pendek menatap sosok berbaju putih di dekatnya di depan dinding bata

Yongqiang, suami Xiao Xia, tidak percaya hantu itu ada dan menduga ada orang yang sengaja berpura-pura menjadi hantu demi rumah tua itu beserta keuntungan yang mungkin menyertainya. Namun Xiao Xia terus-menerus didekati sosok berbaju putih di pekarangan, di dalam kamar, dan di gang-gang, sementara jarum rajut selalu muncul kembali dalam setiap serangan. Rasa saling tidak percaya yang sudah ada di antara kakak beradik itu pun semakin dalam, dan tidak seorang pun bisa memastikan bagaimana sang pengejar masuk ke rumah tua tersebut.

Kejanggalan di Depan Kamera Pengawas

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada malam hari, Xiao Qiu memasang perangkat kamera di pekarangan dengan harapan bisa merekam siapa saja yang keluar masuk rumah tua itu. Hanya sedikit orang yang tahu letak perangkat tersebut, tetapi kamera itu segera dimatikan tepat pada saat-saat yang penting. Xiao Qiu sempat mengarahkan kecurigaannya kepada Yongqiang dan selingkuhannya, karena menganggap mereka mungkin memanfaatkan ketakutan Xiao Xia untuk menciptakan tipuan; sementara Yongqiang tetap bersikeras bahwa pelakunya berasal dari dalam keluarga Zhou sendiri.

Seorang pria bersinglet putih menatap lurus ke depan di dalam ruangan

A Jun tidak berhenti pada rumor yang beredar, melainkan ikut bersama Xiao Qiu mengawasi perangkat kamera, pekarangan, dan gerak-gerik beberapa anggota keluarga. Pada malam hari mereka semua membawa alat penerang untuk mencari sosok berbaju putih di gang-gang sempit, tetapi pengejaran selalu terputus di tikungan yang gelap. Xiao Dong tampak luar biasa pendiam pada masa ini, dan rencana kepergiannya ke Yunnan bersama A Jun pun tidak kunjung terlaksana.

Dua pria dan seorang perempuan membawa alat penerang berjalan di gang yang gelap

Berlindung di Kuil Kuno dan Kematian di Sana

Setelah berkali-kali diteror, Xiao Xia membawa putranya, Xiaolong, bersembunyi di sebuah kuil kuno dengan harapan bisa menjauh sementara dari rumah tua itu. Pada malam harinya, Xiaolong tetap pergi sendirian untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya. Ketika Xiao Xia menegurnya lewat telepon, Xiaolong justru menyinggung cara para orang tua dulu memperlakukan neneknya, sehingga Xiao Xia tinggal sendirian di dalam kamar menghadapi ketakutannya sendiri.

Sebuah patung berwajah hitam yang diselimuti kain kuning di dalam ruangan yang remang-remang

Seorang pria dan seorang perempuan mengangkat alat penerang saat melewati gang berdinding bata

Nenek Berwajah Kucing kemudian muncul lagi. Xiao Xia dikejar di dekat kuil kuno itu dan akhirnya tewas ditusuk jarum rajut.

Kebenaran di Ujung Benang Wol

Saat melanjutkan penyelidikannya, Xiao Qiu menemukan seutas benang wol yang tertinggal, lalu menyusuri benang itu melewati pekarangan dan gang-gang. Sosok berambut putih itu muncul lagi, tetapi ia tidak berhenti dan justru mengikuti petunjuk tersebut sampai ke tempat persembunyian, hingga akhirnya berhasil menangkap orang yang masih mengenakan kostum Nenek Berwajah Kucing.

Sosok berbaju putih dan berambut panjang berdiri di gang bata yang dipenuhi kabut

Seorang perempuan muda berambut panjang menggenggam beberapa jarum logam yang panjang dan tipis

Orang di balik kostum itu adalah Xiao Dong. Sebelumnya A Jun sudah menyadari ada yang tidak beres dari rekaman yang diambilnya diam-diam dan dari perilaku ganjil Xiao Dong yang terus berulang, dan dalam penuturan film ini ia menilai Xiao Dong mengalami gejala skizofrenia yang parah. Film ini tidak menampilkan proses diagnosis klinis secara utuh, melainkan hanya memakai penilaian tersebut sebagai penjelasan mengapa Xiao Dong mencampuradukkan sosok ibunya dengan dirinya sendiri dan terus berpura-pura menjadi hantu untuk membalas dendam.

Sosok berambut putih berwajah kucing menatap lurus ke depan di tempat gelap

Ending

Ketika Xiao Dong masih mengenakan baju putih dan menggenggam jarum rajut, Xiao Qiu tidak melarikan diri. Ia mengakui bahwa dirinya pun tidak becus merawat ibu mereka, meminta Xiao Dong untuk tidak lagi menyakiti anggota keluarga yang lain, dan bersedia menanggung sendiri akibatnya. Mendengar itu, Xiao Dong menangis dan akhirnya berhenti, tidak melanjutkan serangannya kepada Xiao Qiu.

Setelah peristiwa itu berakhir, anggota keluarga yang tersisa kembali duduk bersama untuk makan, dan di tengah jamuan itu ada yang mengucapkan doa panjang umur. Kamera lalu beralih ke salju lebat di luar, dan pada adegan terakhir kucing hitam itu muncul lagi, menutup cerita.

Seorang perempuan berambut putih berdiri di belakang seorang pria yang membungkuk