Klaus
Sepucuk surat bergambar membuat kota yang membeku belajar berbuat baik lagi: uraian lengkap tentang tugas pos Jesper, mainan buatan Klaus, dan lahirnya legenda Natal dalam film Klaus
Judul
Klaus
Tahun / Durasi
2019 · 96 menit
Genre
Komedi / Animasi / Petualangan
Sutradara
Sergio Pablos, Carlos Martínez López
Penulis
Sergio Pablos, Jim Mahoney, Zach Lewis
Rating
Pemeran
Jason Schwartzman (pengisi suara Jesper), J.K. Simmons (pengisi suara Klaus), Rashida Jones (pengisi suara Alva), Joan Cusack (pengisi suara Nyonya Krum), Will Sasso (pengisi suara Tuan Ellingboe)
Penghargaan
British Academy Film Awards ke-73: Film Animasi Terbaik; Annie Awards ke-47: tujuh penghargaan termasuk Film Animasi Panjang Terbaik; Academy Awards ke-92: nominasi Film Animasi Panjang Terbaik
Klaus adalah film animasi asal Spanyol yang disutradarai oleh Sergio Pablos bersama Carlos Martínez López sebagai sutradara pendamping, dengan Jason Schwartzman, J.K. Simmons, Rashida Jones, Joan Cusack, dan Will Sasso sebagai pengisi suaranya. Film ini mulai tayang terbatas pada 8 November 2019, lalu hadir di Netflix pada 15 November, dengan durasi 96 menit.
Per 4 September 2026, film ini mendapat nilai 8,2 di IMDb dari sekitar 242 ribu suara; Rotten Tomatoes menghimpun 79 ulasan kritikus dengan 95% di antaranya positif, sementara skor penontonnya mencapai 96% dari lebih dari 2.500 penilaian. Tanggapan kuantitatif di semua platform sama-sama jelas condong positif. Film ini memenangi Film Animasi Terbaik di British Academy Film Awards serta tujuh penghargaan Annie Awards, dan masuk nominasi Film Animasi Panjang Terbaik di Academy Awards.
Dikirim ke Smeerensburg
Pada abad ke-19, Jesper, putra Kepala Pos Kerajaan, hidup serba berkecukupan. Setelah dimasukkan ayahnya ke akademi pos, ia sengaja menjalani pelatihan asal-asalan karena ingin terus bersantai dengan mengandalkan nama keluarganya. Sang ayah tidak membiarkannya lolos begitu saja, melainkan mengirimnya ke Smeerensburg, kota kecil di sebuah pulau terpencil di utara: dalam satu tahun ia harus menangani enam ribu surat, kalau tidak, ia akan kehilangan harta keluarga dan kehidupan yang selama ini ia nikmati.
Setibanya di sana dengan kapal, Jesper hanya melihat rumah-rumah miring yang nyaris roboh, jalanan yang dingin, dan sebuah kantor pos yang bocor angin di segala sisi. Mogens, tukang perahu yang mengantarnya ke darat, sekaligus membuatnya sadar bahwa pekerjaan ini jauh lebih berat daripada yang ia bayangkan.

Kota Penuh Dendam dan Tukang Kayu di Hutan
Penduduk Smeerensburg terbagi ke dalam dua keluarga besar, Ellingboe dan Krum. Kedua keluarga memperlakukan dendam turun-temurun sebagai tradisi: orang dewasanya siap berkelahi kapan saja, dan anak-anaknya pun saling memusuhi sejak kecil. Sekolah sudah lama tidak punya murid, sehingga Alva, sang guru, hanya bisa berjualan ikan di ruang kelas sambil menabung untuk pergi dari sana. Warga nyaris tidak pernah saling bicara, apalagi merasa perlu menulis surat, sehingga tugas Jesper sama sekali tidak menunjukkan kemajuan.
Dari peta di kantor pos, ia menemukan bahwa masih ada satu rumah jauh di dalam hutan, lalu mendatanginya untuk mencari calon pengirim surat. Rumah itu penuh mainan buatan tangan, tetapi Klaus, tukang kayu yang tinggal sendirian di sana, bertubuh besar dan sangat pendiam, sehingga Jesper ketakutan lalu kabur tunggang langgang.


Sepucuk Surat Bergambar dan Mainan Pertama
Sebelumnya, seorang anak laki-laki dari keluarga Krum pernah dikurung ayahnya di dalam rumah. Ia menggambarkan keadaannya di selembar kertas, tetapi tidak punya uang untuk membayar ongkos kirim. Jesper membawa pergi gambar itu begitu saja saat ia pamit, lalu menjatuhkannya di dalam rumah Klaus ketika melarikan diri dari sana. Setelah melihat gambar tersebut, Klaus mencari Jesper, membawa sebuah bungkusan ke depan rumah anak itu, dan meminta Jesper mengantarkan bungkusan tersebut ke dalam dengan tangannya sendiri.

Isi bungkusan itu adalah sebuah mainan. Perubahan pada anak tersebut setelah menerima hadiah cepat tersiar di kalangan anak-anak, dan mereka mengira cukup menulis surat kepada Klaus untuk mendapatkan mainan. Dari sini Jesper melihat peluang untuk memenuhi target enam ribu surat, lalu mengusulkan agar Klaus menyediakan mainan sementara ia sendiri mengurus penerimaan surat dan pengantaran pada malam hari. Klaus setuju untuk ikut, tetapi alasan keduanya tidak sama: Jesper ingin cepat pulang, sedangkan Klaus peduli pada reaksi anak-anak saat menerima mainan.

Hadiah yang Mengubah Anak-Anak dan Kota
Semakin banyak anak yang mulai menulis surat. Seorang anak laki-laki keluarga Krum bermain bersama seorang anak perempuan keluarga Ellingboe sambil membawa mainan barunya, dan hal itu membuat para orang tua kedua keluarga tidak senang. Untuk menjinakkan anak yang pernah mengoloknya, Jesper lalu mengklaim bahwa Klaus memperhatikan apakah seorang anak nakal atau tidak, dan hanya anak yang berkelakuan baik yang akan menerima hadiah. Anak-anak pun mulai menolong tetangga dan bergaul dengan teman sebaya dari keluarga seberang, lalu kebaikan itu perlahan ikut memengaruhi orang dewasa.

Anak-anak yang belum bisa menulis lalu mendatangi Alva. Ia kembali menemukan makna mengajar, lalu memakai tabungan yang semula disiapkan untuk pergi dari kota itu guna memperbaiki sekolah dan membeli alat tulis, sehingga ia bisa kembali mengajar anak-anak dari kedua keluarga. Surat yang diterima kantor pos makin banyak, dan jalanan Smeerensburg pun tidak lagi hanya berisi perkelahian.

Kereta Luncur Márgu dan Masa Lalu Klaus
Márgu, gadis Sámi yang tinggal di dekat sana, datang ke kantor pos. Ia tidak bisa berbicara dalam bahasa yang dimengerti Jesper, tetapi tetap menyampaikan keinginannya akan sebuah kereta luncur lewat gambar. Saat itu mainan lama di rumah Klaus tinggal sedikit; Jesper mengusulkan pembuatan mainan baru sebelum Natal tiba, tetapi Klaus justru mengusirnya karena ia menyentuh kenang-kenangan mendiang istrinya, Lydia.

Jesper tidak melepaskan begitu saja keinginan Márgu. Ia meminta bantuan Alva untuk memahami surat yang masuk, lalu mencoba membuat kereta luncur itu seorang diri. Melihat usaha tersebut, Klaus berbaikan dengannya, dan keduanya menyelesaikan hadiah itu bersama lalu mengantarkannya ke permukiman Sámi. Klaus kemudian menjelaskan bahwa mainan-mainan di rumahnya semula disiapkan untuk anak yang ia dan Lydia nantikan tetapi tidak pernah mereka miliki; setelah Lydia meninggal, ia terus menutup diri. Kegembiraan Márgu saat menerima kereta luncur membuatnya kembali memutuskan untuk membuat mainan, dan orang-orang Sámi pun datang ke rumah kayu itu untuk membantu.

Rencana Natal Mulai Terbentuk
Jesper, Klaus, dan para pembantu dari Sámi mulai menyiapkan lebih banyak hadiah untuk Natal. Pengalaman pengantaran pada malam hari lalu berkembang menjadi cerita baru di kalangan anak-anak: kereta luncur penuh mainan itu bisa terbang, dan Klaus masuk ke rumah lewat cerobong asap. Jesper tidak meluruskan kabar-kabar tersebut, melainkan memasukkannya ke dalam cara kerja pengumpulan surat dan pengantaran hadiah.

Seiring sekolah yang dibuka kembali, anak-anak yang saling berkunjung, dan tetangga yang saling menolong, Smeerensburg perlahan menjadi terang dan ramai. Jesper pun makin dekat dengan Alva. Semula ia hanya ingin mengumpulkan cukup surat lalu pergi, tetapi kini ia mulai ragu apakah masih ingin kembali ke kehidupannya yang dulu.

Para Tetua Bersekutu Membongkar Jesper
Tuan Ellingboe dan Nyonya Krum tidak rela melihat permusuhan itu lenyap. Kedua tetua keluarga tersebut menghentikan pertikaian untuk sementara, menelusuri gerak-gerik Jesper dan Klaus, dan menemukan bahwa Jesper sejak awal hanya berusaha memenuhi target yang ditetapkan ayahnya. Mereka memalsukan surat dalam jumlah besar sampai melampaui target, lalu mengabari Kepala Pos Kerajaan agar datang memeriksanya.
Pada malam Natal, ayah Jesper tiba di kota itu dan mengucapkan selamat kepada putranya di hadapan orang banyak atas tugas yang telah selesai, tetapi sekaligus tanpa sengaja membongkar niat awal Jesper yang memanfaatkan anak-anak dan Klaus. Klaus dan Alva pun pergi dengan kecewa. Sebelum naik ke kapal bersama ayahnya, Jesper memperlihatkan penyesalan; sang ayah melihat perubahan itu dan akhirnya membiarkannya memilih sendiri untuk tinggal.

Pengejaran Malam Natal dan Mainan Palsu
Ketika Jesper bergegas kembali ke kota, kedua tetua itu sedang membawa rombongan menuju rumah kayu Klaus untuk menghancurkan hadiah-hadiah Natal dan memulihkan tatanan permusuhan kedua keluarga. Jesper melarikan kereta luncur penuh mainan itu seorang diri, sementara para pengejar mengikutinya dari belakang. Di tengah kekacauan, Magdalone, putri keluarga Ellingboe, bertemu Olaf, putra keluarga Krum, dan keduanya saling jatuh hati, sehingga rencana kedua tetua tersebut mendapat satu lagi hal tak terduga.
Pengejaran itu sampai ke tepi tebing, dan karung berisi mainan terjatuh lalu berhamburan, seolah-olah semuanya sudah hancur. Kenyataannya, anak-anak lebih dulu mendengar rencana para orang tua dan memberi tahu Alva; Alva dan Klaus sudah memindahkan hadiah yang sesungguhnya, sehingga karung dalam pengejaran itu hanya berisi barang kayu pengganti. Meski mengira hadiah tersebut asli, Jesper tetap mempertaruhkan dirinya untuk melindunginya, dan hal itu meyakinkan Klaus serta Alva bahwa ia benar-benar berubah, sehingga mereka bertiga kembali berbaikan.

Ending
Malam itu, Jesper, Klaus, dan Alva membagikan hadiah yang berhasil diselamatkan kepada anak-anak. Magdalone dan Olaf kemudian menikah, dan pernikahan itu memaksa kedua keluarga besar mengakhiri dendam turun-temurun mereka. Jesper tinggal di Smeerensburg, menikah dengan Alva, dan memiliki dua anak; kantor pos, sekolah, dan kota itu terus berjalan.

Selama sebelas tahun berikutnya, Jesper dan Klaus selalu membuat dan mengantarkan hadiah setiap Natal tiba, dan jangkauannya pun melampaui Smeerensburg. Pada tahun kedua belas, Klaus mendengar panggilan dalam suara angin, memberi tahu Jesper bahwa ia akan pergi menyusul Lydia, lalu berjalan masuk ke hutan dan menghilang. Pada setiap malam menjelang Natal sesudahnya, Jesper selalu menunggu di dekat perapian; bersama bunyi lonceng di luar rumah, ia kembali bisa merasakan kepulangan sahabat lamanya. Film ini ditutup dengan kereta luncur rusa kutub yang melintas di atas atap-atap rumah dalam cahaya bulan, melengkapi jembatan dari sosok tukang kayu Klaus menuju legenda Sinterklas.
