← Kembali ke beranda

Chor Nikal Ke Bhaga

Pencurian berlian yang disamarkan sebagai pembajakan pesawat di ketinggian 10.000 meter: ulasan lengkap tipu daya Ankit, serangan balik Neha, dan kebenaran di balik penyelidikan bandara dalam film Chor Nikal Ke Bhaga

Judul

Chor Nikal Ke Bhaga

Tahun / Durasi

2023 · 110 menit

Genre

Drama / Thriller / Kriminal

Sutradara

Ajay Singh

Penulis

Siraj Ahmed, Amar Kaushik, Raj Kumar Gupta

Rating

Pemeran

Yami Gautam (sebagai Neha Grover), Sunny Kaushal (sebagai Ankit Sethi), Sharad Kelkar (sebagai Parvez Shaikh), Indraneil Sengupta (sebagai Sudhanshu Roy), Barun Chanda (sebagai Harish Sanyal)

Chor Nikal Ke Bhaga
Seorang pria berjas duduk di kursi kabin pesawat sambil menoleh ke belakang Seorang perempuan bergaun merah tersenyum menatap ke seberang meja makan Seorang perempuan berbaju merah muda berteriak di depan sebuah mobil Seorang perempuan berpakaian pasien berbaring miring di atas lantai yang memantulkan cahaya Seorang pramugari memegang selembar kertas sambil memeriksa area kursi di dalam kabin Seorang bertopeng bersenjata api berdiri di lorong kabin sementara para penumpang mengangkat tangan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Chor Nikal Ke Bhaga adalah film thriller kriminal asal India yang disutradarai oleh Ajay Singh serta ditulis oleh Siraj Ahmed, Amar Kaushik, dan Raj Kumar Gupta, dengan Yami Gautam, Sunny Kaushal, Sharad Kelkar, Indraneil Sengupta, dan Barun Chanda sebagai para pemerannya. Film berdurasi 110 menit ini tayang di Netflix pada 24 Maret 2023.

Hingga 4 September 2026, film ini mendapat nilai 7,2 di IMDb dari sekitar 57 ribu suara; dari 9 ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes, 67% di antaranya positif, sementara skor popcorn penonton berada di angka 82% berdasarkan lebih dari 50 penilaian. Secara keseluruhan, angka dari berbagai platform berada di kisaran cukup positif hingga baik, tetapi sampel ulasan kritikus di Rotten Tomatoes tergolong sedikit.

Pertemuan di Pesawat dan Lamaran

Di Al-Barkat, sebuah kota fiktif di Timur Tengah, pramugari Neha Grover bertemu Ankit Sethi dalam sebuah penerbangan. Ankit mendapati makanan yang diantar ke kursinya bukan menu vegetarian yang ia pesan, lalu Neha memberikan jatah makanannya sendiri kepada Ankit. Ankit memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajaknya makan malam, tetapi awalnya ditolak. Keduanya kemudian bertemu lagi di sebuah pesta, dan sejak itu mereka perlahan mulai berkencan.

Seorang pria berjas duduk di kursi kabin pesawat sambil menoleh ke belakang

Hubungan mereka berkembang dengan cepat. Setelah mengetahui dirinya hamil, Neha memberi tahu Ankit, lalu Ankit melamarnya dan keduanya mulai mempersiapkan kehidupan bersama.

Seorang perempuan bergaun merah tersenyum menatap ke seberang meja makan

Jebakan Utang dan Keguguran

Ankit menjalankan usaha asuransi berlian. Ia bercerita kepada Neha bahwa karyawan perusahaannya menghilangkan berlian milik klien senilai 200 juta rupee sehingga ia menanggung utang yang sangat besar, dan para penagih utang kini memaksanya ikut dalam sebuah pencurian. Ayah Neha dahulu tewas karena mengurus pembukuan sebuah organisasi gelap, sehingga Neha tidak ingin keluarganya kembali terseret ke dalam kejahatan dan mula-mula menolak rencana Ankit.

Tidak lama kemudian, dua orang pria menyerang Ankit di sebuah tempat parkir. Saat berusaha menghentikan mereka, perut Neha terluka dan ia pun keguguran. Setelah pukulan berat itu, Neha menyatakan bersedia membantu Ankit mencuri berlian tersebut agar para penagih utang berhenti memburunya.

Seorang perempuan berbaju merah muda berteriak di depan sebuah mobil

Neha terbangun di rumah sakit dengan pakaian pasien yang masih melekat di tubuhnya. Di permukaan ia tetap menyusun rencana bersama Ankit, tetapi diam-diam ia mulai menyelidiki sendiri apa yang sebenarnya ada di balik penyerangan itu.

Seorang perempuan berpakaian pasien berbaring miring di atas lantai yang memantulkan cahaya

Rencana Pencurian Berlian di Ketinggian 10.000 Meter

Ankit mengetahui bahwa Menteri Dalam Negeri India, Harish Sanyal, hendak mengirim sejumlah berlian dari Al-Barkat kembali ke India secara diam-diam. Berlian itu ditempelkan pada cangkang belakang sebuah ponsel, dan ponsel tersebut disimpan di dalam koper dokumen berkode. Ankit lalu membuat kesepakatan rahasia dengan Bhagat, asisten sang menteri, dan memperoleh informasi kode itu dengan syarat membagi setengah berlian. Ia berencana membuka koper tersebut lalu menukar ponselnya saat penerbangan tidak memiliki sinyal komunikasi.

Seorang pramugari memegang selembar kertas sambil memeriksa area kursi di dalam kabin

Neha bertugas memastikan siapa yang membawa koper itu di kabin penumpang sekaligus menciptakan kesempatan agar orang tersebut meninggalkan kursinya, sedangkan Ankit menunggu saat yang tepat untuk masuk ke kabin depan dan menggeledah bagasi. Keduanya naik ke pesawat yang sama menuju India, tetapi begitu aksi dimulai, situasi di kabin mendadak berubah.

Orang Bertopeng Menguasai Kabin

Tiga orang bertopeng mengeluarkan senjata dan menyatakan bahwa mereka membajak penerbangan itu. Mereka menuntut pesawat dialihkan untuk mendarat di Kullu dan menjadikan para penumpang sebagai sandera demi memaksa pihak berwenang membebaskan Adil Mir, anggota kelompok bersenjata yang ditahan di Manali. Seluruh penumpang dikumpulkan dan diawasi, sehingga Ankit tidak bisa mendekati koper itu sesuai rencana semula.

Seorang bertopeng bersenjata api berdiri di lorong kabin sementara para penumpang mengangkat tangan

Ankit berpura-pura terkena serangan asma dan meminta izin kembali ke kursinya untuk mengambil inhaler, padahal ia ingin memakai kesempatan itu untuk membuka koper. Salah seorang bertopeng merasa posisi dan reaksi Ankit janggal, lalu memukulinya hingga hidungnya berdarah. Ketika Neha berusaha merawatnya, orang bertopeng itu tetap mengawasi dari samping dengan senjata di tangan.

Seorang bertopeng bersenjata api berdiri di belakang seorang pramugari yang menangkupkan kedua tangan di kepala

Berlian Palsu dan Petugas Keamanan Udara Palsu

Ketika para pelaku bertopeng pergi ke kokpit untuk berbicara dengan pihak berwenang di darat, Ankit kembali menyelinap ke kabin depan. Ia membuka koper dokumen itu dan menyembunyikan ponsel berlian yang ia yakini asli ke dalam tasnya. Salah seorang bertopeng memergoki aksinya sehingga keduanya bergumul di kabin, lalu dua pelaku lain datang, melumpuhkan Ankit, dan menguncinya di dalam toilet.

Seorang pria berjas berdiri di lorong kabin sambil memegang sebuah ponsel

Seorang penumpang bernama Sudhanshu Roy yang mengaku sebagai petugas keamanan udara memungut sepucuk senjata lalu menembak ketiga orang bertopeng itu. Para penumpang segera dievakuasi, sementara Ankit ditemukan dengan sebuah bom rakitan sederhana yang terikat di tubuhnya. Setelah tim penjinak bom memastikan alat itu palsu, Ankit dibebaskan, dan krisis penyanderaan di penerbangan tersebut tampaknya sudah berakhir.

Seorang pria dengan wajah berlumur darah duduk di ruang sempit dengan alat rakitan terikat di tubuhnya

Penyelidikan di Bandara Menemukan Celah

Saat petugas keamanan menggeledah pesawat, mereka tidak menemukan jasad ketiga orang bertopeng itu, sedangkan Sudhanshu yang mengaku petugas keamanan udara juga hilang entah ke mana. Bhanu Yadav, petugas keamanan udara yang sesungguhnya, sejak awal tidak sadarkan diri dan sama sekali tidak tahu ada pembajakan; ia hanya ingat pernah meminum segelas jus jeruk. Karena itu, Parvez Shaikh, perwira Research and Analysis Wing (RAW) India, menutup bandara dan memeriksa para penumpang serta awak kabin satu per satu.

Beberapa petugas berseragam melihat ke luar dari balik pintu kaca di pintu masuk bandara

Ankit menyerahkan berlian yang ia bawa keluar dari pesawat kepada Bhagat, tetapi setelah diperiksa ternyata semuanya palsu. Ankit tidak bisa menjelaskan ke mana perginya berlian asli, emosinya pun lepas kendali, dan ia membeberkan kepada Neha bahwa sejak awal ia memang memanfaatkan Neha untuk membantunya mencuri. Pada saat yang sama, dari petugas keamanan udara yang pingsan, hilangnya petugas keamanan udara palsu, dan catatan pelayanan awak kabin, Parvez menemukan bahwa Neha terhubung dengan setiap mata rantai penting.

Seorang pria menanyai seorang perempuan berseragam dari seberang meja di dalam sebuah kantor

Pembajakan Palsu yang Dirancang Neha

Setelah keguguran, dari sebuah rekaman percakapan telepon yang terjadi saat penyerangan, Neha mengenali bahwa Ankit mengenal kedua preman itu dan penyerangan tersebut memang sejak awal diatur olehnya. Neha lalu membuntuti Ankit, memastikan bahwa Ankit berhubungan dengan para preman itu dan punya kekasih lain, hingga akhirnya ia paham bahwa hubungan asmara, lamaran, dan krisis utang itu semuanya mendorong dirinya ke peran pencuri berlian yang sudah dipilihkan Ankit sejak awal.

Neha menghubungi Sudhanshu, kenalan lamanya, lalu mengumpulkan Jinu, Nikki, Abbas, Gaffar, dan yang lain untuk mengubah penerbangan pencurian berlian Ankit menjadi sebuah pembajakan palsu. Tiga orang komplotan itu naik pesawat lebih dulu sebagai penumpang biasa, lalu mengenakan topeng dan berperan sebagai pembajak. Tim tersebut menyiapkan senjata tiruan, menukar peluru, dan di tengah kekacauan membuat petugas keamanan udara yang asli meminum minuman yang sudah dicampur obat.

Seorang pria berambut pendek berdiri di dalam ruangan sambil menatap ke depan dengan wajah tegang

Sepanjang aksi itu, hanya Ankit yang dijadikan sasaran pemukulan. Setelah Ankit membuka koper dokumen tersebut, komplotan itu memakai kesempatan untuk menukar berlian aslinya. Sudhanshu kemudian menyamar sebagai petugas keamanan udara dan melepaskan tembakan yang tidak membuat rekan-rekannya tewas demi menciptakan kesan bahwa para pembajak sudah ditembak mati. Ketiga orang bertopeng melepas samaran dan membaur dengan penumpang yang dievakuasi, Sudhanshu pergi membawa berlian, sementara alat palsu yang ditinggalkan di tubuh Ankit memperlambat penggeledahan di lokasi.

Sepasang tangan memegang komponen pistol di dalam toilet yang sempit

Ending

Ketika Parvez bersiap memeriksa Neha lebih jauh, Neha lebih dulu menghubungi Sanyal secara anonim dan menyatakan bahwa jika penyelidikan diteruskan, fakta bahwa sang menteri menyelundupkan berlian lewat penerbangan itu juga akan terbongkar. Neha bahkan mengirimkan kepada Sanyal bukti komunikasi saat Bhagat menyampaikan kode koper dokumen kepada Ankit. Demi menutupi penyelundupan tersebut, Sanyal memerintahkan agar penyelidikan dihentikan. Pihak berwenang kemudian mengumumkan peristiwa itu sebagai pembajakan sungguhan dan menjadikan Bhanu, petugas keamanan udara asli yang sedang pingsan, sebagai pahlawan yang menaklukkan para pembajak.

Seorang pria lanjut usia berbicara di hadapan banyak mikrofon

Orang-orang Sanyal menangkap Bhagat dan Ankit, lalu memaksa keduanya bertanggung jawab atas hilangnya berlian tersebut. Setelah dipukuli, Ankit dirawat di rumah sakit. Neha datang menjelaskan bagaimana ia membongkar tipu daya itu dan membalasnya, lalu meninggalkan rumah sakit dan naik ke penerbangan yang baru. Setelah kredit penutup, Ankit kembali meneleponnya, menandakan bahwa pertarungan di antara mereka belum benar-benar usai, tetapi film tidak menjelaskan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.