← Kembali ke beranda

Thanksgiving

Tragedi terinjak-injak di Black Friday yang mengundang balas dendam bertopeng: alur lengkap Thanksgiving mulai dari rangkaian pembunuhan di Plymouth, jebakan meja makan Thanksgiving, hingga plot twist jati diri pelaku sebenarnya

Judul

Thanksgiving

Tahun / Durasi

2023 · 106 menit

Genre

Misteri / Thriller / Horor

Sutradara

Eli Roth

Penulis

Jeff Rendell, Eli Roth

Rating

Pemeran

Nell Verlaque (sebagai Jessica Wright), Patrick Dempsey (sebagai Sheriff Eric Newlon), Jalen Thomas Brooks (sebagai Bobby), Milo Manheim (sebagai Ryan), Addison Rae (sebagai Gaby), Rick Hoffman (sebagai Thomas Wright)

Thanksgiving
Seorang pria paruh baya duduk di balik meja makan yang tertata dengan peralatan makan dan hiasan bunga Empat anak muda berdiri di dalam toko dengan papan penunjuk kasir yang menyala Seorang pemuda berdiri di samping sebuah truk derek berwarna oranye Seorang pemuda berambut gelap duduk sambil tersenyum di dalam sebuah restoran Seorang perempuan muda berambut cokelat menatap ponsel di lorong remang-remang, dan sesosok bertopi tinggi muncul di belakangnya Seorang perempuan muda berambut panjang berdiri di ambang pintu kamar sambil menggenggam sebuah benda kecil dengan kedua tangannya
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Thanksgiving adalah film horor yang disutradarai Eli Roth dan ditulis oleh Jeff Rendell, dengan cerita yang disusun mereka berdua dan dikembangkan dari trailer palsu berjudul sama yang dibuat Roth untuk Grindhouse. Nell Verlaque, Patrick Dempsey, Jalen Thomas Brooks, Milo Manheim, Addison Rae, dan Rick Hoffman ikut bermain di dalamnya. Film ini tayang di Amerika Serikat pada 17 November 2023 dengan durasi 106 menit.

Film ini memperoleh skor IMDb 6,2 dari 82.462 suara; dari 149 ulasan kritikus yang dikumpulkan Rotten Tomatoes, 83% bernilai positif, sementara indeks popcorn penonton terverifikasi berada di angka 77% (dari 500+ penilaian). Penilaian kritikus dan tanggapan penonton secara keseluruhan cenderung positif, terutama karena film ini menyatukan kekacauan belanja musim liburan, aksi pembunuhan berantai, dan teka-teki identitas pelakunya.

Perburuan Diskon Black Friday yang Berujung Petaka

Pada malam Thanksgiving, supermarket RightMart di Plymouth, Massachusetts, bersiap memulai obral Black Friday lebih awal. Thomas Wright, sang pemilik toko, makan malam bersama istri barunya, Kathleen, di rumah manajernya, Mitch Collins; sementara itu Jessica, putri Thomas, pergi keluar bersama pacarnya, Bobby, dan teman-temannya: Gaby, Evan, Scuba, serta Yulia. Mitch mendadak dipanggil kembali untuk bekerja di supermarket, dan rombongan Jessica pun mengubah rencana lalu memakai akses miliknya untuk masuk lebih awal ke area penjualan lewat pintu karyawan.

Seorang pria paruh baya duduk di balik meja makan yang tertata dengan peralatan makan dan hiasan bunga

Di luar pintu, kerumunan pembeli sudah menumpuk menunggu obral. Evan dan kawan-kawannya memamerkan barang yang lebih dulu mereka dapatkan dari balik pintu kaca, sehingga orang-orang yang mengantre makin terpancing. Setelah kerumunan menjebol pintu masuk, mereka saling dorong dan terinjak-injak di dalam toko: Doug, sang satpam, tergencet di bawah pintu, seorang pembeli tewas karena tersayat pecahan kaca, dan Amanda Collins yang datang mengantar makanan untuk suaminya ikut tertabrak lalu tertimpa kereta belanja. Bobby cedera di lengan kanannya saat mencoba menolong orang, dan Sheriff Newlon akhirnya harus melepaskan tembakan supaya keadaan berhenti.

Empat anak muda berdiri di dalam toko dengan papan penunjuk kasir yang menyala

Tragedi itu menewaskan tiga orang. Polisi pada akhirnya tidak menuntut siapa pun, dan rekaman CCTV penting dari malam kejadian disebut tidak tersimpan. Cedera lengan Bobby menamatkan kariernya sebagai pitcher; dia pergi meninggalkan Plymouth dan tidak lagi menghubungi Jessica.

Daftar Nama Setahun Kemudian dan Korban-Korban Pertama

Setahun kemudian, Thomas tetap berencana meneruskan obral Thanksgiving di RightMart, sementara Mitch yang sudah mengundurkan diri menggalang aksi protes di depan toko. Bobby yang setahun pergi pun kembali ke kota itu dan mulai bekerja untuk perusahaan derek milik pamannya.

Seorang pemuda berdiri di samping sebuah truk derek berwarna oranye

Saat itu Jessica sudah berpacaran dengan Ryan, sehingga kepulangan Bobby menimbulkan ketegangan di antara mereka bertiga. Tidak lama setelah itu, Jessica dan teman-temannya ditandai bersamaan oleh sebuah akun media sosial bernama “John Carver”; akun itu memperlihatkan sebuah meja makan Thanksgiving dengan nama mereka tertulis di samping setiap kursi.

Seorang pemuda berambut gelap duduk sambil tersenyum di dalam sebuah restoran

Malam itu, Lizzie, pelayan restoran yang dulu ikut menjarah supermarket, diserang. Pelakunya mengenakan pakaian gelap dan topeng yang meniru wajah John Carver, gubernur Koloni Plymouth, lalu menghabisi Lizzie dengan tutup tempat sampah dan menaruh sebagian jasadnya di papan nama RightMart. Dari situ Newlon menyimpulkan bahwa pelaku sedang mengincar orang-orang yang terlibat dalam tragedi terinjak-injak setahun sebelumnya.

Jessica mendapatkan rekaman CCTV yang hilang pada malam itu dari ayahnya lalu menyerahkannya kepada Newlon. Rekaman tersebut tidak hanya merekam Lizzie yang mendorong kereta hingga menabrak Amanda, tetapi juga Manny, satpam yang kabur saat kejadian, serta Lonnie, pelajar yang memanas-manasi kerumunan. Setelah itu John Carver menyusup ke rumah Manny dan membunuhnya, lalu menyerang Lonnie dan pacarnya, Amy, yang juga tidak berhasil lolos.

Teman-Teman yang Diserang Satu per Satu

Pelaku terus mengarahkan serangannya ke lingkaran pertemanan Jessica. Ketika Jessica, Evan, dan Gaby pergi ke sekolah menengah mereka, Evan dan Gaby disergap di dalam sekolah lalu dibawa pergi; Jessica menghindari pengejaran seorang diri dan berhasil keluar dari gedung itu. Identitas John Carver masih belum terungkap, dan Mitch, Bobby yang tiba-tiba kembali, serta Ryan yang muncul di rekaman lama sempat sama-sama dicurigai.

Seorang perempuan muda berambut cokelat menatap ponsel di lorong remang-remang, dan sesosok bertopi tinggi muncul di belakangnya

Ayah Yulia memutuskan membawa putrinya pergi dari Plymouth dan meminta polisi menjaga rumah mereka. John Carver menerobos masuk, lebih dulu menyerang petugas penjaga dan ayah Yulia, lalu lewat panggilan video memperlihatkan kepada Jessica dan Scuba bahwa Yulia sedang dikejar. Saat keduanya tiba dengan mobil, mereka sudah tidak bisa menghentikan pelaku: Yulia didorong ke mata gergaji bundar hingga tewas, dan Scuba hanya bisa memeluk jasadnya.

Seorang perempuan muda berambut panjang berdiri di ambang pintu kamar sambil menggenggam sebuah benda kecil dengan kedua tangannya

Parade Thanksgiving yang Berubah Jadi Jebakan Penculikan

Polisi memutuskan memakai parade Thanksgiving di kota itu untuk memancing pelaku keluar: Jessica, Thomas, Kathleen, dan Scuba diminta mengenakan kostum kolonial dan ikut dalam iring-iringan kendaraan hias, sementara polisi berpakaian preman berbaur di kerumunan untuk melindungi mereka. Mitch muncul berunjuk rasa sebelum parade dimulai, tetapi pelaku sudah menyiapkan rencana lain.

Kerumunan orang berdiri di kedua sisi jalan menonton parade Thanksgiving

John Carver berganti kostum badut dan menyusup ke barisan parade, mula-mula memenggal kepala maskot kalkun dengan kawat baja, lalu melempar bom asap untuk menciptakan kekacauan. Pandangan polisi terhalang kerumunan dan asap, dan pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk menculik Jessica, Thomas, Kathleen, serta Scuba, lalu membawa mereka ke sebuah bangunan tersembunyi.

Sesosok berkostum badut berdiri di tengah kepulan asap putih

Para Penyintas yang Disajikan di Meja Makan

Kathleen adalah yang pertama tersadar. Dia mendapati dirinya diperlakukan pelaku layaknya seekor kalkun; setelah melepaskan diri dari ikatan, dia sempat keluar sebentar dari ruangan itu, tetapi dengan cepat tertangkap lagi, lalu dijebloskan ke dalam oven hingga tewas. John Carver menghidangkan jasadnya di meja makan; di sekeliling meja itu juga duduk Jessica, Thomas, Scuba, Evan, dan Gaby dalam keadaan terikat, bersama jasad para korban sebelumnya.

Seorang perempuan berapron berdiri di dekat dinding sambil mengangkat sebuah botol, sementara sosok bertopi tinggi berdiri di ambang pintu memegang garpu bergagang panjang

Pelaku menyalakan siaran langsung dan membunuh Evan di depan semua orang. Jessica memakai sebuah cincin yang sebelumnya dia dapatkan untuk memutus ikatannya, lalu mengoper cincin itu kepada Scuba. Setelah lepas, Scuba menyerang pelaku, sementara Jessica memanfaatkan kesempatan itu untuk lari ke dalam hutan, sengaja memancing pengejarnya menjauh dari yang lain.

Sebuah topeng, dua perangkat dengan layar menyala, dan kertas-kertas berserakan di atas meja bundar

Topeng Bobby dan Pelaku yang Sebenarnya

Jessica menembus hutan dan sampai di gudang tempat kendaraan hias serta properti parade disimpan. Di luar dia lebih dulu menemukan Newlon tergeletak, lalu masuk ke gudang dan mengikuti seseorang bertopeng John Carver, tetapi yang ada di balik topeng itu ternyata adalah Bobby. Newlon menyusul datang dan menyuruhnya pergi, lalu terdengar suara tembakan dari dalam gudang; namun ketika polisi tiba, Bobby sudah tidak ada.

Jessica mengetahui bahwa ayahnya dan teman-temannya yang selamat sudah berhasil diselamatkan. Ketika dia tinggal berdua dengan Newlon di kantor sheriff, dia melihat serpihan duri yang menempel pada dirinya setelah menembus hutan juga menempel di ujung celana dan sepatu Newlon, dan dari situ dia membongkar siapa John Carver yang sebenarnya.

Seorang pria berseragam polisi duduk di dalam mobil sambil menatap ke luar jendela

Newlon mengakui bahwa dia pernah menjalin hubungan diam-diam dengan Amanda, dan Amanda sedang mengandung anaknya ketika tewas dalam kejadian terinjak-injak itu. Dia menimpakan kematian setahun lalu kepada orang-orang yang memanas-manasi penjarahan, kabur saat kejadian, dan menyembunyikan rekaman, lalu membalas dendam menurut daftar nama itu. Dia juga menculik dan membius Bobby, memakaikan kostum pelaku kepadanya, dan bersiap membuat polisi menimpakan seluruh pembunuhan itu kepada Bobby. Yang tidak diketahui Newlon, Jessica sudah menyiarkan langsung pengakuannya lewat ponsel.

Sosok berpakaian hitam dan bertopi tinggi membelakangi kamera sambil mengamati dinding yang penuh tempelan foto dan catatan

Ending

Setelah jati dirinya terbongkar, Newlon menyerang Jessica. Bobby datang tepat waktu untuk menghentikannya, lalu mengajak Jessica naik ke truk derek milik pamannya untuk pergi; tetapi Newlon sudah mengikat kendaraan itu ke tiang gudang dengan rantai sehingga truk derek tidak bisa keluar. Jessica turun dari truk dan menyalakan alat pengembang sebuah balon kalkun parade, memancing Newlon mendekat ke balon itu dan ke tabung gas mudah terbakar di sebelahnya.

Pria berseragam polisi dengan noda darah di wajahnya mengangkat sebuah kapak di gudang yang remang-remang, dengan properti besar bercat warna-warni di belakangnya

Jessica memasukkan gelang milik ibunya ke dalam sepucuk senjata api kuno sebagai peluru, lalu menembak dan merusak alat balon itu, dan ledakan yang terjadi langsung melalap Newlon.

Api besar berkobar di ambang pintu dan lantai gudang yang remang-remang

Keesokan harinya, Bobby dinaikkan ke ambulans, dan Jessica kembali berkumpul dengan Gaby, Scuba, serta Ryan. Polisi tidak menemukan jasad Newlon dan hanya mendapati abu di lokasi ledakan, sehingga mereka menganggap dia sudah hangus terbakar. Belakangan Jessica bermimpi Newlon muncul lagi dengan tubuh terbakar; film ini tidak memastikan lebih jauh apakah Newlon benar-benar tewas.