Exit
Dari pesta ulang tahun ke-70 yang mendadak diserang gas beracun hingga dua mantan anggota klub panjat tebing yang melintasi atap-atap gedung Seoul: uraian lengkap alur cerita film Exit, rute pelarian yang terus bersambung, dan proses penyelamatan terakhirnya
Judul
Exit
엑시트
Tahun / Durasi
2019 · 103 menit
Genre
Komedi / Aksi / Bencana
Sutradara
Lee Sang-geun
Penulis
Lee Sang-geun
Rating
Pemeran
Jo Jung-suk (sebagai Yong-nam), Im Yoon-ah (sebagai Eui-joo), Ko Du-shim (sebagai Hyun-ok), Park In-hwan (sebagai Jang-soo), Kim Ji-yeong (sebagai Jung-hyun), Kang Ki-young (sebagai Manajer Koo)
Exit (엑시트) adalah film komedi laga bencana asal Korea Selatan yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Lee Sang-geun, dibintangi Jo Jung-suk, Im Yoon-ah, Ko Du-shim, Park In-hwan, Kim Ji-yeong, dan Kang Ki-young. Film ini tayang di Korea Selatan pada 31 Juli 2019 dengan durasi 103 menit. Ceritanya merangkai teknik panjat tebing, bangunan-bangunan kota, dan drone menjadi satu rute pelarian yang terus menanjak, dengan Yong-nam, pemuda pengangguran, dan Eui-joo, adik tingkatnya di klub panjat tebing kampus, sebagai tokoh utamanya.
Hingga 7 September 2026, film ini mendapat nilai 7,0 di IMDb dari sekitar 9.200 penilai. Nilai itu berada di atas angka tujuh dan tanggapan terhadap film ini secara keseluruhan cenderung positif; film ini terutama menggarap bencana gas beracun lewat ritme laga dan komedi, tanpa menyediakan porsi untuk menjelaskan latar belakang lengkap si pelaku serangan.
Pemanjat Tebing yang Menganggur dan Pesta Ulang Tahun Sang Ibu
Semasa kuliah, Yong-nam adalah anggota unggulan klub panjat tebing, tetapi bertahun-tahun setelah lulus ia tidak kunjung mendapat pekerjaan dan hanya bisa tinggal di rumah orang tuanya. Ia masih sering berlatih di palang tunggal dan fasilitas panjat tebing di taman, tetapi keluarganya lebih peduli pada kondisi pencarian kerjanya. Jung-hyun, kakak perempuannya, mengingatkannya agar merapikan penampilan dan tidak lagi terlihat luntang-lantung di pesta ulang tahun ke-70 ibu mereka, Hyun-ok.


Pesta itu digelar di balai resepsi Cloud Garden. Yong-nam bersikeras memilih tempat ini karena Eui-joo, adik tingkatnya di klub panjat tebing kampus, bekerja sebagai wakil manajer di sana. Dulu Eui-joo tidak menerima pernyataan cintanya, dan sejak itu keduanya bertahun-tahun tidak bertemu. Saat bertemu kembali, demi menjaga gengsi Yong-nam berbohong bahwa ia sudah membuka perusahaan sendiri; Eui-joo segera tahu dari telepon seorang teman bersama bahwa ia masih mencari kerja, tetapi tidak membongkarnya di depan orang banyak.

Gas Beracun Mendekati Balai Resepsi
Pada malam yang sama, seorang pria memarkir truk tangki berisi zat beracun di dekat situ, lalu melepaskan gas putih dalam jumlah besar. Gas beracun itu menyebar di sepanjang jalan, dan orang yang terpapar cepat tumbang. Orang-orang di dalam balai resepsi awalnya tidak menyadarinya, sampai di luar jendela muncul kerumunan yang berlarian dan kabut putih yang terus meninggi; barulah Eui-joo mendesak semua orang meninggalkan lantai bawah.
Ketika keluarga Yong-nam turun ke bawah, Jung-hyun terjatuh di luar dan menghirup gas beracun. Orang-orang menyeretnya kembali ke dalam gedung, menutup hidung dan mulutnya dengan alat pelindung seadanya, lalu mengangkatnya ke lantai yang lebih tinggi. Televisi dan ponsel menyiarkan informasi penyelamatan diri: gas beracun itu lebih berat daripada udara, sehingga para penyintas harus berpindah setinggi mungkin dan menunggu penyelamatan helikopter.


Yong-nam Membuka Jalan ke Atap Lewat Dinding Luar
Pintu menuju atap balai resepsi terkunci, sementara kuncinya tertinggal di lantai bawah yang sudah tenggelam oleh gas beracun. Yong-nam memecahkan jendela di lantai atas, membuat pengaman darurat dari taplak meja, tali, dan peralatan yang ada di sekitarnya, lalu memanjat keluar jendela. Ia harus merayap naik menyusuri dinding luar gedung; di tengah jalan titik tambatannya tidak kuat menahan tarikan, sehingga ia terpaksa melepas sebagian pengamannya dan menuntaskan bagian terakhir rute itu dengan tangan kosong.

Setelah sampai di atap, Yong-nam membuka pintu itu dari sisi luar, lalu Eui-joo dan keluarganya mengangkat Jung-hyun ke area terbuka. Semua orang menyusun sinyal minta tolong dari cahaya ponsel dan barang-barang seadanya, dan akhirnya sebuah helikopter datang. Ketika tiba giliran Yong-nam dan Eui-joo, tambahan dua orang akan melewati batas beban keranjang evakuasi, sehingga keduanya tidak bisa ikut naik. Helikopter itu membawa pergi Jung-hyun dan anggota keluarga lainnya, sementara mereka berdua tertinggal di atap yang terus didatangi gas beracun yang kian meninggi.


Batas Beban Keranjang Evakuasi dan Para Pelajar yang Diselamatkan Lebih Dulu
Yong-nam dan Eui-joo membungkus tubuh mereka dengan kantong sampah, lakban, dan masker seadanya, membawa masker gas serta tabung oksigen, lalu meninggalkan Cloud Garden untuk mencari gedung yang lebih tinggi. Mereka menyalakan suar penerang untuk memberi sinyal di atap yang gelap, dan memastikan posisi satu sama lain dengan bantuan kode panggilan yang dulu dipakai di klub panjat tebing kampus.

Saat keduanya pertama kali tiba di atap baru tempat mereka bisa terlihat, helikopter penyelamat sudah mendekat; namun mereka mendapati masih ada sekelompok pelajar yang terjebak di gedung seberang, sehingga mereka mengubah arah sinyal dan mengarahkan helikopter itu ke para pelajar. Tidak lama kemudian sebuah SPBU di dekat situ meledak, dan gas beracun yang menerjang memaksa mereka berpindah lagi. Keputusan itu membuat para pelajar diselamatkan lebih dulu, sekaligus membuat Yong-nam dan Eui-joo kehilangan kesempatan kedua untuk pergi.

Estafet Drone dan Tali Antargedung
Gas beracun terus naik, dan keduanya menjadikan crane menara di kejauhan sebagai tujuan terakhir. Sebuah drone sipil menemukan mereka, dan siaran langsungnya membuat keluarga Yong-nam serta lebih banyak warga kota menyaksikan proses pelarian itu. Dengan bantuan peta di ponsel dan sudut pandang drone, Yong-nam dan Eui-joo memilih rute, berlari, memanjati rangka papan iklan, lalu berpindah dari satu gedung ke gedung lain dengan tali.


Drone yang pertama mengikuti mereka kehabisan daya, dan keduanya pun tiba di titik putus yang tidak bisa dilewati secara langsung. Para penonton siaran langsung lalu mengirimkan lebih banyak drone ke lokasi. Yong-nam memanfaatkan drone untuk mengantarkan tali ke seberang, lalu berayun bersama Eui-joo menuju gedung lain; setelah beban yang ditanggung melampaui kemampuan drone, keduanya jatuh dari udara dan gambar siaran sempat terputus.
Ending
Yong-nam dan Eui-joo tidak jatuh ke jalanan yang tertutup gas beracun. Keduanya selamat setelah terjatuh, lalu mencapai crane menara dan kembali mengirimkan sinyal, hingga akhirnya diangkat dari ketinggian oleh helikopter penyelamat. Petugas penyelamat membawa mereka berdua ke area aman, dan Yong-nam berkumpul kembali dengan orang tua, kakak perempuan, serta anggota keluarga lain yang sudah dievakuasi lebih dulu; keluarga yang sejak tadi menonton pelarian mereka lewat siaran langsung pun memastikan bahwa keduanya hidup.


Setelah bahaya berlalu, Yong-nam berusaha mengembalikan karabiner panjat tebing yang ia pinjam kepada Eui-joo, tetapi Eui-joo memintanya mengembalikannya lain kali. Dari situ keduanya pun berjanji untuk bertemu lagi. Hujan mulai turun, dan sisa gas beracun berwarna putih di atas langit kota perlahan menghilang; film ditutup dengan gambar keduanya berdiri bersama.