← Kembali ke beranda

The Purity of Vengeance

Tiga jenazah di sebuah apartemen tertutup membongkar kekejaman sterilisasi paksa di masa lalu Denmark: uraian lengkap tentang jalannya penyelidikan, kebenaran di balik balas dendam, dan akhir cerita di klinik dalam film The Purity of Vengeance

Judul

The Purity of Vengeance

Journal 64

Tahun / Durasi

2018 · 119 menit

Genre

Misteri / Thriller / Kriminal

Sutradara

Christoffer Boe

Penulis

Nikolaj Arcel, Bo Hr. Hansen, Mikkel Nørgaard

Rating

Pemeran

Nikolaj Lie Kaas (sebagai Carl Mørck), Fares Fares (sebagai Assad), Johanne Louise Schmidt (sebagai Rose), Fanny Leander Bornedal (sebagai Nete muda), Birthe Neumann (sebagai Nete tua), Anders Hove (sebagai Curt Wad tua)

Karya asli

novel Journal 64 karya Jussi Adler-Olsen

The Purity of Vengeance
Dua pria berdiri di dalam garis polisi sambil mengamati jenazah di depan mereka Lubang menuju ruangan gelap terlihat di tengah wallpaper yang rusak Tiga jenazah masih duduk di sekeliling meja di dalam ruangan gelap Beberapa perempuan muda duduk mengobrol di asrama yang remang-remang Seorang perempuan muda duduk sendirian di depan dinding yang mengelupas Pria berbaju putih duduk di meja sambil menunjukkan sebuah buku kecil kepada seorang perempuan muda
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

The Purity of Vengeance (judul asli Journal 64) adalah film kriminal misteri asal Denmark arahan sutradara Christoffer Boe, diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jussi Adler-Olsen, dan dibintangi Nikolaj Lie Kaas, Fares Fares, Johanne Louise Schmidt, Fanny Leander Bornedal, Birthe Neumann, serta Anders Hove. Film ini tayang di Denmark pada 4 Oktober 2018 dengan durasi 119 menit.

Per 8 September 2026, film ini mendapat nilai 7,4 di IMDb dari sekitar 23 ribu suara; tingkat kesegaran Rotten Tomatoes 77%, tetapi ulasan kritikusnya hanya tiga buah. Nilai IMDb berada di atas angka tujuh, jadi tanggapan secara keseluruhan cenderung positif; sampel ulasan profesional di Rotten Tomatoes sangat kecil, sehingga angka itu sebaiknya tidak dipakai untuk menarik kesimpulan yang terlalu luas.

Tiga Jenazah di Balik Tembok Palsu

Assad sebentar lagi dipindahkan ke unit kejahatan ekonomi, tetapi ia kecewa karena surat rekomendasi yang ditulis Carl untuknya terasa sekadar formalitas. Carl enggan membicarakan secara terbuka hubungan kerja mereka selama lima tahun, dan Assad hanya tersisa satu minggu terakhir di unit kasus tak terpecahkan. Pada saat yang sama, para pekerja yang merenovasi sebuah apartemen tua di Kopenhagen membongkar satu tembok palsu dan menemukan tiga jenazah yang sudah termumifikasi, terikat di sekeliling meja makan, dengan satu kursi kosong yang masih tersisa di sisi meja.

Dua pria berdiri di dalam garis polisi sambil mengamati jenazah di depan mereka

Lubang menuju ruangan gelap terlihat di tengah wallpaper yang rusak

Ahli forensik menemukan bahwa ketiga korban sama-sama menelan racun tumbuhan henbane, dan organ reproduksi mereka diangkat lalu dimasukkan ke dalam toples kaca. Dokumen identitas yang masih bisa dikenali mengarah pada Nete Hermansen dan seorang pengacara bernama Philip Nørvig; korban ketiga kemudian diidentifikasi sebagai Rita. Apartemen itu terdaftar atas nama seorang perawat bernama Gitte Charles, tetapi ia sudah menghilang. Mie, istri Philip, selama ini mengira suaminya pergi bersama perempuan lain dua belas tahun lalu karena ia pernah menerima satu surel perpisahan, dan alamat surel itu kemudian dilacak sampai ke Málaga, Spanyol. Ia juga memberi tahu polisi bahwa Philip pernah menangani perkara yang berkaitan dengan Pulau Sprogø.

Tiga jenazah masih duduk di sekeliling meja di dalam ruangan gelap

Nete Dikirim ke Pulau Sprogø

Pada 1961, Nete yang masih remaja menemui Tage, pacar sekaligus sepupunya, di tepi pantai, dan keduanya membicarakan kehamilan Nete. Ayah Nete murka begitu mengetahuinya lalu menyerahkan putrinya kepada perawat Gitte, yang langsung mengirim Nete ke sebuah panti penampungan perempuan di Pulau Sprogø. Tempat itu khusus mengurung perempuan yang dianggap “tidak tahu aturan” oleh masyarakat pada masa itu, dan seorang dokter muda bernama Curt Wad bertugas memeriksa tubuh para gadis di sana.

Beberapa perempuan muda duduk mengobrol di asrama yang remang-remang

Seorang perempuan muda duduk sendirian di depan dinding yang mengelupas

Nete tinggal sekamar dengan Rita di asrama. Rita mengenalkannya pada kehidupan di pulau itu, memberinya henbane, lalu melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Belakangan, setelah tahu Nete hamil, Rita mengajaknya menyelinap keluar untuk menemui seorang nelayan, tetapi justru menyerahkan Nete kepada Gitte dan Wad demi ditukar dengan kesempatan keluar dari pulau. Nelayan itu mulai melecehkan Nete; Wad dan Gitte muncul lalu menahannya, dan Wad juga berusaha memperkosanya. Nete menggigit telinga Wad hingga terluka, tetapi ia tetap disterilkan secara paksa. Tidak lama setelah itu pemerintah Denmark menutup institusi tersebut, namun luka yang diterima Nete tidak bisa dipulihkan.

Pria berbaju putih duduk di meja sambil menunjukkan sebuah buku kecil kepada seorang perempuan muda

Sekelompok perempuan berpakaian gelap berlari melewati depan sebuah bangunan di atas salju

Arsip Lama Mengarah ke Wad

Kembali ke masa sekarang, Rose berhasil memastikan identitas Rita sekaligus menemukan alamat Gitte di Málaga, tetapi Gitte sudah pergi ketika polisi Spanyol tiba di sana. Carl, Assad, dan Rose lalu mengerucutkan titik temu ketiga korban ke Pulau Sprogø. Mereka mendatangi institusi yang kini telah telantar itu, dan pengelolanya, Brandt, memberi tahu mereka bahwa banyak keputusan pada masa itu diambil lewat prosedur yang tertutup.

Seorang perempuan berambut merah menempelkan foto pada papan data di dinding

Di dalam catatan lama, Carl dan Assad menemukan satu gugatan tentang sterilisasi paksa: Philip ternyata tidak berdiri di pihak korban, melainkan menjadi pembela Wad. Keduanya lalu menemui Wad, yang sampai sekarang masih menjalankan klinik kandungan, dan ia membantah masih melakukan operasi semacam itu. Brandt kemudian memperlihatkan sebuah rekaman video dan menuduh Wad masih mensterilkan perempuan berlatar belakang imigran tanpa sepengetahuan dan persetujuan mereka.

Dua pria mencegat seorang pria lanjut usia untuk berbicara di dalam ruangan

Nour Jadi Korban dan Bukti Diserang

Dari rekaman itu, Assad mengenali Nour, tetangganya yang tinggal di jalan yang sama. Agar orang tuanya tidak tahu, Nour dulu diam-diam mendatangi klinik Wad untuk menjalani aborsi; pemeriksaan ulang memastikan bahwa klinik itu sekaligus mensterilkannya. Nour amat terpukul, dan karena tetap tidak ingin orang tuanya tahu, ia menolak langsung membuat laporan resmi. Wad sendiri mengumpulkan orang-orang yang menganut pandangan eugenika yang sama dengannya dan meminta mereka memutus jejak apa pun yang bisa membongkar organisasi itu.

Seorang pria berbaju gelap berbicara dengan pria berbaju putih dari seberang meja

Dua perempuan bermantel gelap mendengarkan seorang perempuan berbaju putih berbicara di ruang periksa

Setelah Carl dan Assad mendapatkan arsip yang ditinggalkan Philip, penyerang bersepeda motor mencegat mereka di jalan. Carl menembak dan melukai salah satu penyerang, tetapi dokumen itu tetap hancur. Rose menemukan Brandt yang sudah dibunuh dan berhasil memukul mundur penyerang di lokasi. Assad menyadari Carl masih menyembunyikan hasil analisisnya, ganjalan lama di antara mereka pun meledak, dan ia menyatakan tidak mau lagi menjadi rekan Carl.

Seorang pria berdiri di samping mobil di jalanan pada malam hujan sambil mendongak

Nete di Balik Identitas Gitte

Carl meninjau ulang posisi duduk dan identitas para korban di apartemen itu, lalu menyadari bahwa “Gitte” yang selama ini dicari polisi sebenarnya adalah Nete yang masih hidup. Nete lebih dulu membunuh Gitte yang asli, kemudian memakai identitasnya; jenazah di balik tembok yang selama ini dianggap Nete sebenarnya adalah Gitte. Philip dan Rita sama-sama bagian dari rantai kekerasan pada masa itu, sedangkan kursi kosong di meja semula disediakan untuk Wad.

Setelah mengetahui kebenaran bahwa dirinya disterilkan, Nour mendatangi klinik Wad seorang diri untuk meminta pertanggungjawaban. Pada saat yang sama, Carl mengenali Nete yang sudah tua di stasiun; Nete melepaskan diri dari Carl dengan semprotan merica lalu naik ke kapal feri.

Carl menyusul Nete yang bersiap pergi dengan feri, dan keduanya duduk untuk minum teh. Nete memasukkan henbane ke dalam teh itu sambil menceritakan kepada Carl bagaimana balas dendamnya berjalan. Setelah meninggalkan Pulau Sprogø, ia sempat bersatu kembali dengan Tage, tetapi sterilisasi dan pengalamannya di pulau itu telah mengubah dirinya; Tage menginginkan anak, sehingga ia pun pergi. Setelah gugatannya kalah, ia mulai menyiapkan pembalasan, namun sebelum sempat membunuh Wad ia bertemu kembali dengan Tage. Nete menutup rapat ruangan berisi jenazah itu dan hidup bersama Tage selama dua belas tahun, sampai Tage meninggal. Kali ini ia naik kapal untuk menaburkan abu Tage di Selat Øresund. Carl sudah keracunan, tetapi ia tidak menghalangi Nete pergi.

Seorang perempuan lanjut usia dan seorang pria duduk berhadapan di meja makan kapal feri

Seorang perempuan lanjut usia dan seorang pria berdiri di geladak kapal feri

Ending

Setelah Carl menerima telepon permintaan tolong, Assad menyimpulkan Nour terjebak di klinik dan langsung bergegas menolongnya. Di dalam klinik ia menemukan Nour yang pingsan bersama Wad; seorang polisi yang datang kemudian ternyata bagian dari kelompok Wad dan menembak Assad. Wad bersiap menata tempat kejadian supaya tampak seperti pembelaan diri. Carl yang masih dipengaruhi henbane tiba di lokasi dan mengenali polisi itu sebagai orang yang ia lukai saat penyerangan terhadap arsip. Ketika keduanya bergumul, Carl mendorong polisi tersebut jatuh dari balkon.

Seorang pria mengacungkan pistol ke depan di dalam ruangan

Seorang pria berkemeja putih duduk di depan dinding keramik sambil menoleh

Nour siuman lalu melawan balik Wad, dan Carl segera memanggil bantuan. Assad dibawa ke rumah sakit, dan Carl menunggui di sisi ranjangnya, akhirnya mengakui betapa pentingnya kemitraan ini bagi dirinya sekaligus meminta Assad kembali ke unit kasus tak terpecahkan; Assad menerimanya. Polisi mengumumkan kasus ini kepada publik, Wad dan istrinya ditangkap, dan Nour pun berbicara secara terbuka tentang kekerasan yang dialaminya.