← Kembali ke beranda

Interlaced Scenes

Novel yang menduplikasi pembunuhan di malam hujan: uraian lengkap 15 episode penyelidikan Jiang Guangming dan Shi Luo, dari kasus Zhang Qing, plagiarisme Hujan Hitam, hilangnya Jiang Na, hingga kebenaran di Bukit Kincir Angin.

Judul

Interlaced Scenes

错位 / Interlaced Scenes

Tahun / Durasi

2024 · 15 episode, tiap episode sekitar 45 menit

Genre

Misteri / Kriminal / Romantis

Sutradara

Yingjia Guo

Penulis

Shuai Guo, Mengsha Liu

Rating

Pemeran

Yili Ma (sebagai Jiang Guangming), Dawei Tong (sebagai Gu Jiming), Zhiting Gao (sebagai Shi Luo), Lyric Lan (sebagai Su Zhenzhen), Jinsong Wang (sebagai Tang Xun), Christine Zheng (sebagai Jiang Na), Ningfeng Song (sebagai Xu Kang), Baihui Xu (sebagai Yang Hui)

Karya asli

Novel Watasareta Bamen (harfiah: "adegan yang diserahkan") karya Seicho Matsumoto

Interlaced Scenes
Jiang Guangming dan Shi Luo menyelidiki warga di kampung dalam kota Jiang Guangming memeriksa berkas kasus di depan komputer kantor polisi Jiang Guangming melanjutkan penyelidikan di jalanan Fanghai Jiang Na merapikan kamar di hotel tepi pantai Huajiao, anjing yang terkait dengan kasus ini, berbaring di tanah Perempuan muda melihat orang di sebelahnya lewat kaca spion mobil
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Interlaced Scenes adalah serial web misteri 15 episode dari lini iQiyi Mist Theater yang tayang pada 2024, diadaptasi dari novel Watasareta Bamen karya Seicho Matsumoto. Disutradarai oleh Yingjia Guo, dengan naskah karya Shuai Guo dan Mengsha Liu, serta dibintangi Yili Ma, Dawei Tong, dan Zhiting Gao sebagai pemeran utama, dengan Lyric Lan dan Jinsong Wang sebagai bintang tamu istimewa. Serial ini tayang perdana pada 11 Juli 2024, dengan durasi tiap episode sekitar 45 menit.

Sampai artikel ini disusun, serial ini meraih skor 6,7 di IMDb. Ceritanya berawal dari kasus pembunuhan Zhang Qing pada malam hujan, lalu perlahan menghubungkan sebuah kasus lama yang pelakunya sudah dianggap tertangkap, sebuah novel laris yang menggambarkan tempat kejadian perkara, dan hilangnya seorang perempuan lain.

Penyelidikan Ulang Kasus Pembunuhan Malam Hujan

Pada malam hujan deras saat Festival Peh Cun tahun 2018, Zhang Qing, seorang perempuan yang tinggal sendirian, tewas di rumahnya di sebuah kampung dalam kota, Qinjiang. Li Fei, tukang ledeng dan listrik, mengaku menyelinap masuk ke rumah Zhang Qing untuk merampok dan memperkosanya, tetapi menolak mengaku membunuh. Setelah kasus masuk tahap penyidikan tambahan dan mandek hampir setahun, tim detektif memutuskan menelusuri ulang semua bukti. Jiang Guangming, yang pernah terluka saat menangkap tersangka dan kemudian dipindahkan menjadi petugas catatan sipil, ditarik kembali ke tim khusus, dengan detektif baru Shi Luo sebagai rekannya.

Jiang Guangming dan Shi Luo menyelidiki warga di kampung dalam kota

Dari foto tempat kejadian, Jiang Guangming menyadari bahwa anjing peliharaan Zhang Qing beserta tali lehernya tidak ditemukan di lokasi. Ahli forensik menduga tali sejenis itulah yang dipakai untuk mencekik korban, sehingga mencari anjing dan tali itu menjadi arah penyelidikan baru. Pada saat bersamaan, Shi Luo membaca novel misteri laris Hujan Hitam karya penulis baru Gu Jiming, dan mendapati deskripsi pintu besi hijau kebiruan, pemadaman listrik, dan hujan deras di bagian pembuka novel itu nyaris sama persis dengan sekitar rumah Zhang Qing.

Jiang Guangming memeriksa berkas kasus di depan komputer kantor polisi

Novel Itu Mengarahkan Penyelidikan ke Fanghai

Gu Jiming secara terbuka menyatakan bahwa tempat kejadian dalam Hujan Hitam berasal dari mimpinya, dan membantah pernah datang ke Qinjiang. Catatan lalu lintas polisi juga tidak menunjukkan dirinya memasuki Qinjiang pada hari kejadian. Shi Luo tidak menyerah begitu saja; ia diam-diam pergi ke Fanghai, kota tempat Gu Jiming tinggal, untuk menyelidiki. Jiang Guangming kemudian mengambil alih arah ini, dan keduanya menelusuri satu per satu majalah, komunitas sastra, serta acara publik yang pernah melibatkan Gu Jiming.

Di sekitar rumah Zhang Qing, mereka menemukan saksi mata: beberapa hari sebelum kejadian, seorang pria berusia lima puluhan berulang kali terlihat memberi makan anjing liar di situ. Catatan hotel dan rekaman kamera pengawas membuktikan pria itu adalah penulis ternama, Tang Xun. Ia semula dijadwalkan menghadiri sesi tanda tangan buku di Qinjiang, tetapi buru-buru check out dini hari sehari setelah kejadian; ketika polisi mendatangi rumahnya, mereka baru tahu ia sudah meninggal karena kanker. Yang Hui, istri Tang Xun, bahkan pernah menerima kartu pos tanpa nama pengirim yang dikirim dari Fanghai.

Jiang Guangming melanjutkan penyelidikan di jalanan Fanghai

Tang Xun, Jiang Na, dan Anjing yang Hilang

Jiang Guangming dan Shi Luo melacak sampai ke hotel tepi pantai di Fanghai. Di sinilah Tang Xun dulu mengasingkan diri untuk menulis, dan Jiang Na, pelayan yang bertugas membersihkan kamar, adalah salah satu pembacanya. Anjing kecil yang dibawa pulang Tang Xun ke hotel diberi nama Huajiao; Jiang Na membantunya mengajak anjing itu jalan-jalan, menyiapkan kertas naskah, dan bahkan menulis kartu pos untuk Yang Hui setelah Tang Xun pergi. Perbandingan tulisan tangan membuktikan kartu pos yang diterima Yang Hui memang ditulis oleh Jiang Na.

Jiang Na merapikan kamar di hotel tepi pantai

Di antara barang-barang lama hotel itu tersimpan buku harian Jiang Na, artikel yang pernah ia terbitkan, dan kertas naskah bekas pakai Tang Xun. Secara tidak sengaja, Jiang Guangming menjiplak bekas tekanan pena di lembar naskah di bawahnya, dan mendapati tulisan itu sama persis dengan bagian pembuka Hujan Hitam. Dari sini muncul penjelasan lain: orang yang sebenarnya menulis deskripsi tempat kejadian itu mungkin bukan Gu Jiming, melainkan Tang Xun; Jiang Na menyalin tulisan Tang Xun, dan isinya kemudian sampai ke tangan Gu Jiming.

Huajiao, anjing yang terkait dengan kasus ini, berbaring di tanah

Dua Hubungan dalam Hidup Gu Jiming

Cerita berputar kembali ke masa sebelum Gu Jiming terkenal. Ia bekerja sebagai editor di sebuah majalah dan berkali-kali gagal ketika mengirim naskah sendiri. Setelah menangani artikel Jiang Na, Bulir Gandum, ia berkenalan dan menjalin hubungan asmara dengannya. Gu Jiming tidak berani membiarkan rekan kerjanya tahu tentang hubungan ini, sehingga mereka hanya bisa bertemu di penginapan kecil. Jiang Na kemudian hamil, memberikan seluruh tabungannya kepada Gu Jiming untuk mengobati ayahnya, dan terus percaya bahwa mereka berdua akan membangun keluarga.

Perempuan muda melihat orang di sebelahnya lewat kaca spion mobil

Di sisi lain, Gu Jiming berkenalan dengan Su Zhenzhen, putri seorang penerbit, dalam sebuah pesta koktail. Setelah kecelakaan mobil membuat kedua kakinya lumpuh, Gu Jiming pernah menyelamatkannya baik dari lokasi kecelakaan maupun dari ambang percobaan bunuh diri, lalu terus mendampinginya selama masa pemulihan. Su Zhenzhen perlahan menerima Gu Jiming, dan memakai sumber daya penerbitan keluarganya untuk membantunya. Gu Jiming semula ingin berterus terang tentang keberadaan Jiang Na, tetapi memilih menyembunyikannya setelah Hujan Hitam mendapat kesempatan diterbitkan.

Su Zhenzhen duduk di kursi roda dan termenung sendirian

Melalui interaksi antara Jiang Guangming dan Su Zhenzhen, hubungan ini pun menjadi jelas: Su Zhenzhen benar-benar mencintai Gu Jiming, tetapi pada saat yang sama memperlakukan hidup dan kariernya seperti sebuah karya yang harus tetap sempurna. Ia bisa menoleransi kebohongan, bahkan secara aktif menutupi fakta yang bisa menghancurkan Gu Jiming.

Jiang Guangming berbincang dengan Su Zhenzhen yang duduk di kursi roda di pinggir jalan

Pembunuh Sebenarnya dalam Kasus Zhang Qing

Tim khusus akhirnya menemukan Sun Bin, teman kuliah Zhang Qing. Sun Bin pernah menyatakan cinta pada Zhang Qing dan ditolak, lalu dikeluarkan dari kampus karena melecehkannya; belakangan wajahnya terbakar dalam kecelakaan pabrik, dan ia menyalahkan Zhang Qing atas semua kemalangan hidupnya. Pada malam kejadian, setelah Li Fei pergi usai merampok dan memperkosanya, Sun Bin masuk ke rumah Zhang Qing dan mencekiknya dengan tali anjing.

Saat melarikan diri dari tempat kejadian, Sun Bin dipergoki oleh Tang Xun. Tang Xun mengejarnya dan mendorongnya ke dalam air, lalu mengira dirinya telah membunuh orang, sehingga karena takut ia tidak melapor ke polisi. Ia membawa anjing kecil milik Zhang Qing keluar dari Qinjiang, dan setelah tiba di Fanghai, anjing itu dirawat oleh Jiang Na. Justru karena pernah melihat langsung sekitar rumah Zhang Qing, Tang Xun bisa menuliskan tempat kejadian dengan akurat dalam novelnya yang belum selesai. Misteri kemiripan Hujan Hitam dengan kenyataan pun terpecahkan, dan kasus Zhang Qing resmi ditutup.

Jiang Guangming dan Shi Luo bersama-sama memeriksa ulang berkas penyelidikan

Enam Halaman Naskah Asli Hujan Hitam

Setelah jatuh sakit, Tang Xun memutuskan berhenti menulis dan hanya meninggalkan enam halaman novel baru. Jiang Na menyalin isinya saat Tang Xun sedang keluar, lalu mengirimkan fotonya kepada Gu Jiming. Setelah Tang Xun meninggal, Gu Jiming yang ingin buru-buru mengubah nasibnya memindahkan keenam halaman itu ke dalam karyanya sendiri, menjadikannya sebagai pembuka dan gagasan inti Hujan Hitam, lalu melanjutkan sisanya sendiri hingga akhirnya menjadi terkenal.

Yang Hui selama ini menyimpan naskah asli suaminya. Setelah kasus Zhang Qing terpecahkan, ia tidak lagi khawatir Tang Xun dianggap pembunuh, sehingga ia membawa naskah itu untuk menghadapi Gu Jiming dan menuntutnya mengakui plagiarisme secara terbuka. Gu Jiming sempat berencana membunuh Yang Hui, tetapi Yang Hui tidak muncul sesuai janji. Su Zhenzhen sudah lebih dulu menemuinya, memohon dengan menyebut kehamilannya sendiri serta masa depan Gu Jiming, hingga akhirnya membuat Yang Hui mengurungkan niat menuntut secara terbuka.

Jiang Guangming dan Shi Luo bertukar petunjuk di ruang rawat

Kasus Hilangnya Jiang Na Terungkap

Meski kasus Zhang Qing sudah berakhir, Jiang Guangming dan Shi Luo tetap memutuskan mencari Jiang Na. Catatan menunjukkan bahwa setelah berhenti kerja, Jiang Na tidak melakukan perjalanan jauh, tidak keluar negeri, dan tidak pernah resmi dilaporkan hilang, tetapi jejak aktivitasnya tiba-tiba terputus di dekat sebuah terowongan bawah tanah. Kamera pengawas juga merekam mobil Land Rover milik Su Zhenzhen terparkir di sekitar situ, dan polisi memastikan yang mengemudikannya hari itu adalah Gu Jiming.

Gu Jiming mula-mula membantah mengenal Jiang Na, dan baru mengaku pernah menjalin hubungan dengannya setelah dihadapkan dengan catatan panggilan telepon, meski ia berbohong dengan mengatakan sudah lama putus dan tidak tahu ke mana Jiang Na pergi. Anggota komunitas sastra kemudian memberikan petunjuk lain: Gu Jiming pernah terlihat sangat panik setelah melihat seekor anjing kecil di Bukit Kincir Angin. Anjing itu sangat mirip dengan Huajiao, dan warga setempat membenarkan bahwa Gu Jiming pernah membawa Jiang Na naik ke bukit itu.

Anjing kecil berdiri di depan mobil menuju Bukit Kincir Angin

Pembunuhan di Bukit Kincir Angin

Jiang Na menyadari bahwa Hujan Hitam memakai tulisan Tang Xun, dan dengan tegas menentang penerbitannya oleh Gu Jiming. Gu Jiming tidak mau melepaskan kesuksesan yang baru saja diraihnya, sekaligus tidak mau kehilangan kehidupan dan sumber daya yang bisa diberikan Su Zhenzhen. Dengan dalih mengajak melihat rumah bersama, ia menjemput Jiang Na, mengemudi melewati terowongan bawah tanah, dan membawanya ke Bukit Kincir Angin yang terpencil.

Gu Jiming mengemudi menuju Bukit Kincir Angin

Kemunculan Huajiao di tengah jalan sempat mengacaukan rencana Gu Jiming, tetapi Jiang Na tetap ingin naik ke puncak bukit untuk melihat kincir angin. Setelah tiba di tempat yang sepi, Gu Jiming menikam Jiang Na berkali-kali dengan pisau dan menguburkan jasadnya di bukit itu. Hilangnya Jiang Na, keberadaan Huajiao di Bukit Kincir Angin, kepanikan Gu Jiming saat melihat anjing itu, serta jejak perjalanan Land Rover, akhirnya menyusun satu rangkaian bukti yang utuh.

Jiang Guangming memeriksa area penguburan jasad di Bukit Kincir Angin

Polisi mengerahkan personel dan anjing pelacak untuk menyisir bukit sepanjang malam, dan menemukan jasad seorang perempuan. Tes DNA memastikan bahwa korban adalah Jiang Na, dan hasil forensik juga mengungkap bahwa ia sudah hamil saat dibunuh. Dihadapkan dengan bukti-bukti itu, Gu Jiming mengakui membunuh Jiang Na, tetapi tetap bersikeras bahwa ia hanya menyalin enam halaman dari Tang Xun, dalam upaya mempertahankan sedikit pengakuan atas sisa karya Hujan Hitam sebagai ciptaannya sendiri.

Ending

Saat jasad itu ditemukan, pernikahan Gu Jiming dan Su Zhenzhen sudah dekat. Jiang Guangming memberi tahu Su Zhenzhen lebih dulu, dan berjanji akan bertindak setelah upacara selesai. Setelah pernikahan berakhir, polisi berpakaian preman masuk ke acara resepsi, dan Jiang Guangming menunjukkan identitasnya lalu membawa Gu Jiming pergi.

Su Zhenzhen menangis dan memeluk orang di sampingnya di acara pernikahan

Setelah kasus ini berakhir, Jiang Guangming kembali ke Qinjiang. Ia tidak lagi menjadikan kehamilannya sebagai alasan mempertahankan pernikahan, dan memutuskan berpisah dari Xu Kang, yang berselingkuh lalu berusaha memperbaiki hubungan mereka. Shi Luo kembali ke timnya dan mendapati Xiao Zhang sudah dipindahtugaskan, tetapi meninggalkan rubik yang sudah tersusun lengkap beserta secarik catatan untuknya.

Tujuh bulan kemudian, Su Zhenzhen mengunjungi Gu Jiming di penjara untuk terakhir kalinya. Gu Jiming pernah memintanya menggugurkan kandungan, tetapi ia tetap memilih melahirkan anak itu; Gu Jiming meninggalkan pesan untuk anaknya yang belum lahir, dan akhirnya mengakui bahwa dirinya sampai di titik ini karena rentetan pilihan yang salah. Setelah melahirkan, Jiang Guangming menerima hadiah kiriman dari Su Zhenzhen. Kisah ini ditutup dengan ketiga perempuan itu tidak lagi bergantung pada pengakuan orang lain untuk menegaskan nilai diri mereka sendiri.