← Kembali ke beranda

100 Yen Love

Seorang perempuan yang lama mengurung diri di rumah akhirnya serius naik ring untuk pertama kalinya: alur lengkap 100 Yen Love, dari Ichiko Saito meninggalkan rumah, mengalami kekerasan, mulai berlatih tinju, hingga menuntaskan laga profesional pertamanya

Judul

100 Yen Love

百円の恋

Tahun / Durasi

2014 · 113 menit

Genre

Drama / Olahraga

Sutradara

Masaharu Take

Penulis

Shin Adachi

Rating

Pemeran

Sakura Andô (sebagai Ichiko Saito), Hirofumi Arai (sebagai Yuji Kano), Miyoko Inagawa (sebagai Yoshiko Saito), Saori (sebagai Fumiko Saito), Tadashi Sakata (sebagai Akira Noma), Shôhei Uno (sebagai Atsushi Okano)

Penghargaan

Japan Academy Film Prize ke-39: Aktris Terbaik dan Skenario Terbaik

100 Yen Love
Seorang perempuan berkuncir kuda berdiri di samping meja makan, sementara perempuan berambut panjang yang memegang mangkuk menatapnya Perempuan berambut panjang yang mengenakan topi dan celemek kuning berjongkok di samping rak untuk menata barang Dua pria bertelanjang dada berhadapan di ring, sementara pria di sebelah kanan menghadap kamera dan mengenakan sarung tinju biru Pria bertopi bisbol merah memegang gelas dan berbicara di seberang meja dengan perempuan yang membelakangi kamera Perempuan berambut panjang dengan atasan merah muda berdiri di jalan pada malam hari, dengan mesin penjual otomatis yang menyala di belakangnya Perempuan dengan baju olahraga merah muda berdiri di tempat latihan dengan tubuh penuh keringat
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

100 Yen Love (judul Jepang: 百円の恋, Hyakuen no koi) adalah film drama Jepang tahun 2014 yang disutradarai Masaharu Take dan ditulis Shin Adachi, dengan Sakura Andô, Hirofumi Arai, Miyoko Inagawa, Saori, dan lainnya sebagai pemeran. Film ini tayang perdana di Tokyo International Film Festival pada 25 Oktober 2014, lalu dirilis di Jepang pada 20 Desember tahun yang sama, dengan durasi 113 menit. Sakura Andô dan Shin Adachi kemudian masing-masing meraih penghargaan Aktris Terbaik dan Skenario Terbaik di Japan Academy Film Prize ke-39 berkat film ini.

Per 30 Oktober 2026, film ini mendapat nilai 7,1 di IMDb dari 3.222 suara. Di Rotten Tomatoes, 100% dari 10 ulasan kritikus memberikan penilaian positif, sementara skor penontonnya mencapai 76%. Kedua penilaian publik tersebut secara umum positif, tetapi jumlah ulasan kritikus di Rotten Tomatoes relatif sedikit.

Ichiko Masih Tinggal Bersama Orang Tuanya pada Usia 32 Tahun

Ichiko Saito yang berusia 32 tahun tidak bekerja dan sudah lama tinggal di lantai atas toko bento milik orang tuanya. Pada siang hari ia tidur, sedangkan malamnya dihabiskan untuk bermain gim dan merokok. Ia jarang membantu pekerjaan rumah atau menjaga toko. Setelah bercerai, adiknya, Fumiko, pulang ke rumah orang tua mereka bersama putranya, Taro. Sambil membantu ibu mereka, Yoshiko, mengelola toko bento, Fumiko terus mendesak kakaknya agar mengubah cara hidup.

Kakak beradik itu berselisih karena kebiasaan sehari-hari, biaya perawatan gigi, dan masalah lain, lalu berkelahi di rumah. Yoshiko menghentikan keduanya dan meminta mereka pergi sebelum terjadi sesuatu yang lebih parah. Ichiko mengajukan diri untuk pindah. Yoshiko memberinya sejumlah uang untuk biaya hidup dan mengatakan bahwa tinggal sendiri sekali-kali mungkin baik untuknya.

Seorang perempuan berkuncir kuda berdiri di samping meja makan, sementara perempuan berambut panjang yang memegang mangkuk menatapnya

Sif Malam di Toko 100 Yen dan Laga Pensiun Kano

Ichiko menyewa sebuah apartemen kecil di dekat rumah, lalu melamar sebagai kasir sif malam di toko 100 yen yang sering ia kunjungi. Manajer toko, Atsushi Okano, mempekerjakannya karena kekurangan pegawai. Di sana juga ada Akira Noma, pegawai senior yang banyak bicara dan terus mengorek urusan pribadi. Toshiko Ikeuchi, mantan pegawai yang dipecat karena mencuri uang kas, juga sering masuk lewat pintu belakang untuk mengambil bento yaki udon yang hendak dibuang. Setelah Okano berhenti karena depresi, Sada dari kantor pusat mengambil alih toko dan memberlakukan aturan yang lebih ketat terhadap pegawai maupun makanan yang dibuang.

Perempuan berambut panjang yang mengenakan topi dan celemek kuning berjongkok di samping rak untuk menata barang

Setiap berangkat dan pulang kerja, Ichiko melewati sebuah sasana tinju. Ia juga memperhatikan petinju bernama Yuji Kano yang sering datang ke toko 100 yen untuk membeli pisang. Ketika Kano meninggalkan pisangnya di toko, Ichiko mengantarkannya ke sasana, lalu Kano langsung mengajaknya keluar. Saat pertama kali pergi bersama, mereka mengunjungi kebun binatang. Kano mengaku mengajak Ichiko karena mengira ia tidak akan menolak.

Tak lama kemudian, Ichiko dan Noma menonton laga profesional terakhir Kano. Kano, yang sudah berusia 37 tahun, kalah dalam pertandingan dan pensiun karena mencapai batas usia. Ichiko melihat Kano dan lawannya tetap saling menepuk bahu setelah pertandingan usai. Kano menjelaskan bahwa setelah laga berakhir mereka tidak lagi menjadi lawan dan sejak awal memang tidak saling membenci; Ichiko mengatakan kebiasaan itu bagus.

Dua pria bertelanjang dada berhadapan di ring, sementara pria di sebelah kanan menghadap kamera dan mengenakan sarung tinju biru

Kekerasan oleh Noma dan Masa Tinggal Bersama yang Singkat

Seusai pertandingan, Noma mengajak Ichiko minum. Setelah Kano pergi, ia terus mengganggu Ichiko dan menyeretnya yang sudah mabuk ke sebuah hotel. Ichiko berkali-kali menolak dengan tegas, tetapi Noma tetap melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Setelah itu Ichiko melapor kepada polisi dan memberi tahu bahwa Noma masih berada di kamar. Beberapa hari kemudian, Sada mengatakan kepadanya bahwa Noma juga membawa kabur uang toko dan polisi sedang mencari pria yang kini menghilang itu.

Pria bertopi bisbol merah memegang gelas dan berbicara di seberang meja dengan perempuan yang membelakangi kamera

Ichiko kembali bekerja sif malam seperti biasa dan juga mendatangi sasana untuk menanyakan keberadaan Kano. Pengelola sasana mengatakan bahwa Kano sudah pensiun, lalu mengizinkannya mencoba latihan. Ichiko menyatakan ingin bertanding, tetapi usianya sudah 32 tahun, tepat di batas usia ujian lisensi petinju profesional perempuan pada saat itu. Pelatih Kobayashi mulai mengajarinya kuda-kuda, cara melindungi wajah, dan pukulan jab.

Kemudian, Kano ditemukan tergeletak dalam keadaan mabuk di luar toko 100 yen. Ichiko membawanya pulang ke apartemen. Ketika Ichiko jatuh sakit akibat kehujanan dan kelelahan, Kano tinggal untuk merawatnya. Ia bahkan meminjam uang untuk membeli daging dan memasak. Mereka mulai tinggal bersama. Ichiko terus berlatih di sasana, sementara Kano mendapat pekerjaan menjual tahu.

Terus Berlatih Tinju Setelah Kano Pergi

Setelah penjual tahu perempuan memuji Kano, Kano perlahan berhenti pulang ke apartemen Ichiko. Ichiko mencarinya di jalan dan melihat bahwa ia sudah bersama penjual tahu itu. Ketika Fumiko datang mengunjungi kakaknya, ia juga melihat mereka dan memastikan bahwa Kano telah pergi. Ichiko tidak berhenti berlatih karena hal itu. Sebaliknya, ia semakin tegas meminta untuk mengikuti ujian lisensi profesional.

Perempuan berambut panjang dengan atasan merah muda berdiri di jalan pada malam hari, dengan mesin penjual otomatis yang menyala di belakangnya

Awalnya, pengelola sasana menganggap usianya terlalu tua dan waktu latihannya terlalu singkat. Ia juga mengingatkan Ichiko bahwa tinju bukanlah cara untuk mengisi kekosongan hidup. Ichiko tetap bersikeras mengikuti ujian dan lulus pada percobaan pertama. Hook kirinya mendapat pujian dari pelatih, tetapi pengelola sasana masih enggan gegabah mengatur pertandingan resmi untuknya.

Perempuan dengan baju olahraga merah muda berdiri di tempat latihan dengan tubuh penuh keringat

Meninggalkan Toko 100 Yen, Pulang, dan Bersiap Bertanding

Ichiko terus menyisihkan makanan yang akan dibuang untuk Ikeuchi di toko 100 yen. Setelah mengetahuinya, Sada sengaja menumpahkan bento itu ke lantai. Keduanya berselisih, lalu Ichiko memukul Sada dan langsung dipecat. Setelah kehilangan pekerjaan sif malam, ia mencurahkan lebih banyak waktu untuk berlatih dengan berlari, lompat tali, memukul samsak, dan menghadapi rekan latih tanding.

Perempuan bercelana olahraga pendek berlari menyusuri pagar pembatas di tepi jalan

Ibu Ichiko terluka akibat terjatuh. Ayahnya, Takao, menemui Ichiko dan berharap ia mau pulang untuk membantu di toko bento. Setelah kembali ke rumah, Ichiko kembali bekerja di toko. Fumiko dan Taro juga melihat perubahan pada tubuh dan kondisi dirinya. Taro meminta diajari bertinju, lalu Ichiko menyuruhnya mulai dengan berulang kali memukul dan mengelak.

Sasana akhirnya menemukan lawan untuk Ichiko. Menjelang pertandingan, ia bertemu Kano di luar toko bento. Kano kini bekerja sebagai petugas keamanan, dan perempuan penjual tahu itu juga sudah berpisah dengannya. Ichiko memberi tahu Kano jadwal pertandingannya dan berharap ia datang menonton. Kano mengatakan tidak suka melihat orang lain berjuang mati-matian, tetapi kemudian bertanya mengapa Ichiko mulai bertinju. Ichiko hanya menjawab bahwa ia menyukai perasaan saat para petinju saling menepuk bahu setelah bertarung.

Pria berseragam dengan rompi reflektif berdiri di luar meja kasir dan berbicara dengan pegawai yang membelakangi kamera

Ending

Pada hari pertandingan, Ichiko memilih lagu iklan yang terus diputar di toko 100 yen sebagai musik masuk ring dan menyebut dirinya perempuan yang hanya bernilai 100 yen. Kano akhirnya datang ke lokasi pertandingan. Lawannya, Ayami Sakota, sudah menjalani empat laga dan memenangkan semuanya. Keduanya bertanding dalam laga kelas ringan putri sebanyak empat ronde.

Petinju perempuan yang membelakangi kamera berjalan menuju ring yang bermandikan cahaya

Ichiko segera dijatuhkan pada ronde pertama, tetapi kembali berdiri dan terus menyerang. Pada ronde kedua ia kembali jatuh. Pelatih bertanya apakah ia ingin berhenti, tetapi Ichiko bersikeras melanjutkan. Pada ronde ketiga, ia mencoba membalikkan keadaan dengan pukulan kiri yang telah dilatihnya, tetapi tetap ditekan lawan yang lebih berpengalaman.

Dua petinju perempuan dengan sarung tinju merah dan biru saling menyerang di tengah ring

Petinju perempuan dengan sarung tinju merah berdiri di sudut ring dengan tiga anggota tim di belakangnya

Setelah jatuh untuk terakhir kalinya, Ichiko masih berusaha bangkit, tetapi wasit menghentikan pertandingan dan Sakota menang. Seusai hasil diumumkan, Ichiko memberi hormat kepada lawan dan staf sasana. Meski mengkritiknya karena kehilangan ketenangan di ring, pengelola sasana juga mengakui bahwa ia tidak membenci pertandingan itu.

Petinju perempuan berbaring menyamping di lantai ring dengan sarung tinju di dekat wajahnya

Setelah Ichiko meninggalkan arena, Kano menunggunya di luar. Ichiko akhirnya menangis dan berulang kali mengatakan bahwa ia sangat ingin menang, meski hanya sekali. Setelah mendengarnya, Kano berkata bahwa rasa kemenangan memang yang terbaik, lalu mengajaknya pergi makan. Mereka kemudian pergi, dan film berakhir di sana.