Unfriended
Obrolan grup yang tidak bisa ditinggalkan membongkar rahasia enam teman sekelas satu per satu: uraian lengkap masuknya akun asing, permainan maut, sampai terungkapnya kebenaran di balik video rekaman diam-diam
Judul
Unfriended
Tahun / Durasi
2014 · 83 menit
Genre
Horor / Thriller
Sutradara
Levan Gabriadze
Penulis
Nelson Greaves
Rating
Pemeran
Shelley Hennig (sebagai Blaire), Moses Storm (sebagai Mitch), Renee Olstead (sebagai Jess), Will Peltz (sebagai Adam), Jacob Wysocki (sebagai Ken), Courtney Halverson (sebagai Val), Heather Sossaman (sebagai Laura)
Penghargaan
Fantasia International Film Festival: Film Paling Inovatif, Penyebutan Khusus untuk Film Panjang
Unfriended adalah film horor thriller Amerika Serikat yang disutradarai Levan Gabriadze dan ditulis oleh Nelson Greaves, dengan Shelley Hennig, Moses Storm, Renee Olstead, Will Peltz, Jacob Wysocki, Courtney Halverson, dan Heather Sossaman sebagai pemerannya. Film ini hampir seluruhnya berlangsung di layar komputer Blaire, tayang perdana di Fantasia International Film Festival pada 2014, lalu dirilis Universal Pictures di bioskop Amerika Serikat pada 2015, dengan durasi 83 menit.
Saat artikel ini ditulis, film ini mendapat nilai 5,6 di IMDb; Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer 62% dan Popcornmeter penonton 37%. Para kritikus umumnya mengakui cara bercerita lewat layar komputer berhasil memadukan kehidupan daring dengan suasana horor, tetapi ada juga yang menilai tingkah laku para tokoh dan sebagian rancangan kematiannya melemahkan keseriusan temanya.
Setahun Setelah Laura Bunuh Diri

Pada 2013, Laura Barns, seorang siswi SMA di Fresno, California, menembak dirinya sendiri sampai tewas di lapangan olahraga sekolahnya. Sebelum itu, ada orang yang secara anonim mengunggah video yang memperlihatkan dia mabuk sampai pingsan dan buang air di celana pada sebuah pesta tanpa pengawasan; video itu menyebar dengan cepat, lalu ejekan dan hinaan yang menyusul membuatnya terus-menerus menjadi sasaran perundungan daring.
Tepat setahun kemudian, pada tanggal yang sama, Blaire sedang memakai komputer di rumahnya untuk mengobrol video dengan kekasihnya, Mitch. Keduanya membicarakan rencana bermesraan di malam prom, lalu teman-teman sekelas mereka, yaitu Jess, Ken, dan Adam, ikut bergabung ke panggilan itu. Awalnya mereka hanya berbincang santai, tetapi kemudian menyadari ada satu akun tambahan tanpa gambar di obrolan grup tersebut, bernama “billie227”.

Akun Asing yang Tidak Bisa Dikeluarkan
Satu per satu mereka keluar lalu menyambung ulang panggilan, tetapi akun asing itu tetap bertahan di sana. Blaire membuka profilnya dan mendapati akun tersebut milik Laura yang sudah meninggal. Pada saat yang sama, akun Facebook Laura juga mulai mengirimi Blaire pesan, mendesaknya menjawab siapa yang mengunggah video pesta itu. Blaire mencoba menghapus pertemanan, melaporkan akun tersebut, sampai mengubahnya menjadi halaman kenangan, tetapi setiap perintah di halaman itu terus gagal, bahkan isi halamannya berubah sendiri.

Mula-mula mereka mengira ada orang yang membajak akun Laura dan mencurigai teman sekelas mereka, Val, sedang mengerjai mereka, jadi Val ditarik masuk ke obrolan grup. Tiba-tiba akun Jess mengunggah foto-foto memalukan Val di sebuah pesta; setelah Jess menghapusnya, foto-foto itu muncul lagi di akun Adam. Keduanya sama-sama menyangkal pernah mengunggah hal tersebut, sementara Val menerima sebuah gambar yang tidak bisa dilihat orang lain, merasa dirinya diancam, lalu menelepon polisi dan keluar dari panggilan.

Pesan Lama Val Dibongkar

“billie227” kemudian membongkar tangkapan layar pesan pribadi antara Val dan Laura semasa Laura masih hidup. Isinya memperlihatkan Laura pernah meminta Val menurunkan video itu, tetapi Val bukan hanya menolak, melainkan juga menyuruhnya mati saja. Ketika Val muncul lagi di video, dia sedang duduk kaku di ruang cuci dengan sebotol pemutih di sampingnya. Blaire menelepon ponsel Val, dan ponsel yang terlihat di layar memang bergetar, bukti bahwa videonya tidak sedang dijeda, tetapi Val sendiri sama sekali tidak bereaksi.
Tidak lama kemudian Val roboh, dan polisi yang tiba di lokasi masuk ke ruangan itu. Dari kode yang dipakai polisi dalam percakapan mereka, Blaire dan teman-temannya tahu Val sudah dianggap tewas karena bunuh diri. Setelah itu “billie227” mengirim bukti rahasia yang berbeda-beda kepada setiap orang; yang dikirim kepada Blaire adalah foto-foto kedekatannya dengan Adam, dan rasa takut di obrolan grup itu pun berubah menjadi saling curiga.
Program Pembersih Ken Tidak Berhasil

Ken mengirimkan sebuah alat pembersih program jahat kepada semua orang, dan setelah pemindaian selesai, “billie227” sementara lenyap dari panggilan. Baru saja mereka lega, panggilan 911 yang dilakukan Adam malah dibajak oleh “billie227”; operator yang menjawab ternyata akun asing dari obrolan grup itu sendiri. Sosok tersebut langsung masuk kembali ke panggilan dan menampilkan tayangan kamera dari sisi lain kamar Ken. Ken berjalan ke arah kamera untuk mencari alatnya, lalu sinyal videonya putus-putus dan berkedip; begitu gambarnya pulih, dia terpaksa memasukkan tangan dan wajahnya ke dalam blender hingga akhirnya tewas.
Blaire, Mitch, Jess, dan Adam tidak bisa lagi menganggap semua ini sekadar serangan peretas biasa. “billie227” menetapkan aturan bahwa siapa pun yang keluar dari obrolan grup akan mati, lalu memaksa keempat orang yang tersisa memainkan permainan “Never Have I Ever”: siapa yang rahasianya disebut harus mengakuinya, dan orang pertama yang kalah dalam permainan itu juga akan mati.
Permainan Membongkar Rahasia Para Sahabat
Permainan itu satu per satu membongkar bahwa Jess menyebarkan rumor Blaire mengidap gangguan makan; Blaire diam-diam memakai lalu menabrakkan mobil ibu Jess; Mitch pernah mencium Laura sekaligus melaporkan Adam ke polisi karena mengedarkan ganja; Jess mencuri uang Adam sebesar 800 dolar; serta Adam pernah menawarkan kepada “billie227” agar nyawa Jess ditukar dengan keselamatan yang lain. Teman-teman sekelas yang tadinya saling membela mulai saling serang, lalu Adam yang mabuk memaksa Blaire mengakui bahwa dia bukan tidak punya pengalaman seksual seperti yang selama ini dia katakan kepada Mitch, melainkan sudah dua kali berhubungan dengan Adam di belakang Mitch.

Mitch yang merasa dikhianati langsung memaksa Adam mengakui hal lain: Adam pernah membius seorang gadis bernama Ashley, memperkosanya saat dia tidak sadarkan diri, lalu memaksanya menggugurkan kandungan. Balas dendam Laura tidak hanya tertuju kepada orang-orang yang dulu merundungnya, tetapi juga memakai luka yang mereka sembunyikan masing-masing untuk mencerai-beraikan kelompok itu sepenuhnya.

Kertas dari Printer dan Kematian Beruntun

Printer Blaire dan printer Adam masing-masing mengeluarkan selembar kertas, dan keduanya menolak memperlihatkan isinya. Mitch mengancam akan keluar dari panggilan, sedangkan “billie227” memperingatkan bahwa dia akan mati begitu keluar. Dalam kepanikan, Blaire mengangkat kertasnya, yang menyatakan bahwa membuka isi kertas tersebut akan menyebabkan Adam mati; Adam pun langsung menembak dirinya sendiri. Kertas miliknya yang terjatuh memperlihatkan bahwa jika dia yang membuka isinya, Blaire-lah yang akan mati. Dua perintah yang saling mengunci itu memaksa salah satu dari mereka menanggung kematian yang lain.
Setelah menjadi sasaran berikutnya, Jess bersembunyi di kamar mandi; lampu di rumahnya padam dan videonya ikut terputus. Blaire mencari bantuan lewat situs obrolan video acak dan menemukan orang asing yang bersedia menolong, lalu memintanya menelepon polisi. Polisi belum sampai ketika video Jess kembali menyala: dia terpaksa memasukkan alat pengeriting rambut yang menyala ke dalam mulutnya dan tewas karenanya; gambar kematiannya kemudian dijadikan bahan gambar hinaan baru di internet.
Ending
Setelah hanya tersisa Blaire dan Mitch, “billie227” menuntut mereka menyebutkan siapa yang mengunggah video pesta itu. Blaire mula-mula berusaha melindungi Mitch, tetapi pada akhirnya justru melemparkan tanggung jawab tersebut kepadanya. Mitch langsung menusukkan pisau yang sempat muncul di awal film ke matanya sendiri, dan Blaire menjadi satu-satunya orang di obrolan grup itu yang masih hidup.

Blaire mengeluarkan foto-foto masa kecilnya bersama Laura, meminta maaf, dan menyebut renggangnya hubungan mereka sebagai persahabatan yang berakhir secara wajar. Laura tidak menerima penjelasan itu, dan malah mengunggah versi panjang video pesta tersebut ke halaman media sosial Blaire. Bagian akhir yang baru muncul itu memperlihatkan bahwa video rekaman diam-diam tadi justru diambil oleh Blaire, dan saat itu dia bahkan merasa senang karena berhasil mempermalukan Laura. Teman-teman sekelas lainnya langsung membanjiri kolom komentar untuk memaki Blaire, sehingga dia mengalami pengeroyokan daring yang mirip dengan yang dulu dialami Laura.
Setelah “billie227” meninggalkan obrolan grup, Blaire mendengar suara pintu kamarnya. Komputernya tiba-tiba tertutup, sosok Laura menerjang ke arahnya dari dalam gelap, dan film pun langsung berakhir.