The Glass Castle
Belajar pergi dari keluarga yang penuh cinta sekaligus luka: uraian lengkap kisah nyata Jeannette Walls, dari masa kecil yang berpindah-pindah, pelariannya ke New York, sampai perdamaiannya dengan sang ayah
Judul
The Glass Castle
Tahun / Durasi
2017 · 127 menit
Genre
Drama / Keluarga / Biografi
Sutradara
Destin Daniel Cretton
Penulis
Destin Daniel Cretton, Andrew Lanham, Marti Noxon
Rating
Pemeran
Brie Larson (sebagai Jeannette Walls dewasa), Woody Harrelson (sebagai Rex Walls), Naomi Watts (sebagai Rose Mary Walls), Ella Anderson (sebagai Jeannette Walls muda), Sarah Snook (sebagai Lori Walls dewasa), Max Greenfield (sebagai David)
Karya asli
Memoar The Glass Castle karya Jeannette Walls
The Glass Castle adalah film drama biografi Amerika yang disutradarai sekaligus ikut ditulis oleh Destin Daniel Cretton, diadaptasi dari memoar berjudul sama karya Jeannette Walls. Brie Larson memerankan Jeannette dewasa, Woody Harrelson dan Naomi Watts memerankan kedua orang tuanya, Rex dan Rose Mary, sementara Ella Anderson memerankan Jeannette saat masih kecil. Film ini mulai tayang di Amerika Serikat pada 11 Agustus 2017 dengan durasi 127 menit.
Hingga 22 Agustus 2026, film ini mendapat nilai 7,1 di IMDb; tingkat kesegaran ulasan kritikus profesional di Rotten Tomatoes berada di 53%, sementara skor penonton mencapai 70%. Penilaian kritikus secara keseluruhan cukup terbelah, tanggapan penonton relatif lebih positif, dan akting para pemerannya umumnya mendapat pujian.
Film ini berpindah-pindah antara New York pada 1989 dan kenangan masa kecil Jeannette. Setelah dewasa, ia berusaha keras menyembunyikan keluarganya yang miskin dan tidak stabil, tetapi ia harus kembali menghadapi imajinasi, cinta, kelaparan, kekecewaan, dan luka yang diberikan kedua orang tuanya. Isi berikut memuat alur cerita lengkap beserta endingnya.
Kehidupan Manhattan Bertabrakan dengan Masa Lalu yang Disembunyikan
Pada 1989, Jeannette sudah menjadi penulis kolom di sebuah majalah New York dan bertunangan dengan David, seorang analis keuangan. Ia berpakaian rapi serta keluar masuk restoran bersama David dan klien-kliennya, tetapi saat pembicaraan menyentuh soal keluarga, ia menutupi keadaan sebenarnya kedua orang tuanya dengan kebohongan. Ia tidak rela pelayan membereskan makanan yang belum habis, dan detail kecil itu memperlihatkan bahwa kebiasaan dari masa kecilnya yang miskin masih melekat pada dirinya.

Seusai makan malam, dari dalam taksi Jeannette melihat ayahnya, Rex, dan ibunya, Rose Mary, sedang mengorek tempat sampah di pinggir jalan. Ia merunduk dan tidak mengakui mereka. Belakangan ia mengajak ibunya makan berdua, berharap bisa membicarakan kehidupan masing-masing dengan jelas; Rose Mary tetap tidak mau hidup seperti yang diharapkan putrinya, dan juga tidak setuju dengan kehidupan kelas menengah yang mapan seperti yang diwakili Jeannette dan David. Ketegangan Jeannette saat berhadapan dengan ibunya membawa cerita kembali ke masa kecil yang selama ini ia hindari.

Luka Bakar di Depan Kompor dan Sang Ayah yang Membawanya Kabur dari Rumah Sakit
Semasa kecil, Jeannette berpindah-pindah tempat bersama kedua orang tuanya, kakaknya Lori, dan adiknya Brian. Ibunya tenggelam dalam kegiatan melukis, sehingga Jeannette yang masih kecil harus memasak sendiri di depan kompor; bajunya tersambar api dan tubuhnya mengalami luka bakar parah. Dokter dan pekerja sosial di rumah sakit menanyakan keadaan keluarganya, lalu mulai meragukan apakah anak-anak itu benar-benar dirawat dengan baik.
Rex tidak mau rumah sakit dan lembaga sosial ikut campur. Ia mengalihkan perhatian para petugas, lalu membawa pergi Jeannette yang belum resmi diperbolehkan pulang. Keluarga itu langsung kembali ke jalan dan menganggap pelarian tersebut sebagai satu petualangan lagi. Anak-anak belum sepenuhnya memahami bahayanya; yang mereka tahu, ayah mereka selalu bisa mengubah kepergian yang terburu-buru menjadi sebuah kemenangan melawan aturan.

Perpindahan di Gurun dan Glass Castle yang Tak Pernah Dibangun
Keluarga itu terus berpindah-pindah di wilayah barat Amerika Serikat. Setelah anak bungsu mereka, Maureen, lahir, keenam orang itu tetap mengikat barang bawaan di atap mobil tua lalu pindah ke tempat singgah berikutnya. Rose Mary mendirikan kuda-kuda lukisnya di tengah padang tandus dan melukis sementara anak-anak bermain di sekitarnya; Rex bercerita kepada anak-anaknya tentang alam, langit berbintang, dan kebebasan, sehingga hidup yang serba miskin untuk sementara terasa penuh hal baru.

Janji yang paling sering diucapkan Rex adalah membangun sendiri sebuah rumah berdinding kaca yang bisa memanfaatkan tenaga surya. Ia menyimpan gambar rancangannya dan menjelaskan bentuk setiap ruangan kepada anak-anaknya, dan Jeannette lama percaya rumah itu akan menjadi tempat tinggal tetap keluarga mereka. Namun Rex tidak mampu bekerja secara stabil dan sering minum, sehingga Glass Castle selamanya hanya ada di atas kertas dan dalam cerita-ceritanya.

Insiden di Air Dalam lalu Pindah ke Welch
Saat keluarga itu singgah sebentar di sekitar Utah, Rex yang sedang mabuk mengajari Jeannette berenang dengan cara berulang kali melemparkannya ke air dalam. Jeannette nyaris tenggelam dan akhirnya hanya bisa berenang sendiri ke tepi. Setelah itu Rex terlibat cekcok dengan penjaga kolam, lalu keluarga itu pergi tanpa uang dan dalam keadaan dikejar polisi, menuju kampung halaman Rex: Welch, Virginia Barat.
Sesampainya di Welch, anak-anak lebih dulu bertemu nenek mereka, Erma, dan paman mereka, Stanley. Tidak lama kemudian Rex membawa seluruh keluarga ke sebuah rumah reyot di pinggir hutan. Mobil tua mereka terparkir di depan pintu, dan kedua orang tua itu menuntun anak-anaknya menuju tempat tinggal baru tersebut; tempat ini bukan Glass Castle yang dijanjikan Rex, melainkan hanya sebuah rumah kayu yang harus mereka tempati dengan susah payah.

Rumah Reyot Tanpa Air dan Listrik serta Masa Singkat Berhenti Minum
Rumah di Welch itu tidak punya air ledeng, gas, maupun listrik; air hujan dan hawa dingin bisa masuk begitu saja ke dalam. Kedua orang tua dan anak-anak berdesakan di ruangan yang berantakan, bertahan hidup dari makanan seadanya dan pekerjaan serabutan. Rex menggali sebuah lubang di luar rumah dan mengatakan lubang itu akan menjadi fondasi Glass Castle, tetapi lama-kelamaan lubang tersebut justru penuh oleh sampah.

Setelah berhari-hari kekurangan makanan, Rex mengambil sisa uang terakhir untuk membeli makanan, tetapi ia pulang dalam keadaan mabuk dan terluka seusai berkelahi. Jeannette mengobati lukanya dan memintanya berhenti minum. Rex mengikat dirinya sendiri di ranjang untuk melewati gejala putus alkohol, lalu ia mendapat pekerjaan di bidang konstruksi; pada masa itu keluarga mereka punya penghasilan dan sempat melewati satu Natal yang tenang, sesuatu yang jarang terjadi.

Kekerasan dari Sang Nenek dan Janji Kakak Beradik untuk Pergi Bersama
Setelah ibu Rose Mary meninggal, kedua orang tua itu pergi ke Texas untuk mengurus pemakaman dan menitipkan anak-anak mereka kepada kakek-nenek di Welch. Lori dan Jeannette memergoki Erma sedang melakukan pelecehan seksual terhadap Brian, lalu keduanya menyerbu untuk menghentikannya; Stanley menarik mereka menjauh. Sepulangnya, Rex menolak mendengarkan cerita anak-anaknya dengan serius dan tidak tampil melindungi mereka.
Rex kembali minum dan terlibat pertengkaran hebat dengan Rose Mary. Jeannette mencoba membujuk ibunya agar membawa anak-anak pergi, tetapi Rose Mary tidak mengakhiri hubungan itu. Anak-anak perlahan mengerti bahwa kedua orang tua mereka tidak akan membangun kehidupan yang stabil untuk mereka, maka mereka berjanji untuk saling menjaga dan bersama-sama mencari cara keluar dari Welch.

Menabung untuk Kabur dan Tabungan yang Dicuri Sang Ayah
Setelah beranjak remaja, Jeannette mulai menulis untuk koran sekolah dan menyadari bahwa dunia jurnalistik bisa menjadi jalan keluar dari Welch. Kakak beradik itu diam-diam mengumpulkan uang dan lebih dulu membantu Lori berangkat ke New York. Ketika Lori benar-benar pergi membawa kopernya, Rex sadar anak-anaknya mulai lepas dari kendalinya; ia marah sekaligus tidak mau menerima kenyataan itu.

Setelah Erma meninggal, Rex mengajak Jeannette ikut dalam sebuah taruhan biliar dan memanfaatkannya untuk mendekati lawannya, Robbie. Robbie mengetahui Jeannette berencana pergi ke New York, lalu membawanya ke lantai atas dan berusaha memperkosanya. Jeannette memperlihatkan bekas luka bakar dari masa kecilnya sehingga ia bisa pergi. Sesampainya di rumah, ia justru mendapati Rex telah mencuri uang yang susah payah dikumpulkan kakak beradik itu.

Jeannette tidak menyerah karena hal itu. Ia akhirnya meninggalkan Welch menuju New York dan, setelah masuk universitas, menghidupi dirinya sendiri. Tekanan ekonomi sempat membuatnya bersiap berhenti kuliah, tetapi justru pada saat itu Rex muncul membawa uang tunai hasil kemenangan judi untuk membantunya melanjutkan studi. Sang ayah bisa menghancurkan rencana anaknya, tetapi di saat lain juga mendukungnya, dan pertentangan ini bertahan sampai pertemuan terakhir mereka berdua.
Pertemuan Kembali di New York dan Benturan Dua Dunia
Setelah dewasa, Jeannette dan David mendatangi bangunan terbengkalai yang ditempati kedua orang tuanya. Saat itu Brian sudah menjadi polisi dan Lori sudah punya kehidupan yang mapan, sementara Maureen justru kembali tinggal bersama orang tua mereka. Rex minum-minum dan beradu panco dengan David; setelah David menang, Rex meninju hidungnya gara-gara satu kalimat yang diucapkan lelaki itu. Sepulang dari sana, David dengan tegas menyatakan tidak mau lagi berhubungan dengan orang tua Jeannette.

Tidak lama kemudian, Maureen memberi tahu Jeannette bahwa ia bersiap pindah ke California. Pada pesta pertunangan Jeannette, keluarga itu kembali membicarakan sebidang tanah warisan Rose Mary: tanah itu sudah menjadi miliknya sejak anak-anak masih kecil dan kini bernilai hampir satu juta dolar, tetapi kedua orang tua itu selalu menolak menjualnya. Jeannette teringat bertahun-tahun keluarga mereka kelaparan, memungut makanan, dan tinggal di rumah reyot tanpa air dan listrik, lalu menuntut Rex mengakui bahwa pilihan-pilihan itu telah melukai anak-anaknya.

Rex tetap tidak mau mengakui kesalahannya dengan cara yang diminta putrinya. Setelah pertengkaran itu, Jeannette menyatakan memutus hubungan dengan ayahnya. Ia kemudian menikah dengan David, tetapi hal itu tidak membuatnya lepas dari masa lalu; memutus hubungan dengan orang tuanya pun tidak benar-benar memberinya ketenangan.
Ending
Rose Mary menemui Jeannette dan memberitahunya bahwa Rex sakit parah dan waktunya tidak banyak lagi. Awalnya Jeannette menolak menjenguk ayahnya. Belakangan ia kembali menemani David menghadiri makan malam bersama klien, dan kali ini ia akhirnya mengakui bahwa kedua orang tuanya masih hidup serta berhenti melindungi diri dengan latar belakang keluarga yang ia karang. Ia langsung meninggalkan restoran itu dan bergegas menemui Rex.

Pada kebersamaan terakhir ayah dan anak itu, Rex sudah sangat lemah. Ia mengeluarkan setumpuk tulisan Jeannette yang ia simpan sejak putrinya duduk di kelas delapan dan berharap ia terus menulis. Rex mengakui bahwa pilihan-pilihannya membuat anak-anaknya hidup susah, dan ia juga mengatakan ada banyak penyesalan sepanjang hidupnya; Jeannette mengakui dirinya mirip dengan sang ayah dan tidak menyesalinya. Ketika membicarakan Glass Castle yang tidak pernah jadi dibangun, keduanya bersama-sama mengenang kegembiraan saat merancang rumah itu dulu. Ayah dan anak itu memulihkan hubungan mereka sebelum Rex meninggal.
Pada Thanksgiving pertama setelah Rex meninggal, Jeannette yang sudah bercerai dengan David dan beralih menjadi penulis lepas berkumpul kembali bersama ibu serta saudara-saudaranya. Sambil makan, mereka mengenang cerita-cerita yang ditinggalkan Rex. Jeannette tidak menyangkal luka yang disebabkan ayahnya, dan ia juga tidak lagi menyangkal bahwa dirinya berasal dari keluarga ini.

Obrolan dan tawa di meja makan itu membawa kembali gambaran masa kecil ketika keluarga tersebut merayakan Natal di Welch: salju turun di depan rumah reyot, sementara orang tua dan anak-anak berpelukan sambil bercanda.

Film ini menutup bagian utamanya dengan adegan seluruh keluarga mengangkat gelas untuk mengenang Rex, lalu menampilkan foto dan rekaman asli keluarga Walls, sehingga kisah adaptasi ini kembali kepada pengalaman nyata Jeannette dan keluarganya.