Soulmate
Dua gadis saling bertukar jalan hidup melalui persahabatan, cinta, dan proses menjadi dewasa: menelusuri secara lengkap perjalanan Lin Qiyue, Li Ansheng, dan Su Jiaming dalam Soulmate, sejak berkenalan di masa remaja hingga pernikahan, persalinan, dan kebenaran di balik novel.
Judul
Soulmate
Soul Mate
Tahun / Durasi
2016 · 110 menit
Genre
Drama / Romantis
Sutradara
Derek Tsang
Penulis
Wing-Sum Lam, Yuan Li, Yimeng Xu, Nan Wu
Rating
Pemeran
Dongyu Zhou (sebagai Li Ansheng), Sichun Ma (sebagai Lin Qiyue), Toby Lee (sebagai Su Jiaming), Ping Li (sebagai ibu Qiyue), Gang Cai (sebagai ayah Qiyue)
Karya asli
Cerpen Qi yue yu an sheng karya Anni Baobei
Penghargaan
Golden Horse Awards ke-53: Aktris Utama Terbaik (Dongyu Zhou, Sichun Ma)
Soulmate adalah film drama yang disutradarai Derek Tsang dan ditulis oleh Wing-Sum Lam bersama penulis lainnya, serta diadaptasi dari cerpen berjudul sama karya Anni Baobei. Dongyu Zhou, Sichun Ma, dan Toby Lee masing-masing memerankan Li Ansheng, Lin Qiyue, dan Su Jiaming. Film ini tayang di Tiongkok daratan pada 14 September 2016 dengan durasi 110 menit; berkat film ini, Dongyu Zhou dan Sichun Ma bersama-sama meraih penghargaan Aktris Utama Terbaik di Golden Horse Awards ke-53.
Per 24 Oktober 2026, film ini mendapat rating 7,3 di IMDb dari 3.590 penilai; kesembilan ulasan kritikus yang dihimpun Rotten Tomatoes semuanya memberikan penilaian positif, sedangkan skor Popcornmeter dari penonton mencapai 80%. Ukuran sampel di setiap platform sangat berbeda, tetapi indikator yang tersedia secara keseluruhan cenderung positif.
Tak Terpisahkan Sejak Berkenalan pada Usia Tiga Belas Tahun
Lin Qiyue dan Li Ansheng berkenalan saat berusia tiga belas tahun. Qiyue tumbuh dalam keluarga yang stabil, selalu menaati aturan, dan berprestasi di sekolah; ibu Ansheng sering tidak berada di sisinya, sementara Ansheng sendiri berkepribadian terbuka, impulsif, dan lebih cepat mengenal kehidupan di luar sekolah dibandingkan teman-teman seusianya. Kepribadian dan lingkungan keluarga mereka sangat berbeda, tetapi keduanya segera menjadi sahabat karib. Ansheng sering makan di rumah Qiyue, mereka berangkat sekolah dan bermain bersama, serta menganggap satu sama lain sebagai orang yang paling bisa dipercaya.

Setelah dewasa, mereka masih sering bepergian bersama. Qiyue terbiasa dengan kehidupan yang terencana, sedangkan Ansheng bersedia mencoba jalan tanpa tujuan yang jelas; masing-masing melihat dalam diri sahabatnya suatu kehidupan yang belum pernah mereka jalani sendiri.

Kisah Cinta Qiyue dan Rahasia di Balik Liontin Giok
Semasa SMA, Qiyue berpacaran dengan teman sekolahnya, Su Jiaming. Ia memperkenalkan Jiaming kepada Ansheng, lalu mereka bertiga pergi berjalan-jalan bersama. Jiaming segera tertarik pada sifat Ansheng yang bebas, dan Ansheng pun menaruh hati kepadanya. Namun, mereka berdua tahu betapa Qiyue menghargai hubungan tersebut sehingga tidak pernah mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka.

Qiyue perlahan menyadari ketertarikan antara Jiaming dan Ansheng. Saat berkunjung ke kuil, ia mendapati liontin giok yang semula selalu dikenakan Jiaming kini berada di tubuh Ansheng. Qiyue tidak langsung membongkar hubungan mereka, sedangkan Ansheng memutuskan meninggalkan kampung halamannya dan menyerahkan Jiaming kepada Qiyue.

Hubungan cinta Qiyue dan Jiaming terus berkembang, dan mereka berciuman di perpustakaan. Sementara itu, di depan satu sama lain, mereka bertiga masih mempertahankan hubungan seperti semula, tetapi liontin giok itu menjadi bukti yang sejak saat itu tidak bisa lagi diabaikan Qiyue.

Perjalanan Ansheng dan Korespondensi Melalui Kartu Pos
Ansheng pergi ke Beijing, lalu berpindah-pindah ke berbagai kota untuk mencari nafkah. Qiyue dan Jiaming melanjutkan pendidikan serta hubungan mereka; setelah lulus kuliah, Qiyue mulai bekerja di sebuah bank dan keduanya tetap berencana menikah. Ansheng terus mengirimkan kartu pos kepada Qiyue, menceritakan kehidupannya yang dipenuhi pergantian pekerjaan, tempat tinggal, dan perjalanan, serta selalu menitipkan salam untuk Jiaming di akhir tulisannya. Saat membaca kabar-kabar itu, Qiyue merindukan Ansheng sekaligus terus mengingat perasaan yang tak pernah dijelaskan antara sahabatnya dan Jiaming.
Saat Ansheng meninggalkan kampung halamannya pada usia delapan belas tahun, Qiyue mengantarnya ke stasiun. Ansheng bersiap melanjutkan perjalanan, sedangkan Qiyue tetap menjalani kehidupannya semula; perpisahan ini menjadi saat pertama mereka benar-benar menempuh jalan hidup yang berbeda.


Jarak dan Pertengkaran Setelah Bertemu Kembali
Setelah berpisah selama lima tahun, keduanya berkumpul kembali di Shanghai. Qiyue mengetahui bahwa kehidupan Ansheng yang berpindah-pindah jauh lebih berat daripada yang ditulis dalam kartu pos, sedangkan Ansheng menyadari bahwa Qiyue tidak benar-benar memahami keadaannya. Di sebuah bar, mereka membicarakan masa lalu dan Jiaming. Kecemburuan, rasa sakit hati, dan ketidakpuasan yang terpendam selama bertahun-tahun pun tersingkap untuk pertama kalinya, lalu mereka kembali berpisah.

Jiaming kemudian bekerja di Beijing. Secara kebetulan, ia bertemu dengan Ansheng yang sedang mabuk dan tidak memiliki tempat tinggal, lalu mengajaknya menginap. Qiyue datang dan mendapati Ansheng tinggal di rumah Jiaming, kemudian menyimpulkan bahwa hubungan mereka telah melewati batas. Ia dan Ansheng bertengkar hebat di kamar mandi, menggunakan pilihan hidup yang paling dipedulikan masing-masing sebagai serangan terhadap satu sama lain. Ketika pertengkaran berakhir, persahabatan mereka sebenarnya belum benar-benar putus, tetapi Ansheng kembali pergi.
Sebelumnya, Qiyue telah menyelesaikan kuliah dan mulai bekerja di sebuah bank, selalu menempuh jalan hidup yang stabil. Setelah konflik itu, ia dan Jiaming masih mempersiapkan pernikahan, tetapi semua rencana yang tampak rapi tersebut tidak lagi mampu menyingkirkan masalah di antara mereka bertiga.

Keputusan Menjelang Pernikahan dan Kehamilan Qiyue
Qiyue setuju menikah dengan Jiaming, tetapi menjelang pernikahan ia meminta Jiaming pergi agar orang-orang mengira sang mempelai laki-laki melarikan diri. Sesuai permintaan Qiyue, Jiaming menanggung akibat dari kepergiannya, sementara Qiyue memanfaatkan kesempatan itu untuk mengakhiri pertunangan, meninggalkan kampung halaman, dan mulai menjalani kehidupan berpindah-pindah yang sebelumnya hanya ia lihat dalam diri Ansheng.
Beberapa waktu kemudian, Qiyue mengetahui bahwa dirinya hamil. Ia tidak kembali kepada Jiaming, melainkan menemui Ansheng untuk meminta bantuan. Ansheng menerimanya dan mendampinginya menghadapi persalinan. Pada saat itu, Ansheng tidak lagi bersikeras untuk terus mengembara, sementara Qiyue justru menjadi orang yang memilih meninggalkan kehidupan stabil.

Ending
Pada usia dua puluh tujuh tahun, Qiyue melahirkan putrinya, Li Tongtong, tetapi meninggal akibat pendarahan hebat setelah persalinan. Ansheng membesarkan Tongtong seorang diri dan memakai nama “Qiyue” sebagai nama pengguna untuk menerbitkan novel Soulmate secara berseri di internet. Novel itu memuat kisah perjalanan mereka tumbuh dewasa sekaligus mengubah akhir yang terjadi di dunia nyata: dalam versi yang ditulis Ansheng, Qiyue tidak meninggal, melainkan terus bepergian.
Bertahun-tahun kemudian, Ansheng kembali bertemu Jiaming dan memberitahunya bahwa Tongtong adalah putri Jiaming dan Qiyue. Barulah Jiaming memahami bahwa penulis novel daring tersebut adalah Ansheng, sedangkan Qiyue yang masih berkelana ke berbagai penjuru dunia di dalam buku merupakan akhir berbeda yang dipertahankan Ansheng untuk sahabatnya. Pada bagian terakhir, film ini menyandingkan kematian di dunia nyata dengan perjalanan dalam novel, lalu ditutup dengan gambar Qiyue yang terus berjalan di tepi laut yang membeku.
