← Kembali ke beranda

Sharper

Seorang pemilik toko buku, miliarder Manhattan, ibu dan anak palsu, pacar palsu: alur cerita lengkap film Apple TV+ 2023 Sharper — lima babak flashback yang saling terjalin menceritakan penipuan yang sama, sampai bab terakhir membalikkan semuanya.

Judul

Sharper

Tahun / Durasi

2023 · 116 menit

Genre

Misteri / Kriminal / Drama

Sutradara

Benjamin Caron

Penulis

Brian Gatewood / Alessandro Tanaka

Rating

Pemeran

Julianne Moore, Sebastian Stan, Justice Smith, Briana Middleton, John Lithgow

Sharper
Adegan 1: Sandy di bar biliar Adegan 2: Richard dan Max Adegan 3: Tom dan Madeline setelah pemakaman Adegan 4: Madeline sendirian mencari seseorang di bar Adegan 5: Madeline sendirian memeriksa ponselnya di luar ruangan
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Sharper adalah film thriller kriminal produksi Apple TV+ tahun 2023, disutradarai oleh Benjamin Caron (debut film layar lebarnya setelah menyutradarai beberapa episode The Crown dan Andor), dengan skenario oleh Brian Gatewood dan Alessandro Tanaka. Film ini tayang terbatas di Amerika Utara pada 10 Februari 2023, lalu dirilis di Apple TV+ pada 17 Februari, dengan durasi total 116 menit.

Jajaran pemeran utamanya terdiri dari empat aktor dengan gaya akting yang sangat berbeda: Julianne Moore (The Hours, Still Alice) berperan sebagai Madeline yang mengendalikan semuanya, Sebastian Stan (Bucky si “Winter Soldier” dari Marvel) berperan sebagai penipu Max, Justice Smith (Detective Pikachu, seri Jurassic World) berperan sebagai Tom si pemilik toko buku, pendatang baru Briana Middleton berperan sebagai Sandra/Sandy, dan aktor senior John Lithgow (yang memerankan Winston Churchill di The Crown) berperan sebagai miliarder Richard Hobbes.

Film ini memakai struktur nonlinier lima babak, masing-masing berjudul Tom, Sandra, Max, Madeline, dan Sandy, yang secara bertahap menceritakan mundur penipuan yang sama dari sudut pandang berbeda. Di Rotten Tomatoes, film ini mendapat skor segar 69% (142 ulasan) dengan nilai rata-rata 6,5/10; di Metacritic mendapat skor 65 (35 ulasan), dengan penerimaan keseluruhan yang cenderung positif.

Sandra yang Datang ke Toko Buku

Tom (diperankan oleh Justice Smith) menjalankan toko buku bekas di New York. Suatu hari, seorang wanita bernama Sandra masuk ke tokonya untuk mencari buku. Awalnya dia menolak pendekatan Tom, tapi tak lama kemudian mereka mulai menjalin hubungan. Beberapa minggu kemudian, Sandra memberi tahu Tom bahwa adiknya berutang 350.000 dolar dan akan dibunuh kalau tidak melunasinya. Tom lalu mengaku bahwa ayahnya sangat kaya dan menawarkan diri untuk melunasi utang itu. Setelah Tom menyerahkan uang tunai itu kepada Sandra, Sandra langsung menghilang, dan Tom pun mengalami keruntuhan mental.

Sandy Si Tahanan Bebas Bersyarat dan Mentornya, Max

Alur cerita mundur ke belakang.

Identitas asli “Sandra” adalah Sandy, seorang tahanan bebas bersyarat dengan catatan kriminal panjang. Sebelum bertemu Tom, dia sedang diperas oleh petugas bebas bersyarat yang korup. Saat itulah muncul Max (diperankan oleh Sebastian Stan), pria yang tampak berada, yang menyingkirkan petugas itu untuknya — padahal Max sebenarnya adalah penipu profesional. Max mengambil Sandy sebagai murid, mengajarinya cara membaca orang, memilih target, dan menjalankan “penipuan jangka panjang” yang meyakinkan. Setelah bersama-sama berhasil menaklukkan target pertama mereka, keduanya berciuman.

Target berikutnya yang mereka incar adalah Tom, si anak orang kaya itu.

Adegan 1: Sandy di bar biliar

Tipu Daya Max sebagai “Anak Palsu”

Alur cerita mundur lagi.

Sebelum Sandy bergabung, Max punya rekan lain. Dia mendatangi Madeline (diperankan oleh Julianne Moore), yang mengaku sebagai “ibunya”, dan pacar baru Madeline — miliarder Richard Hobbes (diperankan oleh John Lithgow). Max berpura-pura mabuk berat dan merengek hingga Madeline mengizinkannya menginap di apartemen Richard.

Keesokan harinya, Madeline dan Richard pulang bersama dan mendapati Max sedang ditangkap di tempat oleh seorang “polisi berpakaian preman” atas tuduhan transaksi narkoba. Madeline dengan cepat menyadari bahwa ini hanyalah sandiwara — “polisi” itu sebenarnya diperankan oleh Tipsy, rekan Max, dengan tujuan memaksa Richard mengeluarkan uang untuk menyingkirkan “polisi” tersebut. Madeline langsung mengusir Max dari apartemen, dan tipuan ini pun gagal total.

Di sinilah cerita membuka kartu sebenarnya: Madeline dan Max bukan ibu dan anak, melainkan sepasang kekasih — dan sejak awal mereka mengincar harta Richard.

Richard tidak tahu soal ini. Untuk membuat Max benar-benar menghilang dari kehidupan Madeline, dia sendiri yang mengajak Max bertemu dan menawarkan 60.000 dolar per bulan sebagai “uang pergi”. Max justru meminta pembayaran di muka sekaligus untuk satu tahun penuh (sekitar 720.000 dolar) sebagai syarat dia mundur sepenuhnya. Richard setuju. Dalam pertemuan itu, Max untuk pertama kalinya bertemu dengan putra Richard — Tom. Saat itu Tom belum bertemu dengan Sandy.

Adegan 2: Richard dan Max

Pada malam Max, Madeline, dan Tipsy merayakan keberhasilan rencana itu, Madeline tiba-tiba memberi tahu Max bahwa Richard ingin menikahinya dan dia memutuskan untuk tinggal. Setelah menyadari dirinya ditinggalkan, Max mendapati Madeline sudah melapor ke polisi. Dia pun kabur dari kepungan polisi dengan membawa uang muka tersebut.

Warisan Richard dan Tembakan Itu

Richard kemudian meninggal karena sakit, dan sebagian besar warisannya jatuh ke tangan Madeline. Karena kejadian dengan Sandy membuat Richard kehilangan kepercayaan pada penilaian Tom, dalam wasiatnya dia hanya mewariskan toko buku bekas itu dan sejumlah dana perwalian untuk Tom — sekaligus menunjuknya sebagai ketua Richard Hobbes Foundation, dengan Madeline sebagai wali amanat yayasan tersebut.

Adegan 3: Tom dan Madeline setelah pemakaman

Tom menyewa detektif Braddock, yang disebut sebagai “teman lama keluarga”, untuk melacak “Sandra”. Madeline berkali-kali membujuk Tom untuk menghentikan penyelidikan, tapi Braddock tetap berhasil menemukan Sandy — yang saat itu sudah kecanduan heroin dan kondisinya sangat memprihatinkan. Tom ingin Sandy tinggal di apartemennya untuk menjalani detoksifikasi, tapi Madeline enggan. Madeline lalu berbicara empat mata dengan Sandy, dan Sandy langsung berterus terang: dia tahu Madeline dan Max sebenarnya satu komplotan. Syarat agar dia tetap diam adalah Madeline harus membantunya menemukan Max, agar dia bisa bertanya langsung mengapa dirinya ditinggalkan.

Adegan 4: Madeline sendirian mencari seseorang di bar

Max setuju untuk bertemu. Saat ketiganya berkumpul di apartemen, Tom dan Braddock mendobrak masuk dan membongkar rangkaian penipuan yang mereka rencanakan bersama. Tom mengeluarkan pistol, mengarahkannya lebih dulu ke Sandy, lalu ke Madeline. Sandy menerjang untuk merebut pistol itu, yang kemudian jatuh ke lantai dan diambil oleh Madeline. Tom mendekatinya dan memaksanya mengarahkan pistol itu ke dirinya sendiri, lalu menyuruhnya menarik pelatuk. Madeline benar-benar menembak, dan Tom pun jatuh seketika — tampak seperti sudah tewas.

Untuk menghindari tuntutan penipuan, Madeline segera mentransfer semua uang atas namanya ke yayasan Richard. Dia, Max, dan Sandy kemudian diberangkatkan naik pesawat menuju Oklahoma City.

Di pesawat, Madeline dengan tenang memberi tahu Max bahwa uang itu tetap ada di tangannya — Tom sudah mati, dan dialah wali amanat yayasan itu. Sandy yang emosinya hancur mengurung diri di toilet pesawat. Saat itu Madeline menunduk melihat lengan bajunya dan menyadari darah di sana palsu — artinya Tom tidak benar-benar mati. Dia mengetuk pintu toilet, tapi Sandy sudah menghilang.

Ending

Cerita berbalik sekali lagi.

Setelah pergi meninggalkan Tom dengan membawa 350.000 dolar, Sandy justru punya perasaan sungguhan pada pria yang telah dia tipu itu. Dia kembali menemui Tom, mengaku identitas aslinya, dan menceritakan seluruh skema penipuan Max dan Madeline sampai tuntas. Tom tidak melapor ke polisi — dia dan Sandy justru merancang penipuan balasan untuk merebut kembali uang keluarga Hobbes dari tangan Madeline dan Max.

Mereka mengajak Tipsy dan rekannya, Goldie, bergabung — Goldie berperan sebagai detektif Braddock, si “teman lama keluarga” itu. “Sandy ditemukan di motel”, “konfrontasi bertiga di apartemen”, dan “Madeline menembak mati Tom” — semuanya adalah adegan yang sudah direncanakan sebelumnya. Darah di lengan baju Tom itu palsu; Madeline memang menarik pelatuk, tapi tembakan itu sama sekali tidak benar-benar melukai Tom.

Kunci dari seluruh rencana ini adalah: begitu mengira Tom sudah mati, Madeline, demi menghindari tuntutan penipuan, harus secepat mungkin memindahkan uang kotor atas namanya — dan satu-satunya tempat yang terpikir olehnya hanyalah yayasan Richard. Padahal ketua yayasan itu adalah Tom, yang tidak mati. Jadi, dengan tangannya sendiri, Madeline secara sah menyerahkan semua uang itu kepada Tom.

Pada akhirnya, Tom, Sandy, Tipsy, dan Goldie berkumpul di toko buku untuk bersulang merayakan keberhasilan mereka. Tom dan Sandy pun kembali bersama.

Adegan 5: Madeline sendirian memeriksa ponselnya di luar ruangan