← Kembali ke beranda

Scary Stories to Tell in the Dark

Sebuah buku cerita menulis ketakutan menjadi kenyataan: ulasan lengkap legenda rumah Bellows, rentetan orang hilang, dan kebenaran tentang Sarah dalam film Scary Stories to Tell in the Dark

Judul

Scary Stories to Tell in the Dark

Tahun / Durasi

2019 · 108 menit

Genre

Horor / Petualangan / Misteri

Sutradara

André Øvredal

Penulis

Dan Hageman, Kevin Hageman

Rating

Pemeran

Zoe Colletti (sebagai Stella Nicholls), Michael Garza (sebagai Ramón Morales), Gabriel Rush (sebagai Auggie Hilderbrandt), Austin Zajur (sebagai Chuck Steinberg), Natalie Ganzhorn (sebagai Ruth Steinberg), Austin Abrams (sebagai Tommy Milner)

Karya asli

Diadaptasi dari seri buku horor anak berjudul sama karya Alvin Schwartz

Scary Stories to Tell in the Dark
Seorang gadis berkacamata dengan rambut ikal berdiri bersama seorang pemuda berjaket cokelat di lorong berlengkung yang remang-remang Gadis berambut ikal menunduk sambil memegang sebuah buku tebal, dikelilingi kain-kain lusuh yang menjuntai Seorang pemuda berjaket tim sekolah mengangkat sebatang pentungan kayu di tepi ladang jagung Sebuah orang-orangan sawah berjaket tim sekolah hijau berdiri di ladang jagung yang mengering kekuningan Semangkuk semur berwarna merah oranye tersaji di atas meja yang remang-remang Seorang pemuda berambut pendek mengacungkan pisau makan di dapur
Peringatan spoiler: Bagian berikut menceritakan alur lengkap, titik balik penting, dan endingnya. Kamu bisa langsung lompat ke bab yang ingin kamu ingat.

Scary Stories to Tell in the Dark disutradarai oleh André Øvredal dengan skenario yang ditulis Dan Hageman dan Kevin Hageman, sementara ceritanya digarap bersama oleh Guillermo del Toro, Patrick Melton, dan Marcus Dunstan. Film ini diadaptasi dari seri buku horor anak berjudul sama karya Alvin Schwartz, dibintangi Zoe Colletti, Michael Garza, Gabriel Rush, Austin Zajur, dan Natalie Ganzhorn, tayang di Amerika Serikat pada 9 Agustus 2019 dengan durasi 108 menit.

Film ini mendapat rating 6,2 di IMDb dari sekitar 93 ribu suara; Rotten Tomatoes mencatat skor segar kritikus 78% dari 237 ulasan, serta skor penonton terverifikasi 72% dari lebih dari 5.000 penilaian. Persentase kritikus dan penonton itu lebih tinggi daripada rating menengah di IMDb, sehingga tanggapan secara keseluruhan cenderung positif, meskipun bobot penilaiannya berbeda-beda di tiap platform. Bagian berikut menguraikan alur cerita lengkap beserta endingnya sesuai urutan kejadian dan pengungkapan informasi di dalam film.

Menerobos Rumah Bellows pada Malam Halloween

Pada malam Halloween 1968, Stella, seorang siswi SMA di kota Mill Valley, Pennsylvania, gemar menulis cerita horor dan bersahabat dengan Auggie serta Chuck. Bertiga mereka mengerjai Tommy, preman sekolah, dengan telur, tisu toilet, dan kantong kertas berisi kotoran, sehingga Tommy menabrakkan mobilnya ke pagar. Setelah dikejar, mereka bersembunyi di sebuah mobil asing di bioskop drive-in, dan Ramón, si pemilik mobil, menghadang Tommy untuk melindungi mereka. Sebelum pergi, Tommy memancing emosi Stella dengan menyinggung ibunya yang meninggalkan rumah.

Stella mengajak Ramón, yang tidak punya tempat menginap, untuk ikut bersama mereka, lalu berempat mereka mendatangi rumah keluarga Bellows yang sudah terbengkalai. Menurut legenda setempat, keluarga Bellows pernah mengurung putri mereka, Sarah, dalam waktu lama di sebuah ruang rahasia; Sarah membacakan cerita horor kepada anak-anak dari balik dinding, dan belakangan ia dituduh meracuni anak-anak yang mendengarkan ceritanya. Di ruang rahasia bawah tanah itu, Stella dan Ramón menemukan buku cerita peninggalan Sarah.

Seorang gadis berkacamata dengan rambut ikal berdiri bersama seorang pemuda berjaket cokelat di lorong berlengkung yang remang-remang

Tommy membuntuti mereka masuk ke rumah itu dan mengunci Stella beserta teman-temannya di ruang rahasia, bahkan ikut mengurung Ruth, kakak perempuan Chuck, yang berusaha menghentikannya. Pintu ruangan itu kemudian terbuka dengan sendirinya sehingga mereka semua bisa keluar. Baru setelah berada di luar, mereka mendapati mobil Ramón sudah dirusak dan badan mobilnya dicorat-coret dengan tulisan berbau hinaan rasial. Stella membawa pulang buku cerita Sarah, sedangkan Ramón menumpang tinggal sementara di ruang bawah tanah rumahnya.

Gadis berambut ikal menunduk sambil memegang sebuah buku tebal, dikelilingi kain-kain lusuh yang menjuntai

Kisah Harold Menjadi Nyata

Malam itu, pada halaman buku cerita yang semula kosong muncul dengan sendirinya sebuah kisah baru berjudul “Harold” dalam huruf merah menyala, dan tokoh utamanya adalah Tommy. Pada saat yang sama, Tommy yang sedang mabuk disuruh ibunya mengantar telur ke tetangga. Ketika melewati ladang jagung keluarganya, ia kembali mengusili orang-orangan sawah bernama Harold, lalu mendapati dirinya selalu kembali ke tempat semula ke arah mana pun ia berjalan.

Seorang pemuda berjaket tim sekolah mengangkat sebatang pentungan kayu di tepi ladang jagung

Harold lenyap dari tiang kayunya, lalu menyusul Tommy di tengah ladang jagung dan menusuknya dengan garpu rumput. Tubuh Tommy mulai ditumbuhi jerami, dan pada akhirnya ia meninggalkan ladang jagung itu tidak lagi dalam wujud manusia. Keesokan harinya, warga kota mulai mencari Tommy yang hilang; Stella dan Ramón melihat orang-orangan sawah yang mengenakan jaket tim sekolah Tommy di ladang, sehingga mereka yakin bahwa cerita yang sedang ditulis di dalam buku itu langsung berubah menjadi kenyataan.

Sebuah orang-orangan sawah berjaket tim sekolah hijau berdiri di ladang jagung yang mengering kekuningan

“The Big Toe” dan Hilangnya Auggie

Stella mencoba mengembalikan buku cerita itu ke rumah Bellows, tetapi buku tersebut segera muncul kembali di kamarnya. Ia dan Ramón menyaksikan kisah kedua berjudul “The Big Toe” terbentuk di atas kertas, dan kali ini tokoh utamanya berganti menjadi Auggie. Sendirian di rumah, Auggie mengeluarkan semur yang ditinggalkan ibunya dari kulkas tanpa menyadari ada sepotong jempol kaki yang janggal tercampur di dalam kuahnya, sehingga ia telanjur memakan makanan yang berisi jempol kaki itu.

Semangkuk semur berwarna merah oranye tersaji di atas meja yang remang-remang

Begitu membaca isi cerita itu, Stella dan Ramón langsung menelepon untuk memperingatkan Auggie. Auggie memeriksa makanan di dalam panci dan berjaga-jaga dengan sebilah pisau makan sambil mengawasi keadaan rumah, tetapi sesosok mayat pucat yang mencari jempol kakinya sudah masuk ke dalam rumah. Auggie sempat bersembunyi di kamar tidur, lalu diseret pergi oleh mayat yang bersembunyi di kolong ranjang. Ketika Stella dan Ramón tiba, yang mereka lihat hanyalah bekas cakaran di kolong ranjang.

Seorang pemuda berambut pendek mengacungkan pisau makan di dapur

Stella, Ramón, dan Chuck mencoba membakar buku cerita itu, tetapi api tidak mampu merusak halaman-halamannya. Mereka sadar bahwa terus menghindar tidak akan menghentikan munculnya cerita baru, sehingga satu-satunya jalan adalah menyelidiki masa lalu Sarah dan keluarga Bellows.

”The Red Spot” dan Laba-Laba di Tubuh Ruth

Mereka pergi ke kantor surat kabar setempat untuk menelusuri koran-koran lama, dan menemukan bahwa Sylvia Baptiste, pelayan keluarga Bellows, pernah dituduh mengajarkan ilmu sihir kepada Sarah, serta bahwa setelah kematian Sarah anggota keluarga Bellows yang lain juga menghilang satu per satu. Pada saat itu buku cerita menuliskan kisah “The Red Spot” dan menjadikan Ruth sebagai tokoh utama yang baru.

Sebelumnya Ruth digigit laba-laba di rumah Bellows, dan bentol merah di pipinya terus membesar menjelang pentas sekolah. Saat sendirian memperbaiki riasannya di kamar mandi, mula-mula sebuah kaki laba-laba menjulur keluar dari luka itu, lalu laba-laba dalam jumlah besar menyembur keluar dari bawah kulitnya. Stella, Ramón, dan Chuck datang tepat waktu dan mengusir laba-laba itu dengan air; Ruth memang selamat, tetapi harus dilarikan ke rumah sakit karena gigitan yang tersebar di sekujur tubuhnya.

Seorang gadis berambut pirang dengan kostum pentas merah muda mendongak sambil menyentuh pipinya

Rekaman Rumah Sakit Membuka Kasus Lama Sarah

Ketiganya menemui Lou Lou Baptiste yang sudah lanjut usia dan kehilangan penglihatan. Lou Lou menjelaskan bahwa ibunya tidak pernah mengajarkan ilmu sihir kepada Sarah, dan menegaskan bahwa Sarah tidak meninggal di rumahnya, melainkan gantung diri di rumah sakit setelah dikirim ke sana oleh keluarganya. Karena itu Stella, Ramón, dan Chuck pergi ke bagian arsip rumah sakit untuk mencari catatan perawatan Sarah pada masa itu.

Sekelompok bangunan bertingkat rendah berdiri di antara hamparan rumput dan area parkir

Mereka menemukan rekaman yang dibuat saat Sarah diinterogasi dan menjalani terapi kejut listrik. Rekaman itu menunjukkan bahwa kematian anak-anak di kota tersebut bukan karena diracuni Sarah, melainkan akibat pabrik kertas milik keluarga Bellows yang mencemari sumber air dengan merkuri. Sarah mengetahui kebenaran itu, tetapi keluarganya menutupi tanggung jawab mereka dengan menyebutnya sebagai pembunuh anak-anak; kakak laki-lakinya, yang berstatus dokter, memaksanya mengakui tuduhan tersebut, tetapi Sarah tidak pernah mengubah keterangannya.

Wanita Pucat di Koridor Merah

Sebelumnya Chuck berulang kali memimpikan sebuah ruangan merah dan seorang wanita pucat. Setelah alarm rumah sakit terpicu, lampu koridor berubah menjadi merah, dan situasi nyata mulai berimpit dengan mimpinya. Pada saat bersamaan buku cerita menuliskan kisah “The Dream” dan memasukkan Chuck ke dalam cerita itu.

Seorang pemuda berambut ikal ternganga menatap ke depan di bawah cahaya lampu merah

Chuck mencari jalan keluar di sepanjang koridor, tetapi mendapati wanita pucat itu terus mendekat dari berbagai arah. Koridor perlahan menutup jalan mundurnya, dan wanita pucat itu akhirnya memeluk Chuck serta menyerapnya ke dalam tubuhnya. Ketika Stella dan Ramón tiba, Chuck sudah lenyap, dan keduanya kemudian ditahan polisi karena menerobos masuk ke rumah sakit.

Sesosok monster berwujud manusia berbaju putih berdiri di ujung koridor merah

Manusia Rakitan di Kantor Polisi

Kepala Polisi Turner menginterogasi Stella dan Ramón, dan tidak percaya bahwa sebuah buku menyebabkan rentetan orang hilang. Ia mengungkap bahwa Ramón menyembunyikan nama keluarganya yang sebenarnya dan sedang menghindari wajib militer. Ramón menjelaskan kepada Stella bahwa kakaknya berangkat ke Vietnam dan tewas di sana, lalu jenazahnya dipulangkan; begitu menerima surat panggilan wajib militer, ia memilih meninggalkan kehidupannya yang lama.

Buku cerita kembali menulis, kali ini dengan Ramón sebagai sasaran. Sebuah kepala jatuh dari cerobong asap, disusul anggota-anggota tubuh lain yang bermunculan dan merakit diri menjadi monster dengan persendian yang terpelintir terbalik. Setelah membunuh Turner, monster itu terus mengejar Ramón; Stella berhasil mendapatkan kunci dan membuka sel, lalu keduanya kabur dari kantor polisi dan memacu mobil menuju rumah Bellows untuk membuat Sarah berhenti sebelum cerita yang baru itu selesai ditulis.

Sesosok monster berwujud manusia dengan anggota tubuh terpelintir merayap maju di jalanan permukiman pada malam hari

Ending

Sesampainya kembali di rumah Bellows, Stella dan Ramón terpaksa berpisah: monster rakitan itu terus memburu Ramón, sedangkan Stella tertarik masuk ke masa lalu ketika Sarah dikurung dan disiksa. Anggota keluarga Bellows menganggapnya sebagai Sarah dan menyeretnya ke ruang rahasia, sehingga ia mengalami sendiri penindasan yang ditanggung Sarah dari keluarganya, lalu akhirnya berhadapan dengan arwah Sarah.

Stella mengakui bahwa Sarah adalah korban kejahatan keluarganya, tetapi ia juga menunjukkan bahwa dengan menulis remaja-remaja tak bersalah ke dalam ceritanya, Sarah sedang menimpakan luka yang pernah ia alami kepada orang lain. Stella berjanji akan mengungkap kebenaran tentang pabrik kertas yang mencemari sumber air dan tentang keluarga yang menjadikan Sarah kambing hitam. Sarah menyerahkan sebuah pena kepadanya, dan Stella menuliskan kebenaran itu di dalam buku cerita dengan darahnya sendiri; setelah tulisan itu selesai, Sarah lenyap bersama monster-monster yang ia panggil, dan Ramón pun lolos dari bahaya.

Gadis berkacamata dengan rambut ikal berdiri di depan tangga kayu sambil merentangkan kedua tangan

Setelah itu, Stella menuliskan kisah yang menimpa Sarah di surat kabar. Masih ada warga kota yang tidak percaya pada sejarah tersebut, tetapi ia tetap menjalankan janjinya agar kebenaran itu terlihat. Ramón berhenti menghindari panggilan wajib militer dan berpamitan kepada Stella sebelum berangkat ke militer; Stella menyerahkan sepucuk surat kepadanya dengan harapan ia pulang dengan selamat. Ruth sudah pulih dari serangan laba-laba, sementara Auggie dan Chuck tidak kembali. Di akhir film, Stella pergi bersama ayahnya, Roy, dan Ruth sambil membawa buku cerita Sarah, melanjutkan pencarian cara untuk mengembalikan kedua temannya.